
(Lanjutan Bag. 1)
تَبَارَكَ الله [Tabārakallāh]: Makna dan Penggunaannya
Kalimat تَبَارَكَ الله [Tabārakallāh] merupakan kalimat sempurna yang terdiri dari fi‘l māḍī (kata kerja lampau) yakni تَبَارَكَ (tabāraka) dan fā‘il yakni lafẓ al-jalālah (اللّٰه). Kata تَبَارَكَ (tabāraka) memiliki wazan تَفَاعَلَ (tafā‘ala) yang menunjukkan mubālaghah atau penekanan, intensifikasi, pengagungan. Kata تَبَارَكَ (tabāraka) juga termasuk fi’l lāzim yaitu kata kerja yang cukup dengan subjek (fā‘il) dan tidak membutuhkan objek (maf‘ūl bih) untuk menyempurnakan maknanya.
Kata تَبَارَكَ (tabāraka) memiliki makna yang sama dengan kata berikut ini,
1تَقَدَّسَ وَتَنَزَّهَ وَتَعَالَى وَتَعَاظَمَ، لَا تَكُونُ هَذِهِ الصِّفَةُ لِغَيْرِهِ، أَيْ تَطَهَّرَ
Maha Suci, Maha Bersih, Maha Tinggi, dan Maha Besar. Sifat ini tidak mungkin dimiliki oleh selain-Nya (Allah), yakni (maksudnya) Dia Maha Suci (dari segala kekurangan)
Dari penjelasan tersebut bisa dipahami bahwa kalimat تَبَارَكَ الله [Tabārakallāh] artinya Allah Maha Suci, Allah Maha Bersih, Allah Maha Tinggi, Allah Maha Besar, Allah Maha Suci dari segala kekurangan.
Kata تَبَارَكَ (tabāraka) tidak boleh disematkan kecuali hanya kepada Allah. Karena تَبَارَكَ (tabāraka) menunjukkan kesempurnaan absolut dan penegasan kesempurnaan sifat Allah tanpa batas. Ibnu ‘Āsyūr dalam penjelasannya menerangkan berikut ini,
2وَتَبَارَكَ: تَعَاظَمَ خَيْرُهُ وَتَوَفَّرَ
Dan tabāraka bermakna besar kebaikan-Nya dan melimpah (tidak berkurang)
Bisa disimpulkan bahwa تَبَارَكَ الله [Tabārakallāh] juga berarti Allah Maha Besar Kebaikan-Nya, Allah memiliki kebaikan yang melimpah. Dengan redaksi lain bisa juga dikatakan Allah Maha Penuh Berkah.
Penggunaan dalam Al Qur’an
Kata تبارك (tabāraka) disebutkan berulang kali di dalam Al-Qur’an dan seluruhnya hanya dinisbatkan untuk Allah. Ada 8 (delapan) tempat di mana kata تبارك (tabāraka) terulang dalam ayat Al Qur’an, yaitu:
Bisa dipahami dan disimpulkan bahwa ucapan تَبَارَكَ الله (tabārakallāh) adalah bentuk pujian dan tasbih kepada Allah Ta’ala serta khusus untuk-Nya. Imam al-Fayrūzābādī menjelaskan,
3وتَبَارَكَ اللهُ: تَقَدَّسَ وتَنَزَّهَ، صفَةٌ خاصَّةٌ باللهِ تعالى
Dan tabārakallāh artinya: Mahasuci dan Maha jauh (dari segala kekurangan dan aib), yaitu sifat yang khusus bagi Allah Ta‘ālā.
Perbandingan dan Perbedaan Ungkapan بَارَكَ الله [Bārakallāh] dan تَبَارَكَ الله [Tabārakallāh]
| Aspek | بَارَكَ الله (Bārakallāh) | تَبَارَكَ الله (Tabārakallāh) |
| Jenis ungkapan | Doa | Pujian atau Pengagungan |
| Subjek (pelaku) | Allah (dalam bentuk doa). Allah yang memberikan keberkahan | Hanya Allah (dalam bentuk pujian) |
| Objek atau sasaran | Manusia atau sesuatu yang didoakan | Hanya untuk Allah. Tidak boleh untuk manusia atau makhluk apapun jenisnya. |
| Konteks penggunaan | Untuk mendoakan orang lain | Untuk memuji kesempurnaan Allah |
| Penggunaan dalam nash syar’i | Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mengucapkannya untuk mendoakan orang lain | Disebut berulang kali dalam Al-Qur’an dan beberapa hadits untuk menunjukkan pengagungan terhadap Allah |
| Hukum penggunaan | Diperintahkan sebagai doa | Diperintahkan sebagai pujian kepada Allah |
Ungkapan بَارَكَ الله (Bārakallāh) mengajarkan kita untuk mendoakan keberkahan atau kebaikan untuk sesama, menumbuhkan kasih sayang antar manusia.
Sedangkan ungkapan تَبَارَكَ الله (Tabārakallāh) adalah bentuk pujian untuk mengagungkan Allah dan mengakui bahwa segala bentuk kebaikan berasal dari-Nya.
Adapun mengucapkan مَا شَاءَ اللَّهُ تَبَارَكَ اللَّهُ (Mā syā’allāh tabārakallāh) ketika melihat sesuatu yang menyenangkan atau mendapat kebaikan juga dibenarkan oleh syari’at karena ucapan tersebut menunjukkan pujian kepada Allah dan pengakuan bahwa segala nikmat dan kebaikan yang ia lihat dan ia dapatkan pada hakikatnya berasal dari Allah.
Ketika seorang Muslim mengucapkan بَارَكَ الله (Bārakallāh) maka hal tersebut mencerminkan bahwa ia memiliki adab dan akhlak dalam berinteraksi kepada sesama dan kepada Allah Ta’ala. Karena ia berdoa kepada Allah Ta’ala agar Allah memberikan keberkahan sekaligus mendoakan keberkahan bagi saudaranya. Ketika seorang Muslim mengucapkan تَبَارَكَ الله (Tabārakallāh) maka hal tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa Allah sebagai sumber segala kebaikan dan keberkahan.
(Selesai)
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Makna Ungkapan بَارَكَ الله [Bārakallāh] dan تَبَارَكَ الله [Tabārakallāh] serta Perbedaannya (2)