
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah IAI Al Ghurabaa Rawamangun Jakarta)
اَلحَمدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ المَسَاجِدَ بُيُوتًا لِلْعِبَادَة، وَجَعَلَ ذَلِكَ مِن صِفَاتِ المُؤمِنِينَ الآخِذِينَ بِأَسْبَابِ السَّعَادَةِ، نَحمَدُهُ تَعَالى وَنَسْأَلُهُ إِمْدَادَهُ وَتَوفِيقَهُ وَإِرشَادَهُ، وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِ الذُّنُوبِ وَلَا رَادَّ لِمَا أَرَادَهُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَمِنْهُ الْخَيرُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَأَشهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحدَه لَا شَرِيكَ لَه، وَأَشهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عبده ورسوله الذي أَجَارَنَا بِه من الفِتْنَة، وخلصنا به من المحنة، وأرسله إلينا بخير شريعة وأفضل سنة، اللهم فصل وسلم على سيدنا محمد القائل: «من بنى لله مسجدا صغيرا كان أو كبيرا بنى الله له بيتا في الجنة»، فيا عباد الله! اتقوا الله سبحانه كما قال في كتابه: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Tahukah kita tentang tempat yang paling dicintai oleh Allah di muka bumi ini? Ya, tempat yang paling dicintai oleh Allah ﷻ di muka bumi ini tidak lain dan tidak bukan adalah tempat yang sedang kita hadiri saat ini, yakni Masjid. Mari kita perhatikan sabda Rasulullah Muhammad ﷺ,
أَحَبُّ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا
“Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid-masjidnya” (H.R. Muslim, no. 671)
Alasan masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah karena masjid adalah tempat ketaatan, dan didirikan atas dasar ketakwaan.
Maka tidak mengherankan jika Rasulullah ﷺ ketika berhijrah menuju Madinah dan singgah di perkampungan Quba, bangunan yang pertama kali dibangun adalah Masjid, tepatnya pada tanggal 8 Rabi’ul Awwal, yang sampai hari ini dikenal dengan Masjid Quba.
Ma’asyiral mukminin arsyadakumullah,
Ada 741.991 masjid dan musholla yang ada di Indonesia (PIC SIMAS Kemenag RI, Fachrie Arfan, Republika, 29 Maret 2021). Maka sudah menjadi keharusan bagi kita sebagai Umat Islam untuk memaksimalkan tujuan dan fungsi masjid yang ada dengan memakmurkannya. Karena kalau bukan kita sebagai mukmin, siapa lagi? Allah ﷻ berfirman,
إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S. at- Taubah: 189)
Hadhirin jum’ah yang dimuliakan Allah,
Memakmurkan masjid adalah dengan dua bentuk,
Pertama, memakmurkan bangunannya dengan cara membangun dan menjaga kebersihannya.
Kedua, memakmurkannya dengan melaksanakan salat berjama’ah, berdzikir di dalamnya, termasuk juga menyelenggarakan majelis ta’lim di dalamnya serta menampakkan syi’ar- syi’ar Islam yang sesuai dengan perintah Allah ﷻ dan tuntunan Rasul- Nya Muhammad ﷺ.
Allah ﷻ berfirman di dalam surat an- Nur ayat 36,
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرۡفَعَ وَيُذۡكَرَ فِيهَا ٱسۡمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ
Pada ayat tersebut, ada tiga perintah dari Allah ﷻ berkaitan dengan memakmurkan rumah- rumah Allah (masjid- masjid),
Pertama,(أَن تُرۡفَعَ )masjid- masjid itu diperintahkan untuk ditinggikan. Yang dimaksud ditinggikan di sini bisa mencakup beberapa makna, yakni dibangun, diagungkan, dijaga kebersihannya dengan membersihkannya dari kotoran dan najis, termasuk menjaga kemuliaan masjid dengan tidak mengucapkan dan melakukan hal- hal yang tidak semestinya diucapkan di Masjid.
Kedua (وَيُذۡكَرَ فِيهَا ٱسۡمُهُ ), diperintahkan untuk menyebut asma Allah. Hal tersebut bisa dilakukan dengan melaksanakan shalat fardhu lima waktu berjama’ah, shalat wajib Jum’at, shalat nafilah, membaca al- Qur’an, bertasbih, bertahlil, dan berdzikir lainnya, menyelenggarakan majelis ilmu, i’tikaf, dan ibadah lainnya.
Ketiga, (يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ), diperintahkan untuk bertasbih kepada allah pada pagi hari dan sore hari. Sebagian ulama menjelaskan bahwa ayat tersebut bermaksud menekankan pelaksanaan salat subuh dan ashar secara berjama’ah di Masjid. Berkaitan dengan salat subuh berjama’ah, Rasululah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (H.R. Muslim no. 656)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (H.R. Bukhari, no. 574., Muslim, no. 635)
Ma’asyiral muslimin arsyadakumullah,
Ada banyak keutamaan atau fadhilah bagi orang- orang yang mau memakmurkan rumah- rumah Allah ﷻ (masjid). Bekaitan dengan hal tersebut, Allah Ta’ala memberikan kabar gembira melalui kitab- Nya (Al- Qur’an), begitu juga Rasulullah ﷺ melalui haditsnya,
إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S. at- Taubah: 189)
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِيْ بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِيْ الْجَنَّةِ
“Barangsiapa telah membangun masjid karena mengharap wajah (ridha) Allah, maka Allah akan membangunkannya rumah di Jannah (surga)” (H.R. Muslim, no. 533)
Yang termasuk juga dalam kategori hadits ini adalah jika kita ikut andil dalam berinfak atau bersedekah dalam pembangunan atau renovasi masjid, meskipun nominal yang kita sedekahkan sesuai dengan kemampuan kita.
Rasulullah ﷺ bersabda:
صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak 27 derajat.” (H.R. Bukhari: 15., Muslim: 6)
Demikianlah di antara ganjaran yang baik dari Allah ﷻ yanh diperuntukkan bagi orang- orang yang mau memakmurkan masjid. Sebenarnya masih banyak ayat ataupun hadits yang menjelaskan fadhilah atau keutamaan bagi orang yang mau memakmurkan masjid, namun mengingat waktu yang terbatas, maka khatib cukupkan dengan tiga keutamaan tadi.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Sebagai penutup khutbah kali ini, izinkan khatib menyampaikan dua poin penting yang harus diperhatikan dalam memaksimalkan fungsi Masjid,
Pertama, fungsi Masjid yang berkaitan dengan hablumminallāh. Hubungan antara hamba dengan Allah ﷻ. Masjid harus bisa menjadi wadah atau tempat yang bisa menguatkan ketauhidan jama’ahnya, menjadi tempat yang nyaman bagi jama’ah untuk beribadah kepada Allah.
Kedua, fungsi Masjid yang berkaitan dengan hablumminannās. Hubungan antar sesama, terutama sesama Muslim. Masjid harus bisa menjadi tempat perekat ukhuwah Islamiyah, sebagaimana Rasulullah ﷺ mengakrabkan hubungan antara kaum Muhajirin dan Anshar, dan mengonsolidasikan kekuatan umat melalui aktivasi Masjid. Di samping itu, Masjid juga harus bisa menjadi wadah pemberdayaan umat melalui penyaluran zakat, infak, sedekah, dan amal sosial lainnya, sehingga maslahatnya bisa dirasakan seluas- luasnya.
بارك الله لي ولكم؛ أقول قولي هذا، واستغفر الله العظيم، وقل رب اغفر وارحم وإن الله هو الغفور الرحيم
Khutbah II
الحَمْدُ ِللهِ والصلاة والسلام على رسول الله، أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله، فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ! اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ وَملآئكتهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِي يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى نبينا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ نبينا مُحَمَّدٍ، اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِينَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَا خاصَّةً وَسَائِرِ بلدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، والْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، ولَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ؛ أقيموا الصلاة !
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Memakmurkan Masjid sebagai Poros Kekuatan Umat