
Oleh: Al Hikam Sabillurrasidin, S.Pd (Pembina Rumah Qur’an Sabilut Tarbiyah Cileungsi-Bogor)
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيرًا قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّـهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّـهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّـهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللَّـهِ وَأَفْضَلُ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
Jamaah sidang Jum’at yang semoga senantiasa dimuliakan oleh Allah subhanahu wa Ta’ala,
Hari ini, kita akan berbicara dan membahas kenyataan hidup yang kita rasakan bersama. Apabila kita membaca berita di media sosial, sungguh, informasi yang kita konsumsi sering kali membuat hati kita sedih dan khawatir. Sebagian orang kehilangan pekerjaannya dan menjadi pengangguran. Sebagian lainnya kesulitan mencari pekerjaan. Ada pula anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena orang tuanya tidak mampu membayar biaya pendidikan. Sebagian orang tidak mendapatkan keadilan dalam hukum, dan masih banyak permasalahan lainnya.
Padahal, kita sebagai manusia tentu menginginkan kehidupan yang nyaman, bahagia, dan berkecukupan.Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Apa penyebab dari semua ini?
Allah Ta’ala telah menjelaskan jawabannya dalam firman-Nya, surat Al-A’raaf ayat 96:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi; tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raaf: 96)
Dalam ayat ini, Allah memberikan sinyal dan informasi kepada kita bahwa keimanan dan ketakwaan akan mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi. Sebaliknya, kemaksiatan dan kemungkaran akan mendatangkan kesulitan hidup, bencana dari Allah, dan berbagai bentuk musibah lainnya.
Maka sudah sepatutnya kita memperhatikan keadaan lingkungan sekitar kita.
Apa yang saat ini sedang meningkat? Apakah keimanan dan ketakwaan?
Ataukah justru kemaksiatan dan kemungkaran?
Coba kita lihat bersama-sama…
Hari ini, betapa banyak kemaksiatan yang terjadi di negeri ini. Pinjaman online diiklankan dan dipublikasikan secara luas di media sosial agar mudah diakses oleh siapa saja. Judi online juga demikian. Game online pun tak kalah masif.
Bahkan berbagai aplikasi yang mendekatkan pada perzinahan dipromosikan secara terang-terangan di media sosial — na’udzubillahi min dzalik. Para wanita yang mengaku sebagai muslimah, justru bangga menjual kehormatan dan harga dirinya. Mereka merasa senang jika mendapat pujian dan “like” dari para laki-laki yang melihat auratnya.
Penipuan, kebohongan, pembunuhan, pencurian, dan bentuk-bentuk kejahatan lainnya sudah begitu marak. Anak-anak kecil sudah berani merokok. Anak remaja berani berpacaran, bahkan sudah berzina. Sampai muncul tren di media sosial tentang jumlah hubungan badan mereka, seolah-olah hal itu adalah prestasi yang membanggakan. Mereka bangga dengan kemaksiatan yang mereka lakukan.
Maka jangan heran, jika kemudian hukuman Allah datang silih berganti. Bencana, kesulitan hidup, dan musibah terus dikirim oleh Allah sebagai bentuk peringatan atas apa yang dilakukan oleh manusia.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Belum lagi, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah memberikan peringatan keras dalam surat Maryam, tentang generasi yang menyia-nyiakan shalat.
Allah berfirman:
فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
“Maka datanglah setelah mereka generasi (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59)
Dalam ayat ini, Allah menyebut dua karakter utama generasi yang akan mengalami kehancuran:
Jika dua hal ini telah menjadi ciri suatu generasi yang menyia-nyiakan shalat dan lebih mencintai hawa nafsu maka tunggulah datangnya kesesatan. Dan dari kesesatan itulah awal kehancuran dimulai.
Ma’asyiral Muslimin,
Perhatikan kondisi sebagian orang tua di zaman ini. Banyak di antara mereka berusaha keras untuk memberikan pendidikan dunia kepada anak-anaknya. Mereka rela mengeluarkan biaya mahal demi les matematika, bahasa Inggris, kursus teknologi, dan pendidikan akademik lainnya. Namun, ketika diminta untuk membiayai pelajaran agama Islam dan Al-Qur’an, mereka merasa berat. Seolah-olah agama dan Al-Qur’an hanyalah pelengkap, bukan kebutuhan utama dalam kehidupan anak-anak mereka. Padahal justru ilmu agama dan Al-Qur’an itulah yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Lebih menyedihkan lagi, sebagian orang tua belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, sebagian lainnya belum memahami cara shalat sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Jika kondisi orang tua seperti itu, bagaimana anak-anaknya akan mendapatkan ilmu agama yang benar? Ini menjadi cermin bagi kita semua bahwa untuk memperbaiki generasi, kita harus memulai dari diri sendiri dan keluarga. Inilah bagian dari upaya membangun kembali keimanan dan ketakwaan di negeri ini.
Maka marilah kita perbaiki pemahaman kita terhadap agama, mari kita prioritaskan pendidikan agama, dan mari kita tanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan sunnah Nabi ﷺ kepada anak-anak kita, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat imannya dan mulia akhlaknya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Rasulullah ﷺ telah mengabarkan kepada kita tentang masalah besar yang akan menimpa umat ini, beserta solusinya.
Dalam sebuah hadis yang shahih, Rasulullah ﷺ bersabda:
“إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ، وَأَخَذْتُمْ بِأَذْنَابِ الْبَقَرِ، وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ، وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ، سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا، لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَىٰ دِينِكُمْ”
“Jika kalian telah melakukan jual beli dengan sistem ‘inah (riba terselubung), memegang ekor sapi (sibuk dengan urusan dunia), kalian rela dengan pertanian (pekerjaan), dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kepada kalian kehinaan. Dan kehinaan itu tidak akan dicabut hingga kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Dawud, no. 3462)
Lihatlah keadaan kita hari ini…
Riba telah menjadi gaya hidup. Sebagian orang membeli rumah dengan riba, beli mobil dengan riba, beli motor dengan riba, bahkan beli pakaian dan handphone pun dengan riba. Semua itu dilakukan demi status sosial, validasi, dan pengakuan manusia.
“Memegang ekor sapi” artinya sibuk mengurus kekayaan dunia, sibuk memperbanyak harta, sibuk mengejar penghasilan, hingga lupa kepada Allah dan lalai dari ibadah.
“Rela dengan pertanian” —artinya bangga dengan pekerjaan dan dunia, sampai-sampai melalaikan akhirat, melalaikan shalat, melalaikan dakwah dan majelis ilmu.
“Meninggalkan jihad” bukan hanya makna peperangan, tapi juga meninggalkan menuntut ilmu agama, meninggalkan jihad melawan hawa nafsu, meninggalkan jihad untuk shalat berjamaah di masjid, dan jihad untuk menjaga diri dari maksiat.
Jika keempat hal ini telah menjadi ciri suatu kaum, maka sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
Allah akan timpakan kehinaan kepada mereka, dan kehinaan itu tidak akan dicabut,
sampai mereka kembali kepada agamanya.
Lalu apa solusinya?
Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Kembali kepada iman, ilmu, dan amal. Menjadikan agama sebagai prioritas hidup, bukan pelengkap. Menjadikan ibadah sebagai pusat aktivitas, bukan sisa waktu.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Jika kita ingin melihat negeri ini kembali mendapatkan keberkahan dari Allah, jika kita ingin kehidupan kita tenteram, tenang, dan diberkahi, maka satu-satunya jalan adalah kembali kepada agama Allah. Dan satu-satunya petunjuk yang dapat mengantar kita ke surga Allah hanyalah Al-Qur’an.
Maka, apa yang harus kita lakukan?
Pertama:
Mulailah serius dalam belajar agama Islam. Jangan cukupkan diri hanya dengan pengetahuan dunia. Luangkan waktu untuk belajar Al-Qur’an dan sunnah. Ikutilah kajian-kajian dan majelis ilmu yang saat ini sangat mudah diakses, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, bahkan secara online di mana pun kita berada.
Kedua:
Jangan tunggu kesempatan untuk membaca Al-Qur’an. Kitalah yang harus menyempatkan diri. Bacalah Al-Qur’an setiap hari, walau hanya beberapa ayat. Karena Al-Qur’an adalah cahaya hidup, penenang hati, dan penuntun jalan menuju surga.
Ketiga:
Jika belum bisa membaca Al-Qur’an, maka jangan menunda. Segeralah cari lembaga, guru, atau bimbel Qur’an yang bisa membimbing kita. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Yang terlambat adalah mereka yang menunda-nunda hingga ajal menjemput.
Ma’asyiral Muslimin,
Mari kita perbaiki diri dan keluarga kita. Bangun rumah-rumah kita dengan cahaya iman dan Al-Qur’an. Dekatkan anak-anak kita kepada masjid dan majelis ilmu. Karena dari situlah keberkahan hidup dan pertolongan Allah akan datang.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Setelah nasihat pada khutbah pertama, maka dalam khutbah kedua ini kami mengajak diri kami dan hadirin sekalian untuk melakukan beberapa langkah nyata:
Jamaah yang dirahmati Allah,
Satu-satunya jalan agar negeri ini mendapatkan keberkahan adalah kembali kepada agama Allah. Dan satu-satunya petunjuk yang akan membawa kita menuju surga adalah Al-Qur’an.
Penutup Khutbah (Pesan Khusus untuk Para Ayah dan Laki-laki)
Khutbah ini ditutup dengan pesan khusus untuk para ayah, suami, dan kaum laki-laki.
Karena hanya laki-laki yang diwajibkan menghadiri sholat Jumat dan mendengarkan nasihat setiap pekan, maka ini bukan tanpa alasan. Allah telah menitipkan amanah dan tanggung jawab besar di pundak para lelaki.
Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Tahrim ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ، عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ، لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ، وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
Maka seorang ayah wajib terlebih dahulu menyelamatkan dirinya dari api neraka, agar bisa menyelamatkan istri dan anak-anaknya dari siksa yang pedih.
Ayah dan kepala keluarga harus menjadi teladan. Jadilah pemberi nasihat di rumah. Bicarakan akhirat. Ingatkan tentang surga dan neraka. Tumbuhkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya di dalam rumah kita.
Semoga dengan ini, seluruh ayah dan suami Muslim mulai bergerak untuk meningkatkan iman dan takwa dalam keluarga. Jika para pemimpin keluarga telah kembali kepada Allah, maka Allah akan menepati janji-Nya:
“Jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan bukakan untuk mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)
Ya Allah…
Berikan kami kekuatan untuk terus berada di atas sunnah Nabi-Mu.
Teguhkan kami di tengah gelombang kemaksiatan dan kebatilan.
Jadikan kami pembawa cahaya di tengah gelapnya zaman ini.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ؛ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ؛ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ ، والبُخْلِ والهَرَمِ ، وَعَذَابِ القَبْرِ ، اللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا ، وَزَكِّها أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا ، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لا يَنْفَعُ؛ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ ؛ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا؛ اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ؛ اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ؛ يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ؛ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ،؛ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّا؛ اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ؛ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. عِبَادَ اللّٰهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Iman dan Takwa Menghadirkan Keberkahan, Maksiat dan Kemungkaran Mendatangkan Kesulitan (Khutbah Jum’at)