
Penyusun: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., M.S.I.
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. Al Baqarah Juz 1, ayat 255)
A. Ayat Kursi dan Kisah Nabi Musa –‘alaihissalaam-
Dikatakan bahwa suatu ketika Bani Israil bertanya kepada Nabi Musa – ‘alaihissalaam- apakah Allah itu tidur atau tidak. Mengetahui hal itu, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memegang dua kaca cermin semalaman, sampai pada akhirnya Nabi Musa mengantuk dan tertidur sehingga dua kaca tersebut jatuh dan pecah. Maka Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Musa: “Aku menahan langit dan bumi agar tidak jatuh, kalau Aku tidur niscaya keduanya (langit dan bumi) pasti jatuh”. Seandainya Allah tidur, maka langit dan bumi ini pasti jatuh sebagaimana kedua kaca cermin tadi jatuh. Sebagian ahli ilmu mengaitkan kisah Nabi Musa –‘alaihissalaam- ini dengan sebab turunnya Ayat Kursi. (Mausu’ah at Tafsir Al Ma’tsur, 4/463) Kisah ini menurut para Ulama bersumber dari Israiliyat yaitu kisah atau cerita-cerita yang bersumber dari Bani Israil, atau dari kalangan Ahli Kitab Yahudi dan Nashrani. Adapun kisah yang berkaitan dengan ayat kursi dan Nabi Musa –‘alaihissalaam- ini dikaitkan dengan riwayat dari Abdullah bin Salam, Ia termasuk kalangan sahabat Nabi Muhammad -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-. Sebelumnya ia adalah seorang Yahudi kemudian masuk Islam.
B. Dahsyatnya Pengaruh Ayat Kursi ketika diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ
Dikisahkan di Kitab Tafsir Al Qurthubi dari Muhammad bin Al Hanafiyah, bahwa Ayat Kursi turun pada malam hari. Saat Ayat Kursi turun kepada Rasulullah Muhammad ﷺ, semua berhala di dunia tumbang, dan demikian pula setiap raja di dunia tumbang, dan mahkota-mahkota berjatuhan dari kepala mereka, dan setan-setan lari, saling menyerang (memukul), sampai mereka datang kepada Iblis dan memberitahunya tentang hal itu, maka ia (Iblis) memerintahkan mereka untuk mencari apa penyebabnya. Kemudian mereka (setan-setan) datang ke Madinah dan sampai kepada mereka sebuah kabar bahwa Ayat Kursi telah turun. (Tafsir Al Qurthubi, 3/246)
C. Sebab dinamakan Ayat Kursi
Dinamakan Ayat Kursi karena di dalam ayat ini ada redaksi ayat:
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
“Kursi Allah meliputi langit dan bumi”
D. Keistimewaan Ayat Kursi
Ayat yang Paling Agung dalam Al Qur’an
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: «يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ»؟ قَالَ: قُلْتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ»؟ قَالَ: قُلْتُ: {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [البقرة: 255]، قَالَ: فَضَرَبَ فِي صَدْرِي، وَقَالَ: «وَاللهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ»؛ (مسلم:810)
“Dari Ubay bin Ka’b -radhiyallahu ‘anhu-, dia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda”: ((Wahai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat apa yang paling agung di dalam Kitab Allah (Al Qur’an)?)). Dia (Ubay bin Ka’b) berkata: “Aku katakan”: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu”, Nabi berkata (lagi): ((Wahai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat apa yang paling agung di dalam Al Qur’an?)). Dia (Ubay bin Ka’b) berkata: “Aku jawab”:
[البقرة: 255] {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ}
Ubay bin Ka’b berkata: “Maka Nabi ﷺ menepuk dadaku seraya bersabda: ((Demi Allah, semoga ilmu memuliakanmu wahai Abu Mundzir)). (H.R. Muslim, no. 810)
Ayat Kursi terhitung sebagai salah satu ayat terbesar dalam Al-Qur’an, tepatnya ayat ke 255 surat Al Baqarah. Ayat ini memuat nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla, sifat-sifat dan tindakan-Nya. Di dalamnya disebutkan nama Allah Yang Paling Agung, yaitu Al-Hayyu (Maha Hidup), dan Al-Qayyuum (Maha Pemelihara). Imam An-Nawawi menyebutkan para Ulama sepakat bahwa yang membuat Ayat Kursi ini istimewa adalah kandungan ayatnya yang padat yang mencakup Nama-nama dan Sifat-sifat Allah yang pokok, yaitu : uluhiyah (ketuhanan), wahdaniyah (keesaan), al-hayah (kehidupan), al-‘ilm (pengetahuan), al-mulk (kepemilikan), al qudrah dan al iradah (kekuasaan dan kehendak), dan ketujuh hal ini adalah ushul (pokok-pokok) dari Nama-nama dan Sifat-sifat Allah Ta’ala.
E. Keutamaan (Fadhilah) Membaca Ayat Kursi
Salah Satu Sebab Masuk Surga
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesiapa yang membaca ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga ketika dia mati.”(H.R. An Nasai, 9848., Ibnu Hibban menyatakan hadits ini shahih, sebagaimana dalam kitab Bulughul Maram, 97.)
Dilindungi oleh Allah dari Gangguan Setan
Ada sebuah kisah dari Ubay bin Ka’b, ketika kurma yang disimpan di lumpang tiba-tiba berkurang. Maka suatu malam ia menjaganya, tiba-tiba dia melihat sosok seperti seorang anak yang baru baligh atau baru memasuki usia remaja, yang ternyata ketika ditanya oleh Ubay bin Ka’b, apakah ia jin atau manusia, sosok tersebut menjawab bahwa ia adalah jin. Ketika tangannya dijulurkan seperti tangan anjing, dan bulunya seperti bulu anjing. Ubay bin Ka’b bertanya: “Apa yang membuatmu melakukan hal ini (mencuri) di rumah ini”?. Jin tadi menjawab: “Kami mendapat kabar bahwa engkau orang yang gemar bersedekah, maka kami datang untuk mengambil bagian dari makananmu”. Ubay bertanya: “Apa yang bisa melindungi kami darimu?”, Jin itu berkata:
ْتَقْرَأُ آيَةَ الْكُرْسِي مِنْ سُورَةِ البَقَرَة؟ إذَا قَرَأْتَهَا غُدوَةً أُجِرْتَ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ، وَإِذَا قَرَأْتَهَا حِيْنَ تُمْسِي أُجِرْتَ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ. فَغَدَوْتُ إِلَى رَسُولِ اللهِ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَأَخْبَرْتُهُ بِذَلِكَ، فَقَالَ: ((صَدَقَ الْخَبِيثُ))
“Kamu baca ayat Kursi dari surat Al Baqarah? Jika kamu membacanya pada pagi hari, engkau akan dilindungi dari gangguan kami sampai sore hari. Dan jika kamu membacanya ketika sore hari, kamu akan dilindungi dari gangguan kami sampai pagi hari. Maka Ubay bin Ka’b pergi menghadap Rasulullah dan mengabarkan hal tersebut kepada Nabi, maka Nabi ﷺ bersabda: ((Si buruk itu telah berkata benar)). (H.R. Al Hakim, 1/ 562)
F. Waktu Utama Membaca Ayat Kursi
Ketika Pagi dan Petang
تَقْرَأ آيَةَ الْكُرْسِي مِنْ سُورَةِ البَقَرَة؟ إِذَا قَرَأْتَهَا غُدوَةً أُجِرْتَ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ، وَإِذَا قَرَأْتَهَا حِينَ تُمْسِي أُجِرْتَ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ. فَغَدَوْتُ إِلَى رَسُولِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَأَخْبَرْتُهُ بِذَلِكَ، فَقَالَ: ((صَدَقَ الْخَبِيْثُ))
“Kamu baca ayat Kursi dari surat Al Baqarah? Jika kamu membacanya pada pagi hari, engkau akan dilindungi dari gangguan kami sampai sore hari. Dan jika kamu membacanya ketika sore hari, kamu akan dilindungi dari gangguan kami sampai pagi hari. Maka Ubay bin Ka’b pergi menghadap Rasulullah dan mengabarkan hal tersebut kepada Nabi, maka Nabi ﷺ bersabda: ((Si buruk itu telah berkata benar)). (H.R. Al Hakim, 1/ 562)
Sebelum Tidur
Pengaduan Abu Hurairah pada Rasulullah ﷺ tentang seseorang yang mengajarkan padanya ayat kursi. (yang ternyata ia adalah setan jin yang menjelma manusia) setelah tiga kali melakukan aksi pencurian dan hendak dilaporkan dan dibawa ke hadapan Rasulullah ﷺ, sosok manusia jelmaan jin itu meminta Abu Hurairah untuk membiarkannya pergi dengan imbalan berupa kabar yang bermanfaat bagi Abu Hurairah, yaitu keutamaan Ayat Kursi.
دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ) وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ «
“Biarkan aku pergi, aku akan memberitahu kepadamu kata-kata yang Allah akan memberikan manfaat kepadamu karena sebab kata-kata itu. Aku (Abu Hurairah) bertanya; “Apa itu”? Ia (setan) menjawab: “Jika engkau pergi ke tempat tidurmu maka bacalah Ayat Kursi ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) sampai menutup ayat (akhir), karena sesungguhnya engkau akan dijaga oleh Allah dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi”. Maka aku membiarkan jalannya, kemudian aku berada di pagi hari. Maka Rasulullah ﷺ bertanya kepadaku: ((Apa yang dilakukan oleh tawananmu tadi malam?)). Aku menjawab: “Wahai Rasulullah, dia mengaku telah mengajarkanku kalimat yang Allah akan memberi manfaat kepadaku sebab kalimat tersebut”. Nabi bertanya: ((Apa itu?)). Akupun menjawab: “Ia berkata kepadaku bahwa jika aku pergi ke tempat tidur (ranjang) maka bacalah ayat kursi dari awal sampai akhir ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ). Dan dia berkata kepdaku bahwa aku akan dijaga oleh Allah dan setan tidak akan mendekatiku sampai pagi, sedangkan mereka (para shahabat) adalah orang yang paaling bersemangat kepada kebaikan. Maka Nabi ﷺ menjawab: ((Ketahuilah sesungguhnya ia berkata benar, walaupun asalnnya ia adalah pendusta, tahukah kamu wahai Abu Hurairah siapa yang engkau temui sejak tiga malam itu?)). Abu Hurairah menjawab: “Tidak”. Nabi ﷺ berkata: ((Itu adalah setan)) (H.R. Bukhari, 2311)
Setelah Sholat Wajib Lima Waktu
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ
“Sesiapa yang membaca ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga ketika dia mati.”(H.R. An Nasai, 9848., Ibnu Hibban menyatakan hadits ini shahih, sebagaimana dalam kitab Bulughul Maram, 97.)
(Berlanjut)
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Fadhilah (Keutamaan) dan Tafsir Ayat Kursi (Bagian 1)