
Pertanyaan dari ibu Hj. Mariyah:
Ustadz, apa yang dimaksud dengan bacaan idgham kamil dan idgham naqis? Apakah sama dengan idgham bi ghunnah dan idgham bila ghunnah?
Jawaban:
Ibu Mariyah yang kami hormati, terima kasih atas pertanyaannya. Kita akan bahas secara runut dan singkat terkait pertanyaan ibu Hj. Mariyah.
Pertama, idghām secara bahasa artinya memasukkan sesuatu ke dalam sesuatu. Dikatakan,
إِدْخَالُ اللِّجَامِ فِي أَفْوَاهِ الدَّوَابِّ[1]
Memasukkan tali kekang ke dalam mulut binatang ternak
Sedangkan secara istilah idghām memiliki pengertian sebagai berikut,
إِدْخَالُ حَرْفٍ سَاكِنٍ فِي حَرْفٍ مُتَحَرِّكٍ حَتَّى يُصِيرَانِ حَرْفًا وَاحِدًا مُشَدَّدًا[2]
Memasukkan huruf yang sukun ke dalam huruf yang berharakat (hidup), sehingga keduanya menjadi satu huruf yang bertasydid
Huruf-huruf idghām ada enam, yang terkumpul dalam kata: يَرْمُلُون (yarmulūn), yaitu: ي (ya), ر (ra), م (mīm), ل (lām), و (wāw), dan ن (nūn)[3]
Kemudian, idghām ditinjau dari aspek kesempurnaan atau kekurangannya memang terbagi menjadi dua, yaitu idgham kamil dan idgham naqis? Apa itu?
Dalam kitab Ghāyah al-Murīd fī ‘Ilm al-Tajwīd[4] disebutkan sebagai berikut,
والإدغام الكامل: هو ذَهَابُ ذَاتِ الحرف وصفته معًا، ويكون عند اللام والراء لكمال التشديد فيهما باتفاق العلماء، وَعَلَامَتُهُ: وضع الشَّدة على المدغم فيه.
Idghām kāmil yaitu hilangnya dzat huruf beserta sifatnya sekaligus. Hal ini terjadi pada huruf lām (ل) dan rā’ (ر), karena sempurnanya tasydid pada keduanya menurut kesepakatan ulama. Tanda idghām kāmil adalah adanya syaddah (tasydid) pada huruf yang dimasuki (al-mudgham fīh
والإدغام الناقص: هو ذهاب ذات الحرف وإبقاء صفته وهي الغنة التي تكون مانعة من كمال التشديد؛ وذلك عند الحروف الأربعة الباقية
Idghām nāqiṣ yaitu hilangnya dzat huruf, tetapi sifatnya masih tersisa, yaitu sifat ghunnah (dengung), yang mencegah sempurnanya tasydid. Hal ini terjadi pada empat huruf lainnya [yaitu: yā’ (ي), nūn (ن), mīm (م), dan wāw (و)]
Contoh bacaan Idghām Kāmil dan Idghām Nāqiṣ:
Idghām Kāmil → huruf pertama lenyap total (dzat dan sifatnya), hanya huruf kedua yang terdengar dengan tasydid penuh. Terjadi pada lām dan rā’.
Contoh:
Idghām Nāqiṣ → dzat huruf pertama hilang, tetapi sifatnya masih tersisa, yaitu ghunnah. Terjadi pada yā’, nūn, mīm, wāw.
Contoh:
Kemudian apa hubungannya dengan Idghām Bi Ghunnah dan Idghām Bilā Ghunnah?
Idghām bi Ghunnah (dengan dengung) termasuk dalam kategori idghām nāqiṣ, karena sifat ghunnah dari huruf nūn ataupun tanwīn masih tersisa.
Idghām bilā Ghunnah (tanpa dengung) termasuk dalam kategori idghām kāmil, karena nūn atau tanwīn hilang sepenuhnya tanpa tersisa sifat ghunnah.
Demikian jawaban dari kami, mudah-mudahan bisa dipahami dan diterapkan bacaan tersebut sesuai kaidah tajwid yang berlaku. Wallāhu waliyyuttawfīq
[1] Lisān al-‘Arab, 12/203
[2] Ghāyah al-Murīd fī ‘Ilm al-Tajwīd, 57
[3] Ghāyah al-Murīd fī ‘Ilm al-Tajwīd, 57
[4] Ghāyah al-Murīd fī ‘Ilm al-Tajwīd, 60
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Beda Idghām Kāmil dan Idghām Nāqiṣ