KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » Waspada Kasus Bullying ! Islam Mengutuk Pembulian(Perundungan)

    Waspada Kasus Bullying ! Islam Mengutuk Pembulian(Perundungan)

    BY 07 Mar 2024 Dilihat: 134 kali

    Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., M.S.I.

    إِنَّ الحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ، وَجَاهَدَ فِيْ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ وَعَبْدُ رَبِّهِ مُخْلِصًا حَتَّى أَتَاهُ اْليَقِيْنُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ؛ أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ! أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ؛ كَمَا قَالَ تَعَالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (71)

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Akhir-akhir ini kita sering mendengar berita dan kabar tentang kasus bullying atau perundungan atau perilaku intimidasi yang terjadi di dunia lembaga pendidikan, dari tingkat dasar sampai menengah atas. Bukan hanya terjadi di lembaga pendidikan yang bertaraf biasa saja, bahkan juga terjadi di lembaga pendidikan bertaraf internasional. Bukan hanya lembaga pendidikan umum, tetapi juga terjadi di lembaga pendidikan model pesantren. Tentu tidak semua lembaga pendidikan yang beragam modelnya tadi, pasti di dalamnya terjadi kasus pembulian (perundungan), dan tentu saja tindakan pembulian tersebut adalah perilaku oknum. Akan tetapi adanya kasus pembulian di beberapa lembaga pendidikan adalah peristiwa yang memprihatinkan dan suatu ironi. Mengapa? Karena idealnya, lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi warga yang ada di bawah naungannya, terlebih lagi bagi para peserta didiknya.

    Kasus Bullying adalah kasus yang berulang kali terjadi di lingkup pendidikan di Indonesia. Bahkan terus meningkat. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) telah merilis catatan Akhir Tahun (Catahu) Pendidikan 2023. Dalam catatan tersebut, angka kasus bullying di Indonesia justru meningkat. FSGI mencatat kasus bullying di satuan pendidikan sepanjang tahun 2023 mencapai 30 kasus. Di mana 80% terjadi di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kemendikbudristek dan 20% kasus terjadi di satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama. (detik.com, Ahad, 31 Desember 2023)

    Perilaku Bullying (pembulian)sebenarnya ada di semua lingkup, baik di lingkup pergaulan, pekerjaan, pendidikan dari tingkat dasar sampai tingkat perguruan tinggi, bahkan terjadi juga di lingkup pendidikan kedinasan. Memang yang  kerap terjadi di jenjang sekolah. Yang menjadi sasaran adalah sisiwa yang dianggap remeh dan lemah, yang tidak sedikit menimbulkan trauma, stress, dan dampak yang tragis bagi korban. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat terdapat sebanyak 2.355 pelanggaran terhadap perlindungan anak yang masuk KPAI hingga Agustus 2023. (Republika, Senin, 9 Oktober 2023)

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Islam secara tegas mengutuk pelaku dan perilaku bullying (pembulian/ perundungan). Tindakan bullying adalah tindakan yang diharamkan oleh syari’at Islam. Dalam Al-Quran setidaknya ada 3 istilah yang menunjukkan tindakan bullying.

    Istilah pertama adalah istihzā’, yang berarti mengolok-olok.

    Disebutkan di surat Al-Baqarah ayat 14:

     وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

     “Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah mengolok-olok”.

    Ayat di atas mengisahkan perilaku orang-orang munafik yang suka membuli atau mengolok-olok Nabi Muhammad ﷺ dan orang-orang beriman.

    Istilah yang kedua adalah sakhr, artinya merendahkan atau mengejek.

    Dalam surat Hud ayat 38 disebutkan:

     وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِنْ قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُ ۚ قَالَ إِنْ تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ

    “Dan Nuh membuat bahtera (kapal), dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).”

    Ayat di atas menceritakan perilaku durhaka kaum Nabi Nuh yang mengejek beliau saat membuat kapal. Mereka menghina Nabi Nuh a.s. dan berusaha menghilangkan semangatnya, serta mengolok-oloknya setiap pagi dan petang hari, mereka menganggap apa yang dilakukan itu sangat aneh

    Istilah yang ketiga adalah tanābuz bil alqāb, artinya memanggil dengan sebutan yang mengandung ejekan. Disebutkan di dalam surah Al- Hujurat ayat 11:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Pembulian atau perundungan (bullying) pada zaman ini bukan hanya terbatas pada bullying verbal (pembulian verbal) atau pembulian secara lisan (kata-kata) seperti; mengejek, mengolok-olok, dan memanggil dengan julukan yang merendahkan atau tidak baik, tetapi juga sudah sampai tahap bullying fisik. Pembulian secara fisik, sehingga menyakiti fisik korban bahkan ada yang sampai mengakibatkan kematian bagi korban. Beragam pembulian fisik seperti; menyundutkan bara rokok ke tubuh korban, memukul, menendang dan tindakan fisik biadab lainnya. Hal ini tidak boleh dibiarkan dan terulang kembali. Rasulullah ﷺ menegaskan di dalam sabdanya: 

    الْمُسْلِمُ مَنْ سَلَمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

     “Seorang muslim sejati adalah ketika orang-orang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya”. (H.R. Bukhari, 10., Muslim, 40)

    Sehingga dari hadits tersebut di atas, dapat dipahami, perilaku yang mengganggu orang lain, baik mengganggu secara lisan dan fisik, bukan perilaku yang mencerminkan Islam, dan bukan pula mencerminkan perilaku Muslim yang baik. Bahkan tindakan tersebut adalah perilaku yang menyerupai tindakan orang-orang kafir, munafik, dan durjana.

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Di antara penyebab terjadinya pembulian (bullying) adalah kurangnya pengawasan, ketidakpedulian, lambannya tindakan pencegahan, serta penerapan peraturan anti bullying yang tidak tegas dan tidak konsisten. Hal inilah yang menjadikan perilaku bullying tumbuh subur di lingkungan masyarakat terutama di lingkungan sekolah.

    Bullying juga berpotensi terjadi karena pergaulan yang tidak hati-hati, kesombongan yang mengatasnamakan senioritas, dan perilaku pertemanan yang tidak sehat. Oleh karenanya, para pelajar atau remaja harus waspada dan hati-hati dalam bergaul dan berteman. Jangan mudah terjebak masuk menjadi anggota geng atau kelompok di sekolah. Rasulullah ﷺ bersabda:

    إِنِّما مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ ، وجَلِيسِ السُّوءِ ، كَحامِلِ المِسْكِ ، ونافِخِ الكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أنْ يَحْذِيَكَ ، وإِمَّا أنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وإِمَّا أنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، ونافِخُ الكِيرِ ، إِمَّا أنْ يَحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وإِمَّا أنْ تَجِدَ رِيحًا خَبيثَةً

    “Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api. Pembawa minyak wangi ada kalanya memberikan parfumnya padamu, atau engkau dapat membelinya, atau – setidaknya engkau mendapati aroma yang harum. Adapun peniup api, maka ada kalanya akan membakar pakaianmu atau engkau akan mendapati bau yang busuk.” (H.R. Bukhari, 2101., Muslim, 2628)

    Oleh karena itu, semua pihak, baik itu orang tua, guru, instansi-instansi yang berwenang dan berkaitan, serta para pakar harus secara serius bersama-sama mencegah dan mengatasi permasalahan ini agar kasus pembulian bisa dicegah dan terulang.  Jangan hanya sampai di tataran teori, tapi juga implementasi (pelaksanaan). Lembaga yang di dalamnya terjadi masalah bullying (pembulian) juga jangan menutupi fakta kebenaran, atau berupaya untuk menutup-nutupi, dengan berbagai dalih dan alasan, seperti melindungi nama baik sekolah atau lembaga. Justru inilah yang membuat fenomena bullying berulang kali terjadi, baik di lingkungan yang sama atau di lingkungan lain yang berbeda. Karena apa? Karena tidak ada ketegasan terhadap perilaku dan pelaku bullying. Kejahatan ditutupi, yang menimbulkan kesan bahwa kebiadaban dan kejahatan itu seakan-akan dilindungi. Tidak boleh! Hal ini tidak boleh terjadi! Maka jika ada kasus bullying harus dikawal, ditangani secara serius dan dituntaskan sampai ke akar-akar masalahnya.

    اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم لِي وَلَكُمْ, اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

    Khutbah ke-2

    الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ اَمَّا بَعْدُ: فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ ! اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ؛ إن اللهَ وملائكتَهُ يصلونَ على النبيِ يَا أيهَا الذينَ ءامَنوا صَلوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا؛ اللّـهُم صَلّ على سيّدِنا محمدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم إنّكَ حميدٌ مجيدٌ؛ الَلهُم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعوات؛ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ؛ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى؛ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ؛ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن؛ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ؛ عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، ولذكر الله أكبر، وَأقيموا الصلاة!

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Waspada Kasus Bullying ! Islam Mengutuk Pembulian(Perundungan)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023