
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King Khalid University, Arab Saudi, bersama suaminya Sheikh Khalid Ya’qub, yang juga berasal dari Sudan. Keduanya tercatat memiliki pengalaman berdakwah dan mengajar di Arab Saudi selama kurang lebih sembilan tahun.
Pengajian tersebut diikuti oleh jamaah ibu-ibu dengan suasana yang khidmat namun tetap mengalir hangat. Kajian difokuskan pada hadis-hadis tentang adab sosial dan etika bertetangga, khususnya hadis nomor 124 hingga 128 dalam Al-Adab Al-Mufrad karya Imam Al-Bukhari.
Setiap sesi pengajian diawali dengan pembacaan matan hadis oleh Ahla Kembara, alumnus LIPIA–IMSIU, yang juga bertindak sebagai penerjemah. Setelah matan hadis dibacakan, Dukturoh Huda menyampaikan penjelasan, faidah, serta hikmah hadis dalam bahasa Arab. Penjelasan tersebut kemudian diterjemahkan secara runtut oleh Ahla Kembara agar mudah dipahami dan aplikatif bagi jamaah.
Dalam pemaparannya, Dukturoh Huda menegaskan bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap hubungan bertetangga. Ia menjelaskan bahwa tetangga dalam Islam terbagi ke dalam tiga kategori hak. Pertama, tetangga muslim yang sekaligus memiliki hubungan kekerabatan, yang memiliki tiga hak: hak sebagai tetangga, hak sebagai sesama muslim, dan hak sebagai kerabat. Kedua, tetangga muslim non-kerabat yang memiliki dua hak, yakni hak sebagai tetangga dan sesama muslim. Ketiga, tetangga non-muslim yang tetap memiliki hak bertetangga dan wajib dijaga kehormatannya. Penjelasan ini menekankan pentingnya menempatkan setiap hubungan secara proporsional dan adil.
Selain itu, Dukturoh Huda juga mengingatkan jamaah tentang bahaya menyakiti tetangga dan membiarkan permusuhan berlarut-larut. Ia juga merujuk pada hadis lain yang menyebutkan bahwa amal perbuatan manusia diangkat kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis. Permusuhan yang berlangsung lebih dari tiga hari tanpa upaya berdamai, menurut hadis tersebut, dapat menjadi penghalang diangkatnya amal saleh, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian spiritual bagi pelakunya.

Melalui hadis-hadis tersebut, Dukturoh Huda juga menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan agar gangguan tetangga tidak disikapi dengan emosi dan kekerasan, melainkan dengan cara yang bijak, bermartabat, dan edukatif, sembari mengutip pesan dari surah Fushilat ayat 34 (tiga puluh empat). Bahkan, dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa cara penyelesaian konflik sosial yang tepat dapat menjadi tekanan moral yang efektif tanpa menimbulkan permusuhan baru.
Menjelang penutupan, Sheikh Khalid, yang juga pernah menjadi pembina rohani militer pemerintah Sudan, menambahkan dimensi spiritual dalam memahami makna bertetangga. Ia menjelaskan bahwa tetangga tidak hanya terbatas pada manusia yang tinggal di sekitar kita, tetapi juga mencakup makhluk Allah lainnya.
Di antara tetangga terdekat manusia, ujarnya, adalah para malaikat, khususnya Malaikat Raqib dan Atid, yang senantiasa mendampingi serta mencatat setiap amal perbuatan manusia, dengan mengutip surah Qaf ayat 18 (delapan belas).
Pendakwah yang pernah mengenyam bangku studi S2 di Holy Quran University of Islamic Sciences Sudan ini juga berpesan kepada jamaah ibu-ibu untuk selalu istiqamah dalam menuntut ilmu, khususnya dalam keikutsertaan di kajian rutin Masjid Nurul Iman PHI.
Pengajian berlangsung dengan suasana cair, akrab, dan interaktif. Setiap penjelasan Dukturoh Huda diterjemahkan dengan jelas sehingga jamaah dapat langsung mencerna pesan dan hikmah hadis. Menjelang akhir acara, para peserta tampak terharu dan antusias, menutup kegiatan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan. Acara ini menjadi momen yang penuh makna, membangun kedekatan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Dukturoh Huda dan Sheikh Khalid sendiri saat ini berdomisili dan mengajar di Ma’had Dzun-Nurain, Megamendung, Bogor, melanjutkan kiprah dakwah dan pendidikan mereka di Indonesia setelah bertahun-tahun berpengalaman di Sudan dan Arab Saudi.
Ketua DKM Masjid Nurul Iman PHI, Haji Syukur Latif, yang juga sebagai pimpinan ranting Muhammadiyah Sukamaju, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih khusus pada kajian kali ini, sebagaimana diterima oleh redaksi melalui pesan singkat.

Kajian kitab Al-Adab Al-Mufrad ini rutin digelar oleh Majelis Ta’lim Ibu-ibu Nurul Iman didukung oleh DKM Nurul Iman PHI setiap hari Kamis pekan ketiga. Kegiatan ini juga menegaskan peran Masjid Nurul Iman PHI yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan kajian keislaman yang memperkaya wawasan, tetapi juga membentuk akhlak sosial dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari yang aplikatif. (Ak/redaksi)
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Dari King Khalid University ke Masjid Nurul Iman PHI: Dukturoh Huda Sampaikan Pesan Hadis tentang Hak dan Etika Tetangga