KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Tsaqafah » Palestina Urusan Kita Juga (1)

    Palestina Urusan Kita Juga (1)

    BY 14 Oct 2023 Dilihat: 119 kali

    Sepekan terakhir ini kita diramaikan dengan semakin panasnya situasi yang terjadi di negara Palestina. Bersamaan dengan situasi aman dan nyaman di negara kita Indonesia, saudara-saudara kita di Palestina harus menghadapi bahaya dan tembakan rudal-rudal Zionis Yahudi Israel yang menggempur rumah, masjid, pasar, rumah sakit, dan wilayah yang berada di sekitar mereka. Secara otomatis, nyawa merekapun juga terancam. Posisi merekapun terhimpit di tengah kepungan tentara-tentara Zionis –la’natullaahi ‘alaihim-.

    Perlu kita ketahui, sesungguhnya bangsa Yahudi bukanlah penduduk asli Palestina. Zionis Yahudi adalah penjajah, yang baru datang ke bumi Palestina 100-an tahun yang lalu.  Mereka bisa masuk ke Palestina atas bantuan Inggris yang menjadi negara adikuasa pada waktu itu. Di balik Inggris ada peran para konglomerat Yahudi yang melakukan negosiasi.

    Ide untuk mengumpulkan kaum Yahudi menjadi sebuah negara dimulai di dunia Barat sejak zaman kampanye Panglima Perancis yang bernama Napoleon Bonaparte pada tahun 1799 M, ketika ia mengundang kaum Yahudi dari Asia dan Afrika untuk bergabung dalam kampanyenya membangun kota kuno Yerusalem sekaligus merekrut mereka untuk menjadi pasukannya, tetapi kekalahan Napoleon telah menggagalkan rencana tersebut.

    Gagasan itu kemudian muncul ke permukaan lagi bersamaan dengan ambisi para pemimpin Barat dan pemuka Yahudi untuk membentuk Negara Yahudi Raya. Maka dibentuklah berbagai organisasi Yahudi untuk mewujudkan ambisi tersebut.

    Hal itu dilakukan dengan sistematis dari berbagai lini. Mulai dari propaganda secara tertulis dan lisan sampai lobi-lobi politik tingkat tinggi. Terbitnya buku berjudul “Der Judenstaat” (The Jewish State) atau “Negara Yahudi” pada tahun 1896 M yang dikarang oleh tokoh Zionis bernama Theodore Herlz, semakin menguatkan propaganda dan ambisi orang-orang Yahudi. Mereka juga mengadakan Kongres Yahudi Pertama tingkat dunia di Basel, Swiss pada tahun 1897 yang langsung dipimpin dan dipandu oleh Theodore Herlz. Dalam pidato pembukaan kongres ia berkata, “Kami sedang meletakkan batu pertama untuk membangun rumah yang akan menampung bangsa Yahudi”. Kemudian dia mengusulkan rencana yang mendorong gerakan perluasan ke Palestina dan memperoleh pengakuan internasional sebagai ‘legitimasi’ pendudukan.

    Zionis Theodore Herlz bahkan sempat menemui Sultan Abdul Hamid II pemimpin Turki Utsmani dan membujuknya dengan uang suap sebesar 150 juta poundsterling (setara 3 triliun rupiah) untuk mendapatkan tanah Palestina (Palestina termasuk wilayah kekuasaan Islam dan Kesultanan Turki Utsmani –red). Namun Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas. Ia merespon secara tegas;

    فَإِنِي لَا أَسْتَطِيعُ أَن أَتَخَلَّى عَنْ شِبْرٍ وَاحِدٍ مِنْ أَرْضِ فِلِسْطِيْنَ، فَهِيَ لَيْسَتْ مُلْكَ يَمِيْنِي، بَلْ مُلْكَ الْأُمَّةِ الإِسْلَامِيَّةِ، وَلَقَدْ جَاهَدَ شَعْبِي فِي سَبِيْلِ هَذِهِ الأَرْضِ وَرَوَّاهَا بِدَمِهِ، فَلْيَحْتَفِظِ اليَهُوْدُ بِمَلايِينِهِمْ، وَإِذَا مُزِّقَتْ دَوْلَةُ الخِلَافَةِ يَوْمًا فَإِنَّهُمْ يَسْتَطِيعُونَ آَنْذَاكَ أَنْ يَأخُذُوا فِلِسْطِيْنَ بِلَا ثَمَنٍ.. وَلَكِنَّ التَّقْسِيمَ لَنْ يَتِمَّ إِلَّا عَلَى أَجْسَادِنَا

     “Aku tidak dapat memberikan walau sejengkal dari tanah Palestina, karena ia bukan milikku, ia adalah milik umat Islam. Sungguh bangsaku telah berjihad demi membebaskan tanah ini dan membasahinya dengan darahnya. Maka silahkan orang Yahudi simpan saja jutaan uang mereka, dan jika suatu hari kekhilafahan ini hancur, maka mereka bisa saja mengambil Palestina pada waktu tersebut tanpa harga. Tetapi pembagian tersebut tak akan pernah terjadi secara sempurna kecuali dengan melangkahi mayat-mayat kami

    Mendengar pernyataan tegas dan menohok itu, singkat cerita Zionis Yahudi melobi Imperialis Inggris untuk bekerja sama meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah demi mendapatkan tanah Palestina, sampai akhirnya tahun 1917 Palestina jatuh ke tangan Imperialis Inggris. Setelah itu Yahudi berbondong-bondong menduduki Palestina dengan bantuan dari Inggris. Inggris memberikan kesempatan yang luas kepada orang-orang Yahudi untuk masuk ke Palestina dan memperlakukan mereka secara istimewa. Berbanding terbalik dengan yang dialami kaum Muslimin Palestina. Inggris memperlakukan pribumi Arab Palestina dengan kasar dan semena-mena. Ketika kekuatan Inggris mulai melemah, urusan Palestina dan Zionis Yahudi diserahkan kepada Amerika Serikat. Dengan langkah perencanaan Yahudi dan tekanan Amerika, pada tanggal 29 November 1947, PBB mengeluarkan Resolusi No. 181 Tahun 1947, bahwa tanah Palestina dibagi menjadi tiga zona, yakni untuk Palestina, Yahudi dan zona bersama yang dinamakan Al-Quds atau Yerussalem. Namun, akhirnya Al Quds juga dirampas dan dikuasai oleh Zionis Yahudi. Resolusi PBB yang sebenarnya tak menjadi solusi permasalahan tersebut juga menimbulkan peperangan antara pribumi Arab Palestina dan penjajah Zionis Yahudi, termasuk Liga Arab juga menentang pembagian tersebut. Dengan adanya pembagian zona itu, Imperialis Inggris memutuskan untuk menarik diri dari Palestina, setelah mereka yakin bahwa Zionis Yahudi mampu mengambil kendali atas Palestina. Hingga akhirnya, pada tanggal 14 Mei 1948 Zionis Yahudi berani memproklamirkan berdirinya negara di dalam negara, yakni berdirinya negara Israel di wilayah negara Palestina, yang diikuti pengakuan Uni Soviet dan Amerika Serikat. Maka berkembanglah Israel menjadi negara parasit bagi Palestina. Itulah sejarah singkat pendudukan paksa Zionis Yahudi Israel atas Palestina hingga berlangsung saat ini.

    Yang harus kita pahami dan perhatikan, bahwa Palestina adalah negeri yang tak bisa dipisahkan dari syi’ar Islam dan sejarah kemerdekaan Indonesia. Sebagai manusia, muslim, dan entitas bangsa, masyarakat Indonesia perlu dan wajib mendukung dan membantu Palestina untuk merdeka dan lepas dari penjajahan Zionis Israel, karena beberapa aspek.

    Pertama, Amanat Konstitusi Negara, berdasarkan Pembukaan UUD 1945. Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Makna dari pernyataan itu adalah pengakuan terhadap prinsip universal yang berupa hak kemerdekaan sebagai hak asasi setiap bangsa yang harus dijunjung tinggi. Kemudian menunjukkan keteguhan dan kuatnya pendirian bangsa Indonesia dalam menentang penjajahan atau imperialisme di mana saja karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan rasa keadilan.

    Palestina secara nyata telah menjadi negara yang dijajah oleh Zionis Israel, wilayahnya dirampas dan penduduknya dibunuh dan ditindas.

    Kedua, Peran Penting Palestina Terhadap Kemerdekaan Indonesia. Palestina adalah negara yang pertama kali menyatakan dukungan dan mengakui kemerdekaan Republik Indonesia. Dukungan Palestina ini diwakili oleh mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al -Husaini yang secara terbuka menyambut kemerdekaan Indonesia yang saat itu dijanjikan kemerdekaan oleh Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso.

     Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Soekarno-Hatta benar-benar membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Tepatnya 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ Mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (yang melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia.Berita tersebut disiarkan di radio selama dua hari berturut-turut. “kami sebar luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan”. (Dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, hal. 40. Karya M. Zein Hassan)

    Syekh Muhammad Amin Al Husaini juga mendesak agar negara-negara di Timur Tengah mengakui kemerdekaan Indonesia. Usahanya ini berhasil meyakinkan Mesir kemudian diikuti oleh Arab Saudi, Lebanon, Suriah, Irak, Yaman, dan Afghanistan.

    Dukungan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dalam bentuk diplomasi tetapi juga dengan bantuan materi. Seorang saudagar kaya Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher, spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia. Suatu hari Muhammad Ali Taher menarik M. Zein Hassan ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia (Wadah perjuangan diplomasi revolusi kemerdekaan Indonesia di luar negeri) ke Bank Arabia. Ia mengeluarkan semua uangnya yang tersimpan di bank itu dan kemudian memberikannya kepada ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia tanpa meminta tanda bukti penerimaan dan berkata,“Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia!” (Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, hal 247).

    Maka sudah seharusnya dan sepatutnya, bangsa Indonesia yang kini sudah 78 tahun merdeka, wajib mendukung dan membantu perjuangan rakyat Palestina untuk lepas dari cengkaraman penjajah Zionis Israel (Bersambung ke bagian 2)

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Palestina Urusan Kita Juga (1)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023