
Penulis Naskah: Ahla Kembara, B.Sh., M.S.I. (Dosen Fakultas Ushuluddin Institut Darul Fattah Bandar Lampung)
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ الْكَرِيمَ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ، وَجَعَلَهُ هُدًى وَرَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، وَتَكَفَّلَ بِحِفْظِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَجَعَلَهُ نُورًا لِلْقُلُوبِ، وَشِفَاءً لِمَا فِي الصُّدُورِ، وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ، وَحُجَّةً عَلَى الْخَلْقِ أَجْمَعِينَ
نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الَّتِي لَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصَى، وَنَشْكُرُهُ عَلَى آلَائِهِ الَّتِي لَا تُحَدُّ وَلَا تُسْتَقْصَى، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً نَرْجُو بِهَا النَّجَاةَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالْفَوْزَ بِجَنَّاتِ النَّعِيمِ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، وَإِمَامًا لِلْمُتَّقِينَ، وَقُدْوَةً لِلسَّالِكِينَ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ، وَاسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُمُتَّقُونَ
Ma’asyiral Muslimin Hafidzakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu wujud ketakwaan terbaik adalah dengan membangun kedekatan yang erat bersama Al-Qur’an.
Al-Qur’an bukan sekadar lembaran mushaf yang dibaca saat acara seremonial, lebih dari itu Al-Qur’an adalah petunjuk hidup (hudan lin naas) yang menuntun manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya terang benderang.
Allah Ta’ala berfirman:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الأَلْبَابِ
“Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (QS. Shad: 29)
Ma’asyiral Muslimin A’azzakumullah,
Setidaknya ada tiga kewajiban utama kita terhadap Al-Qur’an agar kita tergolong orang-orang yang memuliakannya:
Pertama, Membaca Al-Qur’an (Tilawah)
Membaca Al-Qur’an secara rutin dengan tartil merupakan perintah langsung dari Allah Ta’ala. Dalam surat Al-Muzzammil ayat 4, Allah berfirman:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).”
Rasulullah juga menjelaskan keutamaan pahala membaca Al-Qur’an dalam sabdanya:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat…” (HR. Tirmidzi)
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an menegaskan:
اعْلَمْ أَنَّ تِلَاوَةَ الْقُرْآنِ هِيَ أَفْضَلُ الْأَذْكَارِ، وَالْمَطْلُوبُ الْقِرَاءَةُ بِالتَّدَبُّرِ … وَقَالَ: يَنْبَغِي لِلْقَارِئِ أَنْ يَكُونَ شَأْنُهُ الْخُشُوعَ وَالتَّدَبُّرَ وَالْخُضُوعَ، فَهَذَا هُوَ الْمَقْصُودُ الْمَطْلُوبُ، وَبِهِ تَنْشَرِحُ الصُّدُورُ وَتَسْتَنِيرُ الْقُلُوبُ، وَدَلَالَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ أَنْ تُحْصَرَ، وَأَشْهَرُ مِنْ أَنْ تُذْكَرَ. وَقَدْ بَاتَ جَمَاعَةٌ مِنَ السَّلَفِ يَتْلُو الْوَاحِدُ مِنْهُمْ آيَةً وَاحِدَةً لَيْلَةً كَامِلَةً، وَمُعْظَمَ لَيْلَةٍ يَتَدَبَّرُهَا عِنْدَ الْقِرَاءَةِ.
Kedua, Memahami dan Merenungkan (Tadabbur)
Tujuan utama diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk dihayati maknanya agar pesan-pesannya dapat meresap ke dalam hati. Allah SWT menegur hamba-Nya yang enggan merenungi Al-Qur’an:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
Rasulullah ﷺ sendiri memberikan teladan nyata dalam mentadabburi Al-Qur’an. Abu Dzar RA menceritakan:
قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِآيَةٍ حَتَّى أَصْبَحَ يُرَدِّدُهَا: {إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ…}
“Nabi ﷺ pernah shalat malam dengan mengulang-ulang satu ayat saja hingga subuh, yaitu: ‘Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu…'” (HR. Ibnu Majah)
Sayyiduna Hasan bin Ali RA menggambarkan bagaimana para sahabat meneladani tadabbur:
إِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَأَوْا الْقُرْآنَ رَسَائِلَ مِنْ رَبِّهِمْ، فَكَانُوا يَتَدَبَّرُونَهَا بِاللَّيْلِ، وَيَتَفَقَّدُونَهَا فِي النَّهَارِ
“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian (para sahabat) menganggap Al-Qur’an sebagai surat-surat dari Rabb mereka. Mereka memikirkannya di malam hari dan menerapkannya di siang hari.”
Ketiga, Mengamalkan Ajaran Al-Qur’an (Berorientasi Penerapan)
Mengamalkan hukum, akhlak, dan petunjuk Al-Qur’an merupakan puncak dari interaksi seorang muslim dengan kitab sucinya. Allah Ta’ala berfirman:
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan ini adalah Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan yang diberkahi, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (QS. Al-An’am: 155)
Ketika Sayyidatina Aisyah RA ditanya mengenai kepribadian Nabi , beliau memberikan jawaban yang ringkas namun padat:
كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
“Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an.” (HR. Muslim)
Ada sebuah atsar yang mengingatkan kita secara tegas tentang pentingnya mengamalkan Al-Qur’an:
إِنَّمَا أُنْزِلَ الْقُرْآنُ لِيُعْمَلَ بِهِ، فَاتَّخَذَ النَّاسُ قِرَاءَتَهُ عَمَلًا
“Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan untuk diamalkan, namun manusia justru menjadikan sekadar membaguskan bacaannya sebagai satu-satunya amalan.”
Jamaah yang dirahmati Allah,
Semoga Allah Ta’ala membimbing kita agar tidak hanya berhenti pada tilawah, tetapi juga mampu men-tadabburi dan mengamalkan pesan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Bersahabat dengan Al-Qur’an