
Penulis: Iqbal Munajat, Lc. (Pengasuh Rumah Qur’an CintaQU Depok)
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهدي الله فلا مضلَ له ومن يضلل فلا هادي له؛ أشهد أن لا إله إلَا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم على نبيا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين (أما بعد)، فيا عباد الله أوصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون؛ قال الله تعالى: یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
Segala puji bagi Allah yang menguasai langit dan bumi, yang mengatur segala sesuatu dengan hikmah, dan tidaklah satu musibah terjadi kecuali dengan izin-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.
Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah,
Allah Ta’ala berfirman:
ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِی ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَیۡدِی ٱلنَّاسِ لِیُذِیقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِی عَمِلُوا لَعَلَّهُمۡ یَرۡجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, agar Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali.”
Ayat ini adalah gambaran nyata dari kondisi yang kita lihat hari ini. Kerusakan di darat dan laut bukan sekadar gejala alam, bukan hanya cuaca ekstrem, bukan sekadar volume hujan, bukan hanya gerakan tanah tetapi peringatan dari Allah agar manusia kembali kepada-Nya.
Jama’ah yang dimuliakan Allah,
Beberapa hari terakhir, di sebagian wilayah negeri ini mengalami serangkaian bencana, banjir besar, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang, dan gempa yang menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah, hilangnya harta, dan duka yang mendalam. Secara ilmiah, memang ada faktor cuaca ekstrem, pemanasan global, dan kerusakan lingkungan. Namun, Al-Qur’an mengajarkan bahwa ada dimensi ruhani di balik semua itu, dosa-dosa, kelalaian, kemaksiatan, dan jauhnya manusia dari aturan Allah.
Imam Ibn Katsir rahimahullah berkata:
“Kerusakan yang muncul adalah akibat dosa-dosa manusia. Maka Allah menimpakan musibah agar mereka mengambil pelajaran dan kembali kepada ketaatan“
Tentu ini adalah peringatan dan pelajaran umum untuk kita semua. Sama sekali bukan bermaksud menuduh dan melakukan justifikasi kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.
Jama’ah yang dimuliakan Allah,
Sebagai orang beriman, selayaknya kita menyikapi bencana dengan iman, bukan sekadar logika Setiap musibah membawa pesan ilahi bahwa Allah sedang menegur kita. Allah mengingatkan kita yang lalai. Allah ingin hamba-Nya kembali kepada ketaatan. Allah ingin menyucikan dosa-dosa umat
Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa kesulitan, sakit, kesedihan, bencana, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah hapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari-Muslim)
Maka musibah bukan tanda Allah membenci umat, tetapi justru rahmat yang kadang dibungkus teguran.
Para ulama menjelaskan bahwa musibahturun bukan tanpa sebab. Di antaranya:
a. Meninggalkan perintah Allah
Ketika shalat ditinggalkan, al-Qur’an dijauhi, perintah Allah diremehkan, maka keberkahan bumi diangkat.
b. Kemaksiatan yang merajalela
Ketika maksiat dilakukan terang-terangan, kemungkaran tidak dicegah, dan batas-batas syariat dilanggar.
c. Kezaliman dan kerusakan sosial
Zalim kepada manusia, korupsi, menipu, merampas hak orang lain, mengabaikan amanah.
d. Merusak alam
Hutan dibabat tanpa kendali, bukit digunduli, sungai dipenuhi sampah, dan tanah kehilangan kekuatannya. Inilah yang memperberat banjir dan longsor yang terjadi hari ini.
Musibah bukan hanya hukuman, tetapi juga penyucian dosa, pengangkat derajat bagi yang sabar, penguat ukhuwah antar-sesama, peringatan sebelum datang musibah yang lebih besar, pembuka pintu taubat bagi seluruh masyarakat
Allah ﷻ berfirman:
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِیهِمۡ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ یَسۡتَغۡفِرُونَ
“Allah tidak akan mengazab mereka selama engkau (Muhammad) berada di tengah mereka, dan Allah tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampun.” (QS. Al-Anfal ayat 33)
Ketika musibah datang, langkah yang benar bukan sekadar menguatkan tanggul,membangun drainase, memperbaiki sistem peringatan dini, meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Semua itu penting. Tetapi yang paling penting adalah kembali kepada Allah dengan:
1. Taubat dan istighfar
2. Menjaga shalat tepat waktu
3. Menjauhi maksiat
4. Memperbaiki akhlak
5. Bersedekah dan membantu korban bencana
6. Menjaga alam sebagai amanah Allah
Jama’ah yang dirahmati Allah,
Musibah yang sedang melanda sebagian wilayah negeri ini harus membuka mata kita bahwa dunia ini rapuh. Harta tidak mampu mencegah banjir. Kedudukan tidak mampu menahan gempa. Teknologi tidak bisa menghentikan tanah longsor. Yang mampu menenangkan bumi hanyalah Allah.
Jama’ah sekalian,
Dalam situasi bencana, kewajiban kita ada dua: memperbaiki diri dan menolong sesama. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perumpamaan kaum muslimin dalam kasih sayang mereka seperti satu tubuh. Jika satu bagian sakit, seluruh tubuh ikut merasakan.” (HR. Muslim)
Maka mari kita bantu saudara-saudara kita di Sumatera dengan doa, sedekah, tenaga, dan perhatian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ أَلَّا فَإِنِّيْ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَةِ رَسُوْلِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ؛ كَمَا قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِيْنَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا.وَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوْا تَسۡلِيْمًا؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ؛ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَرِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سُوْءِ الْخَاتِمَةِ. اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ فَلَسْطِيْنَ وَأَنْزِلْ عَلَيْهِمْ رَحَمَاتِكَ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.عباد الله: إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Musibah sebagai Peringatan Agar Kita Kembali kepada Allah