
Penulis Naskah: Dr. Mustori Ahmad, Lc., M.S.I. (Akademisi & Ketua YPI Al-Hikam Kota Serang)
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ هَذَا الْيَوْمَ عِيْدًا لِلْمُسْلِمِيْنَ، وَجَعَلَ عِبَادَةَ الْحَجِّ وَعِيْدَ اْلأَضْحَى مِنْ شَعَائِرِ اللهِ وَإِحْيَائَهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ. أَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهْ، اَلَّذِيْ جَعَلَ الْجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالمَيْنَ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اَلَّلهُمَّ صَلِّ وّسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، ِبسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ
Kaum Muslimin Jamaah Shalat Idul Adha yang Dirahmati Allah!
Alhamdulillah, kembali kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, bahwa pada pagi hari yang penuh dengan kedamaian ini, kita masih diberikan umur panjang sehingga kita dapat menyaksikan dan melaksanakan shalat Idul Adha sekarang ini. Kita datang berduyun-duyun ke tempat ini untuk mengumandangkan takbir dan tahmid, serta melaksanakan shalat Idul Adha dengan tenang dan khusyu, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT.
Salah satu dari bulan-bulan yang dimuliakan Allah adalah bulan Dzul Hijjah, yang berarti bulan yang di dalamnya terdapat pelaksanaan ibadah Haji, atau dalam bahasa kita sering disebut dengan bulan Besar, karena di dalam bulan ini terdapat peristiwa besar yaitu pelaksanaan ibadah haji. Kebesaran peristiwa itu ditandai dengan berkumpulnya jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia di padang Arafah untuk melakukan wukuf, sebagai bagian dari rangkaian ibadah Haji. Orang-orang yang melaksanakan ibadah haji berkumpul dalam Muktamar Akbar untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam menyempurnakan Rukun Islam.
Bagi kita yang tidak melaksanakan ibadah haji, kita disunahkan berpuasa di hari Arafah. Karena puasa sunnah yang kita laksanakan itu dapat menghapus dosa-dosa kita satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Tidak hanya ibadah puasa, ibadah apapun sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada 10 hari pertama di bulan Dzul Hijjah. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam Bukhari:
مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشرَ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وِمِالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ
Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah, daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzul Hijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah menjawab: Walaupun jihad di jalan Allah, kecuali seorang laki-laki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian kembali tanpa membawa apa-apa. (HR Bukhari)
Kemudian pada hari ini dan 3 hari berikutnya atau yang dikenal dengan hari Tasyriq, kita merayakan dan berada dalam suasana ʻIdul Adha yang ditandai dengan penyembelihan hewan qurban. Gema takbir, tahlil, tahmid, dan taqdis membahana di jagad raya menyuarakan rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Kaum Muslimin Jamaah Shalat Idul Adha yang Dirahmati Allah!
Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari Hari Raya Idul Adha ini, di antaranya adalah bahwa Qurban merupakan Perwujudan Kesalehan Sosial.
Pemahaman umum di masyarakat kita selama ini yang hanya mengaitkan ibadah kurban sebagai kesalehan ritual yang sifanya personal transendental tentu ini tidak salah. Bagi kita umat Islam, berqurban dengan menyembelih hewan ternak merupakan salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah disamping ibadah lainnya. Namun kalau hanya memahami Qurban sampai pada dimensi ini maka pesan Islam sebagai agama yang peduli kepada sesama, tidaklah terwujud.
Sejatinya, ibadah qurban di samping sebagai ibadah yang memiliki dimensi hablun minallah juga memiliki dimensi kesalehan sosial yang sifatnya komunal-konkret atau hablum minannas. Pemaknaan akan dimensi sosial ini tergambar dari komponen pembagian daging hewan kurban kepada fakir miskin. Di sini ditujukan untuk menimbulkan nuansa kepedulian kepada sesama. Sayangnya pesan kedua ini tidak banyak dipikirkan oleh kebanyakan kaum muslim.
Barangkali, kebanyakan kaum muslim hanya terpaku pada pemberdayaan keimanan diri sendiri. Seolah-olah menjadi orang yang religius atau paling agamis, sudah dirasa cukup baginya. Namun sebagaimana Hadis Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang dapat bermanfaat bagi orang lain, maka pemberdayaan masyarakat menjadi sebuah kata kunci di sini.
Kaum Muslimin Jamaah Shalat Idul Adha yang Dirahmati Allah!
Idul Adha ini sejatinya tidak hanya sekedar untuk menyembelih hewan qurban, namun juga merupakan momentum untuk memberi dan berbagi sebagai simbol ketaqwaan dan penerapan kesalehan sosial. Idul Adha juga merupakan kesinambungan jalan kesalehan spiritual dan sosial dari Idul Fitri. Jika Idul Fitri merupakan manifestasi kemenangan atas nafsu yang kemudian dipungkasi dengan membayar zakat fitrah, maka Idul Adha merupakan manifestasi dari bukti cinta, patuh, takwa, ketulusan berkorban, dan kerendahan hati yang kemudian dipungkasi dengan menyembelih hewan qurban dan membagi-bagikannya kepada yang berhak menerimanya.

Kesalehan sosial bisa diwujudkan dengan mengubah nasib orang-orang yang belum beruntung tadi dan dapat dikatakan belum menikmati kemerdekaan. Dan yang paling penting dan utama ialah dalam bidang pendidikan dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang yang kurang mampu untuk dapat menerima pendidikan dan keahlian yang cukup. Wujud lain dari kesalehan sosial, bisa dilakukan oleh mereka yang memegang kedudukan di pemerintahan dan parlemen, untuk terus berpikir dan membuat kebijakan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dengan demikian, iman dan taqwa kepada Allah melahirkan kesalehan individual dalam bentuk ibadah haji, shalat Idul Adha dan penyembelihan qurban. Itu belum cukup, harus ditindaklanjuti dengan mewujudkan kesalehan sosial sesuai dengan peran kita masing-masing.
Oleh karena itu kepada umat Islam yang mampu sangat dianjurkan berqurban. Bahkan Nabi memperingatkan secara keras bagi orang yang mampu tapi tidak berqurban untuk tidak mendekati tempat shalat orang Islam. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad:
مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
Barangsiapa yang pada saat Idul Adha mempunyi kemampuan tetapi ia tidak mau berqurban maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami (Hadis riwayat Ahmad).
Hadis ini seolah-olah ingin menyampaikan pesan bahwa hubungan kita dengan Allah akan sia-sia, jika kita tidak menjaga hubungan kita dengan manusia, sementara kita mampu untuk melakukan semua itu. Inilah salah satu bentuk konkrit agar umat Islam memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan peduli kepada sesama. Seluruh ibadah kita memiliki aspek vertikal berhubungan dengan Allah, dan aspek horizontal yang berdampak kepada manusia.
Kaum Muslimin Jamaah Shalat Idul Adha yang Dirahmati Allah!
Qurban juga bisa merupakan solusi praktis bagaimana Islam memberikan obat bagi penyembuhan masalah sosial berupa kemiskinan. Karena dari kemiskinanlah lahir beragam penyakit sosial lainnya dan kriminalitas. Daging hewan qurban tersebut kemudian dibagi-bagikan terutama kepada faqir miskin. Dalam Al-Quran surat al-Hajj ayat 28 Allah berfirman:
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan berikanlah kepada orang-orang sengsara lagi fakir.
Betapa besar ganjaran pahala bagi orang yang berqurban sampai-sampai Nabi mengatakan bahwa pada setiap helai bulu hewan yang kita qurbankan terdapat kebaikan, sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah.
Kaum Muslimin Jamaah Shalat Idul Adha yang Dirahmati Allah!
Di tengah dunia yang semakin individualistik, Idul Adha mengajarkan bahwa keberagamaan tidak cukup diukur dari banyaknya simbol ibadah, atau pun besar dan banyaknya hewan Qurban, tetapi juga dari sejauh mana seorang mukmin mampu menghadirkan manfaat sosial bagi sesamanya. Qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi penyembelihan egoisme, kerakusan, dan ketidakpedulian sosial.
Semoga khutbah yang singkat ini bermanfaat dalam mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas amal kesalehan ritual kita dalam melaksanakan semua ibadah, serta mendorong penguatan kepekaan kesalehan sosial kita berupa kepedulian, perhatian, solusi, kebijakan, dan aksi nyata kepada mereka-mereka yang membutuhkan, amin Yaa Rabbal Álamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ
أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ, أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ, وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ, أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَاءِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
Ya Allah, Ya Tuhan Kami,
Di hari Raya Idul Adha ini, kami dating bersimpuh mempersembahkan puji syukur ke hadirat-Mu, dengan keagungan asma-Mu, kami mengharap dan memohon, karena kami yakin bahwa engkaulah tumpuan segala harapan dan permohonan.
Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengampun,
Kami hambamu yang hina ini menyadari, bahwa dalam segala aktivitas kami selama ini, terselip banyak kekurangan dan pelanggaran syariat agama kami, yang membuahkan noda dan dosa, untuk itu kami memohon kepada-Mu, ampunilah semua dosa kami, dosa-dosa ibu bapak dan guru-guru kami, dosa para pemimpin kami dan para pendahulu kami.
Janganlah engkau biarkan pada diri kami suatu dosa kecuali Kau ampuni, janganlah Kau biarkan suatu cacat kecuali Kau tutupi, janganlah kau biarkan kesusahan kecuali Kau bukakan jalan keluar, janganlah Kau biarkan hajat duniawi dan ukhrawi yang baik bagi kami kecuali Kau penuhi.
Ya Allah yang Maha berkuasa,
Siramilah hati kami dengan cahaya Rahman dan Rahim-Mu, berilah kami kekuatan dan Kesehatan lahir dan batin, agar setiap aktivitas dan tugas-tugas keseharian kami, mampu kami laksanakan dengan hasil yang diharapkan, yang didasari keikhlasan dan penuh rasa tanggungjawab.
Ya Allah, Tuhan yang Maha Bijaksana,
Engkau telah anugrahkan kepada kami kenikmatan dunia ini. Maka bukakanlah pikiran kami agar bijaksana memanfaatkan anugrah-Mu demi kejayaan negeri kami. Lapangkanlah Nurani kami agar senantiasa bersih dan suci dalam meraih kenikmatan-Mu. Kuatkanlah kaki dan tangan kami agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Jadikan kami bangsa yang senantiasa bersyukur, menjunjung sikap jujur, dan memperoleh karunia-Mu sebagai negeri yang Makmur, baldatun thoyyibatun warabbun ghafur.
Ya Allah ya Tuhan kami, kabulkanlah doa dan segala permohonan kami, Engkau Maha Pengampun dan Maha mengabulkan segala doa.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّناَ سَيِّدِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
*Naskah khutbah ini disampaikan di mimbar khutbah Idul Adha 1447 H di Lapangan Komplek Villa Pejaten Mas, Pasar Minggu-Jakarta Selatan dan dicetak menjadi Buletin Idul Adha Al-Hidayah serta dibagikan kepada jamaah setelah usai sholat ‘Id. (Soft File buletin bisa diunduh di halaman Pustaka Digital Ahla Institute)
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Qurban dan Kesalehan Sosial