
Penulis Naskah: Adi Kurniawan, Lc. (Staff Pengajar Kafila International School)
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه بَشْيْرً وَنَذِيْرًا بَيْنَ يَدَيِ السَاعَةِ وَبَلَّغَ الرِسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَة وَنَصَحَ اْلأُمَّة وَجَاهَدَ فِيْ الله حَقَّ جِهَادِه، اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن، أَمَّا بَعدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ قَال الله تعالى: يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا . سورة الأحزاب : 70-71
Hadirin jamaáh shalat jumát yang dirahmati Allah ﷻ,
Alhamdulillah di tempat dan di waktu yang Allah ﷻ muliakan dan berkahi ini, marilah kita bersama-sama memuji dan bersyukur serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya, hingga detik ini Allah ﷻ senantiasa masih memberi kita banyak kenikmatan yang tidak terhitung jumlahnya.
Nikmat terbesar yang Allah ﷻ anugrahkan kepada kita yang tidak bisa dibandingkan dengan nominal harta sebesar apapun yaitu nikmat iman dan Islam kita meminta pertolongan kepada Allah agar memberikan keistiqomahan dan kemudahan-kemudahan kepada kita semua di dalam meniti keimanan dan mengamalkan keislaman kita sebagaimana Nabi ﷺ selalu meminta pertolangan kepada Allah ﷻ di dalam doanya:
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukurpada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih).
Jamaáh shalat jumát yang dimuliakan Allah,
Manisnya iman dan indahnya Islam yang kita rasakan hingga saat ini tidak terlapas dari perjuangan dakwah para Rasul dan para Nabi kemudian perjuangan dakwah mereka diteruskan oleh para sahabat Nabi ﷺ, para tabiín dan para tabiút tabiín yang merupakan generasi terbaik umat ini, kemudian perjuangan dakwah mereka diteruskan oleh para ulama ahli sunnah wal jamaáh sehingga sampailah dakwah ini kepada kita sekarang yang mana kita juga ikut ambil andil di dalam memperjuangkannya dan insyaAllah ﷻ akan diteruskan oleh generasi-generasi selepas kita hingga hari kiamat nanti, semoga dakwah yang kita lakukan, baik itu berdakwah dengan ilmu, harta dan tenaga dapatlah sedikit kita membalas jasa mereka, Nabi ﷺ bersabda :
مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوْفًا فَكَافِؤُوْهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوْا مَا تُكَافِؤُوْنَهُ فَادْعُوْا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوْهُ (رواه أبو داود )
Artinya: “Barang siapa yang telah berbuat suatu kebaikan padamu, maka balaslah kebaikan tersebut, jika engkau tidak bisa membalasnya, maka doakanlah dia hingga engkau mengira doamu tersebut sudah bisa membalas kebaikannya” (HR. Abu Daud)
Jamaáh shalat jumát yang dimuliakan Allah,
Berdakwah merupakan fardhu kifayah bagi seorang muslim dengan artian jika sebagian telah mengerjakan kewajibannya maka kewajiban tersebut gugur bagi yang lain, Allah ﷻ berfirman:
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُولَٰئِكَهُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104)
Allah ﷻ memberikan keistimewaan dan pahala yang besar bagi siapa yang mengerjakannya karena berdakwah adalah sebaik-baik amalan ibadah dan sebaik-baik perkataan, Allah ﷻ berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata: “Sesungguhnyaakutermasukorang-orang yang menyerahdiri”. (Fussilat: 33)
Pahala berdakwah juga akan terus mengalir selama perintah dakwah tersebut diamalkan. Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
مَن دَعا إلى هُدًى، كانَ له مِنَ الأجْرِ مِثْلُ أُجُورِمَن تَبِعَهُ، لايَنْقُصُ ذلكَ مِن أُجُورِهِمْ شيئًا
“Barangsiapa yang menyeru kepada suatu petunjuk maka dia akan mendapat pahala sama seperti orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala yang mereka dapatkan sedikitpun” (HR. Muslim).
Hadirin jamaáh shalat jumát yang dirahmati Allah ﷻ,
Hendaklah setiap Muslim itu berdakwah dimulai dengan mendakwahi dirinya sendiri agar perkataan dan perbuatannya tidak kontradiktif sehingga tidak menjadi bumerang bagi dirinya di akherat kelak, Allah ﷻ berfirman:
كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.(Ash- Shoff : 3).
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Kemudian mendakwahi kerabat keluarganya karena mendakwahi kerabat kaluarga akan dipertanggung jawabkan terlebih dahulu di akherat kelak, Allah ﷻ berfirman:
وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. ( Asy- Syuára’: 214).
Kemudian setelah itu barulah mendakwahi masyarakat pada umumnya sesuai kemampuan yang dia miliki, yang paham ilmu agama maka dia berdakwah dengan ilmu agamanya, yang paham ilmu sains hendaklah dia berdakwah dengan ilmu sainsnya, yang memiliki harta dan tenaga maka hendaklah dia berdakwah dengan harta dan tenaganya tersebut dengan membantu kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan dakwah, sebagaimana Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَت طَّائِفَةٌ مِّن بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَت طَّائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada para pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Para pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (Ash- Shaff : 14)
Jamaáh shalat jumát yang dimuliakan Allah ﷻ,
Ketika seorang muslim berdakwah maka wajib baginya mengikhlaskan niatnya kerena Allah ﷻ untuk meninggikan kalimatullah hiyal ‘ulya, untuk mengajak manusia mengabdikan dirinya kepada Allah ﷻ serta menjauhkan manusia dari perbuat maksiat dan kesyirikan sehingga dapat terhindar dari bala bencana di dunia dan terhindar dari adzab Allah di akherat kelak sebagaimana disebutkan di dalam hadits Nabi ﷺ yang diriwayatkan dari Abi Hurairah bahwa sesungguhnya manusia yang pertama diadili di akherat kelak ada tiga golongan yaitu:
1)Seorang yang mati syahid di jalan Allah dengan niat supaya dikatakan seorang yang gagah berani.
2)Seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an dengan niat agar dikatakan seorang yang berilmu dan seorang qari’.
3)Seorang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq akan tetapi dengan niat agar dikatakan orang yang dermawan, dan ketiga golongan tersebut telah mendapatkan pujian saat di dunia, Kemudian Allah perintahkan (malaikat) agar menyeretnya dan melemparkannya ke dalam neraka.

Jamaáh shalat jumát yang dimuliakan Allah,
Perjuangan dakwah yang kita lakukan saat ini tidaklah sama dengan perjuangan dakwah yang dilakukan oleh para Rasul, para Nabi, para Sahabat Nabi dan generasi terbaik umat ini yang penuh dengan rintangan dan tetesan darah maka dari itu kita harus bisa bersabar dalam berdakwah, sabar dalam memberi peringatan, sabar dalam memberi nasehat dengan lembut dan santun sehinggah dakwah berhasil menang sampai ketujuannya Allah ﷻ berfirman:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.” ( An- Nahl : 125).
Rasulullah ﷺ Ketika memulai dakwahnya di kampung halamannya yaitu kota Mekkah dakwah beliau mendapat penolakan, beliau dituduh sebagai pemecah belah padahal dakwah beliau mempersatukan ummat dengan mentauhidkan Allah ﷻ, beliau dituduh sebagai pendusta padahal beliau orang yang jujur.
Beliau dituduh sebagai penyihir padahal beliau merupakan orang yang paling dekat hubungan dengan Allah ﷻ, beliau dituduh sebagai orang gila padahal beliau orang paling bijak di dalam berkata dan bertindak, bahkan beliau dikejar ingin dibunuh, Nabi ﷺ berdakwah di kota Thaif masyarakat Thaif melempari Nabi ﷺ dengan bebatuan sehingga menyebabkan Nabi ﷺ berdarah hingga darah beliau mengalir sampai ke tumit.
Di Madinah beliau memulai dakwah kembali, memulai membangun kekuatan kaum muslimin dan dengan izin Allah ﷻ serta keikhlasan dan kesabaran dari dakwah Nabi ﷺ dapat memperoleh kemenangan demi kemenangan yang menjadikan Islam berjaya waktu itu, Keikhlasan dan kesabaran bukanlah perkara yang mudah dan instan ada di dalam diri seseorang melainkan perkara yang harus dilatih dan diperjuangkan sebagaimana Imam Muhammad ibnu Al- Munkadir guru dari Imam Malik berkata:
كَابَدْتُ نَفْسِيْ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً حَتَّى اسْتَقَامَتْ
“Aku berjuang melawan jiwaku selama empat puluh tahun sehingga jiwa tersebut bisa Istiqomah”.
بارك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِوَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ! اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْيَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Keutamaan Berdakwah di Jalan Allah ﷻ