KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » Memelihara dan Meningkatkan Kesalehan di Tengah Kesibukan Dunia

    Memelihara dan Meningkatkan Kesalehan di Tengah Kesibukan Dunia

    BY 10 Jun 2026 Dilihat: 19 kali

    إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً؛

    Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

    Ketakwaan atau kesalehan merupakan inti dari seluruh ajaran Islam, tanpa kesalehan seluruh amal perbuatan kita akan kehilangan nilai di sisi Allah namun demikian di tengah hiruk-pikuk kesibukan dunia yang semakin menggerogoti waktu dan perhatian kita, bagaimana cara kita memelihara dan meningkatkan kesalehan dan ketakwaan.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang mulia:

    قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (11)

    Sungguh, beruntunglah orang-orang yang beriman (1), (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya (2), dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna (3), dan orang yang menunaikan zakat (4), dan orang yang memelihara kemaluannya (5), kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela (6). Namun, siapa yang mencari selain itu (di luar itu), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (7), dan orang yang memelihara amanat dan janjinya (8), dan orang yang memelihara salatnya (9), mereka itulah orang yang akan mewarisi (10), (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (11). (QS. Al-Mu’minun [23]: 1-11)

    Ayat ini memberikan gambaran lengkap tentang karakteristik orang-orang saleh. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk dalam shalat, menjauhi hal yang tidak berguna, menunaikan zakat, menjaga kemaluan, menepati janji dan amanat, serta istiqamah dalam menjaga shalat. Inilah standar kesalehan yang sebenarnya.

    Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

    Dalam kehidupan modern saat ini, kita dihadapkan pada berbagai macam kesibukan duniawi. Pekerjaan yang menumpuk, bisnis yang harus diurus, teknologi yang terus menuntut perhatian kita, hiburan yang melimpah, dan berbagai kebutuhan hidup yang semakin kompleks. Semua ini, jika tidak diatur dengan benar, dapat menggerogoti waktu dan perhatian kita sehingga lupa kepada Allah.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan kita tentang bahaya terlalu mencintai dunia dalam firman-Nya:

    وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    “Kehidupan dunia tidak lain hanyalah permainan dan senda gurau. Dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?“ (QS. Al-An’am [6]: 32)

    Kemudian Hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan:

    مَثَلُ الدُّنْيَا كَمَثَلِ الظِّلِّ أَوْ كَمَثَلِ الْعَجُوزِ الْكَشُوطِ إِذَا ضَرَبَتْ بِعُودِهَا أَعْجَلَتْ

    Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan dunia ini bagaikan bayang-bayang atau bagaikan perempuan tua yang membungkuk. Jika ia dipukul dengan tongkatnya, ia akan semakin cepat pergi.“ (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, dishahihkan oleh Al-Albani)

    Hadirin yang dimuliakan Allah,

    Kesibukan dunia tidak salah, asalkan kita tetap menjaga kesalehan dan tidak melupakan tujuan utama penciptaan kita. Allah berfirman:

    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusiamelainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.“ (QS. Adz-Dzariyat[51]: 56)

    Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

    Lantas, bagaimana cara kita memelihara dan meningkatkan kesalehan di tengah kesibukan dunia? Ada beberapa strategi yang dapat kita terapkan:

    Pertama, Mengutamakan Shalat sebagai Pondasi Kesalehan.

    Shalat adalah tiang agama. Siapa yang menjaga shalat, maka ia menjaga agamanya. Siapa yang meninggalkan shalat, maka ia merusak agamanya.

    Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

    “Pokok urusan ini adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.“ (HR. At-Tirmidzi no. 2616, hasan)

    Kedua, Mengisi Waktu dengan Dzikir dan Istighfar. Dzikir adalah obat hati yang paling ampuh di tengah kesibukan. Dzikir tidak membutuhkan waktu khusus, tetapi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

    Allah Ta’ala berfirman:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

    “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.“ (QS. Al-Ahzab [33]: 41-42)

    Ketiga, Membiasakan Diri dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah petunjuk dan cahaya. Membacanya, memahaminya, dan mengamalkannya akan menjauhkan kita dari kesesatan dan membimbing kita kepada jalan yang lurus.

    Allah Ta’ala berfirman:

    كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

    “(Ini adalah) Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mereka mendapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.“ (QS. Shad [38]: 29)

    Keempat, Menjaga Lidah dan Perilaku. Kesalehan tidak hanya terletak pada ibadah ritual, tetapi juga pada akhlak dan perilaku sehari-hari.

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِنَّ أَحَبَّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبَكُمْ مِنِّي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا

    “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kepadaku di hari Kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.“ (HR. At-Tirmidzi no. 2018, hasan)

    Kelima, Menyibukkan Diri dengan Amal Saleh Meskipun Sedikit.

    Di tengah kesibukan, amal saleh yang sedikit namun istiqamah lebih baik dari pada yang banyak namun tidak konsisten.

    Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِنَّ الْعَمَلَ الَّذِي تُدَاوِمُ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْعَمَلِ الْكَثِيرِ الَّذِي تَفْتُرُ عَنْهُ

    “Sesungguhnya amal yang kamu istiqamahkan meskipun sedikit, lebih dicintai Allah dari pada amal yang banyak namun kamu tinggalkan.“ (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Asy-Syar’iyyah)

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ؛ أَقُولُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ إِنَّ اللهَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

    اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.  أَمَّا بَعْدُ

    Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

    Jadikan dunia ini sebagai ladang untuk mengumpulkan bekal akhirat. Jangan biarkan kesibukan dunia mengaburkan tujuan utama kehidupan kita. Setiap detik yang kita miliki adalah amanah yang harus kita pertanggungjawabkan.

    Allah Ta’ala berfirman:

    وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

    “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.“ (QS. Qaf [50]: 16)

    Semoga kita termasuk orang-orang yang tetap istiqamah dalam kesalehan di tengah kesibukan dunia, dan semoga Allah menjadikan dunia di tangan kita, bukan di dalam hati kita.

    إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

    اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

    اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Memelihara dan Meningkatkan Kesalehan di Tengah Kesibukan Dunia

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023