
Oleh: Dr. H. Abdul Amin, Lc., MA.
الحمد لله، الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونغوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله، أدى الأمانة ونصح للأمة فكشف الله به الغمة وجاهد في سبيله حتى أتاه اليقين وتركنا عل المحجة البيضاء أي الطريقة الواضحة وهي دين الإسلام ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك. اللهم صل وسلم وبارك على نبينا الكريم وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله، أوصيكم عباد الله وإياي بتقوى الله. فإنه تعالى قال في كتابه الكريم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (سورة آل عمران، آية: 102)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran, ayat: 102)
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا (سورة الكهف، آية: 46)
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi, ayat: 46)
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. (رواه الترمذي في سننه وأحمد في مسنده)
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun (kapan pun dan dalam kondisi apapun) engkau berada. Ikutkanlah keburukan dengan kebaikan yang akan menghapusnya. Serta bergaullah dengan manusia dengan perilaku yang baik.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Dari mimbar ini khatib berpesan bagi diri khatib pribadi dan bagi jamaah sekalian agar kita senantiasa memelihara ketakwaan kita dengan melaksanakan perintah-perintah Allah serta menjauhi larangan-larangan-Nya.
Di masa sekarang ini, di zaman yang maju pesat, di mana persaingan hidup menjadi super ketat, manusia berlomba-lomba mencari harta. Banyak norma diabaikan, rambu-rambu tidak dipedulikan, segala cara dihalalkan sehingga dunia yang amat luas ini menjadi sempit dan terpetak-petakkan oleh keserakahan manusia sendiri.
Pada kesempatan mulia yang singkat ini, khatib akan menyampaikan sebuah hadits Rasulullah saw. yang menjelaskan pesan dan kekhawatiran beliau terhadap umat beliau.
Di akhir-akhir masa hidup beliau, Sang Nabi berziarah ke perkuburan syuhadā’ Uhud lalu mendoakan mereka, kemudian beliau naik ke atas mimbar dan bersabda seakan menyampaikan kata-kata perpisahan,
إِنِّي فَرَطٌ لَكُمْ، وَأَنَا شَهِيدٌ عَلَيْكُمْ، وَإِنِّي وَاللَّهِ لَأَنْظُرُ إِلَى حَوْضِي الْآنَ، وَإِنِّي قَدْ أُعْطِيتُ مَفَاتِيحَ خَزَائِنِ الْأَرْضِ، أَوْ مَفَاتِيحَ الْأَرْضِ، وَإِنِّي وَاللَّهِ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا بَعْدِي، وَلَكِنْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تَتَنَافَسُوا فِيهَا. (رواه البخاري، ومسلم، والنسائي، وأحمد)
“Sungguh, aku akan mendahului kalian dan aku menjadi saksi atas kalian. Demi Allah, sesungguhnya sekarang aku melihat telagaku dan aku telah diberikan segala kunci perbendaharaan dunia. Demi Allah, sesungguhnya aku tidak khawatir terjadi kemuysrikan pada kalian sepeninggalku. Akan tetapi, yang aku khawatirkan adalah kalian akan saling bersaing dan berlomba memperebutkan dunia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam An-Nawawi rahimahullāh menjelaskan bahwa ini adalah termasuk mukjizat beliau, beliau mengetahui dan memberitahukan apa yang akan terjadi di masa depan bahwa umatnya akan menguasai perbendaharaan (kekayaan) dunia, umatnya tidak akan murtad semuanya sekaligus karena Allah melindungi mereka, dan mereka akan bersaing memperebutkan (kekayaan) dunia. Semuanya telah menjadi kenyataan.
وفي هذا الحديث معجزات لرسول الله صلى الله عليه وسلم؛ فإن معناه الإخبار بأن أمته تملك خزائن الأرض، وقد وقع ذلك، وأنها لا ترتد جملة، وقد عصمها الله تعالى من ذلك، وأنها تتنافس في الدنيا، وقد وقع كل ذلك
Dari sabda beliau di atas, dapat kita ambil beberapa kesimpulan, di antaranya adalah beliau tidak terlalu khawatir terjadi kemusyrikan pada umat beliau sepeninggal beliau. Yang beliau lebih khawatirkan adalah terbukanya perbendaharaan harta dunia dan umat beliau saling berlomba dan bersaing memperebutkan harta dunia itu.
Ada beberapa bahaya yang terjadi saat umat Islam dijangkiti penyakit gila harta dunia, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Kecintaan kepada harta merupakan sumber kelemahan umat Islam.
Di dalam Al-Qu’an, dalam konteks berjihad (membela negara Islam bila diserang musuh), kata “amwāl (harta)” didahulukan penyebutannya sebelum “anfus (jiwa)”, selalu disebutkan “… berjihad dengan harta dan jiwa …” Di antara hikmahnya adalah bahwa kecintaan kepada harta dan dunia memang benar-benar menjadi penghambat utama yang membuat seseorang enggan dan takut berjuang di jalan Allah. Seorang muslim yang terlalu mencintai harta dunia, tamak, fulus oriented, memiliki jabatan, biasa hidup sejahtera, berpoligami, serta tidak bisa hidup tanpa harta dan harim akan sangat diragukan keberaniannya berjihad sungguhan mengorbankan jiwa di jalan Allah walaupun ia sering men-share video dan foto jihad Palestina. Satu contoh kata amwāl (harta) di dahulukan dalam firman Allah swt.,
الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ (سورة التوبة: آية:20)
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. At-Taubah, ayat: 20)
Rasulullah saw. juga menegaskan bahwa harta dunia bisa menjadi sumber kelemahan umat Islam,
(يوشك الأمم أن تداعى عليكم كما تداعى الأكلة إلى قصعتها)، فقال قائل: ومن قلة نحن يومئذ؟ قال: (بل أنتم يومئذ كثير، ولكنكم غثاء كغثاء السيل، ولينزعن الله من صدور عدوكم المهابة منكم، وليقذفن الله في قلوبكم الوهن)، فقال قائل: يا رسول الله، وما الوهن؟ قال: (حب الدنيا، وكراهية الموت). (رواه أبو داود بسند صحيح)
“Banyak bangsa akan berkerumun (menyerang) kalian sebagaimana orang-orang mengerumuni nampan makanan mereka.” Ada sahabat yang bertanya, “Apakah sebab jumlah kami sedikit pada hari itu?” Rasulullah saw. bersabda, “Bahkan pada saat itu jumlah kalian besar. Akan tetapi, kalian hanyalah buih seperti buih air bah. Allah swt. menghilangkan dari dada musuh kalian rasa takut terhadap kalian, lalu Allah swt. melemparkan ke dalam hati kalian al-wahn (kelemahan).” Ada sahabat yang bertanya, “Apakah al-wahn itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Al-wahn itu) adalah kecintaan kepada dunia dan benci (takut) kepada kematian.” (HR. Abu Dawud)
2. Gila harta dunia juga bisa merapuhkan akidah.
Seorang yang gila menumpuk harta dunia akan meyakini bahwa dirinya akan kekal atau hidup lebih lama di dunia ini sebab harta yang dimilikinya. Padahal ini adalah keyakinan atau akidah yang rapuh.
Allah ﷻ berfirman,
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ. الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ. يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ. كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ. (سورة الهمزة، آية: 1-4)
“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.” (QS. al-Humazah ayat: 1-4)
Bila seorang insan berpikir dan meyakini bahwa ia akan panjang usia dan hidup sangat lama di muka bumi ini, maka ia akan cinta menumpuk harta sehingga menjadi lalai terhadap kehidupan akhirat yang menjadi tujuan hakiki, tanpa sadar ia akan menghabisi usia hanya untuk menimbun harta semata, serta ia akan meremehkan bekal yang akan dibawanya ke akhirat nanti, bahkan akan suka mengulur-ulur dan menunda-nunda dalam melakukan kebajikan. Oleh karenanya, hendaknya kita tidak berpikir bahwa kita akan hidup sangat lama di dunia ini, seyogyanya kita menyadari bahwa hidup di dunia ini hanyalah sebentar sehingga kita senantiasa menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat nanti, yaitu kehidupan yang lebih baik dan kekal abadi. Seorang da’i, Abdul Aziz Ath-Tharifi menyampaikan sebuah untaian hikmah,
يطول أمل الإنسان مع كثرة ماله، يظن أن البقاء يطول مع الثراء، والله لا يطيل عمر الغني لغناه، ولا يقصر عمر الفقير لفقره. قال تعالى: يحسب أن ماله أخلده.
“Angan-angan (hasrat duniawi) seorang insan bertambah banyak seiring dengan bertambah banyaknya harta yang dimilikinya. Ia mengira kehidupan dirinya akan semakin kekal dengan banyaknya kekayaan. Padahal Allah swt. tidak memanjangkan usia si kaya sebab kekayaannya, juga tidak memendekkan usia si miskin sebab kemiskinannya. Allah swt. berfirman, ‘Ia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkan dirinya (padahal tidak demikian).’”
Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Rasulullah saw. memuji sahabatnya, Umar bin Khattab r.a.,
إِنَّهُ قَدْ كَانَ فِيمَا مَضَى قَبْلَكُمْ مِنَ الْأُمَمِ مُحَدَّثُونَ، وَإِنَّهُ إِنْ كَانَ فِي أُمَّتِي هَذِهِ مِنْهُمْ فَإِنَّهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ. (رواه البخاري ومسلم)
“Sungguh, di antara umat-umat terdahulu sebelum kalian terdapat orang-orang yang diberi ilham (diberi pengetahuan dari Allah). Sungguh, jika di antara umatku terdapat seorang yang memperoleh ilham seperti mereka, maka dia adalah Umar bin Khattab.”
Banyak sikap Umar r.a. yang didasari ilham dan ketajaman mata hatinya, di antaranya ialah ketika ia memecat panglima Khalid bin Walid. Pemecatan itu demi menghindarkan umat dari dua bahaya yang sangat besar, yaitu bahaya kerapuhan akidah dan bahaya gila dunia. Yang demikian itu disebabkan banyak orang yang baru memeluk Islam berkeyakinan bahwa bila pasukan muslimin dipimpin Khalid, maka pasti pasukan menang. Khalid seakan menjelma menjadi dewa yang dikultuskan.Yang kedua, banyak orang-orang yang baru memeluk Islam mau berjihad bersama Khalid karena pasti akan memperoleh harta rampasan perang. Dengan ketajaman bashirahnya, Umar bin Khattab memandang bahwa gila harta dunia sama bahayanya dengan kerapuhan akidah.
بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، ولا عدوان إلا على الظالمين. الصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله وافعلوا الخيرات واجتنبوا السيئات والمنكرات، واعلموا أن المتقين في معية الله تعالى، قال تعالى: إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (سورة النحل، آية: 128)
Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Allah ﷻ berfirman,
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (سورة الأنفال، آية: 28)
“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”
قال الله سبحانه وتعالى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. (سورة الأحزاب، آية: 56)؛ اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وعلى التابعين وعلى تابعي التابعين من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، وعلينا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، إنك سميع قريب مجيب الدعوات، يا قاضي الحاجات ويا كافي المهمات. اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، وَأَصْلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا، وأصْلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا، واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير، واجعل الموت راحة لنا من كل شر. اللهم إنا عبادك وبنو عبادك وبنو إمائك، نواصينا بيدك، ماض فينا حكمك، عدل فينا قضاؤك، نسألك بكل اسم هو لك، سميت به نفسك، أو أنزلته في كتابك، أو علمته أحدا من خلقك، أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن ربيع قلوبنا، ونور صدورنا، وجلاء أحزاننا، وذهاب همومنا. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ، اللَّهم إني أسألك أن تمنّ علينا وعلى والدينا وأوْلادنا وآل بيتنا ومشايخنا وأقاربنا وأصدقائنا، وعلى جميع المؤمنين والمؤمنات بعفوك وغفرانك، ورحمتك ورضوانك. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار. اللهم إنا نسألك بأننا نشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد. اللهم إنا نسألك أن ترحمنا وتغفر لنا ذنوبنا. وصلّى الله على سيدنا محمدٍ وعلى آله وصحبه أجمعين والحمد لله رب العالمين. عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. (سورة النحل، آية:90) فاذكروا الله العظيم يذكركم، واسألوه من فضله يعطكم، وادعوه يستجب لكم، ولذكر الله أكبر. أقيموا الصلاة
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Tipu Daya Harta Dunia