
Penulis Naskah: Al Hikam Sabillurrasidin, S.Pd. (Pengasuh Rumah Qur’an Sabilu Tarbiyah Cileungsi-Bogor)
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Setiap tahun kita bertemu dengan hari raya Idul Adha. Pada hari itu kita belajar tentang pengorbanan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Namun pada kesempatan khutbah Jumat ini, kita akan mengambil pelajaran yang lain, yaitu tentang pola pendidikan dan pengasuhan Nabi Ibrahim bagi orang tua di zaman modern.
Apabila kita memperhatikan kondisi umat Islam hari ini, maka kita akan melihat keadaan yang sangat memprihatinkan. Betapa banyak kaum muslimin yang terjatuh dalam kesyirikan dengan berbagai bentuk yang terselubung.
Betapa banyak kaum muslimin yang tidak peduli dengan shalatnya. Sebagian sengaja meninggalkan shalat lima waktu, sebagian lagi shalat namun tidak memahami bacaan dan maknanya.
Betapa banyak generasi muda yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas, zina, narkoba, dan berbagai kerusakan lainnya. Betapa banyak bayi lahir dari hubungan yang tidak halal, bahkan sebagian dibunuh oleh orang tuanya sendiri.
Betapa banyak kaum muslimin yang tidak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Dan betapa banyak anak-anak kecil yang lebih mengenal game online dibandingkan Al-Qur’anul Karim.
Hadirin rahimakumullah,
Semua ini menunjukkan bahwa ada masalah besar dalam pola pendidikan dan pengasuhan anak di rumah-rumah kaum muslimin. Banyak orang tua sibuk mempersiapkan pendidikan dunia anaknya, namun lalai mempersiapkan agama dan akhiratnya. Maka lihatlah bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hikmah, pelajaran, aturan, dan tuntunan melalui kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan hidup beliau. Namun pada kesempatan kali ini, kita akan mengambil tiga poin penting dalam pendidikan dan pengasuhan anak menurut Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Poin yang pertama adalah bahwa pendidikan harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat At-Tahrim ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.”
Ayat ini adalah perintah untuk seluruh orang tua secara umum, dan kepada ayah secara khusus sebagai kepala keluarga, agar menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka.
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada jalan untuk menjaga diri sendiri dan keluarga dari api neraka kecuali dengan ilmu agama, iman, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Oleh sebab itu, orang tua harus terus belajar agama dan tidak boleh berhenti menuntut ilmu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.”
Dan Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan pahamkan dia dalam agama.”
Maka ayat dan hadits-hadits di atas bukan hanya sebuah perintah, tetapi juga motivasi untuk para ayah dan orang tua agar selalu belajar dan tidak pernah berhenti belajar.
Sekalipun anaknya telah masuk pesantren, belajar di sekolah Islam, bahkan telah menghafal Al-Qur’an, seorang ayah tetap wajib belajar agama.
Karena menjadi ayah bukan hanya tentang mencari nafkah, tetapi juga menjadi pembimbing menuju surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Lihatlah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Sebelum memiliki anak, beliau memperbaiki dirinya dengan iman, tauhid, dan ketaatan kepada Allah. Bahkan beliau berdoa:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh.” (QS. Ash-Shaffat: 100)
Maka pendidikan yang benar dimulai dari orang tua yang saleh dan terus belajar agama.
Poin Kedua: Orang Tua Tidak Pernah Berhenti Mendoakan Anak
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Setelah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam memiliki anak, beliau tidak berhenti berdoa demi kebaikan anak dan keturunannya.
Di antara doa beliau adalah:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala.” (QS. Ibrahim ayat 35)
Perhatikanlah, Nabi Ibrahim tidak hanya khawatir tentang makanan, pakaian, dan masa depan dunia anak-anaknya. Namun, beliau sangat khawatir apabila anak cucunya terjatuh dalam kesyirikan.
Karena syirik adalah dosa yang paling besar.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam nasihat Luqman kepada anaknya:
يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Wahaianakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang sangat besar.” (QS. Luqman: 13)
Maka orang tua harus benar-benar memperhatikan tauhid anak-anaknya, aqidahnya, ibadahnya, dan siapa yang menjadi teman serta lingkungan pergaulannya.
Beliau juga berdoa:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang menegakkan shalat.” (QS. Ibrahim: 40)
Karena menjaga shalat adalah perkara yang sangat penting.
Shalat adalah tiang agama, pembeda antara iman dan kekufuran, dan amalan pertama yang akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
“Sesungguhnya amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik maka ia beruntung dan sukses, namun jika shalatnya rusak maka ia rugi dan celaka.” (HR. Abu Dawud no. 864, At-Tirmidzi no. 413, An-Nasa’i no. 465. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Poin Ketiga: Pendidikan dengan Keteladanan
Hadirin rahimakumullah,
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam juga mendidik anaknya dengan keteladanan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّاۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“Dan ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail, keduanya berdoa: ‘Ya Rabb kami, terimalah amal dari kami.’” (QS. Al-Baqarah: 127)
Perhatikan ayat ini. Nabi Ibrahim tidak hanya memerintahkan anaknya untuk beribadah, tetapi beliau melibatkan langsung Nabi Ismail dalam amal saleh.
Beliau mengajarkan tauhid, ibadah, kesabaran, dan pengorbanan dengan contoh nyata.
Maka pendidikan terbaik bukan hanya dengan nasihat, tetapi dengan keteladanan.
Kalau orang tua ingin anaknya cinta Al-Qur’an, maka orang tua harus dekat dengan Al-Qur’an.
Kalau ingin anaknya menjaga shalat, maka orang tua harus menjaga shalat.
Kalau ingin anaknya berakhlak baik, maka orang tua harus memperbaiki akhlaknya terlebih dahulu.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Inilah yang hari ini mulai jarang dilakukan oleh sebagian para ayah dan orang tua.
Sebagian rumah kehilangan suasana ibadah dan kehangatan bersama keluarga.
Masing-masing sibuk dengan gadget dan dunianya sendiri.
Padahal seharusnya orang tua menghadirkan suasana ketaatan di dalam rumah.
Mengajak keluarga menghadiri kajian bersama.
Shalat sunnah bersama di rumah.
Puasa sunnah bersama. Murojaah dan membaca Al-Qur’an bersama. Berdiskusi tentang agama bersama anak-anak.
Karena anak tidak cukup hanya diberi perintah, tetapi mereka membutuhkan contoh nyata yang mereka lihat setiap hari. Libatkan anak-anak dalam kegiatan positif setiap saat, agar hati mereka tumbuh bersama iman, ibadah, dan kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اِتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Di akhir khutbah ini, marilah kita renungkan tujuan terbesar dari pendidikan keluarga dalam Islam. Bukan sekadar agar anak sukses dunia, memiliki jabatan, harta, atau kedudukan. Akan tetapi tujuan terbesar pendidikan dalam Islam adalah agar kita dan keluarga kita selamat di dunia dan akhirat, serta berkumpul bersama di surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدِينَا، وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا، وَاجْزِهِمْ عَنَّا خَيْرَ الْجَزَاءِ
اللَّهُمَّ أَحْسِنْ إِلَيْهِمْ كَمَا أَحْسَنُوا إِلَيْنَا، وَبَارِكْ فِي أَعْمَارِهِمْ وَأَعْمَالِهِمْ، وَاجْعَلْهُمْ مِنْ أَهْلِ الْإِيْمَانِ وَالتَّقْوَى
اللَّهُمَّ مَنْ كَانَ مِنْهُمْ حَيًّا فَأَطِلْ عُمْرَهُ عَلَى طَاعَتِكَ، وَمَنْ كَانَ مِنْهُمْ مَيِّتًا فَوَسِّعْ قَبْرَهُ وَاغْفِرْ لَهُ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْجَنَّةِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا ذُرِّيَّاتِنَا، وَاجْعَلْ أَبْنَاءَنَا وَبَنَاتِنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ وَالطَّاعَةِ وَالتَّوْحِيْدِ
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بُيُوْتَنَا بُيُوْتًا صَالِحَةً مُطْمَئِنَّةً، مَلِيْئَةً بِالْإِيْمَانِ وَالذِّكْرِ وَالْقُرْآنِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
*Naskah khutbah ini disampaikan di mimbar khutbah Jumat Masjid Al-Hidayah Villa Pejaten Mas, Pasar Minggu dan dicetak menjadi Buletin Jumat Al-Hidayah serta dibagikan kepada jamaah setelah usai sholat Jumat. (e-buletin bisa diunduh di halaman Pustaka Digital Ahla Institute)
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk POLA PENDIDIKAN NABI IBRAHIM UNTUK ORANG TUA DI ZAMAN MODERN