
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا .أَمَّا بَعْدُ:
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat yang penuh keberkahan. Syariat Islam datang dengan kebaikan yang meliputi segala sesuatu. Meliputi segala kemaslahatan, keamanan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Syariat Islam adalah syariat yang memperbaiki keadaan masyarakat baik secara individu maupun kolektif. Syariat Islam adalah syariat yang menjamin keamanan nyawa, harta, kehormatan, dan segala sisi kehidupan.
Oleh karena itu, sangat layak kita bersyukur kepada Allah yang telah menjadikan kita sebagai umat yang merupakan bagian dari syariat yang mulia ini. Dan kita memohon kepada Allah agar Dia menolong kita dalam merealisasikan segala bimbingan Islam yang penuh keberkahan dan hidayah. Baik dalam skala pribadi, keluarga, masyarakat, dan skala negara. Sehingga perbaikan dan kemenangan dapat kita gapai. Karena hanya dengan tegaknya syariat dan aturan Islam, kemakmuran dan keamanan suatu bangsa dan negara akan tercapai.
Ma’asyiral muslimin hafidzakumullah,
Di antara keindahan dan kesempurnaan syariat ini adalah adanya bimbingan dan aturan yang berkaitan dengan harta dan penjagaannya. Agar seseorang tidak terjerumus ke dalam dosa, kezaliman, permusuhan, dan perbuatan melampaui batas. Allah ﷻ berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (Q.S. An-Nisa ayat 29).
Dan firman-Nya,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Q.S Al-Baqarah ayat 168).
Ma’asyiral mukminin arsyadakumullah,
Betapa banyak manusia yang tertipu oleh setan, bahkan ada dari manusia sendiri yang menjadi setannya. Mereka menempuh jalan yang tidak halal dalam memakan harta orang lain dan hak-hak orang lain. Hingga sebagian orang menganggap bahwasanya harta yang halal adalah harta yang ia miliki dengan cara apapun dan sudah masuk ke dalam rekening tabungannya dan kantong pribadinya. Ia tidak lagi menimbang hukum-hukum syariat dan bimbingan-bimbingan agama ini. Ia tidak lagi peduli dengan keadaannya kelak di hari kiamat. Di hadapan Allah, Tuhan alam semesta. Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda,
لا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ- وذكر منها – عَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ؟
“Tidaklah kedua kaki seorang hamba beranjak pada hari kiamat kelak sampai ia ditanya tentang empat hal: -disebutkan di antaranya adalah- hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia belanjakan?” (H.R. at-Tirmidzi, 2417)
Tidakkah kita menyiapkan jawaban untuk pertanyaan ini?! Bersiaplah menjawabnya dengan jawaban yang benar. Ataukah kita termasuk orang-orang yang masa bodoh dan tidak peduli?
Seseorang yang memakan harta orang lain dalam hidupnya, kemudian dia tidak peduli dengan hal itu. Tidak peduli bagaimana nanti keadaannya di hari perjumpaan dengan Allah ﷻ. Bagi mereka disiapkan ancaman keras dan siksa yang pedih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari Kaab bin Ujrah radhiallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,
إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya.”
Dalam shahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda dalam khutbahnya,
أَلَا إِنَّ رَبِّي أَمَرَنِي أَنْ أُعَلِّمَكُمْ مَا جَهِلْتُمْ
“Ketahuilah sesungguhnya Rabb-ku telah menyuruhku untuk mengajarkan kalian hal-hal yang kalian tidak ketauhi.”
Kemudian beliau ﷺ menyebutkan
وَأَهْلُ النَّارِ خَمْسَةٌ
“Ada lima kelompok penduduk neraka.”
Beliau menyebutkan salah satunya adalah:
الْخَائِنُ الَّذِي لَا يَخْفَى لَهُ طَمَعٌ وَإِنْ دَقَّ إِلَّا خَانَهُ ، وَرَجُلٌ لَا يُصْبِحُ وَلَا يُمْسِي إِلَّا وَهُوَ يُخَادِعُكَ عَنْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ
“Pengkhianat yang jelas ketamakannya, meski tidak jelas kecuali ia pasti mengkhianatinya. Orang yang di pagi dan sore hari selalu menipumu berkaitan tentang keluarga dan hartamu.”
Seorang hamba hendaknya sangat berhati-hati sekali terhadap permasalahan harta. Janganlah ia menjadi seorang pengkhianat dan penipu. Karena ia akan menerima konsekuensi yang sangat buruk dan berat di sisi Allah ﷻ kelak.
Ma’syiral muslimin hafidzakumullah,
Walaupun ancaman yang keras telah disebutkan dalam beberapa hadits tentang orang-orang yang menipu dan berbuat zalim, namun sebagian orang tetap tidak peduli. Mereka tetap mengabaikan ancaman nyata tersebut. Mereka tetap melakukan penipuan dan kezaliman. Mereka melakukan tipu daya dengan berbagai macam bentuknya. Mereka tetap mencari harta atau nafkah dengan cara demikian. Bahkan dengan cara yang secara tegas diharamkan oleh Al-Quran dan Hadits Nabi ﷺ. Mereka tidak takut kepada Allah dan siksaan-Nya, mereka lebih takut kalau mereka tidak bisa makan, tidak bisa kaya, tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup, tidak bisa memenuhi gaya hidup. Padahal sesiapa yang berusaha dan bekerja mencari nafkah yang halal dan dengan cara yang halal lagi baik, kemudian bertawakal (berserah diri) kepada Allah Ta’ala dengan sebaik-baiknya tawakal, niscaya Allah pasti akan memberikannya kecukupan. Rasulullah ﷺ bersabda:
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُوْنَ عَلى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِه ؛ لَرَزَقَكُم كَمَا يَرْزُقَ الطَّيْرَ : تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebaik-baiknya tawakal, sungguh Dia akan memberikanmu rezeki sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung, (burung itu) pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang” (H.R. at-Tirmidzi, 2344)
Ma’asyiral muslimin hafidzakumullah,
Di negara kita Indonesia kasus penipuan banyak terjadi dan berulang serta memakan korban yang sangat banyak. Indonesia Anti Scam Center (IASC) menerima 79.969 laporan kasus penipuan sejak 22 November 2024 hingga 31 Maret 2025. Bayangkan! hanya dalam waktu kurang lebih lima bulan, sudah puluhan ribu kasus penipuan.
Hadits-hadits tentang penipuan, jenis-jenis tipu daya, dan pengkhianatan yang dilakukan oleh sebagian orang sangatlah banyak. Bahkan terlalu banyak untuk dikaji dalam kesempatan khutbah yang singkat ini. Namun khotib sebutkan beberapa di antaranya:
Di antara bentuk penipuan dalam perniagaan adalah jual beli najasy. Jual beli najasy adalah orang yang tidak punya keinginan membeli suatu barang, lalu berpura-pura menawar barang dengan harga yang lebih tinggi dari harga penawar sebelumnya. Tujuannya memancing agar penawar pertama mau menaikkan penawarannya. Hal ini baik ada kesepakatan antara penjual dengan penawar bohong-bohongan tersebut atau pun tidak. Baik tujuan penawar bohong-bohongan tersebut adalah menjerumuskan pembeli, menguntungkan penjual, menjerumuskan pembeli plus menguntungkan penjual, atau sekadar iseng dan main-main. Nabi ﷺ bersabda,
عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – قَالَ نَهَى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – عَنِ النَّجَشِ
Dari Nafi dari Ibnu Umar, “Nabi melarang jual beli najasy.” (H.R. Bukhari, 2141, Muslim, 1516)
Contohnya lagi orang menjual barang merk imitasi atau tiruan (KW), tapi dia bilang ini adalah barang merk originalnya. Bayangkan, jika pembelinya tidak mengerti, dia mengeluarkan uang yang tidak sedikit nominalnya untuk membeli barang yang dia kira original, ternyata dia mendapatkan barang imitasi yang kualitasnya jauh di bawah barang originalnya dengan harga yang tidak seharusnya. Betapa zalimnya oknum penjual yang menipu pembeli dengan cara demikian. Kalau barang tiruan katakan dengan jujur ini barang tiruan, harganya sekian, ini barang original, harganya sekian.
Dan masih banyak penipuan yang terjadi di sekitar kehidupan kita dengan beragam modusnya, baik penipuan online maupun offline. Mengaku-aku dari instansi atau perusahaan ini dan itu, berpura-pura sakit atau cacat, berpura-pura susah dan miskin. Perdagangan manusia dengan kedok tawaran bekerja di restoran atau kafe. Penipuan yang dilakukan di tingkat elit ataupun tingkat bawah, yang dilakukan oleh oknum pejabat ataupun masyarakat biasa. Janji kampanye yang tidak ditepati, iming-iming janji yang berujung pengkhianatan, korupsi, pemalsuan dokumen ataupun data, manipulasi informasi, itu semua adalah sebagian kecil dari contoh penipuan.
Ma’asyiral muslimin hafidzakumullah,
Ada sebuah kisah ketika Nabi ﷺ melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka beliau bertanya,
قَالَ : ((مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ؟)) قالَ: «أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللهِ»، فقَالَ النبي عليه الصلاة والسلام : ((أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ، مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي))
“Apa ini wahai pemilik makanan?” Sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian atas makanan agar orang dapat melihatnya? Ketahuilah, barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.” (H.R. Muslim, 102)
Nabi ﷺ mengingatkan bahwa sesiapa yang menipu, berbuat culas, licik, maka ia berada di luar barisan Nabi ﷺ, karena menyelisihi ajaran beliau ﷺ, dan tidak mengikuti petunjuk Nabi ﷺ.
Sebagai penutup, ada sebuah hadits dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda,
أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوْاالْمُفْلِسُ فِيْنَا يَا رَسُو لَ اللَّهِ مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ قَالَ رَسُو لَ اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُفْلِسُ مِنْ أُمَّيِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَتِهِ وًِصِيَامِهِ وِزَكَاتِهِ وَيَأتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَاَكَلاَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُحِذَ مِنْ خَطَايَاهُم فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرحَ فِي النَّارِ
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut? Para sahabat pun menjawab, ‘Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda. ‘Beliau menimpali, ‘Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka”. (H.R. Muslim, 2581)
Semoga Allah melindungi kita dari yang demikian dan membimbing kita semua menjadi hamba Allah yang lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi dan berbagai modus penipuan.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِّلهِ عَظِيمُ الْإِحْسَانِ ، وَاسِعُ الْفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالاِمْتِنَان ، وَأَشْهَدُ أَن لا إلـٰه إلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَه ، وَأشْهَدُ أَنَّ محمّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه ؛ صَلَّى اللهَ وَسَلَّمَ عَلَيه وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِه أَجْمَعِين؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وِأنتُمْ مُسْلِمُون؛ اللهم صلِّ على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنّك حميدٌ مجيد، وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنّك حميدٌ مجيد.اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللهم اكفنا بحلالك عن حرامك، وأغننا بفضلك عمن سواك اللهم آت نفوسنا تقواها، وزكها أنت خير من زكاها، أنت وليها ومولاها. اللهُمَّ إِنِّا نسْأَلُكَ الجَنَّة وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ ، وَنعُوذُ بِكَ مَنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ.اللهم أصلح أحوال المسلمين، و أحوال ولاة المسلمين لتطبيق كتابك و سنة رسولك n رَبَّناَ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْناَ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أقيموا الصلاة,
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Jangan Tipu-Tipu dan Berbuat Zalim!