KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » Hakikat Amanah dalam Islam

    Hakikat Amanah dalam Islam

    BY 02 May 2024 Dilihat: 74 kali

    Oleh: Fadhla Faya, Lc., MA.

    إن الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأشهد أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اَللّهم صَلِّ و سَلِّم على خَاتِمِ النَّبيِيِّن و عَلَى آلِهِ و صَحْبِهِ أَجْمعِيْنَ،﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا و أَنْنمْ مُسْلِمُونَ﴾ أمَّا بَعْدُ.

    Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,

    Amanah Secara Etimologi  adalah antonim dari khiyanah yaitu pengkhianatan, dan merupakan kata infinitive dari aminaya’manuamaanah, yang berarti dapat dipercaya. kemudian kata amanah tersebut dalam penggunaannya disandingkan dengan  kata benda setelahnya, seperti amanah uang, amanah barang, amanah keluarga, amanah jabatan dan lain-lain.

    Adapun secara terminologi Amanah didefinisikan sebagai berikut,

    menurut Al-Munawi  :

    كُلُّ حَقٍّ لَزِمَك أداؤه وحِفظُه 

    “setiap hak yang harus engkau penuhi dan jaga”

    menurut Al-Kafawi :

    كُلُّ ما افتُرِض على العبادِ فهو أمانةٌ؛ كصلاةٍ وزكاةٍ، وصيامٍ وأداءِ دَينٍ

    “segala sesuatu yang diwajibkan kepada seorang hamba maka itu adalah amanah, seperti shalat, zakat, puasa dan membayar hutang.”

     menurut Ibnu ‘Athiyyah :

    كُلُّ ما تحمَّلَه الإنسانُ من أمرِ دينِه ودُنياه قولًا وفِعلًا

    “segala sesuatu yang di bebankan kepada seseorang baik dari perkara agamanya, maupun dunianya, berupa perkataan maupun perbuatan”

    Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,

    Amanah adalah suatu perkara yang sangat diperhatikan dalam islam, bahkan Allah l menegaskan perintah untuk menjaganya,

    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya” (Qs. Al-Nisa : 58)

    Imam Al-Syaukani berkata,

     “Diriwayatkan dari ‘Ali bin ‘Abi thalib dan lainnya, bahwa ayat ini أنَّها خطابٌ لوُلاةِ المُسلِمين ditujukan untuk para pemimpin kaum muslimin, akan tetapi diturunkannya karena sebab tertentu tidak menafikan keumumannya, maka (diambil dari ayat ini hukum keumumannya, sebagaimana dalam kaidah ushul fikih,)

     العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب

    “yang diambil pelajarannya adalah keumumannya bukan sebab khususnya”

    Maka, masuk di dalam perintah ayat ini semua orang yang memiliki amanah. 

    Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,

    Hakikat Amanah bukan sekedar menjalankan perintah saja, akan tetapi Amanah adalah suatu kebajikan yang mulia, Allah l telah menawarkan Amanah kepada langit, bumi dan gunung yang merupakan makhluk-makhluk Nya yang paling besar namun apakah mereka menerimanya ?

    Allah l berfirman,

    إِنَّا عَرَضْنَا الأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا

    “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya” (Qs. Al-Ahzab : 72)

    Ternyata jawaban mereka adalah ketidaksiapan dalam mengemban Amanah yang akan diberikan, sebab karena pengagungan dari Amanah tersebut juga rasa takut berkhianat dalam mengembannya.

    Ibnu ‘Abbas berkata bahwa tawaran amanah tersebut kepada mereka memiliki konsekuensi, yaitu apabila mereka menunaikannya maka Allah l akan memberikan pahala kepada mereka, namun sebaliknya, jika mereka menyia-nyiakannya, maka Allah l akan menghukum mereka, sehingga merekapun menolak karena besarnya perkara amanah tersebut.

    Syaikh Al-Sa’diy juga menjelaskan dalam tafsirnya, bahwa Allah l mengagungkan perkara Amanah, yang akan di bebankan kepada orang yang mengembannya, dalam wujud menjalankan semua perintah-perintahNya, dan menjauhi seluruh larangan-laranganNya, dalam keadaan tersembunyi dan tidak nampak, sama keadaanya seperti dalam keadaan terlihat,

    Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,

    Hakikat Amanah berikutnya adalah, bahwa Amanah merupakan tanda keimanan seseorang, baik dan buruknya keimanan seseorang tanda nya ada pada bagaimana ia menjalankan Amanah yang ada di pundaknya, Nabi n bersabda,

    لاَ إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ

    “Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memegang janji.” (HR Ahmad)

    Yaitu, tidak sempurna keimanan seseorang, yang di dalam dirinya terdapat sifat khianat, yang tidak Amanah pada apa yang di titipkan kepadanya,

    Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,

    Amanah ada pada ruang lingkup yang luas, diantaranya,

    Pertama, Amanah Ibadah

    Amanah  ibadah adalah menegakkan keta’atan kepada Allah l dengan Ikhlas dan Ittiba’, amanah dalam shalat lima waktu, amanah dalam puasa, amanah dalam shadaqah, dan amanah dalam seluruh ibadah

    Suatu ketika Nabi n masuk ke dalam Masjid, lalu ada seorang laki-laki bernama khallad bin rafi’  masuk ke dalam Masjid dan shalat, ia shalat dalam keadaan tergesa-gesa,  kemudian selesai shalat ia datang dan memberi salam kepada Nabi n. Lalu Nabi n menjawab salamnya kemudian bersabda:

    ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ

    “Kembali dan ulangilah shalatmu, karena engkau belum shalat!” (HR. Bukhari 751)

    Nabi n perintahkan orang tersebut untuk mengulangi Kembali shalatnya, karena shalatnya batal sebab meninggalkan thuma’ninah dan bacaan dalam shalat yang baik, sebelum ia melaksanakan shalat Kembali, Nabi n mengajarkan kepadanya Gerakan-gerakan shalat yang benar agar shalatnya sah, dan ia telah menjalankan Amanah ibadah yang telah dibebankan kepadanya.

    Kedua, Amanah diri sendiri

    Amanah diri sendiri adalah dengan menjaganya, tidak merusak tubuh dengan sesuatu yang merusak, juga yang perlu selalu diperhatikan adalah menjaga seluruh panca indera dari  segala sesuatu yang diharamkan, karena seluruh panca indera akan ditanya dalam menggunakannya,

    إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

    “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Qs. Al-Isra’ : 36)

    Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan,

    “yaitu setiap anggota tubuh akan ditanya atas apa yang telah diperbuat, hati akan ditanya atas apa yang di Yakini dan di kehendaki, pendengaran dan penglihatan akan ditanya atas apa yang di lihat dan di dengar”

    Ketiga, Amanah keluarga.

    Amanah keluarga adalah dengan menjaga keluarga, istri, anak dari api neraka, Allah l berfirman,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

    “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (Qs. Al-Tahrim : 6)

    Nabi n  mengingatkan

    وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ

    “Setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan isteri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka” (HR. Bukhari 6605)

    Al-Ra’yu artinya adalah menjaga sesuatu dan baik dalam memeliharanya, Adapun Al-Ra’iy adalah orang yang menjaga, yang diberikan Amanah, yang selalu memenuhi kebutuhan yang bermashlahat bagi amanahnya.

    Di dalam hadits ini Nabi n mengkhususkan para ayah kemudian para ibu untuk menjaga Amanah keluarga mereka, para ayah menjaga Amanah istri dan anak-anaknya dengan memberikan nafkah, dan tanggung jawab terhadap agama mereka, dan para ibu  menjaga Amanah suami, dan anak-anaknya, dengan menjaga rumahnya, menjaga kehormatannya, dan mendidik anak-anaknya.

    Keempat, Amanah saudara seagama

    Amanah saudara seagama adalah bermu’amalah dengan baik kepada mereka, khususnya dalam masalah hak-hak materi maupun non materi,

    Nabi n menjalaskan,

    الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ، لاَ يَظلِمُهُ، وَلاَ يَخْذُلُهُ، وَلاَ يَكْذِبُهُ، وَلايَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَاهُنَا – وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

    “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, sehingga dia tidak boleh menzhaliminya, menghinanya, mendustakannya dan merendahkannya. Takwa itu letaknya di sini –sambil menunjuk ke dadanya sebanyak tiga kali– cukuplah seseorang itu dalam kejelekan selama dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim lainnya haram dan terjaga darah, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim 2564)

    Nabi n memerintahkan ummatnya untuk menjaga ukhuwwah diyniyyah yatitu persaudaraan diatas agama, yang merupakan ikatan persaudaraan yang lebih kuat dari ikatan persaudaraan sedarah, karena ikatan persaudaraan diatas agama membuahkan kebaikan dunia dan akhirat. Adapun ikatan persaudaraan sedarah hanya membuahkan kebaikan di dunia saja.

    Maka ini adalah Amanah yang harus dijaga, dengan menjauhi kedzhaliman kedzhaliman yang telah nabi n sabdakan dan menjaga akhlak yang baik dan memelihara hak-hak saudara kita seagama.

    Kelima, Amanah jabatan.

    Amanah jabatan adalah menjalankan segala macam bentuk jabatan dengan bertakwa kepada Allah l,

    Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu dia berkata, saya berkata, 

    يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي

    “Wahai Rasulullah, tidakkah engaku menjadikanku sebagai pemangku jabatan ?”

    Abu Dzar berkata, “Kemudian beliau menepuk bahuku dengan tangan beliau seraya bersabda:

    يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةُ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا

    “Wahai Abu Dzar, engakau ini lemah (untuk memegang jabatan) padahal jabatan merupakan amanah. Pada hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi siapa yang mengambilnya dengan haq dan melaksanakan tugas dengan benar.” (HR Muslim 3404)

    Nabi n menggambarkan dengan jelas, bahwa kepemimpinan adalah sebuah Amanah yang besar, yang berat dan sulit, sehingga akan menjadi beban yang digambarkan dengan kehinaan dan penyesalan bagi siapa yang tidak kompeten dalam mengembannya, kecuali bagi seoarang pemimpin yang berkompeten dan mampu mengemban amanah dengan baik, menjadi pemimpin yang adil, dan menuaikan kewajiban dan memberikan hak setiap orang yang dipimpinnya.

    Nabi n  juga mengingatkan :

    مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

     “Tidaklah seorang hamba yang Allāh memberikan kesempatan kepadanya untuk mengatur rakyat (bawahan), tatkala (hari dimana) dia meninggal dunia, sementara ia dalam kondisi berbuat Ghisy (curang, khianat)  kepada rakyatnya, kecuali Allāh akan mengharamkan baginya surga.” (HR Bukhari 6617)

    Dalam hadits ini, terdapat ancaman keras bagi orang yang tidak baik dalam menjalankan amanahnya, yaitu ia tidak akan mencium wangi syurga, yang wanginya tercium dari jarak sejauh tujuh puluh tahun perjalanan. Sebagaimana disebutkan oleh imam Ahmad, dan ini menunjukkan jauhnya mereka dari syurga Allah  l, , Wal ‘iyadzu billah

    Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,

    Semoga kita semua mampu menjadi orang-orang yang memperhatikan setiap Amanah yang ada di Pundak kita, dan berhati-hati saat terjadi banyaknya pengkhianatan terhadap Amanah disebabkan karena di emban oleh orang-orang yang bukan ahlinya, Nabi n bersabda,

    فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ

    “Apabila sudah hilang amanah maka tunggulah terjadinya kiamat”. Seseorang bertanya: “Bagaimana hilangnya amanat itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat”.

    بَارَكَ الله لي وَ لَكُم في الْقُرآن الْعَظِيم و نَفَعَنِي وَ إِيَّاكُم بِفَهْمِهِ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيْم

    Khutbah II

    اَلْحَمْدُ لِّلهِ عَظِيمُ الْإِحْسَانِ ، وَاسِعُ الْفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالاِمْتِنَان ، وَأَشْهَدُ أَن لا إلـٰه إلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَه ، وَأشْهَدُ أَنَّ محمّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه ؛ صَلَّى اللهَ وَسَلَّمَ عَلَيه وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِه أَجْمَعِين

    فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وِأنتُمْ مُسْلِمُون

    اللهم صلِّ على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنّك حميدٌ مجيد، وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنّك حميدٌ مجيد.اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللهم اكفنا بحلالك عن حرامك، وأغننا بفضلك عمن سواك اللهم آت نفوسنا تقواها، وزكها أنت خير من زكاها، أنت وليها ومولاها. اللهُمَّ إِنِّا نسْأَلُكَ الجَنَّة وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ ، وَنعُوذُ بِكَ مَنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ.اللهم أصلح أحوال المسلمين، و أحوال ولاة المسلمين لتطبيق كتابك و سنة رسولك n رَبَّناَ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْناَ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أقيموا الصلاة,

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Hakikat Amanah dalam Islam

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023