KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » Menjaga Kebersihan Jiwa

    Menjaga Kebersihan Jiwa

    BY 15 May 2024 Dilihat: 71 kali

    Oleh: Dr. H. Abdul Amin, Lc., MA.

    الحمد لله، الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونغوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله، أدى الأمانة ونصح للأمة فكشف الله به الغمة وجاهد في سبيله حتى أتاه اليقين وتركنا عل المحجة البيضاء أي الطريقة الواضحة وهي دين الإسلام ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك.

    اللهم صل وسلم وبارك على نبينا الكريم وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله، أوصيكم عباد الله وإياي بتقوى الله. فإنه تعالى قال في كتابه الكريم:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (سورة آل عمران، آية: 102)   

    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran, ayat: 102)

    وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. (رواه الترمذي في سننه وأحمد في مسنده)

    “Bertakwalah kepada Allah di mana pun (kapan pun dan dalam kondisi apapun) engkau berada. Ikutkanlah keburukan dengan kebaikan yang akan menghapusnya. Serta bergaullah dengan manusia dengan perilaku yang baik.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

    Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah. Kehidupan di dunia ini ibarat perjalanan yang panjang juga ibarat lading tepat para insan hamba Allah menanam aneka amal kebajikan. Agar perjalanan hidup ini terasa indah dan nyaman dan agar kita dapat menanam aneka amal kebajikan dengan baik, kita memerlukan jiwa dan hati yang sehat dan bersih.

    Setelah merenungi ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi saw., seorang ahli hikmah memperoleh beberapa kesimpulan tentang cara membuat hati menjadi bersih dan sehat. Kesimpulan itu disebutkan oleh Imam al-muhaddits Abu Al-Laits di dalam kitab beliau Tanbih al-Ghafilin bi Ahadits Sayyid al-Anbiya wa al-Mursalin,                      

    قَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ: لَا تَتَفَكَّرْ فِي ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: لَا تَتَفَكَّرْ فِي الْفَقْرِ فَيَكْثُرَ هَمُّكَ وَغَمُّكَ، وَيَزِيدَ فِي حِرْصِكَ، وَلَا تَتَفَكَّرْ فِي ظُلْمِ مَنْ ظَلَمَكَ فَيَغْلُظَ قَلْبُكَ، وَيَكْثُرَ حِقْدُكَ، وَيَدُومَ غَيْظُكَ، وَلَا تَتَفَكَّرْ فِي طُولِ الْبَقَاءِ فِي الدُّنْيَا، فَتُحِبَّ الْجَمْعَ، وَتُضَيِّعَ الْعُمْرَ، وَتُسَوِّفَ فِي الْعَمَلِ. (أبو الليث نصر بن محمد بن أحمد بن إبراهيم السمرقندي (المتوفى: 373هـ)، تنبيه الغافلين بأحاديث سيد الأنبياء والمرسلين، ص 572)

    “Seorang ahli hikmah berpesan, ‘Janganlah Anda (terlalu takut dan terlalu) memikirkan kemiskinan, nanti duka lara Anda semakin bertambah parah dan ketamakan Anda semakin menggila. Janganlah Anda terlalu memikirkan kezaliman orang lain terhadap Anda, nanti hati Anda akan mengeras, dendam Anda semakin membara, dan amarah Anda semakin lama menguasai diri Anda. Serta janganlah Anda berpikir bahwa Anda akan hidup lama di dunia ini, nanti Anda akan semakin cinta menumpuk harta, menyia-nyiakan usia, dan mengulur waktu (menunda-nunda) untuk melakukan amal kebajikan!’”

    Demikian Abu Al-Laits As-Samarqandi menukil kalam ahli hikmah itu yang terinspirasi dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi saw. Dari kalam itu dijelaskan bahwa ada tiga hal penting yang semestinya diperhatikan seorang insan agar jiwa dan hatinya menjadi sehat dan bersih.

    Pertama.

    لَا تَتَفَكَّرْ فِي الْفَقْرِ فَيَكْثُرَ هَمُّكَ وَغَمُّكَ، وَيَزِيدَ فِي حِرْصِكَ.

    Tidak perlu terlalu takut dan terlalu memikirkan kemiskinan sehingga hati menjadi tidak pandai bersyukur, selalu mengeluh, dan berduka lara. Bahkan hati akan semakin terhinggapi penyakit keserakahan dan kehilangan sifat qana’ah sehingga tidak pernah merasa berkecukupan dalam menjalani kehidupan ini. Kesimpulan ini sebenarnya terinspirasi dan sesuai dengan sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh imam Ahmad di dalam Musnadnya, Rasulullah saw. bersabda,

                    وارض بما قسم الله لك تكن أغنى الناس. (رواه أحمد في مسنده)             

                    “Ridalah (terimalah sepenuh hati) rezeki yang telah Allah bagikan untukmu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya (hatinya)!” (HR. Ahmad)

                    Kesimpulan di atas juga sesuai dengan sabda beliau,

    ليس الغنى عن كثرة العرض ولكن الغنى غنى النفس. (رواه البخاري ومسلم وغيرهما)

    “Kekayaan hakiki bukanlah banyaknya harta benda. Akan tetapi, kekayaan hakiki adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Oleh karenanya, apabila seorang insan meyakini bahwa rezeki adalah qismah (pembagian) dari Allah swt. yang telah ditetapkan-Nya, lalu ia rida dan menerima sepenuh hati rezeki yang telah dibagikan oleh-Nya, niscaya ia akan menjadi insan yang pandai bersyukur, memiliki sifat qana’ah (merasa berkecukupan), tidak berkeluh kesah, serta menjadi insan yang paling kaya hatinya. Bukan hanya itu, ia juga akan menjadi insan yang terhindar dari penyakit ketamakan.

    Kedua.  Agar hati dan jiwa senantiasa bersih dan sehat, hal yang seharusnya dilakukan adalah,                           

    وَلَا تَتَفَكَّرْ فِي ظُلْمِ مَنْ ظَلَمَكَ فَيَغْلُظَ قَلْبُكَ، وَيَكْثُرَ حِقْدُكَ، وَيَدُومَ غَيْظُكَ.

    “Janganlah Anda terlalu memikirkan kezaliman orang lain terhadap Anda, nanti hati Anda akan mengeras, dendam Anda semakin membara, dan amarah Anda semakin lama menguasai diri Anda!”

    Hal kedua ini sesungguhnya terinspirasi dari firman Allah swt. di dalam surat Ali Imran,

    وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ. الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. (سورة آل عمران، آية: 133-134)

    “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran, ayat: 133-134)

    Menahan amarah diri dan memaafkan kezaliman orang lain merupakan hal yang dapat membuat hati dan jiwa kita menjadi bersih dan sehat. Sebaliknya, terlalu memikirkan kezaliman orang lain terhadap diri kita serta  menyimpan dendam akan membuat hati mengeras dan jiwa kita menjadi sakit dan terkotori. Bila jiwa sakit dan terkotori, maka aneka penyakit akan mudah menyerang fisik kita. Oleh karenanya, Janganlah Anda terlalu memikirkan kezaliman orang lain terhadap Anda, nanti hati Anda akan mengeras, dendam Anda semakin membara, dan amarah Anda semakin lama menguasai diri Anda!

    Hal kedua ini juga terilhami dari sabda Rasulullah saw.,

    وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا. (رواه مسلم)

    “Bila seorang hamba senantiasa memberikan maaf (kepada orang lain yang telah menzaliminya), maka Allah swt. pasti akan menambahkan kemuliaan untuknya.” (HR. Muslim)

    Ketiga. Hal yang dapat membersihkan dan menyehatkan hati dan jiwa adalah,              

    وَلَا تَتَفَكَّرْ فِي طُولِ الْبَقَاءِ فِي الدُّنْيَا، فَتُحِبَّ الْجَمْعَ، وَتُضَيِّعَ الْعُمْرَ، وَتُسَوِّفَ فِي الْعَمَلِ.

    “Serta janganlah Anda berpikir bahwa Anda akan hidup lama di dunia ini, nanti Anda akan semakin cinta menumpuk harta, menyia-nyiakan usia, dan mengulur waktu (menunda-nunda) dalam melakukan amal kebajikan!”

    Hal ketiga ini merupakan refleksi dari firman Allah swt.,

    وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ. الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ. يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ. كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ. (سورة الهمزة، آية: 1-4)

    “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.” (QS. al-Humazah ayat: 1-4)

    Bila seorang insan berpikir dan meyakini bahwa ia akan panjang usia dan hidup sangat lama di muka bumi ini, maka ia akan cinta menumpuk harta sehingga menjadi lalai terhadap kehidupan akhirat yang menjadi tujuan hakiki, tanpa sadar ia akan menghabisi usia hanya untuk menimbun harta semata, serta ia akan meremehkan bekal yang akan dibawanya ke akhirat nanti, bahkan akan suka mengulur-ulur dan menunda-nunda dalam melakukan kebajikan. Oleh karenanya, hendaknya kita tidak berpikir bahwa kita akan hidup sangat lama di dunia ini, seyogyanya kita menyadari bahwa hidup di dunia ini hanyalah sebentar sehingga kita senantiasa menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat nanti, yaitu kehidupan yang lebih baik dan kekal abadi.

    Seorang da’i, Abdul Aziz Ath-Tharifi menyampaikan sebuah untaian hikmah,

    يطول أمل الإنسان مع كثرة ماله، يظن أن البقاء يطول مع الثراء، والله لا يطيل عمر الغني لغناه، ولا يقصر عمر الفقير لفقره. قال تعالى: يحسب أن ماله أخلده.

    “Angan-angan (hasrat duniawi) seorang insan bertambah banyak seiring dengan bertambah banyaknya harta yang dimilikinya. Ia mengira kehidupan dirinya akan semakin kekal dengan banyaknya kekayaan. Padahal Allah swt. tidak memanjangkan usia si kaya sebab kekayaannya, juga tidak memendekkan usia si miskin sebab kemiskinannya. Allah swt. berfirman, ‘Ia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkan dirinya (padahal tidak demikian).’” 

    Kaum muslimin yang dirahmati Allah.

    Demikian tiga hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan serta kebersihan hati dan jiwa kita agar kita dapat mensyukuri dan menikmati anugerah dari Allah swt. berupa kehidupan ini. Semoga Allah swt. menganugerahi kita sifat qana’ah (merasa berkecukupan), sifat bersyukur, sifat pemaaf dan pandai mengendalikan diri, serta sifat melek dan tidak lalai terhadap kehidupan akhirat yang lebih baik dan abadi. Amin.        

    بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

    Khutbah Kedua

    الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، ولا عدوان إلا على الظالمين. الصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله وافعلوا الخيرات واجتنبوا السيئات والمنكرات، واعلموا أن المتقين في معية الله تعالى،

    قال تعالى: إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (سورة النحل، آية: 128)

    Kaum muslimin yang dirahmati Allah.

    Allah swt. memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk senantiasa membersihkan dan menyucikan jiwanya dari hal-hal yang dapat mengotorinya. Allah swt. berfirman,

    وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا. فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا. وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا. (سورة الشمس، آية: 7-10)

    “Dan (demi) jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams, ayat: 7-10)

    Di antara banyak hal yang dapat mengotori dan merusak kesehatan jiwa adalah rasa ketakutan terhadap kemiskinan, keserakahan, memendam dendam dan amarah, serta lalai dan menyia-nyiakan usia yang telah dianugerahi oleh Allah swt. Semoga Allah swt. memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa mampu membersihkan dan menjaga kebersihan hati dan jiwa kita sehingga kita benar-benar menjadi hamba yang bertakwa yang akan kembali kepada Allah swt. dengan membawa hati yang bersih. Amin.  

    قال الله سبحانه وتعالى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. (سورة الأحزاب، آية: 56)

    اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وعلى التابعين وعلى تابعي التابعين من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، وعلينا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، إنك سميع قريب مجيب الدعوات، يا قاضي الحاجات ويا كافي المهمات.

    اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، وَأَصْلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا، وأصْلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا، واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير، واجعل الموت راحة لنا من كل شر.

    اللهم إنا عبادك وبنو عبادك وبنو إمائك، نواصينا بيدك، ماض فينا حكمك، عدل فينا قضاؤك، نسألك بكل اسم هو لك، سميت به نفسك، أو أنزلته في كتابك، أو علمته أحدا من خلقك، أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن ربيع قلوبنا، ونور صدورنا، وجلاء أحزاننا، وذهاب همومنا.

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ، اللَّهم إني أسألك أن تمنّ علينا وعلى والدينا وأوْلادنا وآل بيتنا ومشايخنا وأقاربنا وأصدقائنا، وعلى جميع المؤمنين والمؤمنات بعفوك وغفرانك، ورحمتك ورضوانك. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار.

    وصلّى الله على سيدنا محمدٍ وعلى آله وصحبه أجمعين والحمد لله رب العالمين. عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. (سورة النحل، آية:90) فاذكروا الله العظيم يذكركم، واسألوه من فضله يعطكم، وادعوه يستجب لكم، ولذكر الله أكبر. أقيموا الصلاة.


    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Menjaga Kebersihan Jiwa

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023