
Oleh: Agus Salim, Lc.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ؛ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ؛ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا؛ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا، أَمَّا بَعْدُ؛
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Alhamdulillah, Allah masih berikan kesempatan kepada kita untuk bermunajat kepada-Nya di hari mulia ini, bersama orang-orang yang insyaallah dimuliakan oleh Allah. Shalawat serta salam semoga senantiasa dicurahkan kepada junjungan alam, Nabi Muhammad SAW.
Mari senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah dengan cara menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sungguh, hanya takwalah yang akan menentukan derajat manusia di sisi-Nya.
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Jangan pula kalian mengkhianati amanah-amanah kalian. Padahal kalian tahu” (QS. al- Anfal [8]: 27).
Menurut Ibnu Abbas ra ayat di atas bermakna, “Janganlah kalian mengkhianati Allah SWT dengan meninggalkan kewajiban-kewajiban-Nya. Janganlah kalian mengkhianati Rasul saw. dengan meninggalkan sunnah-sunnahnya. Janganlah kalian bermaksiat kepada keduanya.” (Al- Qinuji, Fath al-Bayan, 1/ 162).
Di antara sekian banyak amanah, yang paling penting untuk kita jaga diantaranya adalah Amanah menjaga diri kita dan menjaga keluarga kita dari api neraka, kita wajib menjaga mereka agar jangan sampai mereka menjadi ahli maksiat. Demikian pula Amanah menjaga aib orang lain, sesuatu yang harus kita tutupi, agar kita tidak menyebarkannya dan senantiasa menjaga kehormatan sesama muslim. Dan yang paling berat bebannya, paling berat hisabannya adalah adalah amanah kepemimpinan atau kekuasaan.
Mengapa demikian? Karena baik dan buruknya suatu umat itu sangat ditentukan oleh baik dan buruk pemimpinnya. Jika pemimpinnya adil, amanah, jujur dan dipercaya, niscaya umat tersebut akan mendapat kemuliaan dan kesejahteraan. Namun sebaliknya, jika pemimpinnya khianat dan dzalim, maka umat tersebut akan ditimpa kemunduran dan kebinasaan. sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw bersabda:
(صنفان من الناس إذا صلحا صلح الناس، وإذا فسدا فسد الناس: العلماء والأمراء (رواه ابو نعيم
“Dua kelompok manusia apabila keduanya baik, maka baiklah masyarakat, dan apabila keduanya rusak, maka rusaklah masyarakat, mereka adalah ulama dan umara” (Riwayat Abu Naim).
Sesuai dengan sabda Rasul SAW tersebut, maka Islam mewajibkan sifat amanah dan adil senantiasa dimiliki dan dipegang teguh oleh seiap orang yang diamanahi kekuasaan. Setiap pelanggaran (pengkhianatan) dalam hal ini akan dikenakan sanksi yang berat, baik berupa hukuman didunia maupun siksa di akhirat kelak.
Rasulullah SAW, bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Tidaklah seorang hamba—yang diserahi oleh Allah tugas untuk mengurus rakyat—mati pada hari kematiannya, sementara ia mengkhianati rakyatnya, Allah mengharamkan surga bagi dirinya” (HR Muslim).
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Imam Fudhail bin Iyadh menuturkan, “Hadis ini merupakan ancaman bagi siapa saja yang diserahi Allah SWT untuk mengurus urusan kaum Muslim, baik urusan agama maupun dunia, kemudian ia berkhianat. (Imam an-Nawawi, Syarh Shahîh Muslim).
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Kekuasaan yang dijalankan dengan membuat kebijakan dzalim dengan tujuan menguntungkan pribadi dan kelompok pendukungnya adalah contoh bentuk ketidakadilan. Bersekongkol dengan mafia- mafia, pemilik modal besar oligarki yang hanya mementingkan keuntungan materi semata, tanpa memperhatikan dampak buruk yang akan terjadi pada rakyatnya adalah contoh bentuk kesewenang- wenangan. Padahal semuanya akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah Ta’ala di hari kiamat kelak.
Rasulullah saw bersabda:
فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْهُمْ
“Pemimpin yang memimpin rakyat adalah pengurus dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus” (HR al-Bukhari).
Jamaah sidang jumah Rahimakumullah..
Kita juga diwajibkan melakukan ikhtiar agar kita mendapat pemimpin yang adil dan amanah. Kita juga diwajibkan melakukan amar ma’ruf nahyi munkan, mengoreksi dan mengkritik penguasa Ketika pemimpin kita menyimpang dari jalan kebenaran dan berbuat kedzaliman. Bahkan hal itu disetarakan keutamaannya dengan jihad yang paling utama. Nabiyyuna Muhammad saw bersabda:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
“Jihad yang palig afdhal adalah menyatakan keadilan di hadapan penguasa yang zalim” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan ad-Dailami).
Jamaah sidang jum’ah rahimakumullah,
Islam telah memberikan kita paduan yang lengkap dan menyeluruh tentang bagaimana caranya agar kita dijauhkan oleh Allah dari para penguasa yang dzalim. Hal ini dijelaskan Allah dalam kitab- Nya dan melalui sunnah Rasulullah saw. Di antaranya adalah:
Pilihlah pemimpin yang layak dan pantas memimpin. Pemimpin yang seperti apa? Yaitu pemimpin yang diridhai dan diinginkan oleh umat melalui pengabdiannya terhadap umat, pemimpin yang tidak menginginkan kekuasaan, bukan pemimpin yang berambisi mencari kekuasaan melalui pencitraan- pencitraan. Carilah pemimpin yang takut kepada Allah dan takut akan diberikan amanah kekuasaan yang besar hisabnya di hari kiamat, dan jauhilah orang-orang yang malah menawarkan dan menjajakan dirinya kepada umat agar dipilih menjadi pemimpin di antara mereka. Maka Rasulullah SAW bersabda:
“Demi Allah, sesungguhnya kami tidak akan memberikan jabatan bagi orang yang meminta dan yang tamak terhadapnya.” (HR Muslim)
Disamping itu seorang pemimpin juga harus dipilih dari orang orang yang profesional, berpengalaman dan paham tentang bagaimana tata cara mengurusi negara dan kepentingan publik, bukan hanya sekadar melihat popularitasnya.
Jamaah sidang jum’ah rahimakumullah..
Yang perlu kita perhatikan juga adalah bahwa pemimpin yang adil dan amanah akan sulit dilahirkan dari sistem pemerintahan yang tidak dijamin keadilannya. Sistem pemerintahan yang berasal dari kecerdasan manusia seringkali mengakibatkan kesengsaraan, perbedaan, permusuhan dan pertikaian, karena hakikatnya manusia itu lemah, dia tidak akan tau mana yang baik dan buruk bagi dirinya. Sering kali manusia membuat aturan, hukum dan kebijakan yang baik bagi dirinya, namun buruk akibatnya untuk yang lain. Disamping itu menerapkan hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan juga merupakan sebuah kewajiban untuk seluruh kaum muslimin. Allah swt berfirman:
فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ الْحَقِّ
’’Maka hukumilah (putuskanlah perkara) mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu”. (QS. Al- Maidah: 48).
Jamaah sidang jumah rahimakumullah
Mudah- mudahan, negeri kita senantiasa dilindungi oleh Allah dari orang-orang yang dzalim dan khianat, Oleh karena itu, mari kita terus saling mengingatkan, akan pentingnya menerapkan sistem Islam ditengah-tengah kehidupan kita, dalam seluruh aspek kehidupan, agar kita layak mendapatkan pertolongan dan perlindungan Allah swt.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ؛ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا؛ أَمَّا بَعْدُ؛ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى؛ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا؛
وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا؛ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ؛ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ؛ اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ؛ رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Merindukan Penguasa Adil dan Amanah