
Oleh: Febri Aladin Djati, S.Pd.I.
إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى خَاتمِ النَّبِيِّيْنَ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، ﴿يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ﴾ أَمَّا بَعْدُ؛
Ma’asyiral Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa perintah terbesar yang Allah ﷻ perintahkan kepada seluruh manusia adalah agar mereka bertakwa kepada Allah ﷻ.
Sebagaimana yang Allah ﷻ katakan dalam Al- Qur’an,
وَلَـقَدۡ وَصَّيۡنَا الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ مِنۡ قَبۡلِكُمۡ وَاِيَّاكُمۡ اَنِ اتَّقُوا اللّٰهَ ؕ
“Sungguh telah kami wasiatkan kepada orang – orang yang datang sebelum kalian dari kalangan ahli kitab dan juga kami wasiatkan kepada kalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah” (Q.S. An- Nisa’ ayat 131)
Ma’asyiral Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa di antara hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam kepribadian seorang muslim adalah akhlak mulia, hal ini sebagaimana hikmah diutusnya nabi Muhammad ﷺ ke dunia ini adalah sebagai penyempurna akhlak, hal ini diperkuat oleh hadits Rasululllah ﷺ bersabda,
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
“Sesungguhnya aku diutus oleh Allah ﷻ untuk memberikan kesempurnaan pada akhlak manusia” (H.R. al- Baihaqi)
Ma’asyiral Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Akhlak adalah perkara yang sangat prinsip dalam Islam, seseorang harus memperhatikan bagaimana dia bersikap terhadap orang– orang yang berada di sekitarnya.
Ketika kita membahas tentang definisi akhlak, maka para ulama menyebutkan bahwa akhlak mulia adalah “ ketika kita memperlakukan orang lain, maka sebagaimana kita suka untuk diperlakukan oleh orang lain”, ini adalah hakikat dari akhlak yang baik.
Ma’asyiral Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Kita suka ketika ada orang lain memberikan hadiah kepada kita, maka seharusnya kita pun memberikan hadiah kepada orang lain tersebut. Kita suka dijenguk ketika kita sakit, maka seharusnya kita pun menjenguk orang lain yang sedang sakit pula. Kita suka ketika bertemu orang lain, orang tersebut menyapa kita, bersalaman, menanyakan kabar, maka seharusnya itulah yang kita lakukan terhadap orang lain pula.
Hal ini sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidaklah salah seorang dari kalian beriman, sampai kalian mencintai untuk orang lain, sebagaimana kalian mencintai hal tersebut untuk diri sendiri” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Ma’asyiral Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Kita suka diperlakukan baik oleh orang lain, maka seharusnya kita pun memperlakukan orang lain dengan baik pula.
Ini adalah konsep dalam Islam, bahwa akhlak mulia merupakan ajaran Islam dan ajaran Rasulullah ﷺ.
Allah ﷻ berfirman dalam Al- Qur’an:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Wahai Muhammad sesungguhnya engkau memiliki akhlak yang agung” (Q.S. Al- Qalam ayat 4)
Ini adalah akhlak nabi Muhammad ﷺ yang diajarkan kepada kita, agar kita senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia.
Ma’asyiral Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Ada sebagian orang yang dengan bangga memiliki prinsip, jika orang lain baik kepada kita, maka kita pun akan berbuat baik kepada orang lain tersebut.
Namun jika orang lain berbuat buruk kepada kita maka kita pun akan berbuat buruk kepada orang tersebut.
Seakan akan ini adalah prinsip yang sangat hebat yang diusung oleh orang tersebut.
Ma’asyiral Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa prinsip tersebut adalah prinsip yang keliru,
Allah ﷻ terangkan dalam Al Qur’an :
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ
“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan, tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia”. (Q.S. Fushilat ayat 34)
Ma’asyiral Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Rasulullah ﷺ pun pernah mencontohkan agar hendaknya kita tidak membalas prilaku buruk orang lain dengan prilaku buruk pula.
Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, “ Saya berjalan Bersama Rasulullah ﷺ, saat itu beliau memakai mantel buatan Najran yang ujung ujungnya tebal, ditengah jalan, ada orang Arab badui, ia langsung menarik selendang beliau denga sangat keras, sehingga saya melihat ujung mantel itu membekas dipundak Rasulullah karena kerasnya tarikan tersebut . Setelah itu si badui itu berkata, “hai Muhammad, perintahkanlah agar aku mendapat jatah dari Baitul Mal yang ada padamu!” maka Rasulullah pun menengok kebelakang, kemudian tersenyum dengan ramah, lalu memerintahkan agar si badui itu mendapat bagian.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Itulah konsep yang diajarkan Nabi ﷺ tentang akhlak yang baik.
Ma’asyiral Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Di antara contoh akhlak baik dan mulia adalah sebagaimana Nabi ﷺ bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
“Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Tiga akhlak mulia tersebut diikat dengan iman kepada Allah dan hari akhir, berarti perkara akidah itu sangat erat kaitanya dengan perkara perkara akhlak.
Ma’asyiral Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Begitu banyak keutamaan keutamaan dari akhlak mulia yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ diantaranya adalah :
1. Masuk ke dalam Syurga; hal ini sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah ﷺ dalam haditsnya :
أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ ، تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
“Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, (adalah) takwa kepada Allah dan husnul khuluq (berperilaku baik)” (H.R. At-Tirmidzi dan al-Hakim)
2. Menghapus dosa dosa kecil; hal ini sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah ﷺ dalam haditsnya:
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kepada Allah dimana pun anda berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan yang akan menghapusnya, dan perlakukanlah manusia dengan perlakuan yang baik.” (H.R. At- Tirmidzi).
3. Menyempurnakan derajat iman; hal ini sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah ﷺ dalam haditsnya :
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (H.R. Ahmad dan Abu Dawud)
أَقُوْلُ قَوْليِ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ليِ وَلكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ،إنِهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلحَمْدُ لِلهِ الّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَق ليِظُهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلّهِ وَلوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَلوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ وَلوْ كَرِهَ الْمُنَافِقُوْنَ، أشَهَدُ أنَ لاَ إلهِ إلِا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلهُ لاَ نَبيَّ بَعْدَهُ؛ اللَهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلهِ وَصَحْبهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ؛ أَمَّا بَعْدُ؛ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنوُا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالكُمْ وَيَغْفِرْ لكُمْ ذُنوُبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا؛
Ma’asyirol Muslimin jama’ah sholat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Di antara kiat agar kita senantiasa selalu dalam keadaan berakhlak mulia atau baik, adalah dengan memperbanyak berdoa kepada Allah,
Sebagaimana doa yang telah diajarkan oleh baginda Nabi ﷺ:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ
“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlak yang tercela, amal yang tercela dan hawa nafsu yang tercela” (H.R. Tirmidzi no. 3591, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Dzalalul Jannah: 13)
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أيهَا الذينَ ءَامَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا؛ اَللّـهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِ بْرَاهِيْمَ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ؛ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ؛ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لنَا ذُنُوْبَنَا وَذُنُوبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا؛ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ؛ اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ؛ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ؛ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ؛ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ باِلْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإيِتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ؛ فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْۚكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أكْبَرُ ؛ أَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ!
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Keutamaan Akhlak yang Mulia