
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَرْشَدَنَا إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ، وَمَدَحَ الْخُلُقَ الْعَظِيْمَ، وَأَرْسَلَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا مُتَمِّمًا لِمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ، وَأَدَّبَهُ فَأَحْسَنَ تَأدِيْبَهُ عَلى الْإِطْلَاقِ، وَأَشْهَدُ أَن لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ المَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُه وَرَسُوْلُه صَادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْنُ؛ اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى نَبِيِّنَا الْعَظِيْمِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلى نَهْجِه صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَينِ إِلى يَوْمِ الدِّيْنِ؛ أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ! اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ كَمَا قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ) آل عمران: 102)
Ma’asyiral muslimin hafidzakumullah,
Suatu masyarakat tidak akan bisa tertata, aman, damai, dan nyaman kecuali dengan saling berbuat baik satu sama lain, dan saling menghargai serta saling menghormati. Dan tentu saja hal ini hanya dapat dicapai jika masing-masing individu dalam suatu masyarakat menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia dan adab yang tinggi, sebagaimana Nabi ﷺ diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Nabi ﷺ secara tegas bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخَلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik (mulia)” (H.R. Ahmad, 14/ 513)
Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,
Kalau kita lihat dan amati fenomena yang terjadi di tengah- tengah kehidupan masyarakat kita saat ini, boleh dikatakan sebenarnya kita sedang hidup dalam era krisis akhlak, ya, krisis akhlak. Bagaimana tidak? Tidak terjadi penipuan dalam bertransaksi kecuali karena meninggalkan akhlak yang baik, dan tidak ada hubungan kekerabatan atau silaturrahim yang putus kecuali karena meninggalkan akhlak yang mulia, tidak akan ada durhaka kepada kedua orang tua, ayah dan ibu, kecuali karena meninggalkan akhlak yang baik, dan tidak terputus hubungan baik, kasih sayang antara saudara, tetangga kecuali karena meninggalkan akhlak yang baik, tidak akan terjadi permusuhan dan pertikaian antara sesama muslim kecuali karena meninggalkan akhlak yang baik. Kurangnya kepekaan antara sesama muslim, tidak ada sikap saling menghargai dan menghormati, sombong dan meremehkan orang lain, semua itu karena meninggalkan akhlak yang mulia.
Tidak akan terlalaikan sholat kecuali karena dia meninggalkan akhlak mulia kepada Tuhannya (Allah ﷻ). Begitu pula karena meninggalkan akhlak yang mulia, kita saksikan sebagian wanita pada zaman ini telah hilang rasa malu dan kehormatan dirinya, sebagaimana sebagian laki-laki telah hilang kewibawaan dan sikap ksatria darinya karena meninggalkan akhlak yang mulia.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Oleh karena itu, solusi atas krisis moral, krisis adab, krisis kepekaan, dan krisis akhlak yang ada di tengah- tengah kehidupan kita sekarang ini, tidak lain dan tidak bukan adalah kembali kepada akhlak dan nilai-nilai Islam, serta menerapkannya, karena agama kita adalah agama akhlak dan agama adab, penuh dengan nilai-nilai yang luhur. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ إِنَّنِى هَدَىٰنِى رَبِّىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِّلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik”.” (Al-An’am ayat 161)
Maksud dari دِينًا قِيَمًا adalah bahwa agama ini yaitu Islam, yang menjadi penentu dan solusi urusan- urusan manusia dalam kehidupannya di dunia dan kehidupannya di masa depan (akherat), dan yang dengannya (Islam) mereka menjadi benar (Tafsir Al-Maraghi, 8/89)
Oleh karena itu akhlak yang mulia (akhlakul karimah) mendapatkan porsi perhatian yang sangat besar dalam Islam, bahkan keseluruhan agama Islam ini adalah akhlak. Maka barangsiapa memperbaiki akhlaknya, maka dialah yang menjunjung tinggi Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya” (H.R. Abu Dawud, 4682)
Jama’ah sekalian, bisa kita simak ternyata Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa yang paling sempurna imannya, adalah mereka yang paling baik akhlaknya. Inilah yang kadang dilalaikan oleh sebagian orang, baik dari kalangan awam atau dari kalangan agamis sekalipun.
Sesungguhnya akhlak yang baik adalah sesuatu yang paling berharga. Akhlak yang mulia akan menjadikan timbangan amal baik seorang hamba semakin berat di hari kiamat kelak. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ شَيْءٍ أثْقَلُ في مِيزَانِ العَبْدِ المُؤْمِنِ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ، وَإنَّ الله يُبْغِضُ الفَاحِشَ البَذِيَّ
“Tidak ada sesuatu apapun yang paling berat di dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat nanti dari pada akhlak yang mulia. Sesungguhnya Allah sungguh membenci orang yang berkata kotor lagi jahat.” (H.R. At-Tirmidzi, 2002)
Orang yang akhlaknya baik, kelak di hari kiamat diposisikan sebagai orang yang paling dekat tempat duduknya dengan Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ dengan lugas bersabda:
إنَّ مِنْ أحَبِّكُمْ إليَّ، وَأقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ، أحَاسِنَكُم أَخْلاَقًا، وَإنَّ أَبْغَضَكُمْ إلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي يَوْمَ القِيَامَةِ، الثَّرْثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ وَالمُتَفَيْهقُونَ
“Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan yang tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada Hari Kiamat ialah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada Hari Kiamat ialah orang yang paling banyak berbicara, berkata-kata tidak bermanfaat dan merendahkan orang lain.”
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، قَدْ عَلِمْنَا «الثَّرْثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ»، فمَا المُتَفَيْهقُونَ؟ قَالَ: «المُتَكَبِّرُونَ«
Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang merendahkan orang lain itu?” Nabi menjawab: “Yaitu orang-orang yang sombong.” (H.R. At-Tirmidzi, 2018)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Kita bisa membiasakan akhlak mulia dari perilaku yang kecil dan sederhana, untuk kemudian meningkatkan atau mengupgrade perilaku baik dan mulia yang lainnya guna memberikan pengaruh baik dan manfaat kepada orang lain.
Banyak akhlak mulia yang sebenarnya sederhana dan bisa merekatkan ukhuwah tetapi terkadang dilalaikan oleh sebagian Muslim. Tidakkah kita tahu senyum di hadapan saudara sesama Muslim dihitung sebagai sedekah, sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:
تَبَسُّمُّكَ فِي وَجْهِ أَخِيْكَ يُكْتَبُ لَكَ بِهِ صَدَقَةٌ
“Senyummu di hadapan wajah saudaramu dihitung bagimu sebagai sedekah” (H.R. Al-Bazzar, 6096, 6097)
Nabi ﷺ juga bersabda:
لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا ، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun engkau bertemu dengan saudaramu (temanmu) dengan wajah yang ramah” (H.R. Muslim, 2626)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Seorang Muslim juga harus meningkatkan kepekaan dan empati. Begitu juga kita perlu berteman dengan orang-orang yang memiliki akhlak mulia kepada semua manusia, terlebih kepada sesama Muslim. Bukan hanya kepada sesama golongan dan kelompoknya saja. Karena dengan berteman dengan orang yang memiliki akhlak mulia, bisa memberikan pengaruh positif kepada diri kita dan lingkungan di sekitarnya. Kita akan merasa aman dan nyaman. Berbeda jika berteman dengan orang yang akhlaknya buruk, wajahnya tidak dibiasakan untuk memperlihatkan keramahan kepada orang lain, maka orang-orang seperti ini jika tidak mau merubah dan memperbaiki dirinya, maka akan memberikan pengaruh buruk kepada dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan yang ia tinggali. Orang yang memiliki akhlak buruk dan tidak ramah kepada sesama manusia, terlebih sesama Muslim, makai ia termasuk toxic people, akan menjadi racun bagi orang-orang yang ada di sekitarnya dan membuat orang lain yang datang merasakan ketidaknyamanan ketika dekat dengan dirinya, atau berada di lingkungan tempat tinggalnya, atau bahkan akan membuat image dan kesan buruk bagi orang yang berada di sekitarnya. Marilah kita ingat sabda Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّمَا مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ ، وجَلِيسِ السُّوءِ ، كَحامِلِ المِسْكِ، ونافِخِ الكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أنْ يَحْذِيَكَ ، وإِمَّا أنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وإِمَّا أنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، ونافِخُ الكِيرِ ، إِمَّا أنْ يَحْرِقَ ثَيابَكَ ، وإِمَّا أنْ تَجِدَ رِيحًا خَبيثَةً
“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk adalah sebagai pembawa minyak misk – yang aromanya harum – dan peniup perapian – pandai besi. Pembawa minyak misik ada kalanya memberikan minyaknya padamu, atau engkau dapat membelinya, atau – setidak-tidaknya – engkau dapat memperolehi mencium – bau yang harum daripadanya. Adapun peniup perapian, maka ada kalanya akan membakarkan pakaianmu atau engkau akan memperolehi bau yang busuk daripadanya.” (H.R. Bukhari, 2101, Muslim, 2628)
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا؛ أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. . اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ؛ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ؛ عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Islam Agama Akhlak