
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA., (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughawi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah IAI Al Ghurabaa Rawamangun Jakarta)
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا .أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الهُدَىٰ هُدَىٰ مُحَمَّدٍ صَلَّىٰ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ إِلَى آخِرِ الْحَدِيْثِ
Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,
Pada kesempatan yang baik ini khatib berwasiat untuk senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Ta’aala, sebagaimana Allah telah tegaskan dalam surat Al Hasyr ayat 18:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
Tidak lupa pula khatib sampaikan agar kita memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ setiap hari Jum’at, sebagaimana yang disampaikan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad ﷺ;
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيْهِ
Sesungguhnya hari yang paling utama di antara hari-harimu adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah sholawat kepadaku (H.R Abu Dawud, 1531)
Jangan sampai kita tergolong orang-orang yang bakhil dalam bersholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana yang disebutkan oleh beliau ﷺ dalam sabdanya:
البخيلُ الذي من ذُكِرْتُ عندَه فلم يُصَلِّ عليَّ
“Orang bakhil (pelit) itu adalah orang yang ketika disebut namaku di hadapannya maka dia tidak bersholawat kepadaku” (H.R. at-Tirmidzi; 3546)
Kenapa orang yang enggan bersholawat kepada Nabi ﷺ sampai dikatakan bakhil atau pelit? Karena bersholawat itu sebenarnya amalan yang sangat ringan, maka kalau amalan yang sangat ringan saja orang tidak mau atau enggan melakukan, apa istilah yang pantas disematkan kepada orang tersebut selain orang bakhil atau pelit?!
Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,
Di antara rahmat Allah Ta’ala yang masih bisa kita rasakan pengaruhnya hingga saat ini bahkan sepanjang zaman, adalah rhmat diutusnya Baginda Muhammad ﷺ sebagai rasul bagi semesta alam, Allah Ta’ala berfirman;
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah kami mengutusmu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.” (Q.S. Al Anbiya ayat 107)
Mengapa Rasulullah ﷺ disebut sebagai rahmatan lil ‘aalamiin pada ayat tersebut?
Karena Allah Ta’ala mengutus Nabi Muhammad ﷺ untuk membawa kebahagiaan bagi umat manusia, baik kebahagiaan dunia maupun akhirat. Kapan mereka akan mendapat kebahagiaan? Ketika mereka mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, menerima ajaran yang beliau ﷺ bawa, dan mentaati apa yang diperintahkan olehnya, dan menjauhi apa yang beliau ﷺ larang. Bahkan Rasulullah Muhammad ﷺ telah menegaskan;
إنَّما أنا رحمةٌ مُهداةٌ
“Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan” (H.R. Al Hakim, 100)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Maka tak ada cara lain bagi kita untuk merasakan pengaruh dan mendapatkan manfaat rahmat kerasulan Nabi Muhammad ﷺ kecuali dengan cara mengikuti ajaran beliau ﷺ dan meneladani akhlak Nabi ﷺ.
Lantas, bagaimana agar kita bisa meneladani akhlak Nabi ﷺ? Kita harus memahami sifat dan karakter Nabi Muhammad ﷺ dan para pengikutnya, sehingga kita mengerti apa yang harus kita lakukan sebagai umatnya. Apa saja sifat dan karakter Rasulullah ﷺ dan para pengikutnya? Dijelaskan oleh Allah ﷻ dalam surat Al-Fath ayat 29:
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا ۖ سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِى ٱلْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسْتَغْلَظَ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًۢا
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Pada ayat tersebut di atas Allah ﷻ menerangkan bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ dan para sahabat beliau dari kalangan Muhajirin dan Anshar, mereka adalah orang-orang yang memiliki sifat yang paling mulia dan karakter pribadi yang paling luhur. Bahkan dalam ayat 29 surat Al-Fath tersebut diterangkan bahwa sifat dan karakter mulia Rasulullah ﷺ dan para shahabatnya sudah dijelaskan juga di dalam kitab Taurat dan Injil.
Artinya apa? Bahwa memang benar Rasulullah ﷺ adalah role model, teladan umat sepanjang zaman.
Lantas, Sifat dan karakter apa aja yang perlu kita tiru dari Rasulullah ﷺ dan para shahabatnya?
Pertama, أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ (Keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang memusuhi dan memerangi Islam dan kaum Muslimin). Secara nyata, sikap permusuhan harus ditampakkan oleh kaum Muslimin terhadap orang kafir yang memusuhi, melecehkan, dan memerangi Islam dan umat Islam. Bukan sebaliknya, sok keras terhadap saudara muslim sendiri, tapi lemah terhadap orang kafir, bahkan yang lebih parah, menampakkan loyalitas terhadap orang kafir. Sikap tegas juga bisa diwujudkan dengan bersikap gigih dalam memegang prinsip-prinsip kebenaran dalam Islam dan berlepas diri dari segala bentuk kekufuran, serta meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan diridhai oleh Allah Ta’ala. Tidak seperti sebagian orang yang terkontaminasi oleh paham pluralisme yang menganggap bahwa semua agama sama saja, baik, dan benar. Tentu ini adalah pandangan yang salah dan fatal. Apakah sama orang yang bertauhid menyembah Allah semata dan mengikuti ajaran Muhammad ﷺ dengan orang yang menyembah berhala dan menentang ajaran Nabi Muhammad ﷺ? Tentu tidak sama.
Kedua, رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ (Saling menyayangi sesama Muslim). Tali persaudaraan sesama Muslim sudah seharusnya dan sepantasnya tetap dijaga dan dipelihara. Kita tunjukkan sikap solidaritas, rasa memiliki dan saling melengkapi. Siapapun dan dari manapun, dari ormas Islam dan kelompok manapun, meyakini Allah sebagai Tuhannya, Muhammad sebagai nabinya, Al Qur’an dan Sunnah Nabi sebagai panduannya, maka kita wajib menjaga darah dan kehormatannya, bersikap adil dan bijaksana. Kehidupan orang beriman diibaratkan oleh Rasulullah ﷺ seperti bangunan yang saling menguatkan.
المُؤْمِنَ للمؤمنِ كالبُنْيانِ يشدُّ بَعضُهُ بعضًا
“Orang mukmin satu bagi mukmin lainnya bagaikan satu bangunan, mereka saling menguatkan satu sama lain” (H.R. Bukhari, 6026., Muslim 2585).
Ketiga, تَرَىٰهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا (Rajin ruku’ dan sujud). Apa maksudnya? Yaitu rajin sholat. Sholat wajibnya dan sholat sunnahnya. Ibadah sholat adalah prioritas yang harus diperhatikan oleh kaum Muslimin. Sholat adalah kunci. Rasulullah ﷺ bersabda:
مفتاحُ الجنةِ الصلاةُ ومفتاحُ الصلاةِ الطهورُ
“Kunci syurga itu adalah sholat, dan kunci sholat adalah bersuci (wudhu)” (H.R. Ahmad, 14662)
Kita kalau ingin masuk surga, harus punya kuncinya, apa kuncinya? Sholat dengan segala ketentuan yang berlaku di dalamnya.
Apa hikmah “ibadah sholat” dalam ayat ini dinyatakan dengan rukuk dan sujud? Karena rukuk dan sujud adalah simbol ketundukan dan kepatuhan manusia terhadap Allah Ta’ala. Pejabatkah ia, rakyat biasakah ia, tidak ada perbedaan, ia punya kewajiban untuk tetap sholat, tunduk kepada Allah ﷻ.
Keempat, يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا (Mencari karunia dan ridha Allah). Semua ibadah yang dilakukan, semata-mata hanya untuk mengharap ridha Allah Ta’ala. Dengan kata lain, umat Muhammad harus memiliki sifat ikhlash dalam beribadah. Sholatnya, puasanya, zakatnya, semata-mata dilakukan hanya untuk mengharap ridha dan pahala dari Allah, bukan karena pencitraan, bukan karena ingin dipuji. Menunaikan haji, semata-mata karena mengharap ridha dan pahala dari Allah, bukan karena ingin dipanggil haji, atau ditulis di depan namanya sebagai haji. Dengan menanamkan sifat ikhlash, maka sikap ketergantungan terhadap sesama makhluk bisa terkikis dan hilang.
Kelima, سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ ۚ (tampak bekas sujud pada muka). Apa maksud tampak bekas sujud pada muka? Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan dari Ibnu Abbas r.a., bahwa yang dimaksud tampak bekas sujud pada muka adalah sikap yang baik. Menurut Imam Mujahid dinukil dari kitab yang sama maksudnya adalah kekhusyu’an dan ketawadhu’an (rendah hati). Dalam kitab tafsir yang lain disebutkan bahwa banyak serta baiknya ibadah yang mereka lakukan itu membekas di wajah mereka sehingga wajah mereka bersinar, karena batin mereka bersinar disebabkan shalat, maka lahir mereka (yang tampak dari wajah mereka) juga bersinar. Pada intinya umat Muhammad itu harus berperilaku yang baik dan rendah hati.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dengan meneladani dan menerapkan kelima karakter Rasulullah ﷺ dan para shahabatnya, yang tersebut di atas, insyaallah kita masuk kualifikasi umat dan pengikut setia Baginda Rasulullah Muhammad ﷺ. Dengan begitu, Allah akan melimpahkan ampunan dan pahala yang besar bagi kita semua sebagai umatnya Rasulullah ﷺ. Allah pasti akan memberikan kebaikan dan kejayaan bagi umat Islam di dunia dan akherat.
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًۢا
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (Surat Al Fath ayat 29)
اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم لِي وَلَكُمْ, اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Khutbah II
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ اَمَّا بَعْدُ: فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ ! اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ؛ فَقَالَ تَعَالىَ: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعوات؛ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ؛ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى؛ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ؛ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن؛ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ؛ عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، ولذكر الله أكبر، وَأقيموا الصلاة!
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Nabi Muhammad ﷺ: Teladan Sepanjang Zaman