KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » Muslim Tidak Merayakan Natal dan Tahun Baru

    Muslim Tidak Merayakan Natal dan Tahun Baru

    BY 17 Dec 2025 Dilihat: 156 kali

    Tiada sebuah musibah menimpa kecuali dengan izin dan kehendak-Nya.
    Renungkanlah… Siapa yang menurunkan banjir yang melanda sebuah negeri?
    Siapa yang mengizinkan longsor menghancurkan rumah-rumah penduduk?
    Siapa yang mengizinkan laut bergelora menjadi tsunami dahsyat?
    Siapa pula yang mengguncangkan bumi hingga memporak-porandakan bangunan?

    Jawabannya hanya satu: Allah Ta’ala.

    Namun pertanyaan berikutnya adalah:
    Mengapa Allah mengizinkan semua bencana itu terjadi? Menghancurkan rumah, harta, bahkan mencabut nyawa banyak manusia?

    Jawabannya: karena kemaksiatan manusia.

    Allah Ta’ala telah menjelaskan sebab utama munculnya bencana:

    ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

    “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia; agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali (kepada jalan yang benar).” (Q.S. Ar-Rūm: 41)

    Dosa-dosa manusia, keserakahan, jauhnya dari ilmu agama, dan kemaksiatan yang merajalela  itulah sebab murka Allah.

    Dan datangnya musibah serta bencana Adalah agar para manusia sadar bahwa mereka itu salah, mau bertaubat, mau kembali kepada Allah. Ketahuilah bahwa dosa yang paling besar dampaknya, paling mengundang murka Allah, adalah kesyirikan, yaitu menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.

    Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah,

    1. Perayaan Natal
    2. Perayaan Pergantian Tahun Masehi

    Bahkan kini telah tampak persiapan, iklan, dan rencana perayaan oleh sebagian muslim tanpa rasa takut kepada Allah. Padahal ini bukan perkara sepele. Ini masalah akidah, masalah iman.

    (3) قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ (1)   اللّٰهُ الصَّمَدُ  (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
    (4)
    وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

    “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. (1) Allah tempat bergantung segala sesuatu. (2) Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (3) Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.(4)” (QS. Al-Ikhlāṣ: 1–4)

    Ayat ini merupakan deklarasi tauhid. Maka siapa pun yang mengaku bertauhid tetapi memberikan ucapan selamat atas keyakinan yang bertentangan dengan ayat ini, berarti ia telah melakukan perbuatan yang sangat berbahaya bagi keimanan.

    Pantaskah Allah dikatakan punya anak seperti yang disuarakan oleh orang Nashrani, lalu kita sebagai seorang muslim mengikuti perkataan tersebut?!

    Allah Ta’ala berfirman:

    ﴿ وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا ﴾ (88) ﴿ لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا ﴾ (89) ﴿ تَكَادُ السَّمَوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا﴾ (90) ﴿ أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا ﴾ (91) ﴿ وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا ﴾ (92)

    “Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak’.
    Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.
    Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” (QS. Maryam: 88–92)

    Lihatlah kondisi kita setiap akhir tahun, lihatlah di berbagai stasiun TV dan sosial media, betapa  banyak orang Islam yang dengan suka rela berani mengucapkan hal itu, bahkan beberapa konten kreator/ influencer yang tak punya ilmu agama berbicara tentang toleransi seolah dia yang paling paham tentang tauhid.

    Ma’āsyiral muslimin,

    Jagalah iman, jauhi segala bentuk kemaksiatan, terutama kemaksiatan akidah. Karena musibah-musibah besar yang terjadi adalah peringatan agar manusia kembali kepada Allah. Ka’ab Al-Ahbar mengatakan:

    غَضِبَتِ الْمَلَائِكَةُ، وَاسْتَعَرَتِ النَّارُ، حِينَ قَالُوا مَا قَالُوا


    “Malaikat akan murka, api neraka akan panas menyala ketika mereka menyuarakan apa yang mereka katakan.”

    Dari sini, apakah pantas seorang muslim mengucapkan selamat Natal, padahal maksud Natal adalah memperingati kelahiran Isa sebagai anak Tuhan? Periksa kembali iman dan kecintaan kita kepada Allah.

    Kemaksiatan Besar Kedua: Merayakan Tahun Baru

    Dari Ibnu ‘Umar radhiyallāhu ‘anhumā, Nabi ﷺ bersabda:

    مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

     “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”

    Dan dalam perayaan tersebut banyak melahirkan kemaksiatan lainnya: khalwat, meninggalkan shalat, perzinaan, khamar, mengganggu kaum muslimin, serta meniru perbuatan setan dalam melakukan pemborosan.

    Maka lihatlah bagaimana satu kemaksiatan melahirkan kemaksiatan berikutnya, maka yang dikhawatirkan dengan semakin banyaknya kemaksiatan, akan muncul bencana-bencana yang lain yang allah datangkan sebagai bentuk kemurkaan Alalh kepda kita. Wal’iyadzu billah

    Maka siapa pun yang memiliki rencana untuk merayakan Natal atau tahun baru, batalkan! Haram bagi kita sebagai seorang muslim untuk meniru ritual agama lain. Tidak perlu mengikuti perayaan-perayaan di luar ajaaran agama Islam, Allah telah sempurnakan agama Islam sehingga tidak perlu mengikuti agama mana pun.

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam sebagai agamamu.” (Q.S. Al-Mā’idah: 3)

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    “Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya, dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.S. Āli ‘Imrān: 85)

    Renungkan ayat ini dengan baik, hidup hanya satu kali, dan saat Allah wafatkan kita, kita akan mempertanggung jawabkan semua yang kita lakukan,

    Apa yang akan kita katakan dihadapan Allah apabila kita setiap tahun

    • Ikut perayaan natal
    • Dan ikut perayaan tahun baru

    Tidak alasan untuk tidak tahu, Allah sudah turunkan Al-Qur’an, mengrim rasul untuk menyampaikan risalah, untuk membina umat, agatr meniti jalan yang benar dengan tauhid dengan Aqidah yang lurus

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

    Rugi rasanya apabila setelah selesai sholat jum’at nasihat ini hanya sampai kepada kita, tapi tidak sampai kepada keluarga, teman, sahabat, dan saudara-saudara kita yang mungkin belum mengetahui

    Allah berfirman Fushshilat, ayat 33:

    Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”

    Allah juga berfirman menyampaikan pesan secara khusus untuk orang-orang beriman dan kepala keluarga dalam QS At-Tahriim ayat 6:

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ۝٦

    Semoga Allah menjaga kita untuk terus berjalan di atas hidayah Islam dan iman hingga kita bertemu dengan kematian dan berjumpa dengan Allah.
    Semoga Allah menjaga negeri kita dari segala keburukan dan kebodohan yang memberi dampak negatif kepada rakyat.

    أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ؛ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ؛ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ؛ اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى؛ اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ؛ اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ؛ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ ، والبُخْلِ والهَرَمِ ، وَعَذَابِ القَبْرِ، اللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّها أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ ؛ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا؛ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا؛ اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ؛ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ؛ عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Muslim Tidak Merayakan Natal dan Tahun Baru

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023