
Penulis: Iqbal Munajat, Lc. (Pengasuh Rumah Tahfidz Cinta Qur’an – Depok)
إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن، يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦوَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا، يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗاسَدِيدٗا ٧٠ يُصۡلِحۡلَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡلَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Kita baru saja melewati bulan Ramadhan yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya Allah melipatgandakan pahala, mengampuni dosa, dan membuka pintu-pintu kebaikan. Namun pertanyaannya, apakah amal kita berhenti ketika Ramadhan berakhir? Apakah semangat ibadah kita juga ikut berlalu bersama hilangnya bulan tersebut?
Sesungguhnya, Rabb Ramadhan adalah Rabb sepanjang tahun. Allah yang kita sembah di bulan Ramadhan adalah Allah yang sama yang harus kita sembah di bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan seluruh bulan lainnya.
Oleh karena itu, tanda diterimanya amalan Ramadhan bukanlah banyaknya ibadah saat itu saja, tetapi bagaimana kita tetap istiqamah setelahnya.
Allah memerintahkan kepada kita semua, untuk menyembahnya sampai datang kematian kepada kita.
Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99)
Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah itu terus berlangsung sepanjang hayat kita sampai menuju kepada kematian, bukan hanya di bulan Ramadhan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Di antara amalan setelah Ramadhan adalah menjaga shalat lima waktu. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ
“Amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.”
(HR. At-Tirmidzi no. 413, An-Nasa’i no. 465, shahih)
Maka hendaknya kita menjaga shalat, memperbaiki kekhusyukan, dan tidak melalaikannya setelah Ramadhan.
Berusaha sebisa mungkin untuk meningkatkan kualitas ibadah sholat kita, dengan sholat berjamaah, datang tepat waktu, buka hanya sekedar menggugurkan kewajiban kita, mudah-mudahan dengan itu semua, adalah bukti bahwasannya kita berhasil, dan diterimanya amalan ibadah puasa Ramadhan, dan amalan-amalan kebaikan lainnya di bulan tersebut.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Amalan berikutnya adalah puasa sunnah, khususnya enam hari di bulan Syawal. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim no. 1164)
Ini adalah kesempatan besar untuk menyempurnakan pahala Ramadhan.
Ketika kita mendapatkan penghasilan dalam 1 tahun dengan hanya melakukan pekerjaan 6 hari, maka sebisa mungkin kita kerjakan, dan alangkah meruginya jika kita melewati kesempatan tersebut.
Dan Allah telah memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan pahala 1 tahun dengan hanya melakukan puasa 6 hari lamanya, maka amat disayangkan jika kita melewatinya, bagi yang belum berpuasa, maka masih ada kesempatan, maka berdoalah agar Allah berikan bimbingan dan pertolongan-Nya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Selanjutnya adalah, jangan tinggalkan Al-Qur’an setelah Ramadhan. Allah berfirman:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَتِجَٰرَةٗ لَّن تَبُور
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat… mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.” (QS. Fathir: 29)
Membaca Al-Qur’an secara istiqamah adalah tanda kecintaan kepada kalam Allah.
Di antara keutamaan membaca Al-Qur’an adalah ia bisa menjadi syafa’at (penolong), dilipatgandakan setiap hurufnya, yang mahir setara dengan para malaikat yang mulia, yang terbata-bata diberikan dua pahala, dan masih banyak kebaikan dan keberkahan untuk kehidupan bagi orang-orang yang senantiasa membaca Al-Quran setiap harinya, berusaha untuk memahami setiap ayat-ayatnya, dan kita bisa mengamalkannya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Perbanyaklah dzikir dan istighfar. Rasulullah ﷺ bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Allah, sungguh aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah lebih dari 70 kali dalam sehari.” (HR. Al-Bukhari no. 6307)
Jika Rasulullahﷺ saja demikian, maka kita lebih membutuhkan istighfar. Alangkah malunya kita, tidak bisa menggerakkan lidah dan membasahinya dengan dzikir terutama istighfar.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Lanjutkan kebiasaan bersedekah kita di bulan Ramadhan, sampai seterusnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2588)
Sedekah adalah sebab keberkahan dan bertambahnya kebaikan.
Jangan menyangka bahwa harta yang kita keluarkan untuk shodaqoh itu berkurang, hakikatnya dia terus bertambah dan bertambah, hanya saja setan selalu menakut-nakuti kita dengan kefakiran.
Berinfaq secara terang-terangan atau sembunyi keduanya boleh, walaupun para Ulama lebih memilih dan mengutamakan secara sembunyi-sembunyi agar terhindar dari penyakit riya.
Dan nominalnya pun sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, yang penting adalah niat yang ikhlas.
Ma’asyiral muslimin,
Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang istiqamah. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Al-Bukhari no. 6464, Muslim no. 783)
Maka jangan berhenti beramal setelah Ramadhan, walaupun sedikit tetapi terus dilakukan.
Jika kita tidak bisa mengerjakan seluruh amalan yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan, maka jangan tinggalakan seluruhnya, kerjakanlah walaupun kecil, atau sedikit.
Tanda diterimanya amal adalah ketika seseorang diberi taufik untuk melakukan kebaikan setelahnya. Para ulama mengatakan:
مِنْ ثَوَابِ الْحَسَنَةِ الْحَسَنَةُ بَعْدَهَا
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”
Maka jika kita masih diberi kemudahan beribadah setelah Ramadhan, itu adalah tanda kebaikan dari Allah.
بارك الله لي ولكم فى الفرآن العظيم, ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ فاستغفروه إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْم

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعاوَات
ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفرلنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين، رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوبِنَا غِلّٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٞ رَّحِيمٌ
رَبَّنَآ أَفۡرِغۡ عَلَيۡنَا صَبۡرٗا وَثَبِّتۡ أَقۡدَامَنَا وَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى، اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ، اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْن
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Tetap Istiqomah setelah Ramadhan