
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي أَمَرَ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَانِ، وَنَهَىٰ عَنِ ٱلظُّلْمِ وَٱلطُّغْيَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، ٱلْمَلِكُ ٱلدَّيَّانُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ وَلَدِ عَدْنَانَ، صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَن تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ؛ فاتقوا الله عباد الله، فقد فاز المتقون
Ma’asyiral muslimin arsyadakumullah,
Indonesia yang kaya raya dengan sumber daya alam, ibarat sebuah meja makan besar penuh hidangan. Namun, realitanya banyak yang berebut, ada yang rakus dari dalam negeri, ada pula yang datang dari luar negeri, dan masyarakat kecil hanya kebagian remah-remah. Masyarakat ibarat kumpulan manusia yang terhimpit antara kerakusan dan pengkhianatan. Inilah gambaran bagaimana kapitalisme bekerja; suatu sistem yang menekankan keuntungan segelintir orang dan sering mengabaikan kemaslahatan masyarakat luas. Dampak nyatanya bisa kita rasakan, ketimpangan sosial semakin lebar, yang kaya dan punya akses kekuasaan semakin menguasai, sedangkan masyarakat bawah semakin terpinggirkan, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin sulit, yang menengah dan pas-pasan semakin terjepit.
Allah ﷻ sudah memperingatkan bahaya itu dalam firman-Nya:
كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ
“…agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS. Al-Hasyr ayat 7)
Ayat ini secara lugas menyuratkan bahwa Islam tidak membiarkan ekonomi hanya berputar di kalangan elit. Kekayaan harus berputar merata, menjadi sarana meraih kemakmuran bersama, bukan monopoli kelompok tertentu.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan,
لا تحاسَدُوا، ولا تناجَشُوا، ولا تباغَضُوا ولا تدابَرُوا، ولا يبِعْ بعضُكمْ على بيعِ بعضٍ، وكُونُوا عبادَ اللهِ إخوانًا، المسلِمُ أخُو المسلِمِ، لا يَظلِمُهُ ولا يَخذُلُهُ، ولا يَحقِرُهُ، التَّقْوى ههُنا – وأشارَ إلى صدْرِهِ – بِحسْبِ امْرِئٍ من الشَّرِّ أنْ يَحقِرَ أخاهُ المسلِمَ، كلُّ المسلِمِ على المسلِمِ حرامٌ، دمُهُ، ومالُهُ، وعِرضُهُ
“Janganlah kalian saling hasad, jangan saling menipu dengan menaikkan harga, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan sebagian kalian menjual atas jualan sebagian yang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak menzhaliminya, tidak menelantarkannya, dan tidak merendahkannya. Takwa itu di sini – beliau menunjuk ke dadanya tiga kali. Cukuplah seseorang dianggap berbuat buruk jika ia merendahkan saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram (dilanggar): darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Bukhari, no. 6064, Muslim, no. 2564)
Hadis ini mengajarkan bahwa hubungan sosial-ekonomi umat Islam harus dijaga dengan adil, tanpa saling menzalimi, apalagi merampas hak sesama. Karena itu, datanglah larangan terhadap segala sebab yang menimbulkan perpecahan, konflik, dan permusuhan dalam masyarakat.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Menurut Data BPS (Badan Pusat Statistik) terbaru, Gini Ratio nasional pada Maret 2025 adalah 0,375, hanya sedikit turun dari 0,381 di September 2024. Berdasarkan data BPS, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan tingkat ketimpangan tertinggi di Indonesia, dengan Gini Ratio mencapai 0,441. Di provinsi Jawa Barat, Gini juga masih tergolong tinggi yakni 0,416. Artinya ketidaksetaraan di daerah juga sangat nyata. Di sisi lain, meski ‘ekstrem kemiskinan’ diklaim turun ke 0,85%, ternyata masih ada jutaan orang hidup di garis kemiskinan nasional. Dan data World Bank menyebut bahwa berdasarkan garis kemiskinan internasional, persentase yang dianggap ‘tidak miskin’ bisa jauh lebih tinggi. Artinya, sebenarnya angka kemiskinan di Indonesia ini jauh lebih besar dari apa yang sekadar dipaparkan lewat layar media menurut survey lembaga nasional.
Menurut World Bank per Juni 2025, 68,3% penduduk Indonesia atau sekitar 194,72 juta jiwa dikategorikan sebagai penduduk miskin, naik dari sebelumnya yang tercatat sekitar 171,91 juta jiwa pada tahun 2017 PPP. Angka ini menggunakan garis kemiskinan global terbaru (2021 PPP), yang berbeda dari standar nasional yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Selain itu, akses digital pun menunjukkan bahwa anak-anak di daerah pelosok, misalnya Papua, hanya punya sedikit kesempatan dibanding di Jakarta, internet yang hanya ~26,3% di Papua dibanding ~84,7% di Jakarta. Ini contoh nyata bahwa ketimpangan bukan hanya masalah uang, tapi juga akses, kesempatan, dan peluang.
Ketimpangan ini jika dibiarkan akan melahirkan iri hati di antara masyarakat, hasad dan hasud, kecemburuan sosial, kriminalitas semakin merebak, korupsi yang merata baik di tingkat atas maupun bawah, bahkan mengarah pada disintegrasi bangsa; masyarakat terpecah belah, kompetisi yang tidak sehat, dan timbul kekacauan sosial.
Ma’asyiral muslimin hafidzakumullah,
Fenomena seperti itu memang harus dikritik, maka kita juga harus menjadi masyarakat yang kritis dan berdaya, serta berani menuntut kebijakan yang adil. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra‘d ayat 11)
Oleh karena itu, dalam perbaikan kondisi ekonomi-sosial masyarakat, setidaknya ada dua pihak yang harus berperan aktif, pertama, pemerintah selaku pihak yang memiliki tanggung jawab dan otoritas luas dalam hal kebijakan dan pengelolaan sumber daya. Karena merekalah kelak yang pertama kali disiksa di akhirat, jika tidak bersikap adil dan membuat kebijakan yang bermaslahat dan berkeadilan.
Maka pertama kali yang harus dilakukan pemerintah adalah membuat kebijakan yang berpihak pada pemerataan ekonomi, bukan hanya menguntungkan elit. Dalam kaidah fikih siyasah dikatakan:
تَصَرُّفُ الْإِمَامِ عَلَى الرَّعِيَّةِ مَنُوطٌ بِالْمَصْلَحَةِ
Kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya harus didasarkan pada kemaslahatan
Setiap keputusan, aturan, dan tindakan pemerintah tidak boleh keluar dari kerangka maslahat umum bagi rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Yang kedua, memberdayakan masyarakat bawah melalui pendidikan, pelatihan, dan peningkatan keterampilan. Investasi terbesar suatu bangsa adalah SDM (Sumber Daya Manusia). Arahkan kebijakan agar rakyat terdidik, terampil, dan siap bersaing secara sehat. Tingkatkan kesejahteraan guru, dosen, tenaga kependidikan, dan para pengajar supaya peran mereka lebih maksimal, baik yang ada di institusi negeri maupun swasta.
Yang ketiga, memberi akses modal dan lapangan kerja seluas-luasnya agar masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek pembangunan. ِAda doa yang dipanjatkan Nabi kepada Allah perihal pemimpin:
اللَّهُمَّ مَن وَلِيَ مِن أَمرِ أُمَّتِي شيئًا فَشَقَّ عَلَيهِم فاشقُقْ علَيهِ، ومَن وَلِيَ مِن أَمرِ أُمَّتِي شيئًا فَرَفَقَ بِهِم فارفُقْ بِهِ
Ya Allah, siapa yang mengurus urusan umatku lalu ia menyulitkan mereka, maka susahkanlah dia. Dan siapa yang mengurus urusan umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah Engkau kepadanya (HR. Muslim, no. 1828)
Yang keempat, mengelola kekayaan alam secara amanah, bukan untuk segelintir kelompok, tetapi untuk kesejahteraan seluruh rakyat.
Kedua, masyarakat sendiri juga harus bergerak aktif; menuntut ilmu dan selalu belajar, meningkatkan kapasitas diri, membangun relasi yang saling mendukung dan memberdayakan, serta tidak gampang dikelabuhi oleh janji-janji kosong para politisi. Ketidakadilan bukan hanya lahir dari atas atau dari penguasa dan pemilik modal, tetapi juga diperparah oleh sikap sebagian masyarakat. Mereka mudah ditipu oleh janji-janji palsu calon pejabat, mudah tergiur uang receh ratusan ribu saat pemilu, tapi tidak mempertimbangkan integritas calon pemimpin. Bahkan terkadang mereka ber-euforia, senang berlebihan ketika ada pejabat datang, menyambut dengan munduk-munduk (merendah), berbangga hanya karena diberi kaos atau sembako, foto bersama hahahihi di depan kamera, tanpa sadar itulah yang membuat para pejabat penjahat publik semakin sewenang-wenang dan merasa bebas merampas hak masyarakat. Sikap seperti ini harus dihentikan. Karena jika ada kebijakan yang merugikan, seluruh masyarakat terkena imbasnya. Maka dari itu, masyarakat harus cerdas, kritis, dan berani menuntut hak. Jangan menjual masa depan bangsa hanya demi kesenangan sesaat.
Karenanya, mari kita menjadi umat yang bermanfaat dan berdaya, membangun kesadaran kolektif, dan menolak segala bentuk praktik politik pembodohan, penjajahan ekonomi, serta budaya tunduk buta (madep mantep sendhika dhawuh) kepada pejabat dan penguasa zalim.
بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، ولا عدوان إلا على الظالمين. الصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله وافعلوا الخيرات واجتنبوا السيئات والمنكرات، واعلموا أن المتقين في معية الله تعالى، قال تعالى: إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (سورة النحل، آية: 128) قال الله سبحانه وتعالى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. (سورة الأحزاب، آية: 56) اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وعلى التابعين وعلى تابعي التابعين من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، وعلينا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، إنك سميع قريب مجيب الدعوات، يا قاضي الحاجات ويا كافي المهمات؛ اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، وَأَصْلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا، وأصْلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا، واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير، واجعل الموت راحة لنا من كل شر؛ اللَّهُمَّ مَن وَلِيَ مِن أَمرِ أُمَّتِي شيئًا فَشَقَّ عَلَيهِم فاشقُقْ علَيهِ، ومَن وَلِيَ مِن أَمرِ أُمَّتِي شيئًا فَرَفَقَ بِهِم فارفُقْ بِهِ؛ اللهم إنا عبادك وبنو عبادك وبنو إمائك، نواصينا بيدك، ماض فينا حكمك، عدل فينا قضاؤك، نسألك بكل اسم هو لك، سميت به نفسك، أو أنزلته في كتابك، أو علمته أحدا من خلقك، أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن ربيع قلوبنا، ونور صدورنا، وجلاء أحزاننا، وذهاب همومنا؛ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ، اللَّهم إنا نسألك أن تمنّ علينا وعلى والدينا وأوْلادنا وآل بيتنا ومشايخنا وأقاربنا وأصدقائنا، وعلى جميع المؤمنين والمؤمنات بعفوك وغفرانك، ورحمتك ورضوانك. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ؛ اللهم إنا نسألك بأننا نشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد. اللهم إنا نسألك أن ترحمنا وتغفر لنا ذنوبنا؛ وصلّى الله على سيدنا محمدٍ وعلى آله وصحبه أجمعين والحمد لله رب العالمين. عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. (سورة النحل، آية:90) فاذكروا الله العظيم يذكركم، واسألوه من فضله يعطكم، وادعوه يستجب لكم، ولذكر الله أكبر. أقيموا الصلاة!
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Kapitalisme dan Bahaya Ketimpangan Ekonomi & Sosial