KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » Amanah: Pertanggungjawaban yang Tak Ringan

    Amanah: Pertanggungjawaban yang Tak Ringan

    BY 15 Oct 2023 Dilihat: 68 kali

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي فَرَضَ عَلَى الْعِبَادِ أَدَاءَ اْلأَمَانَة، وَحَرَّمَ عَلَيْهِمُ الْخِيَانَة، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلـهَ إلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لاَ نَبِيَّ وَلَا رَسُولَ بَعْدَه. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ  إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أمّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُوْن، قَالَ اللهُ جَلَّ جلاله: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ؛ وَقَالَ أيْضًا: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَاحَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا.

    Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

    Jika kita mau merenung sejenak, maka kita akan menyadari bahwa hidup kita di dunia ini adalah bagian dari amanah sebagai manusia sekaligus sebagai seorang hamba. Bahkan hidupnya kita adalah amanah itu sendiri. Oleh karenanya, Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan,

    لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعِ خِصَال: يُسْاَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ اَفْنَاهُ  

    Maksud dari hadits tersebut adalah bahwa seorang hamba belum bisa beranjak dari tempat hisab (perhituangan) amalnya sampai dia ditanya tentang 4 perkara, di antaranya adalah ditanya tentang umurnya selama hidup di dunia, ia habiskan untuk apa. Tentu saja, umur adalah sesuatu yang sangan erat dengan kehidupan kita. Dan itu adalah amanah. Apa itu amanah? Makna amanah setidaknya dinisbatkan kepada dua hal, pertama, amanah yang berarti kepercayaan yang diberikan untuk dipelihara dan dijalankan sebaik mungkin. Kedua, amanah dalam arti sifat dapat dipercaya dan mampu menjalankan tugas, tanggung jawab dengan sebaik mungkin.

    Ma’asyiral mukminin arsyadakumullah,

    Allah telah memerintahkan kita untuk menjadi pribadi yang amanah, baik amanah sebagai seorang muslim yang harus menjalankan kewajiban kita kepada Allah, maupun amanah lain sesuai kapasitas dan posisi kita, seperti sebagai kepala keluarga, sebagai anak, sebagai karyawan, maupun amanah sebagai pemimpin. Inilah yang dapat kita pahami dari firman Allah ﷻ:

    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَاحَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا.

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

    Setidaknya ada empat poin yang bisa diambil dari ayat tersebut tadi (Q.S. an- Nisa’ ayat 58):

    Pertama, إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا , Sesungguhnya Allah ﷻ menyuruh umat manusia untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Kalimat ini mencakup seluruh umat manusia dalam menunaikan segala amanat, terlebih bagi para pemimpin ataupun berbagai pihak yang memiliki otoritas tertentu, wajib bagi mereka menunaikan amanat dengan sebaik mungkin yang telah mereka pikul melalui kebijakan- kebijakan yang telah dibuat dan diberlakukan. Perintah menjaga dan memenuhi amanah ini juga ditujukan kepada masyarakat secara umum tergantung jenis amanah yang diemban, termasuk juga dalam hal ini senantiasa berhati- hati dalam menyampaikan kesaksian dan kabar berita.

    Kedua, وَإِذَاحَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ, dan (menyuruh manusia) apabila menetapkan hukum di antara sesamanya wajib menetapkan keputusan dengan adil. Adil adalah menempatkan sesuatu pada posisi yang semestinya. Keadilan dalam ayat ini juga bisa dimaknai dengan tidak adanya kecondongan subyektivitas seorang hakim atau penguasa atau pihak yang berwenang kepada salah satu pihak yang bersengketa. Tetapi seorang hakim memberi putusan bagi yang berhak menerima dengan obyektif dan sesuai dengan apa yang telah dijelaskan dan dituntunkan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

    Ketiga, إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ, sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada manusia untuk menunaikan dan menyampaikan amanah serta berhukum dengan adil.

    Keempat, إِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا, sesungguhnya Allah ﷻ Maha Mendengar dan Maha Melihat apapun yang manusia putuskan, sehingga Allah Ta’ala mengetahui apakah mereka  berusaha untuk bersikap adil atau memberi putusan berdasarkan hawa nafsu dan suka- suka.

    Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

    Dalam konteks kepemimpinan, Nabi ﷺ pernah mengingatkan bahwa amanah tersebut bukanlah perkara yang ringan untuk diemban,

    عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قُلْتُ: يَا رَسولَ اللهِ، أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي؟ قالَ: فَضَرَبَ بيَدِهِ علَى مَنْكِبِي، ثُمَّ قالَ: يا أَبَا ذَرٍّ، إنَّكَ ضَعِيفٌ، وإنَّهَا أَمَانَةُ، وإنَّهَا يَومَ القِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ، إلَّا مَن أَخَذَهَا بحَقِّهَا، وَأَدَّى الذي عليه فِيهَا

    Dari Abu Dzar, aku berkata: Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak menjadikanku pemimpin? Ia berkata: lalu beliau (Rasulullah ) menepuk pundakku dengan tangannya, kemudian beliau bersabda: “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan sesungguhnya kepemimpinan itu adalah amanah, dan sungguh ia  (kepemimpinan) kelak di hari kiamat adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan kewajiban yang ada di dalamnya”. (H.R. Muslim, 1825)

    Ma’asyiral hadhirin rahimakumullah,

    Kepemimpinan membutuhkan orang yang kuat dan punya sifat  amanah untuk memikulnya. Sungguh, amanah kepemimpinan, dalam semua levelnya, bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan, karena kelak semuanya kan dimintai pertanggungjawaban.

    وَكُلّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

    “Dan setiap dari kalian akan ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang rakyatnya” (H.R. Bukhari, 2554., Muslim, 1829., Abu Daud, 2928., at- Tirmidzi, 1705., hadits shahih)

    Karena beratnya amanah, langit, bumi, gunung ketika ditawari untuk memikul amanah oleh Allah di muka bumi, mereka enggan menerima tawaran tersebut. Allah kisahkan dalam surat al- Ahzab ayat 72:

    إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

    “Sesungguhnya Kami telah menawarkan  amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”

    Yang dimaksud ‘amanah’ dalam ayat ini setidaknya mencakup dua konteks:

    Pertama, amanah berkaitan dengan faraidh, yaitu kewajiban menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya  secara umum.

    Kedua, amanah yang berkaitan dengan kepemimpinan.

    Kemudian, di akhir ayat 72 dari surat al- Ahzab, ditutup dengan celaan dari Allah ﷻ, إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا, sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh. Celaan tersebut ditujukan bagi orang- orang yang suka meninggalkan kewajiban dan melanggar larangan Allah ﷻ, orang- orang munafik, dan orang- orang yang suka mengabaikan amanah dan sewenang- wenang ketika diberikan amanah. Maka disebutlah sebagai orang yang amat dzalim. Dan disebut amat bodoh karena ketidaktahuan dan ketidaksadaran mereka terhadap hukuman, siksaan, atau adzab yang akan ditimpakan kepada mereka.

    Amanah (dapat dipercaya) adalah sifat mulia yang harus dimiliki oleh kaum Muslimin, baik tua- muda, laki- laki- perempuan, pemimpin, maupun rakyat biasa. Allah ﷻ memberikan keutamaan kepada orang-orang yang menunaikan amanah dengan sebaik- baiknya;

    Pertama, orang yang memiliki sifat amanah akan diberikan kesuksesan dan keselamatan, baik dunia maupun akhirat. Allah berfirman:

      وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ

    وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ

    اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوٰرِثُوْنَ

    الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

    “Dan orang-orang yang memelihara amanat- amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang- orang yang akan mewarisi. Yaitu orang- orang yang mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya”(Q.S. Al-Mukminun: 8-11)

    Kedua, orang yang memiliki sifat amanah berhak dan layak untuk menerima tanggung jawab. Dalam kisah Nabi Musa ‘alaihissalam Allah ﷻ berfirman:

    قَالَتْ اِحْدٰىهُمَا يٰٓاَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖاِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْاَمِيْنُ

    “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Wahai ayahku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”(Q.S. Al-Qashahs: 26)

    Dalam ayat tersebut mengisahkan bahwa salah satu putri Nabi Syu’aib ‘alaihissalam mengusulkan kepada ayahnya agar menjadikan Nabi Musa sebagai pekerjanya, sekaligus mengemukakan alasan bahwa sifat- sifat baik seorang pekerja ada pada diri Musa, karena beliau memiliki tubuh yang kuat dan mampu menjaga amanah.

    Ma’asyiral mukminin rahimakumullah,

    Demikianlah pesan khutbah tentang amanah, semoga Allah membimbing kita menjadi hamba yang memiliki sifat amanah dan mampu mengemban tanggung jawab dengan sebaik- baiknya sesuai dengan kapasitas dan kedudukan kita masing- masing.

    أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا؛ وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ والمسلمات إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْم.

    Khutbah ke- 2

    الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله؛ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ؛ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَة؛ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ .رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ .رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ؛ عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، ولذكر الله أكبر، وأقيموا الصلاة!

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Amanah: Pertanggungjawaban yang Tak Ringan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023