
Oleh: Adany Ashshiddieqi, B.A., M.S.I.
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه، خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَه، أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. أَمَّا بَعْدُ؛ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون، وقال أيضا: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ.
Jama’ah kaum muslimin yang dimuliakan Allah,
Menjadi sebuah keniscayaan bagi kita untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ melalui langkah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Pentingnya hal ini, maka berwasiat takwa menjadi salah satu rukun dan kewajiban yang harus dilakukan oleh khatib dalam setiap khutbahnya. Jika tidak berwasiat takwa maka tidak sah lah khutbah Jumat yang disampaikannya.
Marilah di kesempatan yang berbahagia ini kita sama-sama mengecek tentang ibadah shalat Jum’at yang setiap pekan kita laksanakan apakah sudah sah dan sempurna?
Shalat Jum’at adalah kewajiban setiap muslim yang baligh, berakal, yang mukim di suatu daerah dan sehat wal afiat, berjumlah 2 raka’at, dilaksanakan pada waktu dzuhur dan didahului dengan 2 khutbah, kewajiban shalat Jum’at ini tertuang dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allâh dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. [Q.S. Al-Jumu’ah (62) ayat 9]
Kewajiban melaksanakan shalat Jum’at tersebut sudah sangat jelas namun sayang sekali masih banyak di antara kita yang meninggalkannya, semoga Allah memberi hidayah kepada mereka.
Bagi jama’ah yang sudah istiqamah menunaikan kewajiban shalat Jum’at ini yuk sama-sama kita evaluasi adakah perbuatan dan perkataan kita yang menyebabkan shalat Jum’at kita tidak sempurna atau bahkan tidak sah?
Setidaknya ada 2 fenomena yang umum terjadi di masyarakat kita dan sedikit dari kita yang sadar ternyata itu berbahaya untuk ibadah shalat Jum’at kita.
Yang pertama adalah ngobrol saat imam sedang khutbah, termasuk juga melakukan aktivitas lain yang dapat melalaikan dari mendengar khutbah seperti main hp, bercanda dengan teman, membaca, dan sebagainya.
Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas Rasulullah ﷺ bersabda:
عن ابن عباس، قال: قال رسول الله ﷺ : من تكلم يوم الجمعة والإمام يخطب، فقد لغا، ومن لغا فلا جمعة له
Dari Ibnu Abbas: ia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: siapa yang berbicara saat sedang khutbah Jum’at maka dia telah lalai, siapa yang lalai maka tidak ada Jum’at baginya”
Bahkan dalam hadits lain riwayat Al-Bukhari dari sahabat Abu Hurairah Rasulullah ﷺ bersabda:
إذا قلت لصاحبك يوم الجمعة أنصت والإمام يخطب فقد لغوت
“Apabila kamu mengatakan kepada temanmu saat sedang khutbah Jum’at: “Diamlah! maka kamu telah lalai”
Para ulama memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud tidak ada Jum’at disini ada dua; yang pertama adalah ibadah Jum’at dia tidak sah, dan yang kedua adalah pahala Jum’at dia lenyap dan hilang.
Kedua arti tersebut sama-sama berpotensi menghilangkan pahala Jum’at kita bahkan sampai ke level tidak sah, mengingat dua khutbah merupakan rangkaian wajib yang harus dilaksanakan baik khathib yang menjalankan sesuai rukun dan syaratnya, maupun jama’ah yang hadir yang harus mendengarkannya dengan baik, maka dari itu mari berhenti dari segala hal yang menyibukkan dan melalaikan dari mendengar khuthbah, tidak lama jama’ah sekalian, hanya sekitar 20- 30 menit saja, jauhi hal yang dapat melalaikan kita dari mendengar khutbah, bicara kepada teman: “Diam!”, itu dianggap telah lalai, apalagi yang lebih dari itu, maka mari kita perbaiki terus dan terus demi kesempurnaan pahala Jum’at kita.
Jama’ah sidang Jum’at yang dimuliakan Allah Ta’ala,
Kemudian fenomena kedua yang sering terjadi adalah tidur saat khutbah Jum’at berlangsung, tidur adalah aktivitas normal yang biasanya dilakukan makhluk hidup saat ia ingin beristirahat karena sudah saatnya waktu isitirahat atau memang dalam keadaan letih, walaupun hukumnya mubah namun bisa berbuah pahala apabila dengan tidur kita niatkan mengumpulkan kembali tenaga yang akan kita gunakan untuk amal shalih.
Namun akan menjadi masalah bila aktivitas tidur ini terbawa sampai khutbah Jum’at, kenapa bahaya?
Pertama, tidur termasuk aktivitas yang dapat melalaikan dari mendengar khutbah, maka ini kaitannya dengan pembahasan kita yang pertama tadi.
Kedua, tidur adalah sebab wudhu seseorang batal, ketika wudhunya batal otomatis dia harus wudhu kembali, tapi sayangnya kebanyakan yang tidur saat khuthbah lalu tiba-tiba iqamah shalat Jum’at malah dia tidak wudhu dan langsung shalat.
Betul memang dalam madzhab Syafi’i tidur dalam keadaan duduk mantap tidak bergerak-gerak tidak membatalkan wudhu, namun yang jadi masalah adalah umumnya orang tidur saat khutbah Jum’at kepalanya ngangguk-ngangguk naik turun yang menyebabkan badannya pun ikut bergerak, tidak tersadarkan diri atau bahkan bermimpi, otomatis tidur yang seperti ini menyebabkan wudhunya batal.
Jama’ah yang berbahagia,
Lalu apa solusinya agar tidak ngantuk saat khutbah?
Ada solusi yang kami tawarkan kepada jama’ah sekalian agar tidak mengantuk saat khutbah Jum’at dan ini sudah kami dan ribuan santri di pondok pesantren se Indonesia juga mengamalkannya yaitu sempatkan waktu 10- 20 menit untuk tidur sebelum azan Jum’at berkumandang, insya Allah dengan cara ini badan akan segar saat mendegar khuthbah dan setan yang membuat orang mengantuk pun akan kalah.
Kalau memang tidak ada waktu untuk tidur disebabkan aktivitas mencari nafkah yang padat maka hemat kami adalah agar jama’ah tidak duduk bersila apalagi bersender, pastikan jama’ah duduk seperti duduknya tasyahud awal, boleh juga membawa sesuatu yang bisa membuat kondisi badan segar dan tidak mudah mengantuk seperti; minyak angin, minyak oles, fresh care, dan yang semacamnya.
Seraya memohon kepada Allah agar Allah jaga mata dan hati kita semua untuk bisa maksimal dalam menyimak khuthbah dan melaksanakan shalat Jum’at setelahnya dengan baik dan lancar, demi keabsahan dan kesempurnaan ibadah shalat Jum’at kita, aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ! اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ؛
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ، وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً؛ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ؛ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ؛
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ؛ اَللَهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر؛
اَللَهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، اَللّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ فِلِسْطِينَ، اَللّهُمَّ انْصُرْهُمْ نَصْرًا عَزِيْزًا، اَللّهُمَّ أَعِدَّ الْمَسْجِدَ الْأَقْصٰى إِلٰى رِحَابِ الْمُسْلِمِيْنَ وَارْزُقْنَا الصَّلَاةَ فِيْهِ،
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ؛
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Koreksi Kembali Kesempurnaan Shalat Jum’at Kita