
Penulis: Syafri Muhammad Noor, Lc., M.H. (Tim Asatidz Rumah Fikih)
اَلْحَمْدُ للهِ الّذِىْ اَكْرَمَ مَنِ اتَّقَى بِمَحَبَّتِهِ, وَاَوْعَدَ مَنْ خَالَفَهُ بِغَضَبِهِ وَعَذَابِهِ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ اَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَخَيْرِ خَلْقِهِ, وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِهِ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المتَقُونَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْن
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah senantiasa menjaga ketakwaan kita kepada Allah ﷻ agar Allah selalu menjaga kita dari seluruh keterpurukan dan kesempitan hidup, dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan jalan keluar terbaik bagi kita dari semua permasalahan yang kita hadapi.
Shalawat beserta salam kita haturkan kepada baginda Nabi Muhammad ﷺ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dalam waktu kurang dari 3 pekan ke depan, Insyaallah kita akan bertemu dengan tanggal 10 Dzulhijjah, hari di mana syariat Islam menetapkan agar kaum muslimin merayakan Idul Adha. Semoga Allah Ta’ala memberikan umur panjang kepada kita semuanya. Aamiin
Pada hari tersebut, ada beberapa anjuran agama yang perlu untuk kita amalkan, terlebih bagi yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya, yaitu salah satunya: melaksanakan syariat udhiyyah atau penyembelihan hewan qurban.
Disebutkan sebuah riwayat dalam sunan at-Tirmidzi, bahwa penyembelihan hewan qurban adalah ritual yang paling Allah sukai pada momentum Idul Adha.
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ؛ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الْأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ)

Tidak ada satu perbuatan yang dilakukan manusia pada hari nahr (hari raya idul adha) yang lebih dicintai oleh Allah Ta’ala dari pada penyembelihan hewan kurban, sungguh kurban itu akan hadir pada hari kiamat lengkap dengan tanduk, bulu dan kuku nya. Dan sungguh darahya telah sampai kepada Allah Azza wa Jalla sebelum darah itu menyentuh tanah, maka berbahagialah dengan sembelihan kalian.
Berdasarkan hadits tersebut, maka para ulama menyimpulkan bahwa bentuk sedekah terbaik pada Hari Raya Idul Adha adalah dengan menyembelih hewan qurban.
الضَّحِيَّةُ أَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ ، لأَنَّهَا وَاجِبَةٌ أَوْ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ ، وَشَعِيرَةٌ مِنْ شَعَائِرِ الإِسْلامِ
Berqurban lebih utama daripada bersedekah, karena hukumnya (menurut sebagian ulama) wajib atau (menurut sebagian ulama lainnya) sunnah muakkadah, dan juga berqurban merupakan salah satu syiar Islam.
Bahkan ada sebagian ulama sampai menjelaskan bahwa keutamaan berqurban itu melebihi dari membebaskan budak.
وَصَرَّحَ الْمَالِكِيَّةُ بِأَنَّ الضَّحِيَّةَ أَفْضَلُ أَيْضًا مِنْ عِتْقِ الرَّقَبَةِ وَلَوْ زَادَ ثَمَنُ الرَّقَبَةِ عَلَى أَضْعَافِ ثَمَنِ الضَّحِيَّةِ (الموسوعة الفقهية الكويتية)
Ulama Malikiah menegaskan bahwa keutamaan berqurban itu lebih baik daripada memerdekakan satu orang budak, meskipun harga satu budak yang dimerdekakan lebih mahal berkali-kali lipat daripada harga satu ekor hewan untuk qurban.
Padahal ganjaran dari membebaskan budak itu adalah pembebasnya akan terhindar dari api neraka. Nabi ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً أَعْتَقَ اللَّهُ بِكُلِّ عُضْوٍ مِنْهَا عُضْوًا مِنْ أَعْضَائِهِ مِنْ النَّارِ حَتَّى فَرْجَهُ بِفَرْجِهِ
“Barangsiapa yang memerdekakan budak, maka Allah akan membebaskan setiap anggota badannya dari api neraka dengan setiap anggota badan budak yang dimerdekakan, hingga kemaluannya dengan kemaluan (budak yang dimerdekakan).” (HR. Muslim; 2776)
Di sisi lain, secara hitungan nominalnya, harga menyembelih qurban itu lebih ringan dari pada membebaskan seorang budak.
Di zaman Nabi ﷺ, harga budak bervariasi, mulai dari beberapa dirham saja, lalu ada yang seharga 1 dinar bahkan sampai ratusan dinar.

Jika kita asumsikan harga budak adalah 1 dinar, dimana 1 dinar itu setara dengan 4,25 gr emas murni, maka hari ini jika dikonversi kedalam rupiah, ketemulah angka sekitar 12 juta per budak nya. Sedangkan berqurban, cukup dengan seperempat harga dari membebaskan budak.
Jamaah sidang Shalat jumat yang dirahmati Allah,
Keutamaan berqurban ini juga bisa dipahami dari ancaman Nabi ﷺ kepada orang-orang yang sebenarnya mempunyai kelapangan harta, namun enggan untuk menyembelih hewan qurban. Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
“Barangsiapa memiliki keluasaan harta untuk berkorban namun tidak berkorban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat (ied) kami”. (HR. Ibnu Majah).
Sederhananya: yang mempunyai kelonggaran harta, namun tidak berkurban, maka ada ancaman sekaligus hukuman yaitu dilarang untuk mendekati tempat shalat Ied bersama kaum muslimin.
Yang menjadi pertanyaan, apa standar kriterianya seseorang dikategorikan memiliki kelapangan harta?
Kebanyakan ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah ketika seseorang memiliki kelapangan rezeki yang lebih dari kebutuhan dirinya, dan kebutuhan keluarga yang ditanggungnya, terhitung sejak hari raya Idul Adha hingga selesainya hari Tasyrik (tanggal 13 Dzulhijjah).
Jadi, kelapangan harta dalam ibadah qurban bukanlah harus menunggu kita menjadi kaya raya.
Standarnya adalah apabila pada hari raya Idul Adha hingga akhir hari Tasyrik, kita memiliki harta yang lebih dari cukup untuk menafkahi keluarga, membayar utang yang jatuh tempo, serta memenuhi kebutuhan pokok lainnya.
Jika sisa harta tersebut cukup untuk membeli hewan qurban, maka itulah saatnya bagi kita untuk menyambut seruan Allah ﷻ dengan berqurban.
Oleh karenanya, dalam kurun waktu tiga pekan ini, mari kita niatkan dan persiapkan bersama dengan sebaik-baiknya untuk mengetuk pintu langit lewat syariat berqurban pada momentum hari raya Idul Adha nanti.
Semoga Allah Ta’ala mampukan kita semua dhahiran wa bathinan untuk berqurban pada tahun ini dengan persembahan yang terbaik.

Jikalau ternyata takdir Allah menentukan yang lain sehingga kita tidak bisa berqurban, maka mudah-mudahan niatan baik yang sudah kita tanamkan saat ini dicatat sebagai kebaikan disisi Allah Ta’ala. Aamiin yaa Rabbal ‘Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمِا فِيْهِ مِنَ الآَيَاتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمٍ، وتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَه إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَ لَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ، فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى: إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ
وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا آتِناَ فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
*Naskah khutbah ini disampaikan di mimbar khutbah Jumat Masjid Al-Hidayah Villa Pejaten Mas, Pasar Minggu dan dicetak menjadi Buletin Jumat Al-Hidayah serta dibagikan kepada jamaah setelah usai sholat Jumat. (Soft File buletin bisa diunduh di halaman Pustaka Digital Ahla Institute)
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk MENGETUK PINTU LANGIT DENGAN BERQURBAN