KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » RIDHA DENGAN PEMBERIAN ALLAH

    RIDHA DENGAN PEMBERIAN ALLAH

    BY 04 Jun 2026 Dilihat: 9 kali

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

    Hadirin rahimakumullah,

    Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-Ash bahwa Nabi ﷺ bersabda,

    ((قَدْ أَفْلَحَ مَن أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بما آتَاهُ))

    Sungguh telah beruntung orang yang telah memeluk agama Islam, diberi rezeki yang cukup (kafâf), dan Allah menjadikan dia kanaah terhadap apa yang Allah berikan kepadanya.”

    Nabiﷺ  memulai sabdanya, “Qad aflaha”. al-Falâh maknanya adalah Hushûl al-Mathlûb wa-al-Amnu min-al-Makhûf. Kalau dalam bahasa kita, orang yang beruntung adalah, “Dia yang meraih apa yang dicita-citakan dan selamat dari apa yang dikhawatirkan.”

    Ketahuilah, bahwa tidak ada keberuntungan yang sesungguhnya seperti di akhirat kelak. Jika seorang masuk Surga, maka artinya cita-citanya telah dia dapatkan, sekaligus selamat dari kekhawatiran masuk ke dalam api Neraka.

    Nabi ﷺ mengatakan, “Qad aflaha” yaitu dia yang merasa nyaman dan tenteram. Ketahuilah, kenyamanan ini bukan hanya di akhirat saja, bahkan sudah bisa dirasakan di dunia. Siapa yang bisa merasakannya? Adalah dia yang memenuhi tiga persyaratan:

    Pertama, مَنْ أَسْلَمَ yaitu orang yang masuk Islam. Maka, sejauh mana dia memperkuat Islamnya dan mengamalkan syariat Islam, maka sejauh itu pula dia meraih al-Falâh.

    Kedua, وًرُزِقَ كَفَافَا  yaitu dia yang diberi rezeki dengan kecukupan, tidak berlebihan dan tidak juga Kekurangan. Al-Qurthubi rahimahullâh menafsirkan al-Kafâf dengan sangat baik, di mana beliau mengatakan, “Al-Kafâf yaitu yang mencukupi kebutuhan darurat dan hajatnya.

    Sehingga dia tidak bergantung kepada orang lain dan tidak menghinakan dirinya di hadapan manusia dengan mengharap belas kasih. Namun kecukupannya juga tidak sampai derajat kaya raya.” Sungguh ketergantungan kepada manusia adalah sebuah kehinaan.

    Tatkala seorang terpenuhi kebutuhan daruratnya dan terpenuhi kebutuhan hajatnya, maka dia telah mendapatkan al-Kafâf, rezeki dengan kadar tidak berlebih-lebihan. Karena kalau dia memiliki harta yang terlampau banyak, tentu hisabnya akan panjang. Maka, sungguh beruntung orang yang diberi rezeki al-Kafâf.

    Ketiga, وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بما آتَاهُ  Yaitu dia yang Allah anugerahkan sifat kanaah terhadap apa yang Allah berikan kepadanya. Sifat inilah yang ingin Khotib singgung pada khotbah yang singkat ini.

    Kanaah adalah sifat yang mulia. Siapa yang memiliki sifat ini, maka dia telah memiliki aset yang sangat berharga, yang merupakan modal baginya untuk berada dalam lautan kebahagiaan.

    Di antara keistimewaan orang yang kanaah, dia akan dicintai oleh Allah ﷻ. Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, Nabi ﷺ bersabda,

    إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ العَبْدَ التَّقِيَّ، الغَنِيَّ، الخَفِيَّ

    “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa, al-Ghaniy (yang berkecukupan), dan yang al-Khafiy (yang menyembunyikan amalannya).

    Di antara tafsiran al-Ghaniy adalah sifat kanaah. Sifat yang menjadikan seseorang tidak merasa kekurangan dan selalu merasa berkecukupan. Seorang yang rida dengan apa yang Allah berikan kepadanya—orang seperti ini dicintai oleh Allah ﷻ.

    Keistimewaan lain dari orang yang kanaah, dia akan merasakan manisnya iman. Kata Nabi ﷺ,

    ذاقَ طَعْمَ الإيمانِ مَن رَضِيَ باللَّهِ رَبًّا، وبالإسْلامِ دِينًا، وبِمُحَمَّدٍ رَسولًا

    “Telah merasakan manisnya iman orang yang rida Allah sebagai Rabb-nya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Rasul.”

    Orang yang kanaah dia pasti merasakan manisnya iman, lezatnya iman, dan indahnya ibadah. Karena dia rida Allah sebagai Tuhannya. Dia rida keputusan Allah kepadanya, dan dia rida pemberian Allah kepadanya. Banyak ataupun sedikit, dia katakan “Inilah yang Allah berikan kepadaku. Aku rida dengan itu.” Orang seperti ini akan merasakan manisnya iman.

    Berbeda dengan orang yang selalu merasa kekurangan, selalu tidak rida, selalu protes, hasad, dengki, dan tidak pernah puas dengan apa yang Allah berikan. Orang ini tidak akan merasakan manisnya iman.

    Orang yang kanaah, dia juga akan menjadi orang yang paling berkecukupan. Simaklah wasiat Nabi ﷺ kepada Abu Hurairah,

    يَا أَبَا هُرَيْرَةَ! كُنْ وَرِعًا تَكُنْ مِنَ أَعْبَدِ النَاسِ، وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ مِنْ أَغْنَى النَاسِ

    “Wahai Abu Hurairah! Jadilah engkau seorang yang wara’, niscaya engkau menjadi hamba Allah yang paling tekun beribadah. Dan ridalah apa yang Allah berikan kepadamu, maka engkau menjadi orang yang paling kaya.”

    Benarlah sabda Nabi ﷺ. Kita dapati sebagian orang, mereka memiliki harta yang banyak, tapi sikapnya menunjukkan kalau hidupnya susah. Kalau kita bertemu dengannya, wajahnya murung.

    Sepertinya ada masalah banyak yang harus dia selesaikan: masalah bisnis dan banyak perusahaan harus dia urus satu per satu. Ketika berbincang, dia mengaduh: isinya keluhan begini dan begitu.

    Di sisi lain, tatkala kita bertemu dengan sebagian orang yang hidupnya pas-pasan, kita dapati lisannya mudah mengucap, “Alhamdulillâh”.

    Hatinya punya kanaah, yang tidak dimiliki oleh si kaya tersebut. Antara dua orang tersebut, yang bahagia tentulah yang kanaah.

    Dan inilah satu bentuk rida kepada Allah ﷻ sebagai Rabb kita. Kita yakin apa yang Allah berikan kepada kita adalah yang terbaik. Dan ingatlah bahwa orang yang kanaah akan diberikan kebahagiaan di dunia, terlebih lagi di akhirat. Di antara tafsir firman Allah ﷻ,

    مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ

    Barang siapa beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam kondisi dia beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl [16]: 97)

      Al-Hasan al-Bashri mengatakan,

    حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗ أَي القَنَاعَة

    “Kehidupan yang baik, yaitu kanaah.”

    Orang yang kanaah akan mendapatkan kehidupan yang baik. Belum lagi Allah beri ganjaran yang lebih baik sebagaimana Allah ﷻ tutup ayat tersebut,

    وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

    “Dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl[16]: 97)

    Yaitu ganjaran yang jauh lebih baik di akhirat kelak.

     بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

    الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اِتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى.

    Berikut ini beberapa perkara yang dapat membantu kita agar memiliki jiwa yang kanaah, yang rida dengan apa yang Allah takdirkan kepada kita, apa yang Allah berikan kepada kita.

    Pertama, ketahuilah bahwasanya kebahagiaan tempatnya di hati. Kapan kita kanaah, kita akan bahagia. Kapan kita tidak kanaah, kebahagiaan akan lari dari kita.  Kata Imam Syafi’i rahimahullah:

    “Kalau kau memiliki hati yang kanaah, hakikatnya engkau dan raja sama saja.”

    Yang kedua, jangan lupa berdoa kepada Allah ﷻ, berlindung dari jiwa yang tidak pernah puas. Di antara doa Nabi ﷺ,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسمَعُ

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari doa yang tidak didengar, dan dari jiwa yang tidak pernah puas.”

    Yang ketiga, jangan coba-coba membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Allah berfirman,

    وَلَا تَمُدَّنَّ عَيۡنَيۡكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعۡنَا بِهِۦٓ أَزۡوَٰجٗا مِّنۡهُمۡ زَهۡرَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا لِنَفۡتِنَهُمۡ فِيهِۚ وَرِزۡقُ رَبِّكَ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰ

    Dan janganlah engkau panjangkan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan pada beberapa sekelompok orang, berupa mawar kehidupan dunia, sebagai ujian kami untuk mereka dengan (kesenangan dunia) tersebut. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Thâhâ[20]: 131)

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدِينَا، وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا، وَاجْزِهِمْ عَنَّا خَيْرَ الْجَزَاءِ

    اللَّهُمَّ أَحْسِنْ إِلَيْهِمْ كَمَا أَحْسَنُوا إِلَيْنَا، وَبَارِكْ فِي أَعْمَارِهِمْ وَأَعْمَالِهِمْ، وَاجْعَلْهُمْ مِنْ أَهْلِ الْإِيْمَانِ وَالتَّقْوَى

    اللَّهُمَّ مَنْ كَانَ مِنْهُمْ حَيًّا فَأَطِلْ عُمْرَهُ عَلَى طَاعَتِكَ، وَمَنْ كَانَ مِنْهُمْ مَيِّتًا فَوَسِّعْ قَبْرَهُ وَاغْفِرْ لَهُ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْجَنَّةِ

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ،  اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا ذُرِّيَّاتِنَا، وَاجْعَلْ أَبْنَاءَنَا وَبَنَاتِنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ وَالطَّاعَةِ وَالتَّوْحِيْدِ

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ بُيُوْتَنَا بُيُوْتًا صَالِحَةً مُطْمَئِنَّةً، مَلِيْئَةً بِالْإِيْمَانِ وَالذِّكْرِ وَالْقُرْآنِ

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk RIDHA DENGAN PEMBERIAN ALLAH

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023