
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA
اَلْحَمْدُ للهِ، وَهُوَ بِالْحَمْدِ جَدِيرٌ، بِيَدِه الخَيرُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، أَحْمَدُه سُبْحَانَه وَأَشْكُرُه، أَعْطَى الْجَزِيْلَ وَمَنَحَ الْوَفِيرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيكَ لَه، تَنَزَّهَ عَنِ الشَّبِيْهِ وَالنَّظِيرِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُه، البَشِيرُ النَّذِيرُ، وّالسِّرَاجُ المُنِيرُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلى آلِه وَأَصْحَابِه وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، وَمَنْ عَلى نَهْجِ الْحَقِّ يَسِيْرٌ، وَسَلَّمَ التَّسْلِيمَ الْكَثِيرَ، أَمَّا بَعْدُ؛ فَاتَّقُوا اللهَ عِبَادَ اللهِ، وَاعْلَمُوا – رحمكم الله – أن الله خلق الخلق، وأسكنَهم الأرض؛ ليَعمُروها بعبادته وطاعته، وجعل ما على الأرض زينةً لها؛ ليبلوَهم أيهم أحسن عملا؛
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, pembahasan kita pada khutbah Jum’at ini mengenai lingkungan, karena banyak masyarakat muslim belum menaruh perhatian besar terhadap hal itu, padahal persoalan tersebut merupakan bagian penting dari agama Islam. Alam sekitar kita yang merupakan ciptaan Allah ﷻ dan merupakan maha karya-Nya yang agung sebagai bukti kekuasaan-Nya agar kita dapat mengambil manfaatnya, menikmati keindahannya, dan memanfaatkannya dengan bijaksana. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir” (Q.S. Al-Baqarah ayat 164)
Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah, Saat ini seluruh dunia disibukkan dengan persoalan lingkungan hidup, mulai dari Pemanasan Global, Polusi Udara, Air, Tanah, bahkan Polusi Suara, Penggundulan Hutan (Deforestasi), Illegal Logging, dan juga yang sering kita jumpai setiap hari yakni Permasalahan Sampah dan Limbah.
Islam dengan Manhaj Rabbani (Pendekatan Ketuhananan) tidak jauh dari persoalan ini. Islam tidak hanya sebatas sholat, puasa, haji, dan membaca serta menghafalkan Al-Quran saja, akan tetapi agama Islam ini hadir untuk mengatur seluruh kehidupan manusia sesuai dengan ajaran Allah ﷻ. Dalam hadits Nabi ﷺ bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Tidak boleh berbuat bahaya dan membahayakan” (H.R. Ahmad, 2865, Ibnu Majah, 2341)
Makna hadits tersebut adalah bahwa dalam Islam, membahayakan adalah hal yang dilarang. Kita tidak diizinkan untuk membahayakan dan menyakiti manusia, menyiksa hewan, atau bahkan merusak benda mati secara sembarangan. Namun sebagian manusia telah merusak alam dan lingkungan sekitarnya. Udara tercemar, tanah tercemar, penggundulan hutan dan lahan hijau meningkat. Penyebaran penyakit, kepunahan tumbuhan dan hewan, pemanasan global, termasuk juga aksi vandalisme, yaitu mencoret-coret fasilitas umum maupun milik orang lain dan merusak fasilitas umum lainnya sehingga membuat kerugian. Semua fenomena ini tidak lepas dari adanya peran praktik manusia yang salah dan menyimpang dari ajaran Islam. Maka benarlah firman Allah ﷻ:
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Q.S. Ar Rum ayat 41)

Ma’asyiral muslimin hafidzakumullah,
Sesungguhnya Allah ﷻ menghendaki agar lingkungan hidup itu bersih dan terawat, namun manusia dengan segala ambisi duniawi dan materialis-nya telah mencemari dan merusaknya, padahal Allah ﷻ telah melarang segala bentuk kerusakan di muka bumi, dalam firman-Nya:
وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (Q.S. Al-A’raf ayat 56)
Allah mengancam dengan siksaan yang berat bagi mereka yang berusaha merusak anugerah Allah Ta’ala dan alam ciptaan-Nya,
وَمَن يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya” (Q.S. Al-Baqarah ayat 211)
Jama’ah kaum muslimin rahimakumullah, Salah satu hal mendasar yang diperintahkan Islam untuk menjaga lingkungan adalah kebersihan dan kesucian jasmani dari kotoran dan najis, yang merupakan indikator keimanan. Nabi ﷺ bersabda,
الطُّهُوْرُ شَطْرُ الإِيْمَانِ
“Kebersihan bagian dari iman” (H.R. Muslim, 223)
Banyak penyakit disebabkan oleh kotoran, tempat kuman menemukan mangsanya. Islam menghendaki kita sehat, karena orang sakit kesulitan bahkan tidak bisa beribadah kepada Allah dan beraktivitas dengan maksimal. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ menasihati kita untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, dengan sabdanya:
بَرَكَةُ الطَّعَامِ الوُضُوءُ قَبْلَهُ، وَالوُضُوءُ بَعْدَهُ
“Berkahnya makanan itu dengan berwudhu sebelumnya dan sesudahnya” (H.R. Abu Dawud, 3761, At-Tirmidzi, 1846, Ahmad, 23732)
Yang dimaksud wudhu dalam hadits ini adalah mencuci kedua tangan (Syarhul Misykah, 9/2854)
Beliau ﷺ juga menekankan anjuran untuk membersihkan area mulut, sebagaimana Nabi ﷺ bersabda;
لَوْلَا أنْ أشُقَّ علَى أُمَّتي أوْ علَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بالسِّوَاكِ مع كُلِّ صَلَاةٍ
“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku perintahkan untuk bersiwak ketika hendak melaksanakan sholat” (H.R. Bukhari, 887, Muslim, 252)
Ma’asyiral muslimin, di antara bentuk memelihara lingkungan hidup adalah membersihkan lingkungan sekitar, seperti rumah, masjid, jalan, taman-taman, dan tempat umum lainnya. Sekali lagi, hal ini merupakan indikator kualitas keimanan kepada Allah ﷻ. Sebagaimana Rasulullah ﷺ telah menerangkan bahwa menyingkirkan gangguan dari jalan sebagai bagian dari keimanan. Dan salah satu tanda lemahnya iman dan membahayakan orang lain adalah membuang sampah bukan pada tempatnya, sebagaimana banyak orang yang membuang sampah di pinggir jalan begitu saja, di sungai, kali, dan saluran air, yang semua itu menurut fakta dan penelitian menjadi sumbangan terjadinya banjir. Sebagian orang ada yang membuang sembarangan puntung rokoknya di tengah jalan saat dia mengendarai atau menaiki kendaraan, bahkan dalam keadaan bara rokoknya masih menyala, dan tentu saja membahayakan pengendara lain. Kemudian adanya sebagian perusahaan atau pabrik nakal yang membuang limbah sembarangan sehingga mencemari lingkungan masyarakat di sekitarnya. Hal itu bukan hanya sebagai tanda lemah atau bahkan tidak adanya iman, bahkan dalam sudut pandang kemanusiaan, orang- orang seperti itu tidak memiliki etika dan kepekaan sosial.
Ma’asyiral muslimin, sesungguhnya Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Artinya, manusialah yang bertanggung jawab dan menjadi penjaga bumi, tidak boleh berbuat semaunya sendiri dan egois demi keuntungan pribadi atau bahkan keuntungan oligarki. Kita semua dituntut untuk memperlakukan lingkungan hidup dengan amanah dan bertanggung jawab, memanfaatkan sumber daya alam dengan benar, bijak, dan rasional untuk kemaslahatan umum demi masa depan kita dan juga masa depan generasi mendatang. Melestarikan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang bisa mengurangi dampak negatif pembangunan industri dan mencapai pembangunan berkelanjutan. Sebab, menjaga lingkungan hidup merupakan cerminan peradaban dan kemajuan suatu masyarakat. Oleh karena itu marilah kita menjadi masyarakat yang peka dan kritis. Segala sesuatu yang merusak lingkungan, baik itu penambangan liar dan arogan, eksploitasi sumber daya alam, penebangan pepohonan di hutan secara membabi buta, yang mana semua itu berpotensi menimbulkan bencana alam dan merugikan ribuan nyawa, wajib kita tolak. Untuk para pemangku otoritas, elit, dan korporat, satu langkah kalian membuat kerusakan akan kami tuntut pertanggungjawabannya, di dunia maupun di hadapan Allah kelak.
بارَك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أقول ما سمعتم فاستغفروا الله يغفر لي ولكم؛ إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah Kedua
الحمد لله وكفى، والصلاة والسلام على رسول الله المصطفى، وبعد، فاتقوا الله عباد الله حق التقوى، وتمسكوا بلا إله إلا الله، فإنها العروة الوثقى، واعلموا أن أحسن الحديث كتابُ الله، وخير الهديِ هديُ محمد ﷺ وشرَّ الأمور مُحدثاتها، وعليكم بجماعة المسلمين فإن يد الله مع الجماعة. اللهم صلِّ وسلم على سيد الأولين والآخرين، ورحمة الله للعالمين نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وارضَ اللهم عن الخلفاء الراشدين أبي بكر، وعمر، وعثمان، وعليٍّ، وعن بقية العشرة، وأصحاب الشجرة، وعن سائر الصحابة أجمعين، والتابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين؛ اللهم أعِزَّ الإسلام والمسلمين، واحمِ حَوزة الدين، واجعل هذا البلد آمنًا مطمئنًّا سخاءً رخاءً وسائر بلاد المسلمين، وأعِذنا من الفتن ما ظهر منها وما بطن؛ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ؛ سبحان ربك ربِّ العزة عما يصفون، وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Lingkungan dan Ajakan untuk Menjaga dan Merawatnya