
إن الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأشهد أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اَللّهم صَلِّ و سَلِّم على خَاتِمِ النَّبيِيِّن و عَلَى آلِهِ و صَحْبِهِ أَجْمعِيْنَ،﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا و أَنْنمْ مُسْلِمُونَ﴾ أمَّا بَعْدُ.
Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,
Perjalanan hidup manusia di dunia ini tidaklah kekal selamanya, karena kehidupan yang kekal adalah di akhirat nanti, saat berakhirnya kehidupan dunia dengan datangnya hari kiamat, hari yang dinamakan juga dengan yaumul hasrah atau hari penyesalan.
Mengingat hari penyesalan ini adalah suatu perkara yang harus senantisa di lakukan oleh orang-orang yang masih hidup di kehidupan dunia ini, Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْحَسْرَةِ إِذْ قُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.” (Qs. Maryam : 39)
Syaikh Al-Sa’diy menafsirkan :
الإنذار هو: الإعلام بالمخوف على وجه الترهيب، والإخبار بصفاته، وأحق ما ينذر به ويخوف به العباد، يوم الحسرة حين يقضى الأمر، فيجمع الأولون والآخرون في موقف واحد، ويسألون عن أعمالهم
“Kata ‘al indzaar’ bermakna pemberitahuan tentang hal-hal yang menakutkan dengan nada mengancam dan menyampaikan tentang sifat-sifatnya. Dan objek yang paling pantas menjadi bahan peringatan dan ancaman bagi para hamba adalah Hari Penyesalan (Kiamat), saat semua perkara diputuskan dan orang-orang terdahulu sampai generasi terakhir dikumpulkan pada satu tempat. Mereka akan ditanya mengenai amal perbuatan mereka.”
Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,
Mereka yang menyesal di hari kiamat kelak, adalah orang-orang yang melakukan kedzhaliman, yaitu berbuat dzhalim dengan menyelisihi jalan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Ta’ala gambarkan keadaan mereka,
وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلًا
“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. (Qs. Al-Furqan : 27)
mereka menyesal mengapa dahulu di dunia mereka tidak berada di jalan yang telah tunjukkan oleh Utusan Allah Ta’ala tersebut, dan di dalam ayat lain mereka juga menyesal, andaikan dahulu mereka memiliki sikap ta’at dan tunduk kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya,
يَٰلَيْتَنَآ أَطَعْنَا ٱللَّهَ وَأَطَعْنَا ٱلرَّسُولَا۠
mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”. (Qs. Al-Ahzab : 66)
bahkan penyesalan mereka terjadi, saat catatan amal perbuatan selama di dunia diberikan ke tangan kiri mereka,
وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِشِمَالِهِۦ فَيَقُولُ يَٰلَيْتَنِى لَمْ أُوتَ كِتَٰبِيَهْ
“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” (QS. Al-Haaqqah : 25)
Mereka mengetahui, bahwa menerima catatan amal dengan tangan kiri menunjukkan bahwa mereka dibedakan dari golongan orang yang menerima catatan amal di tangan kanan, dan mereka sadar bahwa mereka di hinakan dan direndahkan, juga mereka mengetahui bahwa tempat mereka adalah di neraka, sehingga mereka betul-betul menyesal dan mereka mulai berangan-angan untuk kembali ke kehidupan dunia ini, Allah Ta’ala berfirman,
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
“Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (Qs. Al-Sajdah : 12)
Imam Qatadah Rahimahullah Ta’ala mengatakan,
“Demi Allah, mereka tidak berharap dikembalikan ke dunia untuk menjumpai keluarga dan kaum kerabat, akan tetapi mereka berharap dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah Ta’ala”.
Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,
Namun demikian, penyesalan mereka tidaklah beguna pada hari tersebut, bahkan, saat ajal mendatangi mereka pun, penyesalan tersebut sudah tidak berguna.
Allah Ta’ala sebutkan penyesalan orang-orang fasik yang enggan mengeluarkan kewajiban sedekah pada sebagian harta mereka,
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh” (Qs. Al-Munaafiquun : 10)
Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,
Apa yang terjadi pada diri orang-orang yang menyesal pada hari tersebut adalah hasil perbuatan diri mereka sendiri,
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا ظَلَمْنَٰهُمْ وَلَٰكِن كَانُوا۟ هُمُ ٱلظَّٰلِمِينَ
“Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.(Qs. A-Zukhruf : 76)
Karena ketika di dunia, mereka memilih jalan yang menyimpang dibanding jalan yang lurus, mereka menyukai kemaksiatan dari pada keta’atan, mereka tunduk terhadap hawa nafsu dibanding tunduk terhadap syari’at, sehingga di hari penyesalan tersebut, mereka berusaha mencari jalan keluar, mencari cara untuk menyelamatkan diri mereka dari hukuman yang ada di hadapan mereka.
Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,
Maka kita ambil pelajaran dari peringatan ini, bahwa kehidupan dunia adalah sebuah kesempatan untuk terus kembali kepada Allah Ta’ala, untuk terus melakukan keta’atan dan menjauhi kemaksiatan, terlebih di zaman yang penuh dengan fitnah kehidupan, fitnah keluarga, harta, jabatan, popularitas dan ujian – ujian kehidupan lainnya, yang membuat banyak orang tergelincir di dalamnya, sehingga amalan yang senantiasa kita lakukan adalah dengan memperbanyak taubat dan Kembali kepada Allah Ta’ala, sebanyak apapun dosanya, selama Allah Ta’ala memberikannya nafas ia masih memiliki kesempatan di hadapannya untuk segera bertaubat dan Kembali ke jalan yang benar,
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ اللهَ يقبلُ توبةَ العبدِ ما لم يُغرغرْ
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan“ (HR. Tirmidzi)
Allah Ta’ala juga berfirman dalam sebuah hadits qudsi,
يَا ابْنَ آَدَمَ لَو بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ و لا أبالي
“Wahai anak Adam kalau seandainya dosamu setinggi langit, kemudian engkau memohon ampun kepada– Ku, niscaya aku akan memberikan ampunan kepadamu dan Aku tidak peduli.” (HR. At Tirmidzi No. 3540)
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم الجليل لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِّلهِ عَظِيمُ الْإِحْسَانِ ، وَاسِعُ الْفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالاِمْتِنَان ، وَأَشْهَدُ أَن لا إلـٰه إلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَه ، وَأشْهَدُ أَنَّ محمّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه ؛ صَلَّى اللهَ وَسَلَّمَ عَلَيه وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِه أَجْمَعِين؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وِأنتُمْ مُسْلِمُون
Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,
Hari penyesalan yang di kabarkan oleh Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an, redaksinya adalah dengan predikat bentuk lampau yang sudah terjadi, namun yang dimaksud adalah kejadian masa yg akan datang, dan dengan pola ini, Sebagian mufassirun mengatakan hikmahnya adalah, menunjukkan kepastian akan terjadinya hari tersebut, yang menjadi konsekuensi atas kehidupan yang telah berlalu.
Dan dalam kehidupan ini, Allah Ta’ala menguji Hamba-Hambanya dengan dengan pilihan – pilihan yang ada di hadapan mereka, Allah Ta’ala berikan kemampuan manusia untuk memilih atas kehendak dan kemampuan mereka, dan Allah Ta’ala tidak memaksa hambanya untuk memilih jalan-Nya, maka Allah Ta’ala berfirman,
فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ
“Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. (Qs. Al-Kahfi : 29)
Semoga Allah Ta’ala mampukan kita memilih jalan keimanan dan jalan keta’atan sesuai ajaran Nabi-Nya yang mendatangkan keridhaan-Nya, juga senantiasa Kembali kepada-Nya dengan taubat dan ampunan-Nya, sehingga kita dijauhkan dari golongan orang-orang yang menyesal pada hari tidak lagi berguna penyesalan. Amiin
اللهم صلِّ على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنّك حميدٌ مجيد، وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنّك حميدٌ مجيد.اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللهم اكفنا بحلالك عن حرامك، وأغننا بفضلك عمن سواك اللهم آت نفوسنا تقواها، وزكها أنت خير من زكاها، أنت وليها ومولاها. اللهُمَّ إِنِّا نسْأَلُكَ الجَنَّة وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ ، وَنعُوذُ بِكَ مَنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ.اللهم أصلح أحوال المسلمين، و أحوال ولاة المسلمين لتطبيق كتابك و سنة رسولك n رَبَّناَ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْناَ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أقيموا الصلاة,
Penulis: Fadhla Faya, Lc., MA. (Pengasuh Ma’had Bilal bin Rabah, Tapos-Depok)
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Yaumul Hasrah (Hari Penyesalan)