KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » Menghilangkan Ketakutan Duniawi akan Masa Depan yang Tak Diketahui

    Menghilangkan Ketakutan Duniawi akan Masa Depan yang Tak Diketahui

    BY 20 Jun 2025 Dilihat: 150 kali

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا، أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛ فَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَأَطِيعُوهُ كَمَا قَالَ سُبْحَانَهُ: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً)

    Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

    Hari Jum’at ini adalah hari Jum’at terakhir tahun Hijriah 1446. Kalau boleh diibaratkan beberapa hari lagi karpetnya akan digulung dan barang bawaannya akan dikemas dengan amal ketaatan dan dosa-dosanya. Maka selamat bagi orang-orang yang mengerjakan kebaikan dan berpegang teguh pada kebenaran di dalamnya, dan betapa malang bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan dan melakukan dosa di dalamnya. Sesungguhnya amal seseoranglah yang diperhitungkan untuknya atau yang akan ditimpakan kepadanya. Allah ﷻ berfirman:

    يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوٓءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُۥٓ أَمَدًۢا بَعِيدًا ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ

    Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.(Q.S. Ali Imran ayat 30)

    Bagi seorang mukmin, kebenaran yang ia pegang harus dipertahankan, kebaikan harus ditingkatkan, dan kesalahan harus diperbaiki. Semoga Allah membimbing dan menguatkan kita dalam ketaatan serta kebaikan dan melindungi kita dari keburukan di tahun baru 1447 Hijriah yang akan datang. Aamiin.

    Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

    Seiring dengan merasuknya pola pikir materialistis yang menguasai pikiran manusia, mengejar keuntungan yang sebanyak-banyaknya, membanggakan pencapaian, merebaknya hedonisme dan flexing dengan dalih motivasi, berambisi untuk mendapatkan validasi, serta pemborosan dalam segala hal, panjang angan-angan sekaligus ketakutan, kecemasan, dan depresi pun menyebar di tengah masyarakat. Orang kaya takut kehilangan harta bendanya dan usahanya, sedangkan masyarakat menengah, orang yang penghasilannya pas-pasan dan kecil memperhatikan orang-orang yang berada di atas mereka, sehingga hasrat terhadap dunia pun bertambah dari hari ke hari.

    Hal ini menimbulkan ketakutan yang mendalam akan masa depan yang tidak diketahui dan tak menentu, terutama dengan potensi eskalasi peperangan di beberapa wilayah dunia dan kesempitan ekonomi. Tetapi orang beriman dibimbing oleh Undang-Undang Ilahi, yakni Al-Qur’an dan Sunnah untuk menguatkan hatinya, menghilangkan rasa takutnya, menghilangkan kecemasannya, dan hidup dalam kenyamanan, ketenangan, dan kedamaian pikiran. Hal ini dicapai melalui beberapa langkah:

    Pertama, menghadirkan kebersamaan Allah bagi orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang berbuat baik, dan orang-orang yang beriman. Barangsiapa meyakini bahwa Allah ﷻ bersamanya, maka ia tidak akan kecewa dan tersesat, sehingga rasa takut dan gelisahnya pun akan sirna. Allah ﷻ berfirman secara tegas:

    إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ

    “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan” (Q.S. An Nahl ayat 128)

    Tidak ada pilihan lain bagi orang yang beriman, selain meningkatkan keimanan, ketakwaan, amal saleh dan kualitas aktivitas yang positif dan bermanfaat, agar terhindar dari rasa takut dan cemas.

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Langkah Kedua, husnudzan kepada Allah ﷻ,berprasangka baik kepada Allah Ta’ala. Barangsiapa yang berprasangka baik kepada Allah Ta’ala akan memberikan rezeki kepadanya, memberikan kesejahteraan kepadanya, menghilangkan kekhawatirannya, dan meringankan kesusahannya, maka ia akan mendapatkannya. Janganlah ia berharap rezeki dan pertolongan Allah ﷻ akan datangnya dengan sikap tidak sabar, berapa pun lamanya waktu yang dibutuhkan. Allah ﷻ berfirman dalam hadits qudsi:

    أنا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بي، وأنا معهُ إذا ذَكَرَنِي، فإنْ ذَكَرَنِي في نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي، وإنْ ذَكَرَنِي في مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ في مَلَإٍ خَيْرٍ منهمْ، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ بشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ ذِراعًا، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِراعًا تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ باعًا، وإنْ أتانِي يَمْشِي أتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

    “Sesungguhnya Aku berdasarkan pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia berdzikir mengingat-Ku dalam suatu jama’ah, maka Aku akan sebut-sebut dia dalam jama’ah yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila ia mendekati-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan jalan cepat.” (H.R Bukhari, 7405, Muslim, 2675)

    Ketika Kholilullah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, menempatkan istrinya Sayyidah Hajar ‘alaihassalam, di lembah Mekkah, di mana tidak ada makanan, tidak ada air, dan tidak ada teman, dan suaminya Sayyiduna Ibrahim meninggalkannya untuk menuju Syam, maka ia pun mengikutinya dan berkata:

    آللَّهُ الَّذي أَمَرَكَ بهذا؟ قالَ: نَعَمْ، قالَتْ: إذَنْ لا يُضَيِّعُنَا

    “Apakah Allah yang menyuruhmu seperti ini? (Nabi Ibrahim) menjawab: “Iya”, makai ia (Sayyidah Hajar) berkata: “Kalau begitu Allah tidak akan membiarkan kita sengsara” (H.R. Bukhari, 3364)

    Sikap husnudzan kepada Allah menyebabkan Allah mengeluarkan mata air Zamzam untuknya bahkan masih bisa dinikmati oleh umat manusia hingga hari ini, dan Allah memberikan dia dan putranya tempat yang paling suci di muka bumi ini, tanah suci Makkah, dan Allah menjadikan putranya Ismail seorang Rasul, dan dari keturunannya lahir seorang Rasul yang menjadi Khatamul Anbiya’ wal Mursalin, Penutup Nabi dan Rasul, Nabi Besar Muhammad ﷺ. Allah menjadikan Sa’i sebagai salah satu rukun haji dan umrah, untuk mengenang jasa Sayyidah Hajar, sebagaimana beliau dahulu bersusah payah berjalan ke sana kemari mencari air. Hampir tidak ada seorang muslim yang telah menunaikan haji atau umrah yang tidak mengetahui kisah beliau, sebagaimana yang tercatat dalam kitab-kitab Manasik Haji.

    Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

    Langkah Ketiga, memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala dalam segala urusan dan merenungkan apa yang dibaca orang mukmin pada setiap rakaat,

    إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

    “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” (Q.S. Al-Fatihah ayat 5)

    Makna dari ayat tersebut di atas adalah Kami tidak menyembah selain Engkau, dan kami tidak meminta pertolongan kepada siapa pun selain Engkau. Tidak ada seorang hamba pun yang merasa cemas dan takut jika ia meminta pertolongan kepada Allah ﷻ dalam segala urusannya dan bersandar kepada-Nya dalam segala kesusahan dan kekhawatirannya. Nabi ﷺ bersabda:

    احْرِصْ علَى ما يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ باللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ

    “Bersemangatlah terhadap hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan Allah, dan jangan lemah!” (H.R. Muslim, 2664)

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Langkah Keempat, dengan senantiasa mengerjakan shalat wajib, memperbanyak shalat sunnah, dan berusaha untuk khusyu’, karena shalat merupakan penghubung dan komunikasi seorang hamba dengan Allah ﷻ. Dan seorang hamba yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah ﷻ tidak akan merasa takut. Setiap kali Nabi ﷺ khawatir akan sesuatu, beliau ﷺ mendirikan sholat. Allah ﷻ memerintahkan kita untuk mencari pertolongan melalui sabar dan shalat,

    وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

    “Dan mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat” (Q.S. Al Baqarah ayat 45)

    Walaupun sifat dasar manusia adalah cemas, panik, dan takut. Orang yang tekun mendirikan sholat akan terhindar dari sifat ini, Allah ﷻ berfirman,

    إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا * إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا * وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا * إِلَّا الْمُصَلِّينَ * الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ

    “Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir.(19) Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah.(20) Apabila mendapat kebaikan (harta), ia amat kikir,(21) kecuali orang-orang yang mengerjakan salat,(22) yang selalu setia mengerjakan salatnya,(23) (Q.S. Al Ma’arij ayat 19-23)

    Langkah Kelima, menyadari bahwa semua makhluk tidak bisa mendatangkan manfaat dan madharat kecuali atas kehendak Allah ﷻ, dan bahwa semua urusan adalah milik Allah ﷻ. Dia tidak takut kepada makhluk apa pun, betapa pun kuat atau ganasnya makhluk itu, dan Dia tidak bergantung kepada makhluk apa pun, betapa pun tinggi statusnya atau betapa agung kedudukannya. Nabi Muhammad ﷺ secara tegas bersabda:

    وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

    “Ketahuilah, kalau seandainya umat manusia bersatu untuk memberikan kemanfaatan kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan mampu memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tentukan untukmu, dan kalau seandainya mereka bersatu untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, niscaya tidak akan membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan akan menimpamu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (H.R. Ahmad, 2669, At-Tirmidzi, 2516)

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Kehidupan dunia adalah medan kerja keras, perjuangan, dan penderitaan. Di dalamnya, seorang hamba bersuka cita dan berduka, gembira dan putus asa, berharap dan putus asa, merasa aman dan takut. Ini karena dunia memang tempat untuk beramal dan berjuang.

    Kita memohon kepada Allah ﷻ agar melapangkan hati kita, menghilangkan kekhawatiran kita, membimbing kita semua kepada apa yang diridhai-Nya, dan menjauhkan kita dari apa yang membuat-Nya murka.

    بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ اقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

    Khutbah Kedua

    الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ، أَمَّا بَعْدُ ؛ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰ لِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ؛ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ 

    عِبَادَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْنِي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Menghilangkan Ketakutan Duniawi akan Masa Depan yang Tak Diketahui

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023