
Oleh: Dr. H. Abdul Amin, Lc., MA.
الحمد لله، الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونغوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله، أدى الأمانة ونصح للأمة فكشف الله به الغمة وجاهد في سبيله حتى أتاه اليقين وتركنا عل المحجة البيضاء أي الطريقة الواضحة وهي دين الإسلام ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك؛ اللهم صل وسلم وبارك على نبينا الكريم وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله، أوصيكم عباد الله وإياي بتقوى الله؛ فإنه تعالى قال في كتابه الكريم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (سورة آل عمران، آية: 102)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.” (Q.S. Ali Imran, ayat: 102)
Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Dari mimbar ini khatib berpesan bagi diri khatib pribadi dan bagi jamaah sekalian agar kita senantiasa memelihara ketakwaan kita dengan melaksanakan perintah-perintah Allah serta menjauhi larangan-larangan-Nya.
Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Hari berganti hari menjadi minggu, minggu berganti minggu menjadi bulan, bulan berganti bulan menjadi tahun, tidak terasa kita sudah memasuki tahun 2025 Masehi. Pada hakikatnya, bukanlah usia kita bertambah, namun usia kita makin berkurang. Kita semakin menua, yang kecil beranjak dewasa, ada yang datang dan ada yang pergi, dan yang pasti adalah semakin menua kita, semakin dekat pula ajal dan waktu perpisahan kita dengan dunia ini.
Waktu berjalan amat cepat, waktu bagi seorang mukmin adalah kehidupan, kehidupan merupakan ladang untuk beribadah dan menanam aneka amal kebajikan sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan akhirat yang hakiki dan abadi. Allah ﷻ berfirman,
وَمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al-‘Ankabut, ayat 64)
Karena kehidupan dunia hanyalah persinggahan yang waktunya terbatas, maka Allah swt. memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mengevaluasi diri dalam menggunakan waktu hidup di dunia ini.
Allah ﷻ berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al- Hasyr, ayat 18)
Dalam menafsirkan ayat ini, Syeikh Muhammad Sayyid Thanthawi rahimahullah berkata di dalam kitab beliau, At-Tafsir al-Wasith,
والمراد بالغد في قوله- تعالى-: يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ ما قَدَّمَتْ لِغَدٍ … يوم القيامة. أى: يا من آمنتم بالله- تعالى- حق الإيمان اتَّقُوا اللَّهَ أى صونوا أنفسكم عن كل ما يغضب الله- تعالى-، وراقبوه في السر والعلن. وقفوا عند حدوده فلا تتجاوزوها. وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ ما قَدَّمَتْ لِغَدٍ أى: ولتنظر كل نفس، ولتتأمل في الأعمال التي عملتها في الدنيا. والتي ستحاسب عليها في يوم القيامة، فإن كانت خيرا ازدادت منها، وإن كانت غير ذلك أقلعت عنها. وعبر- سبحانه- عن يوم القيامة بالغد، للإشعار بقربه، وأنه آت لا ريب فيه، كما يأتى اليوم الذي يلي يومك. والعرب تخبر عن المستقبل القريب بالغد.
“Yang dimaksud dengan kata ghad (esok) di dalam firman Allah Ta’ala, ‘Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok’ adalah hari kiamat. Maknanya adalah, ‘Wahai kalian yang beriman kepada Allah swt. dengan sebenar-benarnya iman, bertakwalah kepada Allah, peliharalah diri kalian dari setiap perbuatan yang bisa membuat Allah murka, rasakanlah bahwa kalian diawasi oleh-Nya dalam keadaan rahasia atau terang-terangan, dan berhentilah pada batasan-batasan (hukum) yang telah ditetapkan-Nya, janganlah kalian melanggarnya.’ (Dan firman-Nya), ‘Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, maknanya adalah, ‘Hendaklah setiap jiwa melihat dan memerhatikan amal-amal perbuatan yang telah diperbuatnya semasa di dunia ini yang akan dihisab pada hari kiamat, jika amal-amal yang telah diperbuatnya adalah baik, maka ia menambahnya, jika amal-amal yang telah diperbuatnya adalah tidak baik, maka ia menyudahi dan meninggalkannya.’ Allah swt. menyebut hari kiamat dengan sebutan ghad (hari esok) untuk memberitahukan bahwa hari kiamat adalah dekat dan pasti akan datang tanpa diragukan sebagaimana hari esok datang setelah berlalunya hari sekarang Anda. Orang-orang Arab mengungkapkan masa depan yang dekat dengan sebutan ghad (esok).”
Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah, ada beberapa hal yang membahayakan umur atau masa hidup kita, berikut adalah uraiannya;
Pertama, kelalaian.
Kelalaian membuat usia atau umur kita menjadi tidak berguna. Melalaikan, tidak peduli, dan melupakan perintah Allah merupakan bahaya yang amat besar bagi umur dan usia. Allah ﷻ berfirman,
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Q.S. Al-Hasyr, ayat 19)
Lupa kepada Allah maksudnya ialah melalaikan, tidak peduli, dan melupakan perintah Allah. Inilah sifat orang-orang fasik yang melupakan Allah ﷻ, tidak merasa diawasi oleh-Nya, serta lupa bahwa nanti akan ada hari pembalasan. Allah ﷻ juga berfirman,
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. Al-A’raf, ayat: 179)
Kelalaian juga sering dipicu oleh kecintaan kepada dunia sehingga seorang yang gila menumpuk harta dunia akan meyakini bahwa dirinya akan kekal atau hidup lebih lama di dunia ini sebab harta yang dimilikinya. Padahal ini adalah keyakinan yang tidak benar.
Allah Ta’ala berfirman,
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ. الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ. يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ. كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ. (سورة الهمزة، آية: 1-4)
“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam huthamah.” (QS. al-Humazah ayat: 1-4)
Bila seorang insan berpikir dan meyakini bahwa ia akan panjang usia dan hidup sangat lama di muka bumi ini, maka ia akan cinta menumpuk harta sehingga menjadi lalai terhadap kehidupan akhirat yang menjadi tujuan hakiki, tanpa sadar ia akan menghabisi usia hanya untuk menimbun harta semata, serta ia akan meremehkan bekal yang akan dibawanya ke akhirat nanti, bahkan akan suka mengulur-ulur dan menunda-nunda dalam melakukan kebajikan. Oleh karenanya, hendaknya kita tidak berpikir bahwa kita akan hidup sangat lama di dunia ini, seyogyanya kita menyadari bahwa hidup di dunia ini hanyalah sebentar sehingga kita senantiasa menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat nanti, yaitu kehidupan yang lebih baik dan kekal abadi.
Seorang da’i, Syeikh Abdul Aziz Ath-Tharifi menyampaikan sebuah untaian hikmah,
يطول أمل الإنسان مع كثرة ماله، يظن أن البقاء يطول مع الثراء، والله لا يطيل عمر الغني لغناه، ولا يقصر عمر الفقير لفقره. قال تعالى: يحسب أن ماله أخلده
“Angan-angan (hasrat duniawi) seorang insan bertambah banyak seiring dengan bertambah banyaknya harta yang dimilikinya. Ia mengira kehidupan dirinya akan semakin kekal dengan banyaknya kekayaan. Padahal Allah swt. tidak memanjangkan usia si kaya sebab kekayaannya, juga tidak memendekkan usia si miskin sebab kemiskinannya. Allah swt. berfirman, ‘Ia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkan dirinya (padahal tidak demikian).’”
Kedua, suka menunda-nunda.
Suka menunda-nunda atau dalam bahasa Arabnya disebut “taswif” merupakan hal yang membahayakan umur dan usia kita. Menunda bertobat, menunda amal kebajikan, serta menunda ketaatan akan membuat waktu hilang sia-sia tanpa keberkahan dan manfaat. Oleh karenanya, janganlah seorang insan menunda tobat dan menunda amal kebajikan, karena ia tidaklah tahu apakah esok ia masih hidup dan memiliki waktu ataukah ajal telah menjemputnya. Abdullah bin Umar r.a. berpesan,
إذا أصبحت، فلا تنتظر المساء، وإذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك.
“Apabila Anda memasuki waktu pagi, maka janganlah menunggu waktu sore. Apabila Anda memasuki waktu sore, maka janganlah Anda menunggu waktu pagi. Lakukan persiapan di masa sehat Anda untuk menghadapi masa sakit Anda, dan lakukan persiapan (perbekalan) di masa hidup Anda untuk menghadapi kematian Anda!”
Imam Hasan Al-Bashri berkata,
!إياك والتسويف، فإنك بيومك ولست بغدك
“Hindarilah sifat suka menunda-nunda, karena Anda hidup pada hari Anda ini, belum tentu hidup esok hari!”
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang taat kepada-Nya dan tidak menyia-nyiakan usia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita.
بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، ولا عدوان إلا على الظالمين. الصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله وافعلوا الخيرات واجتنبوا السيئات والمنكرات، واعلموا أن المتقين في معية الله تعالى، قال تعالى: إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (سورة النحل، آية: 128) قال الله سبحانه وتعالى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. (سورة الأحزاب، آية: 56) اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وعلى التابعين وعلى تابعي التابعين من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، وعلينا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، إنك سميع قريب مجيب الدعوات، يا قاضي الحاجات ويا كافي المهمات؛ اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، وَأَصْلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا، وأصْلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا، واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير، واجعل الموت راحة لنا من كل شر؛ اللهم إنا عبادك وبنو عبادك وبنو إمائك، نواصينا بيدك، ماض فينا حكمك، عدل فينا قضاؤك، نسألك بكل اسم هو لك، سميت به نفسك، أو أنزلته في كتابك، أو علمته أحدا من خلقك، أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن ربيع قلوبنا، ونور صدورنا، وجلاء أحزاننا، وذهاب همومنا؛ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ، اللَّهم إني أسألك أن تمنّ علينا وعلى والدينا وأوْلادنا وآل بيتنا ومشايخنا وأقاربنا وأصدقائنا، وعلى جميع المؤمنين والمؤمنات بعفوك وغفرانك، ورحمتك ورضوانك. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ؛ اللهم إنا نسألك بأننا نشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد. اللهم إنا نسألك أن ترحمنا وتغفر لنا ذنوبنا؛ وصلّى الله على سيدنا محمدٍ وعلى آله وصحبه أجمعين والحمد لله رب العالمين. عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. (سورة النحل، آية:90) فاذكروا الله العظيم يذكركم، واسألوه من فضله يعطكم، وادعوه يستجب لكم، ولذكر الله أكبر؛ أقيموا الصلاة
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Muhasabah Awal Tahun