
Penulis: Khalid Saifurrahman, Lc., M.S.I (Staff Ahli BAZNAS RI)
إن الحمد لله نحمده و نيستعينه ونستهديه ونعوذ بالله من شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وخليله وصفيه وحبيبه، صلى الله عليه وعلى آله واصحابه أجمعين؛ فيا عباد الله، اوصيني و اياكم بالتقو الله وَقَالَ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ أما بعد
Ma’asyiral muslimin hadirin sidang jum’at rahimakumullah,
Marilah kita bertakwa kepada Allah, dan bersabarlah, ketahuilah bahwa kemulan dan kemenangan itu ada dalam ketakwaan, sedangkan cahaya dan keberuntungan ada dalam kesabaran. Allah Ta‘ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah, kuatkanlah kesabaran, tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung.” (QS. Ali Imran ayat 200)
Hadirin kaum muslimin,
Kita telah meninggalkan sepertiga pertama bulan Sya‘ban dan kini memasuki sepertiga kedua, sementara hati kita penuh kerinduan untuk sampai kepada bulan Ramadan. Semoga Allah memberkahi sisa bulan Sya‘ban ini bagi kita dan mempertemukan kita dengan Ramadan.
Ma’asyiral muslimin hadirin sidang jum’at rahimakumullah,
Peristiwa demi peristiwa terus membuktikan bahwa Islam dengan cahaya wahyu yang dimilikinya, dengan sinar pemahaman yang lurus dan penerapan yang benar, terus membuktikan bahwa Islam adalah agama kemanusiaan, agama rahmat, dan agama ihsan.
Sesungguhnya Islam, dengan cahaya dan sinarnya, adalah kenyataan yang disaksikan oleh sejarah, dan diakui oleh para penulis yang adil, meskipun mereka tidak memeluknya.
Barang siapa merenungi perintah-perintah syariat yang dijaga kaum Muslimin dalam keadaan damai maupun perang, lalu membandingkannya dengan perjanjian-perjanjian yang mereka buat namun mereka sendiri langgar dan khianati, niscaya ia akan memahami perbedaannya.
Barang siapa membandingkan adab peperangan dan etika pertempuran dalam Islam dengan perilaku para penjajah dan penindas, niscaya ia akan memahami perbedaannya.
Sungguh, agama kita adalah agama kemanusiaan, toleransi dalam hidup berdampingan, rahmat, keadilan, dan kebaikan. Bukankah Rasulullah ﷺ telah bersabda:
إن الله كتب الإحسان على كل شيء
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan atas segala sesuatu.”
Renungkanlah keumuman sabda ini: Allah menetapkan ihsan atas segala sesuatu. Bandingkanlah tawanan kita di tangan mereka dengan tawanan mereka di tangan kita. Bandingkanlah sorot mata dan raut wajah untuk memahami perbedaannya, agar tertanam kuat dalam keyakinan kita bahwa Islam adalah agama ihsan.
Pada masa jahiliah yang hanya mengenal kekerasan, penindasan, dan kekejaman, Rasulullah ﷺ meletakkan sesuatu yang luhur, benteng pelindung yang agung, bahkan termasuk yang terbaik yang pernah dikenal umat manusia.
Beliau mewariskan kepada umat ini, melalui hadis-hadis yang mulia, piagam-piagam yang luhur. bukan seperti piagam-piagam yang hanya berhenti pada kertas, melainkan sebuah konsep tinggi yang menjamin ketenteraman dan kebahagiaan manusia, bahkan menjamin bagi para tawanan apa yang pada masa kini disebut sebagai hak-hak sipil, kebebasan beragama, dan perlakuan yang baik, serta berbagai hak lain yang tercantum dalam perjanjian-perjanjian modern.
Nabi ﷺ ketika hendak mengirim pasukan atau sekelompok kecil dalam suatu ekspedisi, Nabi ﷺ terlebih dahulu mewasiatkan kepada mereka agar bertakwa kepada Allah. Inilah prinsip dasar: seorang Muslim tidak bergerak dalam kehidupannya kecuali di atas ketakwaan kepada Allah. Kemudian beliau memberi arahan dengan bersabda:
فيقول لهم ﷺ: اغزوا باسم الله وبالله وعلى ملة رسول الله، ولا تغدروا، ولا تقتلوا شيخًا كبيرًا ولا طفلًا صغيرًا ولا امرأة، واضموا غنائمكم
“Berperanglah dengan nama Allah, karena Allah, dan di atas agama Rasulullah. Jangan berkhianat, jangan membunuh orang tua, anak kecil, dan perempuan. Kumpulkanlah harta rampasan.”
Lalu beliau menutup wasiat itu dengan sabda:
وأحسنوا إن الله يحب المحسنين
“Berbuatlah ihsan, karena Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.”
Rasulullah ﷺ memiliki pola khusus sebelum perang, saat perang, dan setelah perang. Bahkan terhadap para tawanan yang berada di tangannya, yang diikat dan dibatasi geraknya, beliau memiliki perlakuan khusus.
Beliau mewasiatkan kepada para sahabatnya:
استوصوا بالأسرى خيرًا، استوصوا بالأسرى خيرًا
“Perlakukanlah para tawanan denganbaik. Perlakukanlah para tawanan dengan baik.”
Barang siapa merenungi Islam akan memahami bahwa yang Allah kehendaki bagi manusia adalah perdamaian, bukan konflik; cinta, bukan kebencian; rahmat, bukan kekerasan; toleransi, bukan fanatisme.
Agama Islam adalah agama cinta, toleransi, rahmat, keadilan, dan kemanusiaan. Sejarah terus menjadi saksi akan hal ini, dan kenyataan terus meninggikan derajat orang-orang yang mengamalkan ajaran Islam.
Para sahabat رضي الله عنهم ketika mewarisi cahaya wahyu ini, mereka menerapkannya dalam kehidupan nyata sebagai perilaku dan tindakan.
Inilah saudara Mus‘ab bin ‘Umair رضي الله عنه yang tertawan dalam Perang Badar. Ia menceritakan perlakuan kaum Anshar kepadanya.
Ia berkata: aku berada di tengah sekelompok Anshar. Setiap kali waktu makan siang dan malam tiba, mereka memakan kurma dan mengutamakanku dengan roti gandum.
Mereka mengutamakan tawanan dengan makanan yang mereka sukai, sementara mereka sendiri cukup dengan kurma, dan memberikan roti meskipun sangat langka.
Bahkan al-Walid bin Abi al-Walid ketika tertawan juga berkata:“Mereka menunggangkan kami, sementara mereka sendiri berjalan kaki”. Mereka menanggung kesulitan, sementara para tawanan justru dimuliakan.
Bandingkanlah pemandangan peradaban yang luhur ini dengan apa yang kita dengar hari ini berupa penyiksaan, pembunuhan, penghinaan, dan kejahatan-kejahatan yang bahkan tidak dikenal oleh peradaban sebelumnya kecuali di zaman yang suram ini.
Bandingkanlah keduanya, niscaya kita akan memahami bahwa Islam adalah cahaya Allah yang dianugerahkan kepada manusia agar kehidupan mereka lurus.
Ma’asyiral muslimin, agama kita benar-benar agama ihsan. Agama yang Allah tinggikan derajat orang-orang yang berbuat ihsan, hingga Allah menyatakan cinta-Nya kepada mereka:
وأحسنوا إن الله يحب المحسنين
“Berbuatlah ihsan (yang terbaik), karena Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.”
Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berbuat ihsan. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Kesudahan yang baik bagi orang-orang bertakwa, dan tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang zalim.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الآيات وذكر الحكيم. و تقبل الله مني و منكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم
Khutbah Kedua
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله هو وحده لا شريك له، تعظيماً لشأنه، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى على سيدنا محمد و على آلهو أصحابه أجمعينَ؛ فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ فيما أمر وانتهوا عما نهى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فقال في مُحكَم التنزيل: ﴿ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ﴾ (الأحزاب : 56) اللهم صلِّ وسلِّم على سيدنا محمدٍ وعلى سيدنا محمد، وعلى أنبيائك ورسلك والملائكة المقربين، وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين الذين قضَوا بالحق وبه كانوا يعدِلون: أبي بكرٍ، وعمر، وعثمان، وعليٍّ، وعن بقية الصحابةِ والتابعين، لهم بإحسان الى يوم الدين وارض عنا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين، اللَّهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَٱجْعَلِ ٱللَّهُمَّ وِلَايَتَنَا فِيمَنْ خَافَكَ وَٱتَّقَاكَ، وَٱتَّبَعَرِضَاكَ يَا رَبَّ ٱلْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِينَ فِي فِلَسْطِين، وَفِي غَزَّةَ، وَفِي السُّودَانِ، وَفِي جَمِيعِ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ عَلَى أَعْدَائِهِمْ. اللهم اجعل اندونيسيا بلدة آمنة مطمئنة وجميع بلاد المسلمين
عباد الله! إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Tawanan Perang: Bukti Islam Agama Ihsan