
Oleh: Dr. H. Abdul Amin, Lc., MA (Alumnus Al Azhar University Cairo/ Dosen STAN)
الحمد لله، الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونغوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله، أدى الأمانة ونصح للأمة فكشف الله به الغمة وجاهد في سبيله حتى أتاه اليقين وتركنا عل المحجة البيضاء أي الطريقة الواضحة وهي دين الإسلام ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك. اللهم صل وسلم وبارك على نبينا الكريم وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله، أوصيكم عباد الله وإياي بتقوى الله. فإنه تعالى قال في كتابه الكريم: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr, ayat: 18)
Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Dari mimbar ini khatib berpesan bagi diri khatib pribadi dan bagi jamaah sekalian agar kita senantiasa memelihara ketakwaan kita dengan melaksanakan perintah-perintah Allah serta menjauhi larangan-larangan-Nya.
Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Hari berganti hari menjadi minggu, minggu berganti minggu menjadi bulan, bulan berganti bulan menjadi tahun, tidak terasa kita sudah memasuki bulan Muharram tahun 1447 H. Kaum muslimin pada bulan ini mengingat suatu kejadian besar yang telah mengubah sejarah dan wajah kemanusiaan, yaitu peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw. dari kota Mekah yang di muliakan ke kota Madinah yang diberkahi. Peristiwa hijrah ini merupakan jalan untuk membangun negara Islam yang dari sana terpancarlah cahaya Islam sehingga manusia berbondong-bondong masuk ke dalam agama Islam.
Peristiwa hijrah Nabi ﷺ mengandung banyak hikmah dan pelajaran. Pada kesempatan yang singkat ini khatib akan membahas beberapa pelajaran dari hijrah tersebut.
1. Pengorbanan.
Pengorbanan merupakan pelajaran besar yang dapat kita ambil dari peristiwa hijrahnya Rasulullah saw. Bahwa tujuan yang mulia tidak selalu mudah jalannya, ia memerlukan pengorbanan. Rasulullah saw. terpaksa meninggalkan negeri tempat beliau dilahirkan dan dibesarkan, meninggalkan keluarga dan kerabat yang dicintainya. Ketika beliau berangkat hijrah, beliau menatap kota Mekah dari kejauhan lalu berkata dengan penuh kesedihan,
والله إنك لخير أرض الله وأحب أرض الله إلى الله، ولو لا أني أخرجت ما خرجت. (رواه الترمذي)
“Demi Allah, sesungguhnya engkau (Mekah) benar-benar tanah Allah yang terbaik dan merupakan tanah Allah yang paling dicintai oleh Allah. Kalau bukan karena aku diusir, niscaya aku tidak akan pergi meninggalkanmu.” (H.R. Tirmidzi)
Rasulullah ﷺ berkorban. Para sahabat beliau mempersembahkan pengorbanan yang besar. Di antara mereka ada Shuhaib Ar-Rumi r.a. yang ketika ia hendak berangkat berhijrah ke Madinah, kaum kuffar Quraisy berkata kepadanya,
أتيتنا صعلوكا حقيرا، فكثر مالك عندنا، وبلغت الذي بلغت، ثم تريد أن تخرج بمالك ونفسك؟ والله لا يكون ذلك
“Engkau datang kepada kami dalam kondisi miskin dan hina, lalu hartamu menjadi banyak di tengah-tengah kami dan engkau telah mencapai kesuksesan, kemudian engkau begitu saja hendak pergi (berhijrah) dengan membawa harta dan jiwamu? Demi Allah, kami tidak akan membiarkanmu.”
فقال لهم صهيب: أرأيتم إن جعلت لكم مالي، أتخلون سبيلي؟
Lalu Shuhaib Ar-Rumi r.a. berkata, “Bagaimana pendapat kalian, bila aku menyerahkan hartaku kepada kalian, apakah kalian akan membiarkanku pergi berhijrah?”
قالوا: نعم
Mereka menjawab, “Ya.”
قال: فإني قد جعلت لكم مالي
Shuhaib Ar-Rumi r.a. berkata, “Aku serahkan hartaku kepada kalian.”
فبلغ ذلك رسل الله صلى الله عليه سلم، فقال: ربح صهيب
Ketika kisah itu sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Sungguh, beruntunglah Shuhaib.”
Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa kisah shuhaib itulah yang menjadi sababun nuzul firman Allah ﷻ,
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ
“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (Q.S. Al-Baqarah, ayat: 207)
2. Tidak Berputus Asa.
Selama bertahun-tahun Rasulullah ﷺ tinggal di kota Mekah seraya berdakwah mengajak kaumnya agar memeluk Islam, yang beriman hanyalah sedikit orang. Beliau bersama para sahabat beliau yang beriman mengalami penindasan dan penyiksaan. Hal tidak membuat beliau patah arang dan berputus asa dalam melaksakan misi dakwah, malah membuat beliau semakin teguh. Beliau mencari solusi tempat yang layak untuk menyemai dakwah, maka berangkatlah beliau ke Tha’if dengan penuh harap penduduknya akan menerima dakwah Islam. Akan tetapi, yang beliau dapatkan hanyalah penolakan yang keji, beliau diusir dan dilempari dengan bebatuan. Pada saat itu usia beliau telah melebihi lima puluh tahun, namun beliau tidak berputus asa dan tetap bertekad untuk melanjutkan risalah Islam ini. Maka pada musim haji, beliau menawarkan dirinya kepada kabilah-kabilah Arab seraya berkata,
ألا رجل يحملني إلى قومه، فإن قريشا قد منعوني أن أبلغ كلام ربي
“Apakah ada seseorang yang mau membawaku kepada kaumnya, karena sesungguhnya suku Quraisy telah mencegahku menyampaikan kalam Tuhanku.” (H.R. Ibnu Majah)
Lalu ada lima belas kabilah yang menolak dakwah Rasulullah ﷺ sehingga pada akhirnya Allah ﷻ membukakan hati kaum Anshar untuk menerima dakwah beliau lalu terjadilah bai’at (sumpah setia) ‘Aqabah yang pertama dan diutuslah Mush’ab bin ‘Umair r.a. oleh beliau ke Madinah untuk mengajarkan Islam. Pada musim haji tahun berikutnya, Mush’ab bin ‘Umair kembali ke Mekah dengan membawa 73 orang Anshar untuk bersumpah setia membela Rasulullah ﷺ Maka terjadilah bai’at ‘Aqabah yang kedua. Kaum Anshar kembali ke madinah, lalu Islam tersebar luas di sana. Jadi keberhasilan hijrah Rasulullah ﷺ merupakan mata rantai dari tekad dan upaya yang tidak mengenal keputusasaan.
3. Tawakkal (berserah diri) yang kuat kepada Allah ﷻ
Tawakkal kepada Allah ﷻ merupakan jalan menuju kemenangan dan keberuntungan. Semakin kelam kegelapan, maka akan semakin terang cahaya yang terbit. Allah ﷻ berfirman,
حَتَّىٰٓ إِذَا ٱسْتَيْـَٔسَ ٱلرُّسُلُ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا۟ جَآءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّىَ مَن نَّشَآءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ
“Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari orang-orang yang berdosa.” (Q.S. Yusuf, ayat: 110)
Allah ﷻ juga berfirman,
إِنَّ ٱلَّذِى فَرَضَ عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ ۚ قُل رَّبِّىٓ أَعْلَمُ مَن جَآءَ بِٱلْهُدَىٰ وَمَنْ هُوَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah, ‘Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata.’” (Q.S. Al-Qashash, ayat: 85)
Sahabat Nabi ﷺ, yaitu Ibnu ‘Abbas r.a menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tempat kembali di sini ialah kota Mekah. ini adalah suatu janji dari Allah ﷻ bahwa Nabi Muhammad ﷺ akan kembali ke Mekah sebagai orang yang menang, dan ini sudah terjadi pada tahun kedelapan hijrah di waktu Nabi menaklukkan Mekah. ini merupakan suatu mukjizat bagi Nabi ﷺ.
Tawakkal yang kuat kepada Allah ﷻ inilah yang membangun keyakinan yang mantap bahwa Allah ﷻ pasti akan memberikan pertolongan dan kemenangan. Dalam perjalaan hijrah, ketika Nabi ﷺ bersama Abu Bakar r.a. bersembunyi di dalam gua Tsur, sedangkan orang-orang musyrik yang mengejar beliau sudah sampai di mulut goa, Abu Bakar r.a. berkata kepada Nabi ﷺ
لو أن أحدهم نظرتحت قدميه لأبرنا
“Seandainya seorang di antara mereka melihat ke arah kedua telapak kaki mereka, mereka pasti akan melihat kita.”
Dengan penuh tawakkal dan keyakinan akan pertolongan Allah ﷻ Rasulullah ﷺ bersabda,
ما ظنك يا أبا بكر باثنين الله ثالثهما؟
“Wahai Abu Bakar, bagaimana keyakinanmu terhadap dua orang (yang terkepung) sedangkan Allah adalah yang ketiga di antara mereka berdua (bukankah Allah pasti menolong mereka berdua).” (H.R. Bukhari)
Orang-orang musyrik itu tidak dapat menemukan Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar r.a. Begitulah sebuah keyakinan yang bersumber dari tawakkal yang kuat kepada Allah ﷻ Keyakinan yang membuahkan pertolongan Allah ﷻ.
Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Demikianlah beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa sejarah hijrahnya Rasulullah ﷺ ke Madinah yang menjadi tonggak keberhasilan dakwah Islam. Semoga kita semua memiliki sifat rela berkorban demi kebenaran, tidak berputus asa di jalan yang benar, serta bertawakkal kepada Allah ﷻ setelah segala daya dan upaya dilakukan. Amin, ya Robbal ‘Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ اقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، ولا عدوان إلا على الظالمين. الصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله وافعلوا الخيرات واجتنبوا السيئات والمنكرات، واعلموا أن المتقين في معية الله تعالى، قال تعالى: إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (سورة النحل، آية: 128) قال الله سبحانه وتعالى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. (سورة الأحزاب، آية: 56)؛ اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وعلى التابعين وعلى تابعي التابعين من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، وعلينا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، إنك سميع قريب مجيب الدعوات، يا قاضي الحاجات ويا كافي المهمات؛ اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، وَأَصْلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا، وأصْلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا، واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير، واجعل الموت راحة لنا من كل شر؛ اللهم إنا عبادك وبنو عبادك وبنو إمائك، نواصينا بيدك، ماض فينا حكمك، عدل فينا قضاؤك، نسألك بكل اسم هو لك، سميت به نفسك، أو أنزلته في كتابك، أو علمته أحدا من خلقك، أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن ربيع قلوبنا، ونور صدورنا، وجلاء أحزاننا، وذهاب همومنا؛ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ، اللَّهم إني أسألك أن تمنّ علينا وعلى والدينا وأوْلادنا وآل بيتنا ومشايخنا وأقاربنا وأصدقائنا، وعلى جميع المؤمنين والمؤمنات بعفوك وغفرانك، ورحمتك ورضوانك. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار؛ اللهم إنا نسألك بأننا نشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد. اللهم إنا نسألك أن ترحمنا وتغفر لنا ذنوبنا؛ وصلّى الله على سيدنا محمدٍ وعلى آله وصحبه أجمعين والحمد لله رب العالمين. عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. (سورة النحل، آية:90) فاذكروا الله العظيم يذكركم، واسألوه من فضله يعطكم، وادعوه يستجب لكم، ولذكر الله أكبر. أقيموا الصلاة
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Pelajaran dari Hijrah Rasulullah ﷺ