
Liputan Kajian Perdana ABY 1 – Hudaya Safari, Jawa Tengah
Kajian online perdana ABY 1 yang diselenggarakan Hudaya Safari Jateng bekerja sama dengan Ahla Institute, berlangsung dengan suasana cair namun serius. Peserta tidak hanya diajak membaca teks, tetapi diajak masuk ke dalam penggunaan bahasa Arab di lapangan.
Kajian Bahasa Arab yang berlangsung Senin malam, 15 Desember 2025 via zoom meeting ini menggunakan kitab panduan al-‘Arabiyyah Baina Yadaik atau populer dengan sebutan kitab ABY. Di awal kajian, Ustadz Ahla selaku pemateri membuka dengan dialog sederhana dari buku ajar. Teksnya sangat mendasar, terdiri dari salam, tanya nama, dan tanya kabar. Namun justru dari teks yang tampak basic (dasar) inilah diskusi melebar ke realitas bahasa Arab yang hidup.
Spill Bahasa Arab ‘Amiyyah
Pemateri menjelaskan bahwa dalam bahasa Arab fusḥā, pertanyaan yang benar sesuai kaidah bahasa adalah:
Namun ketika kalimat-kalimat ini dibawa ke lapangan misal Saudi atau Mesir bentuknya berubah, meskipun maknanya tetap.
“Siapa namamu?” di ‘Āmiyyah
Di hadapan para peserta, pemateri mencontohkan:
Adapun ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, tokoh yang dihormati, atau dalam situasi yang menuntut kesopanan, sebagian masyarakat Arab juga menggunakan ungkapan yang mengandung unsur pemuliaan, seperti: اِسْمُكَ الْكَرِيمُ؟ atau مَا اسْمُكَ الْكَرِيمُ؟.
Penggunaan ungkapan ini dikenal dalam praktik lisan dan tulisan, khususnya ketika penutur ingin menampakkan sikap hormat dan adab, meskipun dalam percakapan santai sehari-hari sering pula digunakan bentuk lain yang lebih sederhana namun tetap sopan, seperti: مُمْكِنْ أَعْرِفْ اِسْمَك؟
Perbedaan ungkapan tersebut tidak menunjukkan pertentangan bahasa, melainkan keluasan ekspresi adab dalam bahasa Arab, yang dipengaruhi oleh situasi, hubungan antar penutur, dan tujuan komunikasi.
“Bagaimana kabarmu?” dalam ‘Āmiyyah
Pertanyaan kedua yang dibahas adalah ungkapan “Bagaimana kabarmu?”.
Dalam bahasa Arab fusḥā, bentuk yang diajarkan dan sah secara kaidah adalah:
كَيْفَ حَالُكَ؟
Namun, ketika kalimat ini keluar dari buku dan masuk ke percakapan sehari-hari, nuansanya berubah mengikuti kebiasaan penutur.
Di Saudi, ungkapan yang biasa digunakan adalah كِيْفْ حَالِكْ؟ diucapkan lebih ringan, atau bahkan disederhanakan menjadi كَيْفَكْ؟. Dalam situasi yang lebih cair, pertanyaan ini sering diganti dengan ungkapan yang terasa lebih hidup dan akrab, seperti وِشْ أَخْبَارُكْ؟.
Sementara orang Mesir, pertanyaan kabar hampir tidak pernah disampaikan dengan redaksi fusḥā. Penutur Mesir lebih lazim menggunakan ungkapan اِزَّيَّكْ؟ atau أَخْبَارُكَ إِيْهْ؟, yang bagi mereka terdengar jauh lebih natural dan bersahabat.
Pemateri juga menjelaskan bahwa dalam buku ajar bahasa Arab fusḥā, jawaban standar atas pertanyaan kabar adalah:
بخير، الحمد لله
Ungkapan ini merupakan jawaban baku yang benar secara kaidah dan umum digunakan dalam konteks formal maupun pembelajaran.
Namun, ketika dibawa ke penggunaan sehari-hari, jawaban tersebut mengalami penyesuaian sesuai kebiasaan masyarakat setempat. Di Saudi, misalnya, jawaban yang lazim digunakan antara lain الحمد لله saja, atau disertai ungkapan seperti مَبْسُوط، جَيِّد، atau طَيِّب, yang diucapkan singkat dan ringan.
Sementara itu, di Mesir, jawaban yang paling umum digunakan adalah كُوَيْس sering kali disambung dengan الحمد لله sebagai respon natural dalam percakapan harian.
Di pembahasan inilah dapat dipahami bahwa bahasa ‘āmiyyah tidak mengubah makna, tetapi mengubah rasa bahasa, maknanya tetap sama, namun cara menyapanya disesuaikan dengan budaya lisan masyarakat setempat.
Ustadz Ahla selaku pemateri yang juga pernah menjadi dosen di LIPIA menegaskan kepada para peserta bahwa bahasa Arab fusḥā (baku) tetap menjadi fondasi utama dan bahasa yang afdhal, karena tanpa penguasaan fusḥā seseorang tidak akan mampu membaca kitab-kitab turats maupun memahami dalil-dalil syar‘i dengan benar.
Selain itu, dalam konteks pembelajaran bahasa Arab dan komunikasi, penggunaan bahasa Arab fusḥā lebih ditekankan, sebab selain menjaga kefasihan dan ketepatan berbahasa, fusḥā juga berfungsi sebagai bahasa pemersatu antara penutur Arab asli dan non-Arab dari berbagai wilayah dunia.
Adapun anggapan bahwa penggunaan bahasa Arab fusḥā terasa kaku apabila diterapkan dalam komunikasi sehari-hari, hal tersebut lebih merupakan masalah persepsi dan kebiasaan, bukan kekurangan pada bahasanya. Bahkan, di kalangan masyarakat Arab sendiri terutama mereka yang memiliki perhatian terhadap bahasa, penggunaan fusḥā justru dipandang lebih rapi, terjaga, dan terhormat.
Oleh karena itu, melalui penggunaan kitab ABY dalam pembelajaran ini, para peserta diharapkan mampu memahami dan menguasai fusḥā sebagai fondasi, sekaligus mengenal ‘āmiyyah secara sekilas melalui penjelasan tambahan dari pemateri, sehingga mengetahui kapan bahasa baku digunakan dan kapan ragam bahasa ‘amiyyah dipakai sesuai konteks.
Dengan demikian, kajian perdana ABY 1 ini tidak berhenti pada hafalan dialog semata, tetapi juga berupaya menjelaskan cara kerja bahasa Arab dalam realitas penggunaannya. Harapannya, para peserta menyelesaikan pembelajaran bukan hanya dengan membawa tambahan kosa kata, melainkan juga kesadaran linguistik bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang hidup, dan bahwa ilmu semestinya mampu menyapa serta berdialog dengan kenyataan di lapangan. (Ak)
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Dari Buku ke Lapangan: Fusḥā, ‘Āmiyyah, dan Realitas Bahasa Arab