
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., M.S.I. (Dosen IAI Darul Fattah Bandar Lampung)
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الطَّرِيْقَ سَبِيْلًا لِلْمَنْفَعَةِ وَالأَمَانِ، وَأَمَرَنَا بِحِفْظِ النُّفُوْسِ عَنِ الْمَهَالِكِ وَالطُّغْيَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الدَّيَّانُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَاحِبُ الْخُلُقِ الْعَظِيْمِ وَالْإِحْسَانِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِي الْبَصِيْرَةِ وَالإِيْمَانِ، وَعَلَى مَنْ سَنَّ بِسُنَّتِهِ إِلَى يَوْمِ الْمِيْزَانِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ. Takwa yang bukan hanya saat kita di dalam masjid, tapi juga takwa saat kita berada di manapaun dan kapanpun, termasuk saat keluar rumah menuju perjalanan.
Takwa bukan hanya di atas sajadah, tapi juga di atas aspal jalan raya. Takwa adalah kesadaran untuk taat pada aturan Allah, termasuk aturan yang menjaga keselamatan nyawa kita dan sesama. Mengingat menjaga nyawa (hifzhun nafs) adalah salah satu tujuan pokok syariat. Takwa adalah kesadaran bahwa setiap jengkal aspal dan jalan cor yang kita lalui berada di bawah pengawasan Allah yang Maha Melihat.
Jamaah kaum Muslimin hafidzakumullah,
Data Korlantas Polri menunjukkan adanya 3.517 kejadian kecelakaan selama mudik Lebaran 2026 tahun ini. Walaupun angka ini turun 6,31% dibanding tahun kemarin, jangan sampai kita terbius statistik dan lengah.
Mengapa? Karena di balik angka 3.517 itu, ada nyawa yang hilang, ada anak yang menjadi yatim, ada orang tua yang kehilangan anak harapan masa depannya, dan ada orang lain yang kehilangan sandaran hidupnya.
Survei menyebutkan bahwa 80% kecelakaan di Indonesia adalah karena faktor kesalahan manusia atau human error. Bahkan di jalan tol yang kondisinya ideal sekalipun, 70% kecelakaan terjadi karena kelalaian pengemudi. Lebih memprihatinkan lagi, data dari PT Jasa Raharja menyebutkan bahwa 70% korban dan penyebab kecelakaan adalah anak-anak muda.

Ma’asyiral Muslimin a’azzakumullah,
Islam telah meletakkan fondasi etika berkendara jauh sebelum teknologi mesin ditemukan. Allah ﷻ sudah memperingatkan dengan sangat jelas dalam Surah Al-Baqarah ayat 195:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik“
Berkendara dengan kecepatan tinggi melebihi batas tanpa kendali, mengantuk tetapi dipaksakan untuk mengemudi, berkendara sambil memainkan HP atau gadget hingga konsentrasi mengemudi terganggu, melanggar lampu merah dan peringatan rambu lalu lintas lainnya, atau bahkan berkendara dalam pengaruh minuman keras adalah bentuk nyata menuju kebinasaan.
Sebaliknya, ma’asyiral muslimin hafidzakumullah, jika berkendara dengan memerhatikan keselamatan diri dan orang lain, mengemudi dengan konsentrasi dan kecepatan yang terukur, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, maka itu adalah bentuk ihsan atau berbuat baik kepada diri sendiri ataupun orang lain karena telah berusaha menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”
Etika di jalan bukan sekadar soal SIM atau STNK. Ini soal adab. Saat kita menyerobot antrean jalan, kita sedang mengambil hak orang lain.
Saat kita menyalip kendaraan di depan kita tanpa memerhatikan arus kendaraan dari lawan arah, atau kondisi jalan, kita sedang menantang maut dan membahayakan diri sendiri serta orang lain.
Saat kita menggunakan knalpot yang memekakkan telinga atau lampu yang menyilaukan pengendara lain, kita sedang mengganggu kenyamanan sesama.
Kita harus sadar bahwa kendaraan yang kita kendarai, nyawa keluarga yang duduk di kursi samping kemudi dan belakang, penumpang yang menitipkan nasibnya pada kita, bahkan setiap pengendara lain di sekitar kita, baik yang menggunakan motor, mobil, maupun pejalan kaki, sejatinya adalah AMANAH dari Allah ﷻ.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.”
Saat kita mengemudi, kita adalah pemimpin bagi keselamatan nyawa di sekitar kita. Kelalaian dalam berkendara, mengabaikan rambu, atau memaksakan diri saat mengantuk bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tapi itu adalah bentuk kelalaian terhadap amanah.
Jangan sampai kita kelak menghadap Allah ﷻ membawa beban kesalahan dan dosa karena telah merampas nyawa atau membuat sesama kita cacat permanen akibat keegoisan kita di jalan raya.
Mari kita camkan! Bahwa sesungguhnya urusan di jalan raya bukan hanya soal tilang atau asuransi, tetapi juga soal tanggung jawab dunia akhirat.
Maasyiral Muslimin Jamaah Sholat Jumat rahimakumullah,
Dalam Undang-Undang, kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa bisa menyeret seseorang ke penjara hingga 6 tahun. Namun, mari kita sadar! Penjara dunia mungkin punya masa tahanan yang bisa berakhir, tapi pengadilan akhirat tidak sesederhana itu.
Urusan nyawa dan darah adalah urusan yang paling pertama dihisab dalam hubungan antar manusia di hari kiamat kelak.
Bayangkan jika di padang mahsyar nanti, ada orang yang menuntut kita karena kelalaian kita telah membuatnya kehilangan nyawa atau cacat seumur hidup.
Di sana tidak ada lagi restorative justice bikinan pakar hukum positif, tidak ada lagi pengacara, yang ada hanyalah pertanggungjawaban mutlak di depan Ahkamul Hakimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh karena itu target yang harus dicapai oleh semua pihak termasuk para stake holder harus ambisius, karena ini soal nyawa, maka strategi Vision Zero dan target Zero Fatal Accident atau nol kecelakaan fatal bukanlah sesuatu yang utopis. Ini sejalan dengan kaidah fikih:
اَلضَّرَرُ يُزَالُ
“Segala bentuk kemudaratan harus dihilangkan.“
Sekali lagi, mari kita berkendara dengan awalan doa dan iringan zikir, kita patuhi aturan berlalu lintas sebagai bentuk ibadah kepada Allah karena merawat keselamatan adalah tujuan pokok syariat Allah Ta’ala, dan kita jaga keselamatan sesama sebagai bentuk takwa.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا إِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ، وَقُدْوَةُ السَّالِكِيْنَ فِي كُلِّ حِيْنٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَشَفِيْعِ الْأُمَّةِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِي الْهِمَّةِ وَالنِّعْمَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْإِخْوَانُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى الرَّحْمَنِ، فِي السِّرِّ وَالْإِعْلَانِ. فَالتَّقْوَى حِصْنٌ مِنَ الْعِصْيَانِ، وَطَرِيْقٌ إِلَى مَرْضَاةِ الدَّيَّانِ
Ma’syiral Muslimin hafidzakumullah,
Sebagai penutup, mari kita jadikan target Zero Fatal Accident ini sebagai gerakan bersama. Jalan raya adalah ujian nyata bagi iman dan akhlak kita. Keselamatan adalah hak bersama, dan kelalaian adalah pengkhianatan terhadap nyawa. Mari kita jaga amanah nyawa ini demi masa depan keluarga dan sesama.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حَيَاتَنَا غَنِيْمَةً مِنَ السَّلَامَةِ، وَأَسْفَارَنَا بَعِيْدَةً عَنِ النَّدَامَةِ
اَللَّهُمَّ احْفَظْنَا وَأَهْلَنَا فِي كُلِّ طَرِيْقٍ، وَنَجِّنَا مِنْ كُلِّ هَمٍّ وَضِيْقٍ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا وَأَرْزَاقِنَا يَا خَيْرَ رَفِيْقٍ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
*Naskah khutbah ini disampaikan di mimbar khutbah Jumat Masjid Al-Hidayah Villa Pejaten Mas, Pasar Minggu dan dicetak menjadi Buletin Jumat Al-Hidayah serta dibagikan kepada jamaah setelah usai sholat Jumat. (Soft File buletin bisa diunduh di halaman Pustaka Digital Ahla Institute)
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Etika Berkendara dan Wajibnya Menjaga Keselamatan