KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » NAVIGASI IMAN MENUJU ERA SOCIETY 5.0

    NAVIGASI IMAN MENUJU ERA SOCIETY 5.0

    BY 01 Jan 2026 Dilihat: 390 kali

    الْحَمْدُ لِلهِ الملك القدوس السلام، الّذِيْ يُجري اللياليَ والأيامَ، ويُجدِّد الشهورَ والأعوام، نَحمد اللهَ تعالى ونشكُره على ما هدانا للإسلامِ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن نبيَّنا محمدًا عبدُ الله ورسوله سيدُ الأنام، وبدر التمام، ومسك الختام، صلى الله وسلم وبارك عليه، وعلى آله البررةِ الكرام، وصحبه الأئمةِ الأعلام، والتابعين ومن تبعهم بإحسانٍ ما تعاقَب النور والظلام، أمَّا بعدُ؛ فَاتَّقوا اللهَ عباد الله، فمن اتَّقى اللهَ وَقَاهُ وحَفِظهُ ورَعَاهُ، وأَكرَمَ مَنزِلَهُ ومَثواهُ؛ كَمَا قَالَ تَعَالى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ۝٧٠ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ۝٧١

    Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

    Hari ini kita berdiri di atas dua momentum berkesan. Secara kalender masehi, kita baru saja menapakkan kaki di tahun baru 2026, memasuki hari kedua. Namun secara spiritual, kita sedang berada di dalam dekapan bulan Rajab 1447 Hijriah, hari ini kita berada pada tanggal 13 Rajab 1447. Rajab adalah salah satu Arba’atun Hurum, bulan yang dimuliakan oleh Allah ﷻ, sebagaimana Allah ﷻ katakan dalam firman-Nya:

    فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ 

    “Janganlah kalian menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu“(Q.S. at-Taubah ayat 36)

    Ironis, lusa kemarin saat pergantian tahun, kita justru menyaksikan pemandangan yang bertolak belakang dengan kemuliaan bulan Rajab ini. Di tengah euforia perayaan malam tahun baru, sebagian anak muda kita justru menumpahkan amarah dan keberanian palsu yang berpotensi menumpahkan darah di jalanan. Bagi masyarakat yang mengikuti perkembangan kondisi, kejadian tawuran di flyover Pasar Rebo, dekat dengan RS Harapan Bunda, serta kejadian serupa di wilayah Klender, menjadi alarm keras bagi kita semua. Ini bukan sekadar kenakalan remaja, ini adalah krisis kemanusiaan yang nyata di jantung kota.

    Jama’ah kaum Muslimin hafidzakumullah,

    Kita sedang hidup di era transisi besar. Kita telah berada dan melewati era Industry 4.0 yang melakukan digitalisasi segalanya lewat internet, komputer, dan mesin robot. Kini, dunia bergerak menuju Society 5.0, di mana teknologi seperti kecerdasan buatan dan robotika tidak lagi sekadar alat, tapi sudah menyatu dalam kehidupan sosial kita.

    Namun, inilah paradoksnya, teknologi kita bergerak menuju Society 5.0, tapi perilaku sosial sebagian masyarakat kita seolah mundur ke zaman Jahiliyah. Kita punya teknologi pemantauan yang canggih, namun kriminalitas jalanan yang terencana masih pecah di radius yang sangat dekat dengan pusat keamanan, dekat dengan kantor aparat keamanan dan penegak hukum, bahkan dekat dengan markas pasukan elit.

    Di era transisi menuju Society 5.0 yang serba terkoneksi, seharusnya sistem keamanan kita lebih proaktif dan integratif. Kegagalan mencegah kekerasan di tengah kota adalah peringatan bahwa kecanggihan teknologi akan sia-sia jika kehilangan ruh tanggung jawab dan kesigapan moral. Terlebih, tantangan penegakan hukum kita semakin kompleks dengan mulai diberlakukannya KUHP baru, yang mulai berlaku hari ini tanggal 2 Januari 2026. Adanya kebijakan pengalihan hukuman penjara di bawah lima tahun yang bisa saja menjadi hukuman kerja sosial, seperti menyapu jalan, atau pekerjaan sosial lainnya, menjadi diskusi yang problematik di tengah masyarakat secara umum dan para pakar secara khusus.

    Dalam kasus tertentu rehabilitasi memang perlu diterapkan, tetapi jangan sampai kebijakan ini justru menghilangkan efek jera (zajr) dan takut bagi pelaku kejahatan dan meruntuhkan rasa aman bagi publik. Jika pelaku kriminalitas jalanan dan tawuran yang mengancam nyawa hanya dihukum menyapu jalan, di mana letak perlindungan terhadap nyawa orang lain (hifzhun nafs) yang menjadi inti dari tujuan agama ini?!

    Padahal Allah ﷻ telah berfirman dengan sangat tegas dalam surat Al-Ma’idah ayat 32:

    مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

    “Barangsiapa membunuh seseorang, (bukan karena orang itu membunuh orang lain/ penerapan qishash), atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.”

    Ayat tersebut tadi menyetarakan satu nyawa dengan seluruh nyawa manusia di muka bumi. Maka, membiarkan tawuran terjadi, membiarkan kekerasan merajalela, atau memberikan hukuman yang terlalu ringan bagi pengancam nyawa, adalah bentuk pengabaian terhadap nilai kemanusiaan yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Ma’asyiral Muslimin a’azzakumullah,

    Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Hasyr ayat 18:

     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“

    Wajhul Istidlal ayat ini adalah perintah untuk melakukan Audit Strategis. Perintah “Waltandzhur nafsun ma qaddamat lighad” mengharuskan kita melihat apa yang sudah kita siapkan untuk masa depan. Dalam konteks era Society 5.0, “besok” bukan hanya soal akhirat, tapi bagaimana kita menyiapkan generasi yang melek teknologi namun tetap memiliki kendali iman.

    Teknologi adalah objek yang harus menjadi alat kebaikan yang efektif dan efisien, bukan subjek yang merusak moral dan perilaku manusia. Jika teknologi digunakan tanpa navigasi iman, ia hanya akan mempercepat kerusakan (fasad). Tawuran yang dipicu lewat tantangan di media sosial adalah bukti bahwa teknologi tanpa iman hanya akan melahirkan kehancuran yang lebih efisien. Smartphone yang tidak digunakan secara cerdas hanya akan melahirkan generasi yang kecanduan game online, pornografi, serta masyarakat yang hobi judi online dan terjerat pinjaman online.

    Jama’ah kaum Muslimin rahimakumullah,

     Sebagai Muslim yang hidup di tengah dinamika zaman, terlebih kita akan mengarungi tahun 2026, kita harus mengambil langkah nyata.

    Selaku orang tua, kita harus bersikap adaptif. Jangan gagap teknologi. Pantau jejak digital anak-anak kita. Lindungi mereka dari komunitas yang mengajak kekerasan dan berbuat onar.

    Selaku remaja dan anak muda, mari kita memilih circle pergaulan yang sehat dan positif. Jauhi komunitas pergaulan yang mengajak kepada kekerasan dan tindakan meresahkan. Sibukkan diri dalam aktivitas yang positif, produktif, dan bermanfaat.

    Selaku masyarakat kita harus waspada. Di bulan Rajab ini dan di tahun yang baru ini, kita tingkatkan kepedulian. Jika melihat potensi perilaku dan kerumunan yang mencurigakan, segera aktifkan fungsi pelaporan. Jangan acuh tak acuh.

    Selaku aparat keamanan, maka dituntut untuk berintegritas. Kita dorong pihak berwenang untuk mengoptimalkan mekanisme pencegahan, pengendalian, dan penindakan kriminalitas secara maksimal. Jangan biarkan warga merasa tidak aman di lingkungannya sendiri.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

    اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمدا عبده ورسوله، لا نبي ولا رسول بعده؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ؛

    Ma’asyiral Muslimin hafidzakumullah,

    Jangan biarkan kesalahan dan dosa hanya sebatas penyesalan, atau bahkan daftar riwayat amalan buruk yang akan terulang. Di tahun 2026 ini, kita masih punya peluang untuk melakukan taubatan nasuha dan memperbaiki diri. Jangan pula biarkan peristiwa kejahatan tahun kemarin hanya menjadi berita lewat di beranda sosial media, atau angin berlalu di samping telinga kita, atau ingatan seram di depan mata kita.  Jadikan itu semua ‘ibrah dan pelajaran untuk lebih waspada, berhati-hati, sigap, dan menumbuhkan keberanian kolektif dalam kebenaran dan kebaikan.

    Dunia boleh berubah fase, teknologi boleh semakin canggih, tapi ingatlah bahwa kualitas iman juga harus semakin tinggi, amal saleh juga harus semakin meningkat, serta keselamatan nyawa manusia tetaplah yang utama, karena dalam Islam itu bagian dari hifdzun nafs.

    Nabi ﷺ bersabda:

     الكَيِّسُ مَن دان نفسَه وعمِل لما بعدَ الموتِ والعاجِزُ مَن أتبَع نفسَه هَواها وتمنَّى على اللهِ الأمانِيَّ

    “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan nafsunya dan beramal untuk (bekal) kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang membiarkan dirinya mengikuti hawa nafsunya, namun ia banyak berangan-angan kepada Allah (mengharap ampunan atau surga tanpa amal).” (HR. at-Tirmidzi, no. 2459)

    Di awal tahun 2026 ini, mari kita berkomitmen menjadi masyarakat Society 5.0 yang cerdas secara digital, saleh dalam spiritual dan amalan, sigap secara sosial, dan tetap tunduk pada aturan Allah ﷻ. Mari kita muliakan bulan Rajab ini dan arungi tahun baru ini dengan memperbaiki diri, menjaga lisan, dan menjaga tangan kita dari menyakiti sesama.

    وَاعْلَمُوْا أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ! أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ؛ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ؛

    اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ؛ اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلْدَتَنَا اِنْدُوْنِيْسِيَا بَلْدَة طَيِّبَة، تَجري فيها أحكامك وسنة رسولك؛ بلدةٌ طيبةٌ وَرَبٌّ غَفُوْرٌ؛ اللهُمَّ مَنْ ولِي من أمْرِ أُمَّة سيدنا محمدٍ شيئًا فَشَقَّ عليهم فاشْقُقْ علَيهِ ، ومَنْ ولِيَ من أمرِ أُمَّةِ سيدنا محمدٍ شيئًا فَرَفَقَ بِهمْ فارْفُقْ بِهِ؛ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، اَللّٰهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ والمُسلِمِيْنَ فِي فِلسْطِيْنَ، وَفِي سُوْرِيَا، وَفِي السُّوْدَانِ، وَفِي كُلِّ مَكَانٍ؛ اَللّٰهُمَّ فُكَّ حِصَارَهُمْ، وَتَقَبَّلْ شُهَدَاءَهُمْ، وَاشْفِ مَرْضَاهُمْ، وَأَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ وَالأَمْنَ فِي بِلَادِهِمْ؛ رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

    عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ؛ أَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ

    Baca Juga: Saatnya Bersatu Melawan Maraknya Aksi Kejahatan

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk NAVIGASI IMAN MENUJU ERA SOCIETY 5.0

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023