
Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA (Mudir Ma’had Al-Hoozaimi- Al Irsyad Al Islamiyyah Depok)
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ؛ لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ؛
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ عِيْدَ الْأَضْحٰى يَوْمَ التَّقَرُّبِ وَالسُّرُورِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي تَفَضَّلَ في هذِه الأيَّامِ العَشْرِ علَى كلِّ عبدٍ شَكُورٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَهُوَ الْغَفُوْرُ الشَّكُوْرُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ لِإِخْرَاجِ النَّاسِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلٰى نَهْجِهِ إِلٰى يَوْمِ البَعْثِ وَالنُّشُوْرِ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحُضُوْرُ، اِتَّقُوا اللهَ فِيْ السِّرِّ وَالظُّهُوْرِ ! حَيْثُ قَالَ اللّٰهُ تَبَارَكَ وَتَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ وَحَبْلِهِ الْمَتِيْنِ: {وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ} [البقرة: 194]؛ أَمَّا بَعْدُ؛
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah,
Hari ini merupakan salah satu hari Allah ﷻ, yaitu hari raya Idul Adha yang penuh berkah. Disebut pula Idul Qurban dan Idul Hajji. Semoga Allah mengembalikannya kepada kita dan kaum Muslimin seluruhnya dengan berkah dan keberuntungan. Hari ini merupakan hari yang paling agung di sisi Allah ﷻ. Nabi ﷺ bersabda,
إنَّ أعظمَ الأيَّامِ عندَ اللَّهِ تبارَكَ وتعالَى يومُ النَّحرِ ثمَّ يومُ القَرِّ
“Sesungguhya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah Hari Raya Penyembelihan (Idul Adha) dan Yaumul Qarr (Hari Tasyrik 11 Dzulhijjah) (H.R. Abu Dawud, 1765, Ahmad, 19075)
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا اِلهَ إلَّا اللهُ، هَوَ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral mukminin wal mukminat a’azzakumullah,
Hari ini adalah hari terbesar haji (haji akbar), saat para jamaah haji melakukan sebagian besar manasik haji. Mereka melempar jumroh Aqabah (jumroh kubro), menyembelih hadyu (hewan sembelihan), mencukur atau memendekkan rambut, mengelilingi Ka’bah dengan Tawaf al-Ifadhah, dan berjalan di antara Safa dan Marwah. Diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a beliau berkata:
أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وقف يومَ النَّحرِ بين الجمَراتِ في الحجَّةِ الَّتي حجَّ فيها . فقال : أيُّ يومٍ هذا ؟ فقالوا : هذا يومُ النَّحرِ ، فقال : هذا يومُ الحجِّ الأكبرِ
Bahwa Nabi ﷺ berdiri pada hari Nahr (penyembelihan) diantara jumrah-jumrah pada waktu beliau berhaji, lalu berkata: “Hari apakah ini?” Mereka menjawab: “Hari Nahr.” Beliau berkata: “Ini adalah hari haji akbar.” (H.R. Abu Dawud, 1945)
Hari ini juga merupakan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Penyembelihan, karena di hari itu umat Islam menyembelih hewan kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ dan beribadah kepada-Nya sekaligus merupakan syi’ar-syi’ar Allah ﷻ sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
يومُ عرفةَ ويومُ النَّحرِ وأيَّامُ التَّشريقِ عيدُنا أهلَ الإسلامِ وهي أيَّامُ أكلٍ وشربٍ
“Hari Arafah, Hari Nahr, dan Hari-hari Tasyrik adalah Hari Raya kita wahai umat Islam, dan ia merupakan Hari-hari untuk makan dan minum” (H.R. Abu Dawud, 2419, At-Tirmidzi, 773, An-Nasai, 3004, Ahmad, 17379)
Tidak ada amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada Hari Raya Penyembelihan yang lebih dicintai Allah daripada menyembelih hewan qurban. Setiap helai rambut yang dikorbankan ada pahalanya, dan setiap bulu yang dikorbankan ada pahalanya. Ibadah Qurban ini merupakan ajaran leluhur kita Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam dan merupakan sunnah dari junjungan kita Nabi Besar Muhammad ﷺ, hukumnya sunnah muakkadah, sunnah yang ditekankan bagi orang yang mampu, dan makruh bagi orang yang mampu berkurban jika ia meninggalkan ibadah tersebut. Tidak cukup itu saja, kita juga diperintahkan untuk membagikan daging sembelihan Qurban kepada orang lain, terutama kepada orang yang kekurangan dan membutuhkan, Allah Ta’ala berfirman,
لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۖ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ
“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir” (Q.S. Al-Hajj ayat 28)
Ayat tersebut secara jelas telah mengingatkan kita bahwa rezeki yang diberikan Allah kepada kita semua sejatinya tidak semata-mata untuk kita nikmati sendiri, melainkan juga untuk berbagi kepada orang yang sengsara, kekurangan, dan fakir. Islam mengajak kita semua untuk menjadi pribadi yang peka, dermawan dan punya empati, bukan menjadi pribadi yang pelit, egois, dan tak acuh. Tidak setiap orang punya kondisi yang sama dengan kita. Tidak setiap orang punya kecukupan yang sama. Dan tidak semua orang itu kaya. Dan itu memang sunnatullah, ketentuan Allah ﷻ. Maka gunanya ada orang kaya itu agar mereka bisa membantu orang fakir miskin, orang yang kekurangan, orang yang sengsara, dan bisa memberdayakan orang lain dan mengangkat yang lemah, bukan malah menindas orang lain. Orang-orang kaya itu dituntut agar mereka punya empati dan kemauan untuk berinfak, bersedekah, berderma dan berbagi. Oleh karenanya, zakat itu wajib bagi mereka yang hartanya sudah mencapai nishab dan haul, haji wajib bagi yang mampu dan berdaya, berkurban ditekankan kepada orang yang mampu.

Ma’asyiral mukminin wal mukminat a’azzakumullah,
Sesungguhnya Allah ﷻ menciptakan kita untuk tujuan tauhid, yakni agar kita menyembah-Nya semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, sebagaimana firman Allah ﷻ:
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56)
Di antara Ibadah Tauhid yang diperintahkan kepada kita pada hari ini dan Hari Tasyrik adalah menyembelih hewan Qurban untuk dan karena Allah ﷻ. Penyembelihan hewan Qurban merupakan ibadah yang besar yang hanya ditujukan kepada Allah ﷻ. Oleh karena itu, Allah menyandingkan perintah sholat dengan perintah menyembelih hewan Qurban,
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka laksanakanlah sholat dan berkurbanlah karena Tuhanmu (Allah)” (Q.S. Al-Kautsar ayat 2)
Oleh karenanya, ma’asyiral muslimin wal muslimat, kita tidak menyembelih hewan Qurban kecuali hanya untuk dan karena Allah ﷻ. Kita tidak menyembelih untuk jin dan setan, tidak untuk sesajen, diletakkan di makam-makam atau tempat yang dianggap keramat, tidak untuk dipamerkan agar dilihat oleh orang lain dan dibangga-banggakan. Kita hanya menyembah Allah ﷻ dengan Qurban kita, sebagaimana kita menyembah Allah dengan doa, ruku’, sujud, manasik haji, dan semua bentuk ibadah dan pengabdian lainnya.
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا اِلهَ إلَّا اللهُ، هَوَ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral mukminin wal mukminat a’azzakumullah,
Di antara syi’ar-syi’ar yang juga mengingatkan kita kepada tauhid adalah perintah bagi kita untuk menggemakan takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih. Semua itu meneguhkan dan mengukuhkan tauhid untuk Allah ﷻ.
Perlu diketahui bahwa syarat tauhid adalah ketundukan, ketaatan, dan bersandar pada hukum Allah ﷻ. Tauhid yang murni tidak akan bisa diraih oleh seorang hamba kecuali jika ia beriman kepada Allah ﷻ, menerima keputusan-Nya dalam hal kecil maupun besar, dan berhukum kepada syariat-Nya dalam masalah kehidupan, harta, kehormatan, dan dalam setiap aspek kehidupannya. Allah ﷻ berfirman:
إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Hukum itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti”. (Q.S. Yusuf ayat 40)
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (Q.S. An-Nisa’ ayat 65)
Allah bersumpah demi Żat-Nya ﷻ bahwa seseorang tidak bisa menjadi orang-orang mukmin sejati sebelum mereka berhukum kepada Rasulullah di masa hidup beliau dan kepada syariatnya setelah beliau wafat.
Oleh karenanya, setidaknya ada dua pelajaran yang bisa kita ambil dari ayat tersebut tadi, Pertama, Wajibnya berhukum kepada Al Quran dan Sunnah dalam perkara-perkara hukum yang sudah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya serta haramnya berhukum kepada selainnya. Kedua, Wajibnya ridha dan rela dengan keputusan hukum Allah dan Rasul-Nya serta berserah diri kepadanya.
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا اِلهَ إلَّا اللهُ، هَوَ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral mukminin wal mukminat a’azzakumullah,
Wajib bagi kita untuk memelihara iman dan tauhid kita, melindunginya dari segala yang dapat merusaknya dan waspada terhadap kesyirikan, baik syirik besar maupun syirik kecil, karena ia membatalkan amal dan mendatangkan kerugian. Allah ﷻ berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapus (pahala) amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (Q.S. Az-Zumar ayat 65)
جَعَلَنَا اللهُ وَإِيّاكُم مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ، بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ كبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Idul Adha: Hari Raya Bertauhid dan Berderma