KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » Berbuat Ihsan (Kebaikan) dalam Kehidupan

    Berbuat Ihsan (Kebaikan) dalam Kehidupan

    BY 17 Jul 2026 Dilihat: 4 kali

    الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَدَّى الْأَمَانَةَ، وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ فَكَشَفَ اللَّهُ بِهِ الْغُمَّةَ، وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِينُ، وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحَجَّةِ الْبَيْضَاءِ، أَيْ: الطَّرِيقَةِ الْوَاضِحَةِ، وَهِيَ دِينُ الْإِسْلَامِ، لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا، لَا يَزِيغُ عَنْهَا إِلَّا هَالِكٌ

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا الْكَرِيمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ، أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهُ تَعَالَى قَالَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (سُورَةُ آلِ عِمْرَانَ، الْآيَةُ: ١٠٢)

    Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran, ayat: 102)

    Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah, 

    Dari mimbar ini khatib berpesan bagi diri khatib pribadi dan bagi jamaah sekalian agar kita senantiasa memelihara ketakwaan kita dengan melaksanakan perintah-perintah Allah serta menjauhi larangan-larangan-Nya.    

    Pada kesempatan khutbah yang mulia ini, izinkan khatib akan menyampaikan sebuah khutbah tentang ihsan yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala di dalam surat An-Nisa` ayat: 36. Allah Ta’ala berfirman,    

    وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

    Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (Q.S. An-Nisa`, ayat: 36)

    1. Menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. 

    Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi menjelaskan di dalam at-Tafsir al-Wasith, 

    والمعنى: عليكم أيها الناس أن تخلصوا لله- تعالى- العبادة والخضوع، وأن تتجهوا إليه وحده في كل شئونكم بدون أن تتخذوا معه أىشريك لا في عقيدتكم ولا في عبادتكم ولا في أقوالكم ولا في أعمالكم.كما قال- تعالى- وَما أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفاءَ. وهذه العبادة الخالصة لله- تعالى- هي حقه- سبحانه- علينا، فهو الذي خلقنا وهو الذي رزقنا وهو المتفضل علينا في جميع الحالات

    “Maksud firman Allah itu ialah, “Wahai manusia, kalian harus memurnikan ibadah dan ketundukan hanya untuk Allah Ta’ala, dan kalian harus menuju hanya kepada-Nya dalam segala urusan kalian tanpa menjadikan sekutu (tandingan) bersama-Nya dalam urusan akidah, ibadah, ucapan, dan perbuatan kalian.

    Sebagaimana firman Allah, ‘Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan hanya untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlash (murni) menjalankan agama hanya untuk-Nya.’

    Ibadah yang murni ini merupakan hak Allah atas kita sebagai hamba. Dialah yang telah menciptakan kita, memberi rezeki kepada kita, dan menganugerahkan berbagai karunia kepada kita dalam segala keadaan.”

    Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal r.a. bahwa Rasulullah bersabda kepadanya, “Apakah engkau tahu apa hak Allah atas hamba-hamba-Nya dan apa hak hamba-hamba-Nya atas Allah? Mu’adz menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.

    Beliau bersabda, “Sesungguhnya hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Sedangkan hak hamba-hamba atas Allah adalah Allah tidak menyiksa siapa saja yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” Mu’adz berkata, “Wahai Rasulullah, bolehkah aku sampaikan berita gembira ini kepada manusia?”

    Beliau bersabda, “Jangan sampaikan, nanti mereka menjadikannya sebagai sandaran (alasan untuk bermalas-malasan).” (HR Bukhari dan Muslim)

    2. Berbuat baik kepada kedua orang tua. 

    Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk melakukan ihsan (berbuat baik) kepada kedua orang tua. Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi menjelaskan di dalam at-Tafsir al-Wasith,

    وعليكم كذلك أن تحسنوا إلى الوالدين بأن تطيعوهما وتكرموهما وتستجيبوا لمطالبهما التي يرضاها الله، والتي في استطاعتكم أداؤها. وقد جاء الأمر بالإحسان إلى الوالدين عقب الأمر بتوحيد الله، لأن أحق الناس بالاحترام والطاعة بعد الله- عز وجل- هما الوالدان لأنهما هما السبب المباشر في وجود الإنسان

    “Maksud firman Allah Ta’ala ialah, ‘Dan kalian juga harus melakukan ihsan (berbuat baik) kepada kedua orang tua dengan cara menaati perintah mereka, memualiakan mereka, dan memenuhi permintaan mereka yang diridai oleh Allah dan yang mampu kalian lakukan.’

    Perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua langsung datang setelah perintah bertauhid karena manusia yang paling berhak dihormati dan ditaati setelah Allah adalah kedua orang tua, karena merekalah yang menjadi sebab langsung keberadaan seorang insan.”

    3. Berbuat kepada kerabat, anak yatim, dan orang miskin.

    Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk melakukan ihsan (berbuat baik) kepada kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi menjelaskan di dalam at-Tafsir al-Wasith,

    وبذي القربى واليتامى والمساكين. أي وأحسنوا كذلك إلى أقاربكم الذين جمعت بينكم وبينهم رابطة القرابة والنسب، وإلى اليتامى الذين فقدوا الأب الحانىبأن تعطفوا عليهم، وترحموا ضعفهم، وتحسنوا تربيتهم ورعايتهم. وإلى المساكين الذين هم في حاجة إلى العون والمساعدة لفقرهم وضعفهم وعدم وجود ما يقوم بكفايتهم

    “Makna firman Allah Ta’ala itu ialah, ‘Dan berbuat baiklah juga kepada kerabat kalian yang terjalin hubungan kekerabatan dan nasab antara kalian dan mereka, juga berbuat baiklah kepada anak-anak yatim yang kehilangan ayah yang menyayangi mereka dengan cara kalian bersikap lembut kepada mereka, mengasihani kelemahan mereka, serta dengan memperbaiki pendidikan dan pengasuhan mereka.

    Allah Ta’ala juga memerintahkan kalian utuk berbuat baik kepada orang-orang miskin yang memerlukan pertolongan dan bantuan karena kelemahan dan kemiskinan mereka dan tidak memiliki harta yang mencukupi kebutuhan mereka.’”   

    Rasulullah ﷺ bersabda, 

    من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه. (رواه الشيخان)

    Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaknya ia menjalin tali kekerabatannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Rasulullahﷺ  juga bersabda,  

    أنا وكافل اليتيم في الجنة كهذا وقال بإصبعيه السبابة والوسطى- أي أشار وفرج بين إصبعيه السبابة والوسطى

    “Aku dan orang yang mengurus anak yatim berdekatan di dalam surga seperti ini.” Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah”. (HR Bukhari dan Muslim) 

    Beliau ﷺ  juga bersabda,   

    الساعي على الأرملة والمسكين كالمجاهد في سبيل الله، أو كالذي يصوم النهار ويقوم الليل

     “Orang yang mengurus janda-janda (tak berdaya) dan orang miskin adalah bagaikan orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang selalu berpuasa dan beribadah di malam hari.” (HR Bukhari dan Muslim)

    4. Berbuat baik kepada tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya.   

    Kemudian Allah Ta’ala kita untuk melakukan ihsan (berbuat baik) kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya. Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi menjelaskan,

    والجار ذو القربى: هو الجار الذي قرب جواره. أو هو الذي له مع الجوار قرب واتصال بنسب أو دين، فإن له مع حق الجوار حق القرابة.والجار الجنب: هو الجار الذي بعد جواره عن جوارك من الجنابة ضد القرابة

    “Yang dimaksud dengan tetangga dekat adalah tetangga yang dekat berdampingan atau bisa juga bermakna tetangga yang memiliki kedekatan dan hubungan sebab nasab dan agama di samping tinggalnya yang berdampingan. Tetangga yang jauh ialah tetangga yang keberdampingannya jauh. Kata janabah (jauh) ialah lawan kata qarabah (dekat).” 

    عن ابن عمر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ما زال جبريل يوصيني بالجار حتى ظننت أنه سيورثه

    “Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw.  bersabda, ‘Jibril senantiasa memerintahkanku untuk berbuat baik kepada tetangga sehingga aku mengira dia akan menjadikan tetangga sebagai ahli waris.’” (HR Bukhari dan Muslim)   

    Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi melanjutkan penjelasannya,

    والصاحب بالجنب: هو الرفيق في كل أمر حسن: كتعليم أو تجارة أو سفر أو غير ذلك. وابن السبيل: هو المسافر الذي انقطع عن بلده، ونفد ما في يده من مال يوصله إلى مبتغاه. ومن الإحسان إليه إيواؤه وإطعامه ومساعدته بما يوصله إلى موطنه. والمراد بقوله وَما مَلَكَتْ أَيْمانُكُمْ العبيد الأرقاء الذين ملكت رقابهم، فصاروا ضعاف الحيلة لامتلاك غيرهم لهم

    Teman sejawat maksudnya adalah teman dalam setiap urusan yang baik seperti teman dalam urusan belajar, berdagang, perjalanan, dan lain sebagainya. Ibnu sabil adalah musafir yang meninggalkan negerinya dan telah habis harta perbekalannya untuk mencapai tujuannya. Cara berbuat baik kepada ibnu sabil ialah dengan memberinya tempat tinggal, makanan, dan memberi bantuan bekal untuk perjalanan pulang ke negerinya. Yang dimaksud hamba sahaya adalah budak-budak yang dimiliki (dikuasai) sehingga mereka tidak berdaya lantaran dimiliki oleh orang lain.”  

    روى أبو داود وابن ماجة عن على بن أبى طالب أن رسول الله صلى الله عليه وسلم: جعل يوصى أمته في مرض موته فيقول: الصلاة الصلاة. اتقوا الله فيما ملكت أيمانكم

    “Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa pada saat sakit sebelum kematian beliau, Rasulullah saw. berwasiat, ‘(Dirikan) shalat, (dirikan) shalat, serta berbuat baiklah kepada hamba sahaya yang kalian miliki!’” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

    Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

    لإernyata ajaran Islam tentang ihsan merupakan ajaran yang universal yang tidak dibatasi oleh nepotisme dan fanatisme golongan.

    بارك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

    الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ وَافْعَلُوا الخَيْرَاتِ وَاجْتَنِبُوا السَّيِّئَاتِ وَالمُنْكَرَاتِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ المُتَّقِينَ فِي مَعِيَّةِ اللَّهِ تَعَالَى، قَالَ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ﴾ (سُورَةُ النَّحْلِ، آيَة: 128)

    قَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾. (سُورَةُ الأَحْزَابِ، آيَة: 56) اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ وَعَلَى تَابِعِي التَّابِعِينَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الحَاجَاتِ وَيَا كَافِيَ المُهِمَّاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

    اللَّهُمَّ إِنَّا عِبَادُكَ وَبَنُو عِبَادِكَ وَبَنُو إِمَائِكَ، نَوَاصِينَا بِيَدِكَ، مَاضٍ فِينَا حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِينَا قَضَاؤُكَ، نَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ﴾، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَمُنَّ عَلَيْنَا وَعَلَى وَالِدَيْنَا وَأَوْلَادِنَا وَآلِ بَيْتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَأَقَارِبِنَا وَأَصْدِقَائِنَا، وَعَلَى جَمِيعِ المُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ بِعَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ، وَرَحْمَتِكَ وَرِضْوَانِكَ

    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَنَّنَا نَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْحَمَنَا وَتَغْفِرَ لَنَا ذُنُوبَنَا. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ وَالحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ

    عِبَادَ اللَّهِ، ﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴾. (سُورَةُ النَّحْلِ، آيَة:90) فَاذْكُرُوا اللَّهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَادْعُوهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ. أَقِيمُوا الصَّلَاةَ

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Berbuat Ihsan (Kebaikan) dalam Kehidupan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023