KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » BAHAYA SISTEMATIS MAFIA TANAH DAN AZAB BAGI PERAMPAS HAK

    BAHAYA SISTEMATIS MAFIA TANAH DAN AZAB BAGI PERAMPAS HAK

    BY 14 May 2026 Dilihat: 52 kali

    الْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ وَجَعَلَهَا بِسَاطًا لِلْعِبَادِ، وَحَرَّمَ فِيهَا الظُّلْمَ وَالْفَسَادَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الصَّمَدُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ مَنْ دَعَا إِلَى الْقِسْطِ وَالرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُولِي الْحَقِّ وَالسَّدَادِ وَعَلَى مَنْ سَنَّ بِسُنَّتِهِ إِلَى يَوْمِ الْمِيْعَادِ

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ، وَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَلَا تَأْكُلُوْٓا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَࣖ (البقرة:188)

    وَقَالَ أَيْضًا:  يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (النساء: 29)

    Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat hafidzakumullah,

    Bumi yang kita pijak hari ini seharusnya menjadi wasilah ibadah dan ketenangan. Namun, data menunjukkan realitas yang memilukan. Ribuan kasus sengketa tanah melanda negeri kita. Hampir separuh atau sekitar 44% dari seluruh perkara perdata di pengadilan negeri di negara kita adalah sengketa pertanahan. Di dalam persentase yang besar itu, terdapat jeritan saudara-saudara kita yang hak tanahnya dirampas melalui praktik lancung dan culas oleh  “Mafia Tanah”.

    Dalam sebuah laporan, dari 305 kasus mafia tanah, sekitar 66% modus operandi mereka adalah pemalsuan dokumen dan kolusi dengan oknum pejabat. Bahkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat telah menangani 48.000 kasus mafia tanah dari Januari hingga pertengahan November 2024.

    Ini bukan sekadar pelanggaran hukum positif dan kejahatan biasa, tapi merupakan kejahatan kemanusiaan dan dosa besar dalam kacamata syariat, karena para mafia tanah itu merampas hak hidup, hak tinggal, dan masa depan sebuah keluarga.

    Allah ﷻ memperingatkan dengan sangat keras dalam Surah Al-Baqarah ayat 188:

    وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

     “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa( urusan) sesamamu kepada hakim (pemangku wewenang) supaya kamu dapat memakan sebahagian dari pada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.”

    Ayat ini membongkar habis cara main mafia tanah. Penggunaan frasa “Tudlu biha ilal hukkam” mengisyaratkan adanya upaya manipulasi jalur birokrasi dan hukum, lewat kolusi oknum untuk mengubah status harta yang haram menjadi seolah-olah “sah” di mata hukum negara.

    Meskipun sertifikatnya dianggap “asli” dari instansi resmi, jika prosesnya batil, maka di mata Allah statusnya adalah harta curian, atau harta yang didapatkan dengan cara merampas hak  milik orang lain.

    Ma’asyiral Muslimin hafidzakumullah,

    Rasulullah ﷺ juga bersabda secara tegas menjelaskan ancaman bagi para perampas tanah milik orang lain,

    مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ -مِنَ الْأَرْضِ- طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ

     “Sesiapa yang berbuat zalim (merampas) meski hanya sejengkal tanah, niscaya akan dikalungkan (dengan tanah tersebut) dari tujuh lapis bumi.” (H.R. Bukhari, no. 3195, Muslim, no. 1612)

    Islam bukan sekadar doktrin ini pahala dan itu dosa, tetapi Islam juga menyampaikan ancaman dan hukuman faktual atas kejahatan yang akan ditanggung pelakunya, di dunia ataupun di akhirat.

    Hadis tersebut di atas memberikan ancaman fisik yang mengerikan bagi mereka yang suka merampas tanah orang, menggeser patok atau batas tanah dari tempat yang semestinya, ataupun merampok tanah orang dengan cara mempermainkan celah hukum negara.

    Para mafia tanah mungkin ada yang merasa menang saat ini karena menguasai beratus meter atau bahkan berhektar-hektar tanah. Namun, di padang mahsyar, Allah akan menjadikan tanah tersebut sebagai “kalung” yang menghimpit leher mereka.

    Jika sejengkal tanah saja bebannya tujuh lapis bumi, lalu mau seperti apa leher dan raga para mafia tanah di Hari Hisab nanti karena dosa sistemik merampas berhektar-hektar tanah orang lain?!

    Ma’asyiral Muslimin a’azzakumullah,

    Kecanggihan digitalisasi saat ini ternyata bukan jaminan mutlak jika integritas manusia di dalamnya tidak berkualitas.

    Negara harus tegas! Tidak boleh ada ruang bagi oknum yang menjual tanda tangannya demi harta haram. Tidak ada celah bagi orang-orang durjana yang akan merampas tanah orang lain. Jatuhkan hukuman yang tegas dan berefek jera bagi para pelakunya tanpa pandang bulu!

    Ma’asyiral Muslimin a’azzakumullah,

    Dan sebagai pemilik hak, kita juga harus melakukan langkah preventif. Mari kita jaga amanah harta kita dengan langkah praktis yang nyata.

    Dalam hal ini, kita patut meneladani keshalehan dan profesionalisme Nabi Yusuf –’alahissalam- dalam menjaga aset yang diamanahkan kepadanya.

    Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

    قَالَ اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

    Berkata Yusuf: ‘Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan‘.” (QS. Yusuf ayat 55)

    Para ulama mufassir, di antaranya Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-’Azhim, menjelaskan bahwa Nabi Yusuf –’alaihissalam- menyebutkan dua sifat utama dalam dirinya sebagai kualifikasi pemimpin, bendaharawan, atau pengelola harta:

    Pertama, Hafizh (Pandai menjaga). Nabi Yusuf –’alaihissalam- adalah sosok yang amanah, teliti, dan tidak akan membiarkan harta atau aset negara hilang atau disalahgunakan.

    Dalam konteks kita, menjadi Hafizh berarti kita harus menjaga dan merawat aset yang kita miliki. Jangan biarkan tanah atau bangunan kita terlantar tanpa pengawasan dan tanda penguasaan fisik karena kondisi seperti ini rawan menjadi sasaran mafia tanah.

    Kedua, ‘Alim (Memiliki pengetahuan atau ilmu). Nabi Yusuf –’alaihissalam- memiliki pengetahuan teknis dan administratif yang mumpuni mengenai pengelolaan aset.

    Ini mengajarkan kita untuk belajar, mencari tahu, dan  paham literasi hukum dan agraria. Termasuk saat kita ingin membeli tanah, rumah,ataupun bangunan, kita tanyakan riwayat dan status hukum properti tersebut dan kita pastikan keabsahan dokumen legalitasnya.

    Integrasi dari sifat Hafizh dan ‘Alim ini mengharuskan kita untuk waspada. Hindari bertransaksi dengan pihak-pihak yang mencurigakan, terlebih dalam urusan jual beli dan sewa properti yang statusnya tidak jelas, abu-abu, apalagi dalam status sengketa.

    Kemudian, jangan sekali-kali menyerahkan sertifikat asli atau fotokopi identitas kepada pihak yang tidak kredibel, karena dari sanalah pintu pemalsuan dokumen terbuka.

    Kita tidak boleh sungkan kepada modus kejahatan dan sindikat kezaliman, ma’asyiral muslimin a’azzakumullah.

    Kita juga harus proaktif memeriksa status tanah kita secara berkala, sebab kewaspadaan kita adalah benteng pertama sebelum ketegasan hukum negara bekerja.

    Bagi para pelaku dan oknum yang terlibat, mereka harus segera bertobat!

    Dosa zalim kepada sesama manusia, merampas hak orang lain, harus ditebus dengan mengembalikan hak kepada pemilik sahnya, dan meminta maaf kepadanya. Tidak cukup dengan hanya beristighfar.

    Kepada para oknum yang bermain, batalkan produk hukum “bodong” yang dibuat, sebelum maut menjemput dan azab menyentuh.

    Ingat! Luas tanah asli kita kelak hanyalah 1×2 meter di liang lahat. Jangan sampai liang yang sempit itu dihimpit lagi oleh tujuh lapis bumi karena dosa merampas dan mencaplok tanah orang lain.

    Semoga Allah membimbing kita semua ke jalan yang benar, melindungi kita semua dari bahaya praktik kejahatan mafia tanah, serta memberikan kekuatan kepada kebenaran untuk menumpas kejahatan.

    بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

    الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَيَامِيْنِ الْغُرَرِ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ وَ ثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ  وَقَالَ تَعاَلَى: إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، اَللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ ظُلْمِ الظَّالِمِينَ، وَمِنْ كَيْدِ الْمَاكِرِينَ، وَمِنْ غَصْبِ الْغَاصِبِينَ

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلْدَتَنَا هَذِهِ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً، وَقِنَا شَرَّ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

    اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِينَ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ فِي فِلَسْطِينَ، وَفِي لُبْنَانَ، وَفِي سُورِيَا، وَفِي السُّودَانِ، وَفِي كُلِّ مَكَانٍ، اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ فِي قُلُوبِهِمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ

    اَللَّهُمَّ يَا مُنْزِلَ الْكِتَابِ، وَيَا مُجْرِيَ السَّحَابِ، وَيَا هَازِمَ الْأَحْزَابِ، اِهْزِمِ الظَّالِمِينَ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ

    اَللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُم وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk BAHAYA SISTEMATIS MAFIA TANAH DAN AZAB BAGI PERAMPAS HAK

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023