
Oleh: Ahmad Bachtiyar SM, Lc.
Nabi ﷺ menyebutkan tentang siapa orang yang diharamkan dari api neraka, tentunya orang yang wafat di atas Laa ilaaha illallah dan mentauhidkan- Nya. Namun, ada sifat lain yang Rasulullah ﷺ sebutkan sebagai ciri orang yang diharamkan dari api neraka.
Rasulullah ﷺ bertanya kepada para sahabatnya, “Maukah aku beritahu kalian siapa orang yang diharamkan dari api neraka?” Rasulullah menjawab,
حُرِّمَ عَلَى النَّارِ كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ سَهْلٍ قَرِيبٍ مِنَ النَّاسِ
“Diharamkan dari api neraka atas setiap orang yang hayyin, layyin, sahlin, qaribin minannaas.” (HR. Ahmad, 1/415)
Hayyin artinya seseorang yang tawadhu’ (rendah hati) dan tidak sombong, tidak merasa tinggi hati. Dia selalu menjaga diri agar tidak menjadi orang yang ketika bertemu dengan manusia, membuat orang lain merasa tidak suka kepadanya karena akhlaknya yang buruk.
Layyin artinya seseorang yang berlemah lembut kepada manusia. Sifat lembut ini adalah sesuatu yang dicintai oleh Allah. Rasulullah ﷺ bersabda kepada Aisyah:
إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ
“Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan” (HR. Bukhari, 6927, dan Muslim, 2593).
Beliau ﷺ juga bersabda:
إنَّ الرِّفْقَ لا يَكونُ في شَيءٍ إلَّا زانَهُ، ولا يُنْزَعُ مِن شَيءٍ إلَّا شانَهُ.
“Sesungguhnya tidaklah kelembutan ada pada sesuatu kecuali ia akan menghiasinya. Dan tidaklah kelembutan dicabut dari sesuatu kecuali itu akan mencorengnya” (HR. Muslim, 6602).
Sahlin artinya mudah, mudah dalam bermuamalah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى
“Semoga Allah merahmati seorang hamba yang mudah ketika ia menjual, mudah ketika ia membeli, dan mudah ketika ia menagih utang” (HR. Bukhari, 2076).
Mudah ketika membeli, menurut para ulama, berarti seseorang tidak menawar dengan harga yang membuat penjual merasa sesak. Bahkan, sebagian ulama Salaf terdahulu tidak mau menawar. Mudah dalam menjual artinya tidak mengambil keuntungan yang mencekik para pembeli. Mudah dalam menagih utang berarti tidak menyusahkan ketika tahu bahwa orang yang berutang itu kesulitan hidup. Bahkan, ia berusaha untuk mengurangi atau memerdekakan dari utangnya. Ini merupakan sifat yang sempurna bagi seorang hamba.
Kemudian yang keempat, qariibin minannaas (dekat kepada manusia). Ia dekat dengan manusia karena akhlaknya yang baik, kelembutannya, dan kemudahan dalam bermuamalah. Sebaliknya, orang yang dijauhi oleh manusia karena sifatnya yang kasar atau ucapannya yang kotor dan menyakitkan termasuk orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ شَرَّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ شَرِّهِ
“Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah nanti pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan manusia karena takut keburukannya” (HR. Bukhari, 6032).
Oleh karena itu, ketika seorang hamba diberikan oleh Allah akhlak yang mulia, ia senantiasa dekat dengan manusia dengan senyumnya. Saat bertemu, wajahnya berseri-seri, dan itu merupakan sedekah untuk dirinya. Ini adalah kebaikan di sisi Allah ﷻ. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Tersenyum di wajah saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi,1956).
Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Jangan remehkan kebaikan sekecil apa pun, walaupun hanya dengan bertemu saudaramu dalam keadaan wajah berseri-seri” (HR. Muslim, 2626).
Inilah empat sifat yang apabila ada dalam diri seseorang, Rasulullah ﷺ telah menjamin bahwa ia diharamkan dari api neraka, tentunya setelah dia mentauhidkan Allah ﷻ Ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan akhlak yang mulia.
Akhlak adalah perkara yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ
“Sesungguhnya aku diutus oleh Allah hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Ahmad, 8952).
Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ menganggap bahwa mukmin yang paling utama di sisi Allah adalah yang paling baik akhlaknya. Beliau bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Mukmin yang paling utama imannya adalah yang paling bagus akhlaknya” (HR. Tirmidzi, 1162, dan Ibnu Majah, 4682).
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Karakter yang Diharamkan dari Api Neraka