
Oleh: Dr. Mustori Ahmad, Lc., M.S.I
Membudayakan Kejujuran
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ؛ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ؛ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا؛ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا؛ أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الهُدَىٰ هُدَىٰ مُحَمَّدٍ صَلَّىٰ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ إِلَى آخِرِ الْحَدِيْثِ
Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala,
Jujur atau shiddiq merupakan salah satu sifat Rasul yang melekat pada dirinya. Kejujuran telah dilekatkan pada diri Rasul sebelum beliau diangkat menjadi Rasulullah ﷺ dengan menjadi agen perdagangan dari Khadijah radhiyallahu ‘anha yang pada akhirnya bisa menanamkan trust kepadanya. Ketertarikan Khadijah kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah atas dasar kejujuran beliau saat menjalankan usahanya. Dari sinilah Khadijah akhirnya menikah dengan Nabi Muhammad ﷺ. Dan pada saat yang sama beliau mendapat gelar al-Amin karena kejujurannya.
Kita sebagai umat Rasul harus bisa mengimplemantasikan sifat kejujuran ini dalam segala aspek kehidupan, karena kejujuran bagian dari akhlak mulia.
Kejujuran harus dipraktikkan baik dalam perdagangan, perpolitikan maupun sebagai pejabat atau pemimpin tertinggi dan yang lain. Kejujuran akan menghantarkan seseorang untuk meraih derajat dan kehormatan yang tinggi baik di mata Allah ﷻ maupun di mata sesama manusia.
Kejujuran akan menghantarkan seseorang meraih surga yang penuh dengan kenikmatan dan senantiasa dalam keridhoan Allah ﷻ.
Sifat jujur telah diterangkan Allah ﷻ dalam al-Quran di antaranya adalah di surat At-Taubah ayat 119:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang-orang yang benar.”
Dalam ayat ini Allah telah memberikan statement bahwa orang beriman dan kebenaran (kejujuran) merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Orang yang beriman dengan sempurna akan selalu menjunjung tinggi kebenaran atau kejujuran. Kejujuran akan mendapatkan balasan berbagai macam kebaikan dari Allah ﷻ. Sebaliknya orang yang imannya tidak sempurna akan cenderung pada perilaku tidak jujur dan tidak menjunjung tinggi kebenaran yaitu bohong yang pada akhirnya akan selalu berbuat dosa.
Dosa-dosa yang selalu diperbuat akan membawanya menuju neraka. Orang yang tidak jujur dan selalu berbohong akan selalu berbuat kedurhakaan, durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya dan durhaka kepada sesama manusia. Kehidupannya selalu dalam ketidakpastian, ketidaktenangan dan benaknya akan memproduksi kebohongan-kebohongan baru.
Rasulullah ﷺ telah memetakan kedudukan orang yang selalu berbuat jujur dan orang yang selalu berbuat bohong, sebagaimana sabda beliau:
عَنْ اِبْنِ مَسْعُوْدِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “ إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتّٰى يُكْتَبَ عِنْدَ اللّٰهِ صِدِّيْقًا، وَإِنَ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلٰى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتّٰى يُكْتَبَ عِنْدَ اللّٰهِ كَذَّابًا.
Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi ﷺ, bahwa beliau telah bersabda:
“Sesungguhnya jujur menunjukkan kepada kebajikan dan kebajikan menunjukkan jalan ke surga. Sesungguhnya orang yang jujur akan selalu melakukan kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.
Dan sesungguhnya dusta menunjukkan kepada kedurhakaan dan kedurhakaan menunjukkan jalan ke neraka. Sesungguhnya orang yang berdusta akan selalu melakukan kedustaan sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah,
Kejujuran akan selalu mengantarkan seseorang kepada kebajikan yang pada gilirannya akan mendapatkan kehormatan baik di sisi Allah maupun manusia. Dalam konteks kehidupan akhirat, orang jujur akan mendapatkan derajat tinggi dalam surga dan mendapatkan berbagai kenikmatan yang ada di dalamnya.
Dalam kehidupan dunia, orang yang berlaku jujur akan selalu mendapat apresiasi dan trust dari masyarakat. Trust inilah yang akan menghantarkannya menuju kedudukan yang mulia dihadapan masyarakat. Tetapi sebaliknya bagi orang yang selalu tidak jujur dan berdusta akan menghantarkannya kepada kedurhakaan.
Dalam kehidupan akhirat tipe orang yang semacam ini akan menjadi penghuni neraka dan di dalam kehidupn dunia, dia tidak akan mendapat kepercayaan dari masyarakat dan dianggap sebagai oarng yang tidak dapat dipercaya.
Untuk itu mari kita sebagai Muslim harus selalu berusaha untuk berbuat jujur meski dalam kondisi sesulit apapun dan bahkan saat mendapatkan ancaman maupun tekanan atau kesulitan. Pada hakikatnya di dalam kejujuran terdapat kesuksesan, keselamatan, dan kemuliaan. Hanya orang jujur sajalah yang akan mendapat derajat yang tinggi, kebahagiaan lahir batin dan keberhasilan yang luar biasa. Sayyidina Ali telah memberikan sebuah untaian kata yang beliau ingat dari Rasulullah ﷺ:
عَنْ اَبِيْ مُحَمَّدِ الْحَسَنِ ابْنِ عَلِيِّ بْنِ اَبِيْ طَالِبِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : دَعْ مَا يَرِيْبُكَ اِلٰى مَا لَا يَرِيْبُكَ، فَاِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَالْكَذِبَ رِيْبَةٌ.
Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Tholib berkata: Aku hafal sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ yang menegaskan:” Tinggalkanlah apa yang meragukan dirimu, beralihlah kepada sesuatu yang tidak meragukan dirimu. Sesungguhnya kejujuran adalah tenang, dan dusta adalah keraguan (H.R. At-Tirmidzi)
Hadits di atas memberikan penjelasan bahwa orang yang jujur akan selalu meraih ketenangan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sedangkan orang yang tidak jujur atau dusta hidupnya akan selalu resah, tidak tenang dan selalu tidak percaya diri dalam megarungi hidup dan kehidupan. Dia akan selalu ragu dalam melangkah untuk melakukan segala sesuatu. Dalam melakukan sesuatu orang yang tidak jujur akan selalu mencari jalan keluar untuk melakukan kebohongan-kebohongan yang lain. Karena itu orang semacam ini akan selalu dalam keraguan di setiap langkah yang akan dilakukan. Untuk itu kita sebagai seorang Muslim harus mampu untuk meninggalkan hal-hal yang meragukan dan beralih kepada sesuatu hal yang jelas hukumnya. Jujur dan berintegritas akan selalu mendapatkan ketenangan sedangkan orang yang tidak jujur dan selalu bohong akan masuk dalam ruang keraguan yang mengakibatkan hidupnya tidak tenang.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Dari uraian singkat tentang bersikap jujur, paling tidak, ada lima keuntungan yang bisa diperoleh yaitu:
Pertama, memperoleh ketenangan jiwa. Kejujuran itu mententramkan.
Ketentraman jiwa akan menjadikan hidup penuh dengan kebahagiaan. Sebaliknya dusta selalu mengusik ketenangan jiwa yang menjadikan seseorang menjadi gelisah dan resah.
Rasulullah ﷺ bersabda
اَلإِثْمُ مَا حَاكَ فِيْ صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
“Dosa adalah sesuatu yang mengganjal dalam hatimu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya” (H.R. Muslim)
Kedua, memperoleh keberkahan hidup.
Kiat untuk memperoleh keberkahan hidup adalah berlaku benar dan jujur. Rasul ﷺ bersabda:
اَلْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَالَمْ يَتَفَرَّقَا، فَاِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَابُوْرِكَ لَهُمَا فِيْ بَيْعِهِمَا، وَاِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرْكَةُ بَيْعِهِمَا
“Penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya bila keduanya berlaku dusta dan saling menutup –nutupi, niscaya akan hilang keberkahan pada transaksi merek berdua.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Ketiga, memperoleh keselamatan, meski sikap jujur tidak disukai oleh pendusta dan bahkan berusaha untuk mencelakakn orang yang bersikap jujur. Hakikat keselamatan adalah segala sesuatu yang menghantarkan manusia menuju surganya Allah ﷻ. Rasul ﷺ bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّهُ مَعَ الْبِرِّ وَهُمَا فِيْ الْجَنَّةِ، وَاِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَاِنَّهُ مَعَ الْفُجُوْرِ وَهُمَا فِيْ الْنَّارِ
“Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena dusta itu bersama kedurhakaan dan keduanya di neraka” (H.R. Ibnu Hibban)
Keempat, tercatat sebagai ahli kebenaran.
Kita akan selalu bersama orang-orang yang benar jika kita menjalankan prinsip kebenaran dalam kehidupan. Rasul ﷺ bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَالبِرُّ يَهْدِي إِلٰى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ ،وَيَتَحرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللّٰهِ صِدِّيقًا
Wajib atasmu berlaku jujur, karena kejujuran itu membawa kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surge. Seseorang yang selalu jujur dan memilih kejujuran akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. (HR. Bukhari)
Kelima, terhindar dari kemunafikan.
Salah satu ciri orang munafik adalah berdusta. Dan barang tentu kita sebagai seoarng Muslim yang taat tidak ingin digolongkan dalam kelompok semacam ini.
Demikianlah khutbah yang singkat ini. Semoga kita semua dalam meniti kehidupan ini dihiasi oleh kejujuran. Dengan kejujuran kita akan jauh dari kehancuran dan kebinasaan. Sedangka dusta akan menyebabkan kita kehilangan berkah, keselamatan dan ketentraman.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ؛ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَة؛ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا؛ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ. .رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ .رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ؛ عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، ولذكر الله أكبر، وأقيموا الصلاة!
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Membudayakan Kejujuran