KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » Hak Anak dalam Islam

    Hak Anak dalam Islam

    BY 06 Nov 2024 Dilihat: 73 kali

    Oleh: Kholid Syaifurrahman, Lc.

    إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلن  تجد له وليا مرشدا، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , صلى الله عليه و على آله و أصحابه و سلم تسليما كثيرا.  أما بعد: فيا عباد الله, أوصيني و إياكم باتقوى الله و طاعته لعلكم تفلحون, وقال تعالى :  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} (آل عمران:102)

    Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah

    Di antara ayat-ayat Allah yang menggambarkan keagungan Allah ﷻ adalah dalam  proses penciptaan manusia, bahwa sesungguhnya Allah Ta’ala lah yang memberikan anak, keturunan kepada hamba hamba-Nya yang Dia kehendaki. Allah ﷻ berfirman di dalam surat Asy-Syura ayat 49-50 :

    یَهَبُ لِمَن یَشَاۤءُ إِنَـٰثࣰا وَیَهَبُ لِمَن یَشَاۤءُ ٱلذُّكُورَ (49)

    Dia memberikan keturunan Perempuan dan laki bagi hamba-hamba nya yang ia kehendaki”

    وَیَجْعَلُ مَنْ یَّشَآءُ عَقِیْمًاؕ(50)

    “dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki”..

    maka anak adalah adalah suatu nikmat karunia dari Allah ﷻ dan anak yang soleh adalah nikmat yang paling besar, an-ni’matul ‘udzma. Karenanya  para orang tua, khususnya seorang ayah memiliki tanggung jawab yang besar terhadap anak-anaknya yang kelak dipertanggung jawabkan di hadapan Allah ﷻ

    كلُّكم راعٍ وكلُّكم مسؤولٌ عن رعيتِهِ

    “ setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian bertanggung jawab atas apa yang ia pimpin”.

    Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,

    Pepatah arab mengatakan : كَمَا تَدِينُ تُدَانُ– artinya “Seperti engkau berbuat, demikian pula akan dibalas kepadamu. Betapa banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya durhaka kepadanya, Padahal bisa jadi, saat kecil, orang tuanya lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya.

    Ibnu al-Qayyim al Jauziyyah -rahimahullah- berkata:

    “Barangsiapa yang lalai mengajari anaknya apa yang bermanfaat baginya dan ia menyia-nyiakannya, maka ia telah melakukan kerugian besar, kerusakan pada anak kebanyakan berasal dari kelalaian orang tuanya dalam mendidik mereka dengan nilai-nilai agama, mereka menyia-nyiakan anaknya sewaktu kecil, sehingga ketika dewasa anak tersebut tidak bermanfaat bagi dirinya sendiri dan tidak bermanfaat pula bagi orang tuanya”.

    Maka durhaka bukan julukan yang hanya patut disematkan kepada anak semata, tetapi juga kepada orang tua. Orang tua yang durhaka ialah orang tua yang tidak memberikan apa yang menjadi hak atas anaknya.

    Sebagaimana terdapat dalam suatu atsar, suatu hari Umar –radhiyallahu ‘anhu-  didatangi oleh seorang lelaki yang mengeluhkan anaknya yang durhaka kepadanya;

    فقال عمر : لم تعق أباك ؟ فقال الولد: يا أمير المؤمنين ما هو حقي على والدي ؟ فقال عمر: حقك عليه أن يحسن اختيار أمك. وأن يحسن اختيار اسمك، وأن يعلمك القرآن فقال الولد والله ما فعل أبي شيئا من ذلك

    “Umar, lalu umar berkata: Mengapa kamu tidak menaati ayahmu? Anak laki-laki itu bertanya: Wahai Amirul Mukminin, apa hakku atas ayahku? umar berkata: Kamu berhak memilih ibumu dengan baik. Dan untuk memilih namamu dengan baik, dan mengajarimu Al-Qur’an. Anak laki-laki itu berkata, “Demi Tuhan, ayahku tidak melakukan semua itu sedikitpun”.

    وقال له: “أجئت إليّ تشكو عقوق ابنك، وقد عققته قبل أن يعقك،وأسأت إليه قبل أن يسيء إليك

    “Kemudian Amirul Mukminin berpaling kepada laki-laki itu dan berkata kepadanya: “Engkau datang kepadaku sambil mengadu tentang kemaksiatan anakmu, dan engkau durhaka kepadanya sebelum dia durhaka kepadamu, dan kamu durhaka kepadanya sebelum dia durhaka kepadamu”.

    Maka berhati hatilah kita wahai para ayah atas kewajiban kita terhadap hak hak anaknya. jangan sampai kita lalai dalam menjalankanya. Di antara hak anak terhadap orang tuanya ialah:

    1. Memilihkan ibu yang baik baginya

    Ketika seorang lelaki mencari pasangan, maka ia tidak hanya mencari wanita yang cocok bagi dirinya, tetapi juga pantas menjadi ibu bagi anak-anaknya kelak.

    Sebagaimana yang dicontohkan oleh Umar bin Khattab r.a. ketika beliau menikahkan anaknya, Ashim bin Umar, dengan seorang wanita salehah anak penjual susu yang menolak perintah ibunya untuk mencampur susu dengan air, dengan alasan bahwa Allah melihat perbuatannya meskipun tidak ada orang lain yang melihat. Dan Rasulullah ﷺ bersabda:

    تزوجوا الوَلُود الوَدُود

    “ Nikahilah wanita yang banyak anak  dan lemah lembut, penyanyang”

    Karena ibu adalah madrasatul ula. tugasnya tidak hanya sekedar melahirkan, tetapi melahirkan generasi.

    2. Memilihkan nama yang baik baginya

    Nama adalah sesuatu yang sakral, karna di dalamnya mengandung  harapan dan doa dari orang tua. Dan kelak di hari kiamat Allah akan memanggil setiap orang pula sesuai dengan namanya

    عن أبي الدرداء، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إنكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم، فأحسنوا أسماءكم

    Sesungguhnya kelak di hari kiamat, kalian akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian, maka perindahlah nama kalian”.

    Rasulullah ﷺ pun banyak mengganti nama-nama yang tidak baik yang dijumpainya. Nabi mengganti nama seorang Wanita yang bernama ‘Ashiyah (artinya: pemaksiat), menjadi Jamilah (artinya: indah/ cantik), Zaid al-Khail (Zaid si Kuda), menjadi Zaid al Khair (Zaid yang penuh kebaikan), Huzn (sedih) menjadi Sahl (mudah).

    3. Mendidik dan mengajarkanya kebaikan

    Mendidik adalah kewajiban orang tua yang paling penting.

     Luqman Al-Hakim diabadikan kisahnya di dalam Al-Qur’an, tatkala ia menasehati anaknya dengan nasehat-nasehat yang baik.

    وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَـٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ یَعِظُهُۥ یَـٰبُنَیَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِیمࣱ

    “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Lukman ayat 13)

    Maka hendaknya orang tua mendidik dan mengajarkan anaknya dengan nilai nilai dasar agama sehingga ia selamat dan tidak tersesat dari kebenaran ketika dewasa kelak. Sebab seorang ayah bertanggung jawab atas dirinya dan keluarganya dari api neraka.

    4. Memberikan kasih sayang kepadanya.

    Suatu hari Rasulullah ﷺ mencium cucunya yang masih kanak-kanak, Hasan bin Ali r.a. dan saat itu disana ada Aqra’ bin Habis At- Ttamimi, lantas kemudian ia berkata :

    إنَّ لي عَشَرَةً مِنَ الوَلَدِ ما قَبَّلْتُ منهمْ أحَدًا، فَنَظَرَ إلَيْهِ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ثُمَّ قَالَ: مَن لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ

    “Sesungguhnya saya memiliki 10 orang anak, tidak pernah satupun aku menciumnya, maka nabi melihatnya dan mengatakan kepadanya, barangsiapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayang”.

    Belas kasih kasih sayang adalah DNA dari agama ini. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita untuk menyayangi seluruh makhluk yang ada di bumi apalagi kepada anak-anak kita sendiri.

    5. Berlaku adil diantara anak-anak

    Islam mengajarkan kepada para orang tua untuk senantiasa bersikap adil kepada anak-anaknya.

    Nabi ﷺ bersabda :

    اعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلادِكُمْ فِي النُّحْلِ، كَمَا تُحِبُّونَ أَنْ يَعْدِلُوا بَيْنَكُمْ فِي الْبِرِّ وَاللُّطْفِ

    Bersikaplah adil di antara anak-anak kalian dalam hibah, sebagaimana kalian menginginkan mereka berlaku adil kepada kalian dalam berbakti dan berlemah lembut [HR. al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra no. 12.003]

    Syekh Abdul Rahman bin Nasser Al-Sa’di rahimahullah berkata:

    Seseorang harus bersikap adil terhadap anak- anaknya, apabila ia mencintai salah satu dari mereka lebih dari yang lain, maka hendaknya dia menyembunyikannya, karena sikap tidak adil adalah sumber permusuhan di antara mereka.

    Oleh karena itu, ketika saudara- saudara Yusuf menyadari betapa besarnya kasih sayang ayahnya, Ya’kub ‘alaihissalam kepada Yusuf ‘alaihissalam, mereka merencanakan keburukan terhadapnya.

    فقالوا: ﴿ إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ (8) اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِن بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ﴾ [يوسف: 8، 9]

    Ketika mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata. bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian ayah tertumpah kepadamu, dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik  [Yusuf: ayat 8 dan 9].

    Maka berhati-hatilah wahai para ayah, untuk membeda-bedakan anak-anakmu dan memisahkan mereka dalam urusan kehidupan.

    بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

    Khutbah II

    الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، أشهد أن لا إله إلا هو وحده لا شريك له، تعظيماً لشأنه، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، الداعي إلى سبيله ورضوانه، صلوات الله وسلامه عليه وعلى آله ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ فيما أمر وانتهوا عما نهى وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فقال في مُحكَم التنزيل: ﴿ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ﴾ [الأحزاب: 56]. اللهم صلِّ وسلِّم على نبيِّنا محمدٍ، وارضَ اللهم عن خلفائه الراشدين الذين قضَوا بالحق وبه كانوا يعدِلون: أبي بكرٍ، وعمر، وعثمان، وعليٍّ، وعن سائر الصحابةِ أجمعين، وعنَّا معهم بجُودِك وكرمِك يا أكرم الأكرمين. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ؛ اللهم أعِزَّ الإسلام والمسلمين، وأذِلَّ الشرك والمشركين، ودمِّر أعداء الدين، واجعل اللهم هذا البلد آمِنًا مُطمئنًّا رخاءً وسائر بلاد المسلمين؛ اللهم آمِنَّا في أوطاننا، وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا، واجعل اللهم ولايتنا فيمن خافك واتقاك، واتبع رضاك يا رب العالمين؛ عباد الله: إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٩٠﴾ فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Hak Anak dalam Islam

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023