
Oleh: Lalu Khairil Azmi, B.A
إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ. قَالَ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ :﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ﴾ ﴿ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ﴾ ﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا؛
Ma’asyiral Muslimin,
Sesungguhnya Allah ﷻ menciptakan kita dengan tujuan yang jelas dan tegas, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Hal ini sebagaimana yang Allah tegaskan dalam firman-Nya,
وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S. Adz-Dzariyat: 56)
Ketika Allah menciptakan dunia dan seisinya, maka hal itu tidak lain bertujuan untuk menjadi sarana bagi setiap hamba untuk mencapai tujuan penciptaanya.
Maka tidak selayaknya seorang hamba yang diberikan kesempatan hidup di dunia ini untuk kemudian terlena dengan dunia dan semakin jauh dari peribadatan yang menjadi tujuan penciptaanya di atas muka bumi. Sungguh Allah telah berfirman,
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang tebaik perbuatanya.” (Q.S. Al-Kahfi: 7)
Dunia dan perhiasanya, ada yang menjadikan disibukan dengan perkara dunia sehingga melupakan tujuan penciptaanya, sehingga ia jauh dari Allah ﷻ, dan sebaliknya ada manusia yang memanfaatkan dunia untuk semakin mewujudkan peribadatan kepada Allah ﷻ.
Ma’asyiral Muslimin, Dunia tidaklah telarang untuk dinikmati selama kita tidak lupa tujuan penciptaan kita, yaitu untuk beribadah dan bertakwa kepada Allah ﷻ. Oleh karenanya Nabi sendiri berdoa,
اَللّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا
“Ya Allah, janganlah engkau jadikan dunia impian terbesar kami, serta pengetahuan kami yang tertinggi.”
Oleh karena itu, dalam banyak kesempatan Nabi mengingatkan kita selaku umatnya untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Allah ﷻ untuk bisa menjadi yang terbaik disisi-Nya. Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِك
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara; masa mudamu sebelum masa tua, sehatmu sebelum sakitamu, kekayaanmu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum kesibukanmu dan kehidupanmu sebelum kematianmu.”
Ma’asyiral Muslimin, Kita tentu sadar bahwasanya kehidupan masing-masing kita stabil, dalam arti kita tidak memiliki harta berlebih, kita tidak senantiasa sehat, kita tidak senantiasa mendapati waktu luang, bahkan yang lebih jelas adalah kita tidak akan hidup abadi selama-lamanya, ada waktunya kita akan kembali menghadap kepada Sang Maha Kuasa Allah ﷻ.
Oleh karena itu, ketika ada kesempatan untuk beramal maka janganlah kita menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ingatlah bahwa dunia adalah sarana untuk menanam benih kebaikan sebanyak-banyaknya untuk kemudian kita panen di akherat kelak.
Maka kita sadar bahwa kesempatan yang kita miliki di dunia ini sangatlah terbatas, maka jangan sampai kita terperdaya. Bahkan hendaknya kita berlomba-lomba untuk memanfaatkan kesempatan yang Allah berikan kepada kita, tidak bersantai-santai. Allah firmankan,
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” [Q.S. Ali Imran: 133]
سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Q.S. Al-Hadid: 21)
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan”
Kesempatan bersaing di atas muka bumi ini dalam beramal shaleh sangatlah terbatas, maka perlombaan berlaku di atas muka bumi ini. Dalam perlombaan tersebut, pada akhirnya manusia akan terbagi menjadi 3 golongan. Allah katakan.
ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” [Q.S. Fathir: 32]
Golongan pertama adalah orang yang menzalimi diri mereka sendiri. Yaitu mereka masih terjerumus dalam kemaksiatan, dunia telah melalaikanya, meskipun mereka masih tetap beribadah kepada Allah ﷻ.
Golongan kedua adalah golongan pertengahan. Yaitu mereka yang bersemangat dalahm mengejar akherat, namun mereka masih bisa menghindarkan diri dari perkara-perkara yang Allah telah haramkan.
Golongan ketiga adalah golongan terbaik. Yaitu mereka yang berlomba-lomba dalam kebaikan dengan izin Allah. Allah berfirman tentang merekan dalam ayat lain,
وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُون
“Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah”
Oleh karena itu mereka selalu terdepan dalam amal saleh selama di dunia, merekapun menjadi yang terdepan di akherat kelak.
Semoga Allah ﷻ berikan kita taufik untuk bisa terus bersemangat dalam beramal shaleh, tidak terlena dengan tujuan penciptaan kita di atas muka bumi, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Sungguh waktu terus berjalan, jatah umur semakin menipis, sementara kesempatan tidak selalu ada.
أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب وخطيئة فاتغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلى إِحْسَانِه، وَالشُّكرُ لَه عَلى تَوفِيقِه وَامْتِنَانِه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وأخوانه
Ma’asyiral Muslimin, Sesungguhnya orang yang diberi taufik oleh Allah ﷻ adalah orang yang memangaatkan perkara dunianya untuk mencapai urusan akhiratnya. Itulah yang dimaksud dari firman Allah ﷻ,
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” [Q.S. Al- Qashas: 77]
Apabila ia diberi kekuatan maka ia menggunakan kekuatan tersebut untuk akhiratnya. Oleh karenya Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
المؤمن القوي خيرٌ وأحبُّ إلى الله من المؤمن الضَّعيف، وفي كلٍّ خيرٌ
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari pada orang mukmin yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan”
Apabila ia diberi harta, maka ia menggunakanya untuk bisa meraih tingkatan tertinggi di akhirat kelak. Nabi ﷺ bersabda kepada ‘Amr ibn ‘Ash,
يَا عَمْرو, نِعْمَ المَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ
“Wahai ‘Amr, sebaik-baik harta adalah milik orang yang baik”
Apabila ia diberi jabatan dan kedudukan, maka ia gunakan kenikmatan tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karenanya di antara golongan orang yang akan di naungi di hari akhir kelak adalah pemimpin yang adil إِمَامٌ عَادِلٌ
Ma’asyiral Muslimin,
Di akhir khutbah ini, khatib ingin mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib tentang hakikat dunia dan akhirat. berliau berkata,
قد ارتحل الدنيا مدبرة وارتحلت الآخرة مقبلة ولكل واحد منهما بنون, فكونوا من أبناء الآخرة ولا تكونوا من أبناء الدنيا, فإن اليوم عمل ولا حساب وغدا حساب ولا عمل
“Sesungguhnya dunia semakin menjauh, sementara akherat semakin mendekat. Masing-masing memiliki pengikut. Maka jadilah kalian pengikut-pengikut ahirat dan janganlah menjadi pengikut-pengikut dunia. Hari ini adalah waktu beramal bukan hisab, sementara kelak adalah hari hisab dan tidak ada kesempatan untuk beramal”
Maka selama kita masih ada di dunia maka kita masih memiliki kesempatan untuk beramal shaleh. Akan tetapi ketika ruh sudah dicabut dari jasad maka tidak ada lagi amal shaleh, dan yang tersisa hanyalah menunggu datangnya waktu hisab.
Oleh karena itu, saat ini adalah kesempatan untuk menanam benih amal saleh sebanyak-banyaknya, agar kemudian kita bisa memanenya di akherat kelak. Maka tidak mengapa saat ini kita berletih-letih dalam beramal, sebab esok kita akan merasakan kenikmatan akan karunia Allah dari amal saleh kita.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambanya termasuk dalam golongan pengikut-pengikut akhirat.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اللهم صل عليه؛ اللهم صلِّ على محمد وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد، كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد؛ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ ويا قاضي الحاجات؛ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ؛ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ؛ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّار؛ عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والاحسان وإيتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر.
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Saat Kesempatan Masih Ada, Bergegaslah Menuju Kebaikan