
Oleh: Iqbal Munajat, Lc.
إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛ اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن؛ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ؛ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا؛ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا؛ يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا
Ma’asyiral musilimin rahimakumullah,
Segala puji dan syukur tak bosan-bosannya mari kita panjatkan kepada Allah ‘azza wa jalla atas segala nikmat, rahmat, dan anugerah yang begitu banyak kepada kita, dan tentu kepada keluarga kita, dan orang-orang yang kita cintai.
Sholawat dan salam mari kita sampaikan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam begitu juga kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang senantiasa berjalan teguh di atas sunnahnya hingga yaumil qiyamah.
Pada kesempatan khutbah kali ini, khatib tentu mewashiatkan kepada para jama’ah yang hadir dan khususnya kepada diri khatib sendiri, agar sama-sama kita meningkatkan kualitas keiimanan dan ketakwaan kita kepada Allah ‘azaa wa jalla, dan perlu kita sadari bahwasannya hanya dengan keimanan dan ketakwaanlah menjadi kunci dan sumber kesuksesan dan keselamatan bagi kita di dunia dan akhirat.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Kita tentu mengetahui dan hafal rukun islam berjumlah lima, tapi ternyata amat sangat disayangkan ada beberapa generasi muda di luar sana yang walaupun agama mereka islam dari lahir, tapi gelagapan, dan ragu-ragu, bahkan ada yang tidak tahu rukun islam Allahul musta’an.
Sholat adalah rukun islam yang kedua setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Sholat adalah amalan dari begitu banyaknya amalan kebaikan yang diajarkan, semuanya ditetentukan dengan sholat. Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
أَوَّلُ مَا يُـحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ
Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik. Apabila shalatnya buruk, maka seluruh amalnya pun buruk. (H.R. At-Thobroni)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dari hadits di atas, Sholat bukan hanya penentu seluruh amal kebaiakan, tapi juga amalan yang pertama kali dihisab, yang mana ada orang yang banyak bersedekahnya, umroh setiap tahunnya, bahkan haji, dan melakukan kebaikan lainnya, tapi lupa dan melalaikan sholatnya.
Di Hadits yang lain dijelaskan bahwasannya sebaik-baiknya amalan adalah sholat, Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ
Ketahuilah, sesungguhnya sebaik-baik amalan kalian adalah shalat (H.R. Ahmad)
Sholat juga dijelaskan sebagai tiangnya agama, yang berarti agama tidak akan berdiri tegak dan kokoh tanpa adanya sholat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ، وَعَمُوْدُهُ الصَّلَاةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ فِـيْ سَبِيْلِ اللهِ
Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad di jalan Allâh (H.R. Ahmad)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Sungguh sangat merugi jika kita tidak bisa memaksimalkan ketika Allah masih memberikan kesehatan tapi kita sia-siakan dalam melaksanakan sholat.
Hanya sholat dari rukun islam lainnya yang dilakukan setiap harinya, termasuk di dalamnya mengucapkan dua kalimat syahadat, adapun amalan lainnya seperti puasa, kita hanya amalkan setahun sekali, zakat kita hanya lakukan jika harta kita sampai nishob (85 gram emas) dan haul (1 tahun), begitu juga dengan haji hanya satu tahun sekali,dan cukup satu kali seumur hidup, itupun bagi yang Allah mampukan.
Sholat juga amalan yang dicintai Rasulullaah, sehari semalam total rakaat yang beliau lakukan 40 rakaat, dengan rincian 17 rakaat sholat fardhu, 12 rakaat sholat rawatib, dan 11 rakaat sholat malam termasuk witir. Maka tidak heran para sahabat pernah melihat kaki Rasulullah bengkak karena seringnya sholat, dan begitu lama dan bagusnya sholatnya Nabi kita. Ummul mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa pernah ditanya perihal sholat Nabi maka beliau mnejawab “jangan bertanya tentang bagusnya dan panjangnya sholat Nabi”.
Ini menunjukkan betapa bagus dan lamanya sholat beliau, hingga jangan dipertanyakan lagi, padahal surga sudah dijanjikan untuk beliau, adapun diri kita masih saja melalaikan, dan malas-malasan dalam melaksankan ibadah yang agung ini, yang surga pun belum dijaminkan untuk kita.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketika melaksanakan Ibadah sholat, terutama sholat fardhu 17 rakaat yang kita lakukan dalam sehari, di dalamnya kita membaca surat Al-fatihah yang memiliki 123 huruf (At-Tafsir Al-Quraniyy lilquran-Abdul karim Yunus Al-khotib), dan sebagaimana Hadits Nabi bahwasannya setiap huruf 10 kebaikan, berarti 123×10 = 12.300 x 17 = 209.100 pahala bacaan surat Al-Fatihah yang kita dapatkan, belum surat lainnya yang kita baca, belum di dalamnya ada bacaan Takbir, Tahmid, Tasbih, Istighfar, dan doa- doa. Begitu juga pahala wudhu yang kita lakukn sebelum kita sholat, langkah demi langkah kita menuju masjid. Jadi mengapa perkara Sholat itu begitu Agung karena di dalamnya begitu banyak pahala yang didapatkan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Tentu itu semua untuk memacu kita agar bersemangat dalam melaksanakan ibadah sholat, karena bukan hanya sekedar mengharapkan pahala akan tetapi juga Ikhlas melaksankannya kerena Allah subhanahu ta’alaa, dan juga mengikuti tata cara sholat yang Nabi ajarkan, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِـيْ أُصَلِّـيْ
Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat (H.R. Al-Bukhori)
Mengapa kita harus mengikuti Nabi? Bukan perkara sholat saja, tapi seluruh ibadah lainnya, karena dengan Ittiba’ adalah salah satu syarat agar seluruh amalan kita diterima oleh Allah, sehingga amalan kita tidak menjadi sia-sia.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
إِنَّ الرَّجُلَ لَيُصَلِّي سِتِّينَ سَنَةً مَا تُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ، لَعَلَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَلَا يُتِمُّ السُّجُودَ، وَيُتِمُّ السُّجُودَ وَلَا يُتِمُّ الرُّكُوعَ
“Sesungguhnya ada seseorang yang shalat selama 60 tahun, namun tidak diterima (oleh Allah) amalan shalatnya, karena (sebabnya) dia sempurnakan ruku’nya tetapi tidak sempurna sujudnya, sempurna sujudnya tapi tidak sempurna ruku’nya”. (H.R. Abul Hasan Al- Ashbahaniy)
Dan di Riwayat yang lainnya Rasulullah pernah menegur seseorang untuk mengulangi sholatnya sampai tiga kali, karena seseorang ini tidak dianggap sholatnya, tidak ada thuma’ninah dan tergesa-gesa dalam melaksanakan sholatnya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Menjadi pelajaran bagi kita semua, dan peringatan jika sampai ini ternyata sholat kita masih asal-asalan, bahkan ternyata kita tidak mengerti sama sekali bacaan sholat yang kita lakukan dimulai dari takbir dan salam.
Dan jangan lupa juga, terutama bagi para pemimpin keluarga agar memerintahkan mereka untuk melaksanakan sholat, Allah ‘azza wa jalla berfirman :
وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَاۖ
“Dan perintahkanlah keluargamu untuk sholat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. (Q.S. Thoha ayat 132)
Maka amat disayangkan ada keluarga yang merasa biasa saja, dan tidak marah ketika ada anggota keluarganya tidak mealaksanakan sholat, mereka akan marah besar jika ada keluarganya yang berzina atau melakukan dosa yang lain yang membuat malu, padahal begitu berat ancaman bagi yang meninggalkan sholat, dari Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata,”Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (H.R. Ahmad)
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغفور الرحيم
Khutbah II
أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه؛ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن؛ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا؛ يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا ؛ وَعْلَمُوا أَيُّهَا المُؤْمِنُونَ! إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد؛ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَة؛ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا؛ اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى؛ اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاك؛ اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَة؛ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار؛ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Sholat; Rukun Islam yang Masih diabaikan oleh Sebagian Muslim