
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., M.S.I. (Dosen Fakultas Ushuluddin, INDAFA)
Saat membaca Al-Qur’an, sebagian orang mungkin pernah memperhatikan adanya tanda kecil berbentuk lonjong di atas huruf alif pada beberapa kata tertentu di dalam mushaf.
Sekilas terlihat seperti tanda kecil biasa, tetapi ternyata tanda tersebut menyimpan kaidah bacaan yang cukup menarik.
Dalam kitab Fathu Rabb al-Bariyyah: Syarah Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah dalam Ilmu Tajwid , dijelaskan adanya pembahasan yang dikenal dengan istilah Al-Alifāt As-Sab‘ah atau Tujuh Alif.
Sang penulis syarah, Safwat Mahmud Salim menjelaskan:
حكمها: تثبت وقفاً وتحذف وصلاً، وعبر عنها بالصفر المستطيل
Hukumnya, alif tersebut dibaca ketika waqaf (berhenti) dan dihilangkan ketika washal (disambung). Keberadaannya dalam mushaf ditandai dengan ash-shifr al-mustathīl (angka nol lonjong di atas alif).
Pembahasan ini berlaku pada praktik bacaan riwayat Hafṣ dari ‘Āṣim, sebagaimana yang umum digunakan pada mushaf di Indonesia.
Secara sederhana, kaidahnya mudah dipahami. Ketika pembaca berhenti di kata tersebut, bacaan menjadi panjang dua harakat layaknya bacaan mad thabi’i.
Ketika bacaan langsung disambung ke kata berikutnya, alif tidak dibaca sehingga terdengar lebih pendek. Berikut tujuh tempat yang terdapat bacaan Al-Alifat as-Sab’ah.
1. Kata أَنَا di seluruh Al-Qur’an
Contoh:
إِنْ أَنَا۟ إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ
Jika berhenti, dibaca Anaa.
Jika disambung, maka dibaca: In ana illā…
Huruf alif tetap tertulis tetapi tidak dibaca saat bersambung.
2. Kata لَكِنَّا dalam Surah Al-Kahfi ayat 38
لٰكِنَّا۠ هُوَ اللَّهُ رَبِّي
bentuk asalnya adalah: لكن + أنا
Jika berhenti, dibaca: Laakinnaa.
Jika disambung, maka dibaca: Laakinna huwallaahu rabbii.
3. Kata الظُّنُونَا dalam Surah Al-Ahzab ayat 10
وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا۟
Jika berhenti, maka dibaca: Adz-dzunuunaa.
Jika disambung, maka dibaca Adz-Dzunuuna.
4. Kata الرَّسُولَا dalam Surah Al-Ahzab ayat 66
وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا۟
Jika berhenti, dibaca: Ar-rasuulaa
Jika disambung, maka dibaca: Ar-rasuula.
5. Kata السَّبِيلَا dalam Surah Al-Ahzab ayat 67
فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا۟
Jika berhenti, maka dibaca: As-sabiilaa.
Jika disambung, kata tersebut dibaca: As-sabiila.
6. Kata سَلَاسِلَا dalam Surah Al-Insan ayat 4
إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَا۟
Tetapi khusus untuk ayat ini dua cara bacaan,
وزادوا وجهاً ثانياً في هذه الكلمة وهو حذف الألف الثانية وصلاً ووقفاً
Artinya, selain cara umum yang berlaku pada Al-Alifat as-Sab’ah, pada potongan ayat ini juga terdapat wajah bacaan lain dengan tidak membaca alif kedua baik saat disambung maupun ketika berhenti.
Maka ketika waqaf terdapat dua kemungkinan bacaan: Salaasilaa (dibaca panjang) atau Salaasila (dibaca pendek). Keduanya dikenal dalam riwayat bacaan.
7. Kata قَوَارِيرَا yang pertama dalam Surah Al-Insan ayat 15
وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا۟
Perlu diperhatikan bahwa kata ini (قَوَارِيرَا۟) muncul dua kali berturut-turut dalam rangkaian ayat, pertama di ayat 15, dan yang kedua di ayat 16. Tetapi yang termasuk pembahasan Tujuh Alif adalah kemunculan pertama.
Jika berhenti, dibaca: Qawaariiraa.
Jika disambung, maka dibaca: Qawaariira.
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Mengapa Ada Alif yang Ditulis, tetapi Kadang Tidak Dibaca Panjang? Menguak Rahasia “Tujuh Alif” dalam Al-Qur’an