
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., M.S.I. (Founder Ahla Institute)
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الْعِيْدَ مَوْسِمًا لِلْبَهْجَةِ وَالْفَلَاحِ، وَمَيْدَانًا لِلتَّصَالُحِ وَالْإِصْلَاحِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمٍ تَتَوَالَى كَالْإِصْبَاحِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، مَالِكُ الْأَرْوَاحِ وَالْأَشْبَاحِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْمَبْعُوْثُ بِرَحْمَةٍ تَشْرَحُ الصُّدُوْرَ وَتُدَاوِي الْجِرَاحَ
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِي النُّهَى وَالرَّشَادِ، مَا تَعَاقَبَ الْبَيَاضُ وَالسَّوَادِ، وعَلَى مَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الْمَعَادِ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, Jamaah Sholat Idul Fitri yang berbahagia,
Gema takbir yang memenuhi angkasa pagi ini bukanlah sekadar ornamen suara. Ia adalah proklamasi atas kebesaran Allah ﷻ sekaligus syukur kita setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa Ramadhan dan segenap ibadah wajib dan sunnah lainnya. Allah berfirman:
وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Q.S. al-Baqarah ayat 185)
Hari ini, di tanggal 1 Syawal 1447 H, kita berdiri di atas garis yang sama. Tetapi, mari kita jujur pada kenyataan, bahwa tidak semua kita mengakhiri Ramadhan dengan skor yang sama.
Ada yang merasa purna dengan tarawih dan tadarus yang utuh, tetapi mungkin ada juga yang duduk bersimpuh dengan rasa malu karena merasa ibadahnya hanya sisa-sisa tenaga, Ramadhan-nya tidak maksimal, atau bahkan masih terjebak noda maksiat.
Akan tetapi ma’asyiral muslimin wal muslimat hafidzakumullah, Idul Fitri hari ini hadir bukan untuk mengajak kita untuk mengklaim diri sebagai pribadi yang paling suci dan bertakwa, juga tidak mengajak kita untuk menghakimi siapa yang gagal, melainkan untuk mengajak kita semua kembali pada esensi penciptaan kita, yakni menjadi manusia seutuhnya. Rasulullah ﷺ bersabda:
كلُّ ابنِ آدمَ خطَّاءٌ، وخيرُ الخطَّائينَ التَّوَّابونَ
“Setiap anak Adam (manusia) berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat” (H.R. at-Tirmidzi, no. 2499)
Pada hakikatnya, setiap manusia adalah subjek yang rentan berbuat salah, tetapi sebaik-baik mereka adalah yang konsisten melakukan rekonsiliasi spiritual, memohon ampunan kepada Allah kapan pun dan di mana pun, serta memperbaiki diri. Dan itu semua tidak terbatas hanya di bulan Ramadhan.
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, Jamaah Sholat Idul Fitri yang berbahagia,
Idul Fitri bukan garis finish tempat kita meninggalkan ibadah. Islam tidak menuntut kesempurnaan instan, melainkan proses yang berkelanjutan. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang berkelanjutan (rutin), meskipun sedikit.” (HR. Bukhari, no. 6465., Muslim, no. 783)
Karakter tidak cukup dibangun dalam sebulan, ia dimulai dari satu momentum perubahan. Idul Fitri termasuk landmark (titik penanda) terkuat bagi kita untuk melakukan reset atau pengaturan ulang karakter.
Jangan bayangkan perubahan itu harus langsung drastis dan sempurna. Perubahan itu sering kali dimulai dari satu momentum sederhana.
Momentum saat kita memutuskan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, momentum saat kita memutuskan untuk lebih rajin dan berkualitas dalam beribadah kepada Allah ﷻ, momentum saat kita memutuskan lebih sabar, momentum saat kita memutuskan untuk lebih peka dan peduli, momentum saat kita memutuskan untuk saling memaafkan dan membangun silaturrahmi yang lebih tulus dan sehat.
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, Jamaah Sholat Idul Fitri arsyadakumullah,
Jangan biarkan Idul Fitri ini lewat begitu saja hanya sebagai momen berbaju baru, tapi jadikan ia titik start (permulaan) untuk karakter baru. Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah mengingatkan dengan kalimat yang menyentuh,
لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ، إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْدُ، لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ تَجَمَّلَ بِاللِّبَاسِ وَالرُّكُوْبِ، إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُّنُوْبُ
Hari Raya bukanlah milik mereka yang sekadar mengenakan pakaian baru, sesungguhnya Hari Raya ini milik mereka yang ketaatannya kian bertumbuh. Hari Raya ini bukanlah milik mereka yang memoles diri dengan busana dan kendaraan mewah, sesungguhnya Hari Raya ini milik mereka yang dosa-dosanya telah diampuni (Lathaiful Ma’arif, 277)
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, Jamaah Sholat Idul Fitri rahimakumullah,
Semoga Allah ﷻ menerima ibadah puasa dan segenap ibadah kita di bulan Ramadhan yang baru saja melewati kita,sekecil apapun ibadah kita, sesederhana apapun zikir kita, serta mengampuni segala khilaf yang masih tersisa.
Mari kita jadikan momen ini sebagai titik balik untuk tidak lagi sekadar “beragama Islam”, tapi juga “menghidupkan Islam” dalam setiap helaan napas dan langkah kaki kita, di rumah, kantor, jalan, pasar, toko, rumah sakit, pengadilan, dan di manapun serta kapanpun kita berada.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَصَابِيْحِ الْغُرَرِ. فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ الْكِرَامُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَتَمَسَّكُوْا بِدِيْنِ الْإِسْلَامِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ، فَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah,
Jika khutbah pertama adalah refleksi diri, maka khutbah kedua kali ini adalah harapan dan langkah kolektif. Islam yang membumi bukan sekadar fasih melafalkan ayat, tapi mampu mengubah lapar menjadi empati, dan “menahan haus” menjadi komitmen menjaga kemakmuran, keamanan jiwa, serta keadilan hukum.
Mewujudkan tatanan ideal bukan tugas satu pihak. Kita harus bahu-membahu dan saling bersinergi.
Bagi Masyarakat: Perkuat solidaritas organik. Di tengah maraknya berita kekerasan dan hilangnya nyawa manusia yang menyesakkan dada, mari kita bangun sistem deteksi dini kepedulian. Jangan biarkan saudara, tetangga, dan teman kita merasa sendirian dalam tekanan. Ingatlah, menjaga satu nyawa sama harganya dengan menjaga seluruh kemanusiaan.
Bagi Pemangku Kebijakan dan Penegak Hukum: Kita sadar, bahwa tantangan di lingkaran otoritas sangat kompleks. Menjadi orang benar di tengah sistem yang riuh dan penuh intrik politik tidaklah ringan.
Namun, kita juga yakin masih banyak di antara mereka yang menjaga nurani. Maka dari itu, jangan berjuang sendirian. Allah memerintahkan: “Wata’awanu‘alalbirri wat-taqwa”, tolong-menolonglah dalam kebaikan dan takwa.
Integritas tanpa kolaborasi akan mudah dipatahkan. Jika orang-orang baik membangun barisan yang rapat dan berani, itulah awal keamanan dan kemaslahatan umat.
Tegakkanlah hukum sebagai instrumen keadilan hakiki yang memberikan efek jera maksimal bagi pelaku kejahatan. Karena hanya dengan penegakan hukum yang tegas dan setimpal, kehormatan nyawa manusia dapat terjaga, dan hak hidup orang banyak dapat terlindungi dari perbuatan aniaya dan zalim.
Kita tidak sedang berkompetisi siapa yang paling suci, kita sedang bergotong royong membangun peradaban yang lebih manusiawi.
لِلَّهِ دَرُّ أَقْوَامٍ أَعْيَادُهُمْ قَبُوْلُ الْأَعْمَالِ، وَمُرَادُهُمْ أَشْرَفُ الْآمَالِ، وَأَحْوَالُهُمْ تَجْرِيْ عَلَى كَمَالٍ، وَحُلَاهُمُ التُّقَى وَيَا لَه مِنْ جَمَالٍ
Sungguh mulia kaum yang hari rayanya adalah diterimanya amal kebaikan, tujuan mereka adalah cita-cita yang paling luhur, keadaan mereka tetap dalam istiqomah, dan perhiasan mereka adalah takwa, betapa indahnya kemuliaan itu.“
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
Jamaah Kaum Muslimin-Muslimat yang dirahmati Allah,
Marilah kita tutup rangkaian ibadah ini dengan menundukkan kepala, memohon kepada Allah agar negeri ini, wilayah kita, dan keluarga kita dijaga dalam kedamaian, keamanan, kecukupan, dan kemakmuran.
إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ
اللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلَامِ
اللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتِلَاوَتَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ
اللّٰهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ بَعْدَ رَمَضَانَ أَعْوَامًا عَدِيْدَةً وَأَزْمِنَةً مَدِيْدَةً فِيْ طَاعَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلْدَتَنَا هَذِهِ (إِنْدُوْنِيْسِيَا) بَلْدَةً طَيِّبَةً آمِنَةً، رَخَاءً سَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Idul Fitri 1447 H: Mengasah Kemanusiaan, Melanjutkan Kebaikan