
Penulis: Bagus Ferry Setiawan, Lc., MA (Muhafidz Markaz Al Quran Indonesia/ Master in Quranic Sciences, Islamic University of Minnesota-USA)
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah ﷻ, Dzat yang menggenggam kehidupan kita dari hembusan nafas hingga denyut jantung. Atas rahmat dan karunia-Nya, kita dimampukan hadir di rumah-Nya dalam keadaan iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan sepanjang zaman, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat.
Khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah ﷻ. Karena takwa bukan sekadar slogan lisan, melainkan perisai jiwa yang menentukan kemuliaan seorang hamba di sisi Rabb-nya.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Sering kali kita mendengar kata takwa, namun tidak sedikit yang belum memahami hakikatnya secara utuh. Di antara definisi takwa yang paling dalam dan menyentuh ruh keimanan adalah penjelasan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه. Beliau berkata:
اَلتَّقْوَى هِيَ: الْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيْلِ، وَالْعَمَلُ بِالتَّنْزِيْلِ، وَالْقَنَاعَةُ بِالْقَلِيْلِ، وَالِاسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ
Taqwa adalah takut kepada Allah Yang Maha Agung, beramal dengan petunjuk wahyu, merasa cukup dengan yang sedikit, dan mempersiapkan bekal untuk hari kepulangan (akhirat).
Definisi ini menunjukkan bahwa takwa bukan satu sikap tunggal, tetapi bangunan kokoh yang berdiri di atas empat pilar utama.
Pilar Pertama, Al-Khaufu minal Jalīl, yakni takut kepada Allah Yang Maha Agung.
Takut kepada Allah bukan seperti takut kepada makhluk. Jika takut kepada binatang buas, kita menjauh darinya. Namun takut kepada Allah justru membuat kita semakin mendekat kepada-Nya. Inilah rasa takut yang melahirkan ketaatan, kehati-hatian, dan kesadaran bahwa setiap perbuatan diawasi oleh Allah Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui.
Orang yang memiliki rasa takut kepada Allah tidak berani berbuat zalim, meskipun tidak ada manusia yang menyaksikan. Rasa takut inilah yang menjadi rem paling kuat dalam menahan hawa nafsu dan godaan dunia.
Pilar Kedua, Wal ‘Amalu bit Tanzīl, artinya beramal berdasarkan wahyu (Al-Quran dan Sunnah)
Takwa tidak cukup disimpan di dalam hati, tetapi harus tampak dalam amal nyata. Sayyidina Ali menegaskan bahwa takwa menuntut kesesuaian antara keyakinan dan perbuatan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
Seorang yang bertakwa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia jujur karena Al-Qur’an memerintahkannya jujur, ia meninggalkan riba dan ghibah karena Allah melarangnya. Ia tidak memilih ajaran agama sesuai selera, tetapi tunduk sepenuhnya pada petunjuk Allah.
Baca Juga: Ketakwaan sebagai Fondasi Kesejahteraan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Pilar Ketiga, Wal Qanā‘atu bil Qalīl, artinya qana‘ah dengan pemberian yang sedikit.
Qana‘ah adalah merasa cukup dan ridha terhadap rezeki yang Allah tetapkan. Inilah kekayaan sejati. Tanpa qana‘ah, sebanyak apa pun harta yang dimiliki, hati akan tetap merasa kurang.
Dengan qana‘ah, seseorang terjaga dari kerakusan, iri hati, dan ambisi yang menghalalkan segala cara. Ia hidup tenang karena yakin bahwa rezekinya tidak akan tertukar dan apa yang ditetapkan Allah adalah yang terbaik baginya.
Pilar Keempat, Wal Isti‘dādu li Yaumir Rahīl, yakni mempersiapkan bekal untuk Hari Kepulangan.
Dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Kematian adalah kepastian yang akan menjemput setiap insan. Orang yang cerdas adalah mereka yang menjadikan dunia sebagai ladang amal untuk akhirat.
Setiap aktivitas yang diniatkan karena Allahﷻ, bekerja mencari nafkah halal, mendidik keluarga, menolong sesama akan menjadi bekal berharga di akhirat. Orang bertakwa senantiasa bertanya pada dirinya: “Jika hari ini aku dipanggil oleh Allah, sudahkah aku siap?”
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Empat pilar takwa ini adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Mari kita jadikan hari Jumat ini sebagai momentum memperbaiki diri, agar kita termasuk golongan muttaqin yang dijanjikan kemuliaan dunia dan akhirat.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ؛
Ma’asyiral Muslimin hafidzakumullah,
Marilah kita tundukkan hati dan menengadahkan tangan, memohon kepada Allah ﷻ agar dianugerahi ketakwaan yang sejati.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ؛ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ؛ اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ؛ اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلْدَتَنَا اِنْدُوْنِيْسِيَا بَلْدَة طَيِّبَة، تَجري فيها أحكامك وسنة رسولك؛ بلدةٌ طيبةٌ وَرَبٌّ غَفُوْرٌ؛ اللهُمَّ مَنْ ولِي من أمْرِ أُمَّة سيدنا محمدٍ شيئًا فَشَقَّ عليهم فاشْقُقْ علَيهِ ، ومَنْ ولِيَ من أمرِ أُمَّةِ سيدنا محمدٍ شيئًا فَرَفَقَ بِهمْ فارْفُقْ بِهِ؛ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، اَللّٰهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ والمُسلِمِيْنَ فِي فِلسْطِيْنَ، وَفِي سُوْرِيَا، وَفِي السُّوْدَانِ، وَفِي كُلِّ مَكَانٍ؛ اَللّٰهُمَّ فُكَّ حِصَارَهُمْ، وَتَقَبَّلْ شُهَدَاءَهُمْ، وَاشْفِ مَرْضَاهُمْ، وَأَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ وَالأَمْنَ فِي بِلَادِهِمْ؛ رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ؛ أَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ
Baca Juga: Tiga Makna Bertakwa dengan Sebenarnya Takwa
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Hakikat Taqwa dalam Pandangan Sayyidina Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه