
Oleh: Febri Aladin Djati, S.Pd.I (Wakil Kepala SD Imam Nawawi Cibubur – Jakarta Timur)
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ؛ أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ؛ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى؛ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً؛ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ؛
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Kehidupan yang fana ini memang penuh musibah dan beban penderitaan. Firman Allah:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ
“Sungguh kami ciptakan manusia dalam berbagai kesulitan”. (QS. Al Balad ayat 4)
Kemudian dalam ayat lainnya,
Allah ﷻ telah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 155,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah ayat 155)
Allah ﷻ mengabarkan bahwa Dia akan menguji hamba-hamba-Nya di dunia. Terkadang dengan kelapangan, terkadang dengan kesempitan baik berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, maupun buah-buahan.
Namun demikian Allah ﷻ memberikan solusi bagi hamba-Nya untuk mendapatkan pertolongan Allah ﷻ . salah satunya adalah dengan memperbanyak berdzikir, hal ini sebagaimana Allah terangkan didalam Al Qur’an,
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اذۡكُرُوۡا اللّٰهَ ذِكۡرًا كَثِيۡرًا ۙ
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya” (QS. AlAhzab ayat 41)
Dan diantara dzikir yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad ﷺ kepada umatnya melalui Abu Musa Al-Asy’ari dalam sabdanya,
قُلْ: لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الجَنَّةِ
“Katakanlah: La haula Wa La Quwwata Illa Billah (tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah), sebab ini merupakan kekayaan surga”. (H.R. Bukhari-Muslim)
Kemudian dalam riwayat lain, dari sahabat Abu Dzar –radhiyallahu anhu– bercerita:
” أوْصَانِى حَبِيْبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أُكْثِرَ مِنْ قَوْلِ لَا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إِلّا بِاللهِ “
“Aku pernah dipesan oleh kekasihku ﷺ agar memperbanyak mengucapkan; La haula Wa La Quwwata Illa Billah”.
Sungguh pesan beliau tersebut merupakan zikir yang sangat agung; singkat kalimatnya, namun padat artinya.
Itulah zikir hauqolah, yakni ucapan yang menunjukkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah ﷻ, pengakuan bahwa seorang hamba tidak memiliki kemampuan apapun dalam menolak keburukan atau mendapatkan kebaikan kecuali dengan kehendak Allah ﷻ .
Suatu dzikir yang membuat seseorang memperlihatkan dirinya benar-benar miskin dan rendah di hadapan Tuhannya. Karena itulah dirinya mutlak membutuhkan pertolongan dari Sang Pencipta Yang Maha Perkasa dan Penentu segalanya.
Suatu dzikir yang terucap dari lidah seorang hamba yang hatinya bertauhid kepada Tuhan yang Maha Esa dan Maha Agung, yang merupakan sumber dari pertolongan, kemenangan, kemudahan dan solusi segala permasalahan.
Firman Allah ﷻ,
سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
“Allah akan menjadikan setelah kesuliatan suatu kemudahan”.(Q.S. At Thalaq ayat 7)
Suatu zikir bagi tercapainya kesuksesan, solusi dan pemecahan masalah. Firman Allah ﷻ,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang beriman, bilamana kamu berhadapan dengan kelompok (musuh), maka teguhkan pendirianmu dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu menang”. (Q.S. Al Anfal ayat 45)
Suatu dzikir yang seharusnya seorang muslim melafalkannya dengan bahasa ucapan dan perbuatan. Sebab di situlah rahasia tauhid, yang membuat seseorang bersikap rendah hati kepada Sang Pencipta, memfokuskan perhatian kepada-Nya serta merasa tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali atas pertolonganNya.
Ibnul-Qayim berkata:
“هذه الكلمة لها تأثير عجيب في معاناة الأشغال الصعبة وتحمل المشاق والدخول على الملوك ومن يخاف وركوب الأهوال”
“Kalimat ini memiliki pengaruh yang mengagumkan dalam mengatasi persoalan-persoalan sulit, menanggung beban berat, khawatir ketika menghadap penguasa dan mengarungi bahaya”.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita dengarkan kisah agung yang menjadi bukti nyata bahwa kekuatan tauhid dapat mengurai segala problem, betapapun besarnya, dapat memecahkan segala persoalan serius, betapapun rumitnya.
Kisah ini diangkat oleh banyak pakar tafsir dari berbagai sisi; minimal tingkat periwayatnya adalah hasan.
Alkisah, bahwa Auf Bin Malik Ashja’i, putranya bernama Salim tertawan oleh kaum musyrikin. Menghadaplah Auf kepada Nabi ﷺ seraya berkata: “Ya Rasulallah, musuh telah menawan putraku”. Dia pun mengadu kepada Nabi tentang kemiskinan yang melilit dirinya. Maka Rasulullah ﷺ berpesan kepadanya:
«ما أمسى عند آل محمد إلّا مد فاتّق الله واصبر وأكثر من قول: لا حول ولا قوة إلّا بالله»
“Tidak pernah tersisa di tempat keluarga Muhammad kecuali satu mud, maka bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah kamu dan perbanyaklah mengucapkan, “La Haula Wa La Quwwata illa Billah”.
Menurut riwayat lain, Nabi ﷺ menyuruhnya bersama istrinya melaksanakan pesan itu, lalu dia melakukan apa yang beliau pesankan. Maka ketika dia sedang santai di rumahnya, datanglah putranya -yang sudah dilupakan oleh lawannya- membawa seekor unta yang kemudian ia berikan kepada ayahnya yang sedang membutuhkan. Selanjutnya sang ayah pergi menghadap Nabi ﷺ menyampaikan berita perihal Auf dan unta itu. Maka Nabi pun bersabda kepadanya:
“اصنع بها ما أحببتَ، وما كنتَ صانعًا لإبلك “.
“Lakukanlah menurut apa yang kamu sukai, dan apa yang kamu perbuat terhadap untamu”. Lalu turunlah ayat:
“وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ”
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, pastilah Allah menyediakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki yang tidak terduga. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia mencukupinya“.(QS Ath-Thalaq ayat 2-3)
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ؛ أَقُولُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ إِنَّ اللهَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ،
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa ketika Abu Ubaidah terkena embargo, Umar menulis surat kepadanya yang isinya:
مَهْمَا يَنْزِلْ بِامْرِئٍ شِدَّةٌ سَيَجْعَلِ اللَّهُ بَعْدَهَا فَرَجًا، وَإِنَّهُ لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ
“Sekeras apapun penderitaan yang menimpa seseorang, pastilah Allah akan memberikan jalan keluar sesudahnya, tidak mungkin satu kesulitan mengalahkan dua kemudahan. Seraya mengutip ayat:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang beriman bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”. (QS Ali Imran ayat 200)
Itulah ketergantungan dan kepasrahan hati kepada Allah serta pengucapan lidah dalam berzikir kepada-Nya yang mampu mendatangkan solusi bagi segala keprihatinan betapapun rumit dan peliknya.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Dampak Dzikir Hauqolah dalam Menghadapi Ujian dan Musibah